Tuesday, March 8, 2016

Tiup Lilin Saat Ulang Tahun

Tradisi ulang tahun atau yang sekarang lebih sering disebut sebagai milad (bahasa arab) dimulai oleh orang-orang eropa. Hal ini dilakukan karena berdasarkan kepercayaan bahwa ketika ulang tahun maka roh jahat akan datang untuk mengganggunya. Untuk menghadapi akan ketakutan tersebut maka pada saat ulang tahun, orang yang akan berulang tahun mengundang keluarga serta teman-temannya untuk memberikan doa serta pengharapan. Tapi bangsa eropa manakah yang pertama kali merayakan ulang tahun dan tradisinya yang sampai sekarang banyak ditiru oleh orang di seluruh dunia. Jawabannya adalah bangsa Romawi kuno.

Asal muasal kue ulang tahun
Dimulai saat jaman Romawi kuno, saat kue dibuat dengan bentuk bulat dari bahan-bahan seperti tepung, kacang, ragi, dan diberi pemanis dari madu. Kue ini hanya disajikan pada saat momen khusus, seperti ulang tahun misalnya. Di masa awal-awal Eropa, kata kue dan roti secara visual dapat ditukar-tukar, yang membedakan hanyalah kue lebih manis dari roti.

Kemudian pada abad 17, bentuk kue kurang lebih sama dengan bentuk kue yang ada sekarang lengkap dengan bagian-bagiannya seperti layer atau dekorasi. Tapi di masa itu kue ulang tahun tersedia hanya bagi orang menegah ke atas saja. Kue ulang tahun akhirnya lebih merakyat karena terjadi revolusi industri, saat bahan-bahan dan peralatan untuk membuat kue semakin mudah didapat.

Kapan tradisi tiup lilin ulang tahun dimulai?

Walaupun asal muasal dari ritual meniup lilin ulang tahun tidak diketahui, sejarah mencatat tradisi ini dimulai dari Kinderfest (Kinder di dalam bahasa Jerman berarti anak-anak), sebuah perayaan ulang tahun bagi anak-anak pada abad 18.

Disebutkan pula, tradisi saat itu menempatkan lilin-lilin yang melambangkan usia. Selain itu ada yang menambahkan beberapa lilin untuk mengindikasikan “umur di masa datang”. Di masa sekarang, lilin dimaksudkan untuk mengucapkan permohonan sebelum meniup lilin.

Diyakini bahwa meniup semua lilin dalam satu napas berarti keinginan akan terkabul dan orang tersebut akan memperoleh nasib yang baik di tahun mendatang.
 
Bagaimana pandangan Islam?
Rasulullah  tidak pernah mencontohkan perayaan acara ulang tahun. Termasuk tiup lilinnya. Menurut Rasulullah kegiatan merayakan ulang tahun adalah mubazir dan menjadi pengingat bahwa jatah umur telah berkurang. Sebalikya kita harus lebih rajin beribadah sebagai tabungan untuk kelak di akherat.  





Ulang tahun atau Milad (dalam bahasa arab) pertama kali dimulai di Eropa. Dimulai dengan ketakutan akan adanya roh jahat yang akan datang pada saat seseorang berulang tahun, untuk menjaganya dari hal-hal yang jahat, teman-teman dan keluarga diundang datang saat sesorang berulang tahun untuk memberikan do’a serta pengharapan yang baik bagi yang berulang tahun. Memberikan kado juga dipercaya dapat memberikan rasa gembira bagi orang yang berulang tahun sehingga dapat mengusir roh-roh jahat tersebut. Tradisi meniup lilin juga selalu ada saat kue ulang tahun dihadirkan. Sebenarnya kenapa sih harus ada kue ulang tahun dan tiup lilin ini nih ceritanya Dimulai saat jaman Romawi kuno, saat kue dibuat dengan bentuk bulat dari bahan-bahan tepung, kacang, ragi, dan diberi pemanis dari madu. Kue ini disajikan saat momen-momen khusus, seperti ulang tahun misalnya. Di masa awal-awal Eropa, kata kue dan roti secara visual dapat ditukar-tukar, yang membedakan hanyalah kue lebih manis sementara roti tidak. Pada abad 17, bentuk kue kurang lebih sama dengan bentuk yang ada sekarang lengkap dengan bagian-bagiannya seperti layer atau dekorasi. Tapi di masa itu kue ulang tahun tersedia hanya bagi orang kaya saja. Kue ulang tahun akhirnya menjadi merakyat karena adanya revolusi industri, saat bahan-bahan dan peralatan semakin mudah didapat. Kapan tradisi tiup lilin ulang tahun dimulai. Walaupun asal muasal dari ritual meniup lilin ulang tahun tidak diketahui, sejarah mencatat tradisi ini dimulai dari Kinderfest (Kinder di dalam bahasa Jerman berarti anak-anak), sebuah perayaan ulang tahun bagi anak-anak pada abad 18. Disebutkan pula, tradisi saat itu menempatkan lilin-lilin yang melambangkan usia. Selain itu ada yang menambahkan beberapa lilin untuk mengindikasikan “umur di masa datang”. Di masa sekarang, lilin dimaksudkan untuk mengucapkan permohonan sebelum meniup lilin. Orang Yunani yang mempersembahkan kue mereka ke dewi Artemis juga meletakan lilin-lilin di atasnya karena membuat kue tersebut terlihat terang menyala sepeti bulan (gibbons, 1986). Orang Jerman terkenal sebagai orang yang ahli membuat lilin dan juga mulai membuat lilin-lilin kecil untuk kue mereka. Beberapa orang mengatakan bahwa lilin diletakan dengan alasan keagamaan/religi. Beberapa orang jerman meletakan lilin besar di tengah-tengah kue mereka untuk menandakan “Terangnya Kehidupan” (Corwin,1986). Yang lainnya percaya bahwa asap dari lilin tersebut akan membawa pengharapan mereka ke surga. nah bagaimana pandanganku terhadap hal ini. memang tidak ada nash (lebih tepatnya belum pernah terbaca) yang jelas tentang hal ini dalam alqur'an dan hadist. yang pasti Rosulullah tidak pernah mencotohkan hal ini. selama tidak menjadi aktifitas yang mubadzir dan hanya menjadi pengingat bahwa umur telah berkurang dan bersyukur masih dikasih umur sampai saat ini gak apa-apa. akan tetapi jika harus memaksa orang tua mengeluarkan uang yang banyak untuk merayakan ulang tahun, kemudian merayakan dengan pesta-pesta yang mubadzir tidak ada maslahatnya mending gak usah deh.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ismanita/ulang-tahun-kenapa-harus-tiup-lilin_5500675ba333115c73510a93
Ulang tahun atau Milad (dalam bahasa arab) pertama kali dimulai di Eropa. Dimulai dengan ketakutan akan adanya roh jahat yang akan datang pada saat seseorang berulang tahun, untuk menjaganya dari hal-hal yang jahat, teman-teman dan keluarga diundang datang saat sesorang berulang tahun untuk memberikan do’a serta pengharapan yang baik bagi yang berulang tahun. Memberikan kado juga dipercaya dapat memberikan rasa gembira bagi orang yang berulang tahun sehingga dapat mengusir roh-roh jahat tersebut. Tradisi meniup lilin juga selalu ada saat kue ulang tahun dihadirkan. Sebenarnya kenapa sih harus ada kue ulang tahun dan tiup lilin ini nih ceritanya Dimulai saat jaman Romawi kuno, saat kue dibuat dengan bentuk bulat dari bahan-bahan tepung, kacang, ragi, dan diberi pemanis dari madu. Kue ini disajikan saat momen-momen khusus, seperti ulang tahun misalnya. Di masa awal-awal Eropa, kata kue dan roti secara visual dapat ditukar-tukar, yang membedakan hanyalah kue lebih manis sementara roti tidak. Pada abad 17, bentuk kue kurang lebih sama dengan bentuk yang ada sekarang lengkap dengan bagian-bagiannya seperti layer atau dekorasi. Tapi di masa itu kue ulang tahun tersedia hanya bagi orang kaya saja. Kue ulang tahun akhirnya menjadi merakyat karena adanya revolusi industri, saat bahan-bahan dan peralatan semakin mudah didapat. Kapan tradisi tiup lilin ulang tahun dimulai. Walaupun asal muasal dari ritual meniup lilin ulang tahun tidak diketahui, sejarah mencatat tradisi ini dimulai dari Kinderfest (Kinder di dalam bahasa Jerman berarti anak-anak), sebuah perayaan ulang tahun bagi anak-anak pada abad 18. Disebutkan pula, tradisi saat itu menempatkan lilin-lilin yang melambangkan usia. Selain itu ada yang menambahkan beberapa lilin untuk mengindikasikan “umur di masa datang”. Di masa sekarang, lilin dimaksudkan untuk mengucapkan permohonan sebelum meniup lilin. Orang Yunani yang mempersembahkan kue mereka ke dewi Artemis juga meletakan lilin-lilin di atasnya karena membuat kue tersebut terlihat terang menyala sepeti bulan (gibbons, 1986). Orang Jerman terkenal sebagai orang yang ahli membuat lilin dan juga mulai membuat lilin-lilin kecil untuk kue mereka. Beberapa orang mengatakan bahwa lilin diletakan dengan alasan keagamaan/religi. Beberapa orang jerman meletakan lilin besar di tengah-tengah kue mereka untuk menandakan “Terangnya Kehidupan” (Corwin,1986). Yang lainnya percaya bahwa asap dari lilin tersebut akan membawa pengharapan mereka ke surga. nah bagaimana pandanganku terhadap hal ini. memang tidak ada nash (lebih tepatnya belum pernah terbaca) yang jelas tentang hal ini dalam alqur'an dan hadist. yang pasti Rosulullah tidak pernah mencotohkan hal ini. selama tidak menjadi aktifitas yang mubadzir dan hanya menjadi pengingat bahwa umur telah berkurang dan bersyukur masih dikasih umur sampai saat ini gak apa-apa. akan tetapi jika harus memaksa orang tua mengeluarkan uang yang banyak untuk merayakan ulang tahun, kemudian merayakan dengan pesta-pesta yang mubadzir tidak ada maslahatnya mending gak usah deh.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ismanita/ulang-tahun-kenapa-harus-tiup-lilin_5500675ba333115c73510a93
?? 12 Januari 2011 18:19:41 Diperbarui: 26 Juni 2015 09:39:55 Dibaca : 3,829 Komentar : 1 Nilai : 0 Ulang tahun atau Milad (dalam bahasa arab) pertama kali dimulai di Eropa. Dimulai dengan ketakutan akan adanya roh jahat yang akan datang pada saat seseorang berulang tahun, untuk menjaganya dari hal-hal yang jahat, teman-teman dan keluarga diundang datang saat sesorang berulang tahun untuk memberikan do’a serta pengharapan yang baik bagi yang berulang tahun. Memberikan kado juga dipercaya dapat memberikan rasa gembira bagi orang yang berulang tahun sehingga dapat mengusir roh-roh jahat tersebut. Tradisi meniup lilin juga selalu ada saat kue ulang tahun dihadirkan. Sebenarnya kenapa sih harus ada kue ulang tahun dan tiup lilin ini nih ceritanya Dimulai saat jaman Romawi kuno, saat kue dibuat dengan bentuk bulat dari bahan-bahan tepung, kacang, ragi, dan diberi pemanis dari madu. Kue ini disajikan saat momen-momen khusus, seperti ulang tahun misalnya. Di masa awal-awal Eropa, kata kue dan roti secara visual dapat ditukar-tukar, yang membedakan hanyalah kue lebih manis sementara roti tidak. Pada abad 17, bentuk kue kurang lebih sama dengan bentuk yang ada sekarang lengkap dengan bagian-bagiannya seperti layer atau dekorasi. Tapi di masa itu kue ulang tahun tersedia hanya bagi orang kaya saja. Kue ulang tahun akhirnya menjadi merakyat karena adanya revolusi industri, saat bahan-bahan dan peralatan semakin mudah didapat. Kapan tradisi tiup lilin ulang tahun dimulai. Walaupun asal muasal dari ritual meniup lilin ulang tahun tidak diketahui, sejarah mencatat tradisi ini dimulai dari Kinderfest (Kinder di dalam bahasa Jerman berarti anak-anak), sebuah perayaan ulang tahun bagi anak-anak pada abad 18. Disebutkan pula, tradisi saat itu menempatkan lilin-lilin yang melambangkan usia. Selain itu ada yang menambahkan beberapa lilin untuk mengindikasikan “umur di masa datang”. Di masa sekarang, lilin dimaksudkan untuk mengucapkan permohonan sebelum meniup lilin. Orang Yunani yang mempersembahkan kue mereka ke dewi Artemis juga meletakan lilin-lilin di atasnya karena membuat kue tersebut terlihat terang menyala sepeti bulan (gibbons, 1986). Orang Jerman terkenal sebagai orang yang ahli membuat lilin dan juga mulai membuat lilin-lilin kecil untuk kue mereka. Beberapa orang mengatakan bahwa lilin diletakan dengan alasan keagamaan/religi. Beberapa orang jerman meletakan lilin besar di tengah-tengah kue mereka untuk menandakan “Terangnya Kehidupan” (Corwin,1986). Yang lainnya percaya bahwa asap dari lilin tersebut akan membawa pengharapan mereka ke surga. nah bagaimana pandanganku terhadap hal ini. memang tidak ada nash (lebih tepatnya belum pernah terbaca) yang jelas tentang hal ini dalam alqur'an dan hadist. yang pasti Rosulullah tidak pernah mencotohkan hal ini. selama tidak menjadi aktifitas yang mubadzir dan hanya menjadi pengingat bahwa umur telah berkurang dan bersyukur masih dikasih umur sampai saat ini gak apa-apa. akan tetapi jika harus memaksa orang tua mengeluarkan uang yang banyak untuk merayakan ulang tahun, kemudian merayakan dengan pesta-pesta yang mubadzir tidak ada maslahatnya mending gak usah deh. nah kawan bagaimana dengan kalian....??? *ini tulisan saya ambil dari beberapa sumber dari internet .... Isma Nita /ismanita pemburu ilmu,.... Selengkapnya...

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ismanita/ulang-tahun-kenapa-harus-tiup-lilin_5500675ba333115c73510a93
Ulang tahun atau Milad (dalam bahasa arab) pertama kali dimulai di Eropa. Dimulai dengan ketakutan akan adanya roh jahat yang akan datang pada saat seseorang berulang tahun, untuk menjaganya dari hal-hal yang jahat, teman-teman dan keluarga diundang datang saat sesorang berulang tahun untuk memberikan do’a serta pengharapan yang baik bagi yang berulang tahun. Memberikan kado juga dipercaya dapat memberikan rasa gembira bagi orang yang berulang tahun sehingga dapat mengusir roh-roh jahat tersebut. Tradisi meniup lilin juga selalu ada saat kue ulang tahun dihadirkan. Sebenarnya kenapa sih harus ada kue ulang tahun dan tiup lilin ini nih ceritanya Dimulai saat jaman Romawi kuno, saat kue dibuat dengan bentuk bulat dari bahan-bahan tepung, kacang, ragi, dan diberi pemanis dari madu. Kue ini disajikan saat momen-momen khusus, seperti ulang tahun misalnya. Di masa awal-awal Eropa, kata kue dan roti secara visual dapat ditukar-tukar, yang membedakan hanyalah kue lebih manis sementara roti tidak. Pada abad 17, bentuk kue kurang lebih sama dengan bentuk yang ada sekarang lengkap dengan bagian-bagiannya seperti layer atau dekorasi. Tapi di masa itu kue ulang tahun tersedia hanya bagi orang kaya saja. Kue ulang tahun akhirnya menjadi merakyat karena adanya revolusi industri, saat bahan-bahan dan peralatan semakin mudah didapat. Kapan tradisi tiup lilin ulang tahun dimulai. Walaupun asal muasal dari ritual meniup lilin ulang tahun tidak diketahui, sejarah mencatat tradisi ini dimulai dari Kinderfest (Kinder di dalam bahasa Jerman berarti anak-anak), sebuah perayaan ulang tahun bagi anak-anak pada abad 18. Disebutkan pula, tradisi saat itu menempatkan lilin-lilin yang melambangkan usia. Selain itu ada yang menambahkan beberapa lilin untuk mengindikasikan “umur di masa datang”. Di masa sekarang, lilin dimaksudkan untuk mengucapkan permohonan sebelum meniup lilin. Orang Yunani yang mempersembahkan kue mereka ke dewi Artemis juga meletakan lilin-lilin di atasnya karena membuat kue tersebut terlihat terang menyala sepeti bulan (gibbons, 1986). Orang Jerman terkenal sebagai orang yang ahli membuat lilin dan juga mulai membuat lilin-lilin kecil untuk kue mereka. Beberapa orang mengatakan bahwa lilin diletakan dengan alasan keagamaan/religi. Beberapa orang jerman meletakan lilin besar di tengah-tengah kue mereka untuk menandakan “Terangnya Kehidupan” (Corwin,1986). Yang lainnya percaya bahwa asap dari lilin tersebut akan membawa pengharapan mereka ke surga. nah bagaimana pandanganku terhadap hal ini. memang tidak ada nash (lebih tepatnya belum pernah terbaca) yang jelas tentang hal ini dalam alqur'an dan hadist. yang pasti Rosulullah tidak pernah mencotohkan hal ini. selama tidak menjadi aktifitas yang mubadzir dan hanya menjadi pengingat bahwa umur telah berkurang dan bersyukur masih dikasih umur sampai saat ini gak apa-apa. akan tetapi jika harus memaksa orang tua mengeluarkan uang yang banyak untuk merayakan ulang tahun, kemudian merayakan dengan pesta-pesta yang mubadzir tidak ada maslahatnya mending gak usah deh.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ismanita/ulang-tahun-kenapa-harus-tiup-lilin_5500675ba333115c73510a93
Ulang tahun atau Milad (dalam bahasa arab) pertama kali dimulai di Eropa. Dimulai dengan ketakutan akan adanya roh jahat yang akan datang pada saat seseorang berulang tahun, untuk menjaganya dari hal-hal yang jahat, teman-teman dan keluarga diundang datang saat sesorang berulang tahun untuk memberikan do’a serta pengharapan yang baik bagi yang berulang tahun. Memberikan kado juga dipercaya dapat memberikan rasa gembira bagi orang yang berulang tahun sehingga dapat mengusir roh-roh jahat tersebut. Tradisi meniup lilin juga selalu ada saat kue ulang tahun dihadirkan. Sebenarnya kenapa sih harus ada kue ulang tahun dan tiup lilin ini nih ceritanya Dimulai saat jaman Romawi kuno, saat kue dibuat dengan bentuk bulat dari bahan-bahan tepung, kacang, ragi, dan diberi pemanis dari madu. Kue ini disajikan saat momen-momen khusus, seperti ulang tahun misalnya. Di masa awal-awal Eropa, kata kue dan roti secara visual dapat ditukar-tukar, yang membedakan hanyalah kue lebih manis sementara roti tidak. Pada abad 17, bentuk kue kurang lebih sama dengan bentuk yang ada sekarang lengkap dengan bagian-bagiannya seperti layer atau dekorasi. Tapi di masa itu kue ulang tahun tersedia hanya bagi orang kaya saja. Kue ulang tahun akhirnya menjadi merakyat karena adanya revolusi industri, saat bahan-bahan dan peralatan semakin mudah didapat. Kapan tradisi tiup lilin ulang tahun dimulai. Walaupun asal muasal dari ritual meniup lilin ulang tahun tidak diketahui, sejarah mencatat tradisi ini dimulai dari Kinderfest (Kinder di dalam bahasa Jerman berarti anak-anak), sebuah perayaan ulang tahun bagi anak-anak pada abad 18. Disebutkan pula, tradisi saat itu menempatkan lilin-lilin yang melambangkan usia. Selain itu ada yang menambahkan beberapa lilin untuk mengindikasikan “umur di masa datang”. Di masa sekarang, lilin dimaksudkan untuk mengucapkan permohonan sebelum meniup lilin. Orang Yunani yang mempersembahkan kue mereka ke dewi Artemis juga meletakan lilin-lilin di atasnya karena membuat kue tersebut terlihat terang menyala sepeti bulan (gibbons, 1986). Orang Jerman terkenal sebagai orang yang ahli membuat lilin dan juga mulai membuat lilin-lilin kecil untuk kue mereka. Beberapa orang mengatakan bahwa lilin diletakan dengan alasan keagamaan/religi. Beberapa orang jerman meletakan lilin besar di tengah-tengah kue mereka untuk menandakan “Terangnya Kehidupan” (Corwin,1986). Yang lainnya percaya bahwa asap dari lilin tersebut akan membawa pengharapan mereka ke surga. nah bagaimana pandanganku terhadap hal ini. memang tidak ada nash (lebih tepatnya belum pernah terbaca) yang jelas tentang hal ini dalam alqur'an dan hadist. yang pasti Rosulullah tidak pernah mencotohkan hal ini. selama tidak menjadi aktifitas yang mubadzir dan hanya menjadi pengingat bahwa umur telah berkurang dan bersyukur masih dikasih umur sampai saat ini gak apa-apa. akan tetapi jika harus memaksa orang tua mengeluarkan uang yang banyak untuk merayakan ulang tahun, kemudian merayakan dengan pesta-pesta yang mubadzir tidak ada maslahatnya mending gak usah deh.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/ismanita/ulang-tahun-kenapa-harus-tiup-lilin_5500675ba333115c73510a93

Monday, March 7, 2016

Cara Sederhana agar Hidup lebih Bahagia



Apa kriteria hidup yang lebih baik? mungkin pertanyaan ini bisa dijawab dengan berbagai macam versi jawaban. dan itu tergantung dari siapa yang menjawabnya. Kalau menurut saya pribadi, hidup yang lebih baik adalah jadi sendiri dan orang lain akan merasa nyaman ketika bersama anda. Berdasar pengalaman saya, ada beberapa tips yang (mungkin) bisa membantu anda untuk hidup lebih baik.

Buat orang disekitar anda nyaman ketika bersamamu.
Kadang tanpa kita sadari ketika kita berada di suatu lingkungan dan berkumpul dengan banyak orang, kita mungkin meraa cocok dan nyaman dengan Si A tapi kita kurang cocok dan nyaman dengan Si X. dan hal itu juga terjadi pada temen kita terhadap kita. Hal ini dapat dirasakan karena sifat dan ucapan yang kita bawa. Buatlah suasana senyaman mungkin. Jangan negatif thinking. Suasana ini akan semakin terasa ketika kita di lingkungan kerja dan berinteraksi dengan banyak orang.

Zikir dan renungkan apa yang terjadi setelah Sholat.
Setelah seharian kita berinteraksi dengan orang lain, kita merasa nyaman atau kurang nyaman. Mungkin malah ada sedikit masalah dengan teman kita. yang perlu kita lakukan adalah introspeksi diri apa yang terjadi. jangan menyalahkan keadaan. sekali lagi, berpikirlah positif. Bagi umat muslim sholat lima waktu adalah kewajiban utama. setelah sholat banyaklah berdzikir mohon ampunan. dari situ pikiran kita akan lebih tenang. Biasanya secara otomatis kita akan merenungkan apa yang telah terjadi dan lebih bisa berpikir jernih untuk menyelesaiakan permasalahan.

Jangan terlalu serius
Dalam memecahkan suatu permasalahan kita dituntut untuk lebih serius. Namun kita juga harus sadar bahwa ketika kita berada di tempat kerja kita tetap harus berinteraksi dengan rekan kerja, atasan, ataupun bawahan. Kalau setiap saat kita serius maka rekan kerja kita mungkin agak segan dalam membina hubungan sosial dengan kita. Lebih baik kita sersan (bahasa lama tapi masih efektif) serius tapi santai. Dengan seperti itu kita masih bisa berinteraksi nyaman tapi permasalahan juga tetap bisa dipecahkan.  

Berpikir positif setelah bangun tidur
Hal ini sering saya rasakan ketika bangun tidur. walaupun belum bisa sepenuhnya untuk berpikir positif, setidaknya kita sudah berusaha. Ketika permasalahan yang kita hadapi belum selesai, tentu hal ini akan berdampak ketika kita mau tidur, tidur, dan bahkan ketika kita bangun tidur. tidak ada permasalahn yang tidak ada jalan keluarnya.

Hindari debat kusir
Hindari debat kusir yang tidak bermanfaat, walaupun kita menang
bisa jadi dia menolak kebenaran karena gengsi kalah padahal dia mengakui kebenaran telah datang
Mengalah untuk menang, mundur selangkah (mengambil kuda-kuda) untuk melompat jauh ke depan. itulah kemenangan bagi mereka yang berjiwa besar menghidari debat tidak berguna
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَهُوَ مُبْطِلٌ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي رَبَضِ الْجَنَّةِ مَنْ تَرَكَ الْمِرَاءَ وَهُوَ مُحِقٌّ بَنَى اللهُ لَهُ بَيْتًا فِي أَعْلَى الْجَنَّةِ
“Barangsiapa yang meninggalkan perdebatan sementara ia berada di atas kebatilan, maka Allah akan bangunkan sebuah rumah baginya di pinggiran surga. Dan barangsiapa yang meninggalkan perdebatan padahal dia berada di atas kebenaran, maka Allah akan membangun sebuah rumah baginya di atas surga.”
(Shahih at-Targib wat Tarhib, jilid 1, no. 138)

Luangkan waktu bersama orang yang berusia 60 tahun dan dibawah 6 tahun
Orang yang sudah berumur dari 60 tahun biasanya kaya akan pengalaman. Baik yang menyenangkan maupun yang bikin sedih. dari situ kita dapat belajar terhadap suatu permasalahan dan juga pemecahannya. Seperti kata pepatah, pengalaman adalah guru yang terbaik. 
Kemudian kenapa kita juga harus memperhatikan anak yang berusia dibawah 6 tahun? Lazimya sifat anak masih kecil adalah kepolosannya. Polos di sini berarti akan kejujurannya. Kita bisa belajar dari anak kecil ketika bermain. Mereka lepas tertawa. Tanpa memikirkan apa yang telah terjadi. Hal positif yang bisa dipetik dari mereka adalah kita perlu melupakan sejenak semua permasalahan yang menghadang. Lepas dan tertawalah karena pada saat itu kita merasa ringan. Setelah itu kita akan mendapatkan tambahan energi untuk menyelesaikan permasalahan kita

Jangan bergosip
Tahukah Anda apa yang dimaksud dengan gosip, jika nda hidup di zaman ini pasti Anda tahu apa itu gosip. Ghibah adalah suatu perbuatan yang buruk, atau yang lebih kita kenal dengan kata 'bergosip' sepertinya budaya bergosip sangat erat sekali dengan kehidupan para kaum hawa, baik yang masih anak-anak, remaja, maupun yang telah dewasa ataupun tua.
Makna Ghibah Secara bahasa, merupakan musytaq dari al-ghib, artinya lawan dari nampak, yaitu segala sesuatu yang tidak diketahui bagi manusia baik yang bersumber dari hati atau bukan dari hati. Maka ghibah menurut bahasa ialah membicarakan orang lain tanpa sepengetahuannya baik isi pembicaraan itu disenanginya ataupun tidak disenanginya, kebaikan maupun keburukan.
Secara definisi ghibah adalah seorang muslim membicarakan saudaranya sesama muslim tanpa sepengetahuannya tentang hal-hal keburukannya dan yang tidak disukainya, baik dengan tulisan maupun lisan, terang-terangan maupun sindiran. Menurut Ibnu Mas’ud r.a. definisi ghibah adalah
”Ghibah adalah engkau menyebutkan apa yang kau ketahui pada saudaramu, dan jika engkau mengatakan apa yang tidak ada pada dirinya berarti itu adalah kedustaan.”
Rasulullah saw. bersabda:
apakah kalian tahu apa yang dimaksud dengan ghibah? Para sahabat menjawab: "Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui" beliau bersabda: "Engkau menyebutkan sesuatu kejelekan yang ada pada saudaramu" para sahabat berkata:" wahai rasulullah bagaimana jika apa yang dibicarakan tersebut ada padanya? maka rasulullah saw. bersabda: "Apabila apa yang ada padanya sesuai dengan apa yang engkau bicarakan maka engkau telah menggibahnya. Sedangkan apabila apa yang ada padanya tidak sesuai dengan apa yang engkau katakan maka engkau telah berdusta atasnya.” (H.R. Muslim/2589, Abu Daud 4874, Tirmidzi 1935)
Bentuk Dan Jenis Ghibah
Beberapa bentuk dan jenis ghibah, di antaranya:
1. Aib dalam agama. Seperti kata-kata pada sesama muslim: Dia itu fasiq, atau fajir (suka berbuat dosa), pengkhianat, zhalim, melalaikan shalat, meremehkan terhadap najis, tidak bersih kalau bersuci, tidak memberikan zakat pada yang semestinya, suka meng-ghibah, dan sebagainya.
2. Aib fisik. Seperti kata-katamu pada sesama muslim: Dia itu buta, tuli, bisu, lidahnya pelat/cadel, pendek, jangkung, hitam, gendut, ceking, dan sebagainya.
3. Aib duniawi: Seperti kata-katamu pada sesama muslim: Dia itu kurang ajar, suka meremehkan orang lain, tukang makan, tukang tidur, banyak omong, sering tidur bukan pada waktunya, duduk bukan pada tempatnya, dan sebagainya.
4. Aib keluarganya. Seperti kata-katamu pada sesama muslim: Dia itu bapaknya fasik, Cina, tukang batu, dan lain-lain.
5. Aib karakter. Seperti kata-katamu pada sesama muslim: Dia itu buruk akhlaqnya, sombong, pendiam, terburu-buru, lemah, lemah hatinya, sembrono, dan lain-lain.
6. Aib pakaian. Kedodoran bajunya, kepanjangan, ketat, melewati mata kaki, kucel/dekil, dan sebagainya.
7. Ghibah di kalangan ulama. Seperti kata-katamu pada sesama muslim: Bagaimana sih kabarnya? (dengan maksud meremehkan), semoga Allah memperbaikinya, semoga Allah mengampuninya, kita memohon ‘afiah dari Allah, semoga Allah memaafkan kita karena kurang rasa malu, dan sebagainya semua kata dan doa yang maksudnya mengecilkan kedudukan orang lain.
8. Prasangka buruk tanpa alasan. Prasangka buruk merupakan ghibah hati.
9. Mendengar ghibah. Tanpa mengingkari/menegur, dan tidak meninggalkan majelis tersebut.
Hukum Ghibah Menurut Ayat di Dalam Al-Qur’an
وَلَا تَجَسَّسُــــوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًــــا
Artinya: Dan janganlah kamu mencari-cari keburukan orang dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. (QS.al-Hujurat:12)

Jangan jadi pendendam
Dendam adalah efek dari keadaan hati yang terluka, kecewa, merasa dizholimi. Semakin kuat rasa dendam di dalam dada seseorang, akan semakin besar kemungkinan dua untuk marah, dengki hingga melakukan perbuatan buruk. Na’udzubillaahi mindzalik.
Nabi Muhammad Saw. adalah panutan terbaik. Beliau bersih senantiasa bersih dari rasa dendam. Betapapun beliau dihina, dicaci, diboikot, disakiti secara fisik, dan bentuk intimidasi lainnya, beliau tidak pernah dendam apalagi membalas perbuatan buruk itu dengan keburukan serupa atau yang lebih buruk. Rosululloh Saw. bahkan memaafkan mereka dan mendoakan kebaikan bagi mereka.

Apa yang orang lain pikirkan terhadapmu bukan urusanmu
Kamu tidak bisa mengatur apa yang orang lain pikirkan tentang kamu. Urusanmu adalah apa yang kamu pikirkan tentang diri kamu sendiri. Kamu dapat bekerja pada bagaimana kamu berpikir tentang diri kamu. Jika orang berpikir negatif tentang kamu, tetapi kamu memiliki harga diri yang kuat, maka kamu tidak akan terpengaruh dengan itu. Namun, jika kamu tidak memiliki rasa percaya kepada diri kamu sendiri, tidak peduli bagaimana orang lain memujimu, kamu akan selalu merasa bahwa kamu masih belum cukup baik.

Istirahat yang cukup.
Bagi saya pribadi tidur yang cukup adalah kebutuhan utama. berdasar pengalaman sendiri, apabila kurang tidur dari 7 jam (lebih baik lagi 8 jam)  maka kepala akan terasa pusing, mata perih, gampang masuk angin. dan yang paling fatal adalah gampang sekali sakit kalo kurang tidur. sebagai catatan, kuirang tidur lebih fatal dari kurang makan (in my opinion).

Thursday, March 3, 2016

Shiratal Mustaqim


Inilah beberapa fakta tentang jembatan shiratal mustaqim menurut Islam yang mungkin tidak kamu ketahui. Seperti apa jembatan shiratal mustaqim itu? Umat Islam menyakini bahwa jembatan ini harus dilewati setiap orang pada zaman dan kehidupan setelah dunia, yakni akhirat.

Umat muslim juga meyakini sepenuhnya bahwa shiratal mustaqim adalah jembatan penghubung antara surga dan neraka. Pun, titian siratul mustaqim banyak digambarkan oleh banyak ulama bahwa besarnya lebih kecil sebanyak 7 kali dari sehelai rambut kita.

Bisa dibayangkan akan kengerian shitratal mustaqim. Untuk menuju surga di kehidupan akhirat kelak, kita harus melewati jembatan yang besarnya tujuh kali lebih kecil dari rambut ini. Secara logika, sangat mustahil. Namun, itulah kebesaran dan pertolongan Allah untuk orang-orang yang beriman dan baik catatan amalnya selama hidup di dunia.

Arti dan makna shiratal mustaqim
Shirath al mustaqim sendiri diambil dari bahasa Arab yang banyak dijumpai kosakatanya dalam Al Quran. Bahkan, kata ini hampir setiap nafas diucapkan umat muslim saat membaca surat al fatihah yang tiba pada kata "ihdinas siratal mustaqim" yang apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berarti tunjukkanlah kami ke jalan yang lurus.

Jadi, secara harfiah siratul mustaqeem (ejaan bahasa Inggris) arti dan maknanya adalah jalan lurus atau juga bisa ditafsirkan jembatan lurus.
 
Dalam keyakinan umat muslim sebagaimana dijelaskan dalam sumber hukum Islam, jembatan siratul mustaqeem terbentang panjang di atas neraka di mana jalan akhir dari jembatan ini adalah surga. Tentu, deskripsi yang diambil dari Al Quran dan hadis menceritakan bahwa banyak orang terjatuh ke dalam api neraka dan tak sedikit yang bisa melewati hanya dalam kedipan mata atau secepat kilat. Semua itu, tidak lepas dari amal baik dan buruk yang diperbuat manusia selama hidupnya.


Lebih tajam dari pedang
Fakta titian sirotul mustakim digambarkan dengan sebuah garis yang lebih lembut dari rambut dan lebih tajam dari pedang. Terkait dengan keadaan neraka dan jembatan sirath al mustaqim, Al Quran sudah menjelaskan dalam surat Al Maryam ayat 71-72 yang setidaknya memiliki arti dan makna di bawah ini:

"Dan tak ada satu orang pun dari kalian semua, melainkan datang menuju neraka. Bagi Tuhanmu, hal itu merupakan kemestian yang telah ditetapkan. Lantas Kami akan menyelamatkan umat yang bertakwa dan membiarkan umat yang dzalim di neraka dengan keadaan berlutut."

Licin dan berduri
Jika ada yang bertanya titian siratul mustaqim di mana letaknya? Apa dan bagaimana penggambaran jembatan shirotol mustaqim? Untuk menjawab pertanyaan ini, ada satu hadis shahih dan diakui kebenarannya diriwayatkan oleh Al Bukhari yang artinya kurang lebih sebagaimana di bawah ini:

"Licin (serta bersifat) menggelincirkan. Di atas (jembatan siratul mustakim) dijumpai besi-besi pengait dan kawat yang berduri di mana ujungnya bentuknya bengkok. Jembatan itu bagai sebuah pohon yang memiliki duri di Nejd, dikenal pohon Sa'dan.. Serta dibentangkan jembatan jahanam. Aku adalah orang yang pertama melewatinya. Pada saat itu, para rasul berdoa: Ya Allah, selamatkanlah. Pada sirath itu juga ada pengait-pengait layaknya duri pohon Sa'dan. Hanya saja, tidak ada yang tahu ukuran besarnya, kecuali hanya Allah Swt. Oleh karena itu, ia mengaitkan manusia berdasarkan amalan mereka."

Demikian ulasan seputar titian siratul mustaqim yang bersumber dari Al Quran dan hadits yang bisa disimpulkan menjadi 10 fakta, yaitu:
  1. Terjadi di kehidupan akhirat
  2. Banyak yang jatuh dan juga yang selamat
  3. Jembatan menuju surga dengan neraka di bawahnya
  4. Licin dan menggelincirkan
  5. Setajam pedang
  6. Tujuh kali lebih kecil dari sehelai rambut manusia
  7. Berduri dengan ujungnya yang bengkok
  8. Ukuran pasti besar kecilnya jembatan hanya Allah yang tahu
  9. Jadi penentu manusia apakah ia masuk surga atau neraka berdasarkan dari perbuatannya di dunia
  10. Digambarkan durinya seperti pohon Sa'dan di dunia

Begadang dalam Islam

Begadang sudah tidak asing lagi bagi kita, apalagi bagi para mahasiswa saat mengerjakan tugas (akhir) kuliah, dan juga untuk orang yang bekerja lembur untuk menghidupi keluarganya. Namun pernahkah Anda berfikir bagaimana begadang dalam pandangan Islam? Kalau menurut saya pribadi kalau bisa tidur cepat setelah sholat isya akan lebih bagus. Inilah beberapa bahaya dan keburukan begadang menurut pandangan Islam :

1. Terlambat melaksanakan shalat shubuh

Begadang dapat membuat seorang muslim menghalangi dirinya dari pahala dan ganjaran Allah dan menjerumuskannya kedalam siksa Allah swt.

Allah berfirman dalam surah Maryam : 39

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

"Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang buruk) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturut hawa nafsunya, maka kelak mereka akan menemukan kesesatan."

لَنْ يَلِجَ النَّارَ أَحَدٌ صَلَّى قَبْلَ طُلُوعِ الشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا
"Tidaklah akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat sebelum terbitnya matahari (yaitu shalat shubuh) dan Shalat sebelum tenggelamnya matahari (yaitu shalat ashar)."(HR. Muslim no. 634)

2. Tertidur dari Qiyamullail

Begadang juga membuat kita tertidur qiyamullail, hal itu disebabkan karena kelelahan dan kita cenderung langsung ketika ngantuk sudah amat berat. Allah berfirman tentang hamba-hamba-Nya yang beriman dalam surah As Sajdah : 16.

تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ
"Lambung mereka dari tempat tidurnya, sedang mereka berdoa kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka." 

3. Menyia-nyiakan waktu

Maksudnya menyia-nyiakan waktu untuk perkara yang tidak bermanfaat seperti melihat televisi dan membicarakan keburukan orang lain, maka sesungguhnya dia telah keburukan dengan menyia-nyiakan waktu untuk perkara yang dimurkai Allah swt.

4. Membahayakan kesehatan

Begadang juga memiliki bahaya bagi kesehatan seperti muka pucat, pusing, kurang konsentrasi dan yang lainnya.

Allah berfirmah tentang keutamaan malam dalam surah An Naml : 86.

أَلَمْ يَرَوْا أَنَّا جَعَلْنَا اللَّيْلَ لِيَسْكُنُوا فِيهِ وَالنَّهَارَ مُبْصِرًا

"Apakah mereka tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan malam supaya mereka beristirahat padanya.."
Jadi, itulah bahaya dari begadang menurut pandangan Islam, Semoga bermanfaat.



Monday, February 29, 2016

Orang Fasik Berkuasa, Tanda Akhir Zaman




Di dunia ini kita tak bisa hidup tanpa seorang pemimpin. Sebab, luasnya dunia ini tidak akan berjalan dengan baik tanpa ada pemimpin yang mengaturnya. Seperti layaknya dalam keluarga. Perlu pula seorang pemimpin agar rumah tangga berjalan dengan baik.

Walaupun demikian, keberadaan pemimpin ternyata tidak selamanya membuat bumi ini nyaman dan aman seperti yang diharapkan. Mengapa demikia? Apa maksudnya?

Jika pemimpinnya baik, maka negeri ini pun akan berjalan dengan baik. sebab, sebagai pemegang kendali ia mampu mengarahkan masyarakatnya agar berada dalam jalan kebenaran. Mungkin gambaran yang mirip dengan yang diharapkan adalah presiden Turki. Recep Tayyip Erdoğan. Lain halnya jika pemimpin itu tidak memiliki akhlak yang baik. Penuh pencitraan. Kemunafikan. Kebijakan yang dibuat malah memberatkan rakyat kecil. Kurang cakap tapi malah dijadikan pemimpin. Lebih tepatnya pemimpin Boneka. Tentu kenyamanan dalam menjalani hidup dalam suatu negeri tidak akan terasa.

Inilah salah satu tanda akhir zaman. Di mana akan tiba suatu masa, orang-orang fasiklah yang berkuasa di kursi kepemimpinan. Hal ini terjadi karena mereka memiliki kekayaan maupun koneksi yang luas. Atau juga mereka memiliki keberanian, pangkat serta garis keturunan mereka. Karena pencitraan yang memang tersusun rapi akhirnya masyarakat (awam) terpukau serta takjub dengan pencitraannya.

Padahal, pada dasarnya, kepemimpinan harus dipegang oleh orang yang paling kompeten, paling berilmu dan paling bijaksana. Lalu, apa jadinya jika nanti kita dipimpin oleh orang-orang fasik?

Wednesday, February 24, 2016

Filter Rokok dan Darah Babi



Ketua Komisi Nasional Pengendalian Tembakau (Komnas PT), DR Hakim Sarimuda Pohan, mengatakan bahwa dalam filter rokok yang banyak digunakan di Indonesia, terkandung bahan yang berasal dari Hemoglobin atau protein darah babi digunakan dalam filter rokok untuk menyaring racun kimia agar tidak masuk ke dalam paru­paru perokok, kata Hakim saat menjadi pembicara dalam dialog bahaya merokok bagi kehidupan berbangsa di Balaikota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Ia juga meyakini bahwa filter yang digunakan untuk rokok yang beredar di Indonesia merupakan filter impor yang mengandung komponen dari darah babi. Menurutnya, semua itu diketahui setelah adanya pernyataan yang diungkapkan ahli dari Australia atau Profesor Kesehatan Masyarakat dari Universitas Sydney, Simon Chapman.
Profesor di Australia memperingatkan kelompok agama tertentu terkait dugaan adanya kandungan sel darah babi pada filter rokok. Profesor Simon Chapman menyatakan itu merujuk pada penelitian di Belanda yang mengungkap bahwa 185 perusahaan berbeda menggunakan hemoglobin babi sebagai bahan pembuat filter rokok.
Menurut Hakim, sudah selayaknya umat Muslim yang mayoritas di Indonesia ini menjauhi barang yang nyatanyata dilarang agama tersebut. Bukan hanya kaum Muslim, tetapi kaum Yahudi juga melarang pemanfaatan babi untuk keperluan seperti itu, tambahnya dalam dialog dalam rangkaian sosialisasi peraturan daerah (Perda) yang melarang merokok di tempat tertentu.
Dalam dialog yang dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan PNS, pengelola hotel, restoran, dan pengelola tempattempat umum tersebut juga dihadiri Wali Kota Banjarmasin Haji Muhidin dengan moderator Kepala Dinas Kesehatan setempat, drg Diah R Praswasti.
Dalam dialog tersebut dilangsungkan dengan tanya jawab yang antara lain disarankan perlunya Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang mengharamkan merokok.
Menanggapi temuan riset di Belanda tentang adanya hemoglobin babi dalam filter rokok, langsung menjadi kajian ulama di berbagai negara. Jika filter rokok di Indonesia mengandung bahan yang sama, Majelis Ulama Indonesia siap menyatakan haram mutlak.
"Kalau rokok dengan filter dari darah babi itu jadinya haram mutlak," kata Ketua MUI Ma'ruf Amin, 
Terkait dengan temuan riset terbaru itu, MUI akan segera meminta masukan dari berbagai pihak. "Kita akan meminta masukan banyak pihak yang bisa menjelaskan hal ini," jelasnya.
Menurut Ma'ruf, hasil dari Ijtima Ulama MUI menyimpulkan rokok adalah ikhtilaf. Artinya rokok ada di tengah­tengah antara posisi makruh dan haram. Ulama sepakat mengharamkan rokok dalam 3 situasi.
"Yang sudah diharamkan itu merokok di tempat umum, merokok bagi ibu hamil, dan merokok bagi anak­anak," pungkas Ma'ruf.

Tidur Sehat Tanpa Bantal

Ini adalah pengalaman pribadi saya. Dulu hal itu hampir mustahil dilakukan. Namun pada akhirnya admin justru lebih nyaman tidur tanpa bantal. Bagi banyak orang sudah terbiasa tidur menggunakan bantal dan akan merasakan tidak nyaman jika tidak menggunakan bantal. Ya, bagi yang belum terbiasa bantal memang bisa membuat tidur terasa nyaman.

Namun, tahukah Anda, jika tidur tanpa bantal ternyata jauh lebih sehat….
Kualitas tidur lebih baik, Para ahli berpendapat, tidur dengan bantal justru menghambat kualitas tidur. Tidur tanpa bantal membuat Anda lebih santai sehingga kualitas tidur pun meningkat.  Mengubah kebiasaan untuk tidak menggunakan bantal selama tidur bukan hal yang mudah. Namun, ada cara untuk membiasakan diri tidur tanpa bantal dengan mudah, yakni dengan menggunakan handuk.

Caranya, lipat handuk sebagai pengganti bantal selama beberapa minggu. Buat ukuran lipatan sama dengan tebal bantal yang biasa digunakan. Kurangi lipatan secara perlahan setiap harinya. Pastikan leher sejajar dengan ketinggian lipatan handuk yang dikurangi. Jika Anda biasa tidur telentang, pastikan dagu Anda tidak mendongak ke arah langit-langit. Biasakan untuk latihan peregangan saat Anda berada pada posisi telentang guna menghindari cedera pada leher dan tulang belakang.

Dukhon

Saat ini di dunia dan juga tentu saja termasuk indonesia, sedang perjadi pandemi yang berasal dari corona. Nama legkapnya virus corona. Ata...