Saturday, October 31, 2015

Hakikat Penciptaan Manusia

Al Qur'an tidak menggunakan kata-kata yang rumit dan berbelit. Ayat-ayat Al Qur'an datang dengan membawa petunjuk-petunjuk yang realistis dan jelas, sederhana namun tepat dan mengena, ayat-ayat di atas memberikan kesaksian bahwa manusia tidak dibiarkan begitu saja, hidup tanpa pertangung jawaban. Hal ini terdapat dalam Al Quran surat Al Qiyamah.


    "Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)? Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan. Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?”  (Al Qiyamah: 36-40)
Namun sebagian orang yang sudah terbuai dengan dunia, seperti halnya orang yang tidak beriman memandang bahwa kehidupan ini hanyalah gerakan-gerakan yang tidak memiliki motivasi, tak mempunyai tujuan dan sasaran. Kehidupan ini hanyalah rahim-rahim yang melahirkan dan kubur-kubur yang menelannya kembali, sedang masa-masa antara keluarnya manusia dari rahim dan masuk ke dalam kubur itu hanyalah untuk bersenang-senang, bermain-main, borsolek, mempercantik tampilan, dan memperbanyak tumpukan barang untuk dijadikan kebanggaan. Walaupun pada hakekatnya tidak ada yang dapat dibanggakan di hadapan الله kelak, kecuali amal sholehnya ketika dia belum ditelan oleh kuburan.

Kehidupan ini memiliki undang-undang dan aturan, di belakangnya ada tujuan, dan di balik tujuan itu ada hikmah. Hikmah dari dia dan semua makhluk diciptakan.
    “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi (Ibadah) kepada-Ku.” (Al-Dzariyat: 56)
Ketika manusia keluar dari rahim dan hadir ke dalam kehidupan ini sesuai dengan takdir yang berlaku dari Penciptanya, dan di saat ia dikubur akan ada masa setelah itu waktu perhitungan dan pembalasan.
    “Pada hari itu kamu dihadapkan (kepada Tuhanmu), tiada sesuatupun dari keadaanmu yang tersembunyi (bagi Allah).”  (Al-Haaqqoh:18)
Seorang yang beriman akan memandang kehidupan ini dengan cermat dan serasi, ia merasakan dengan penuh keyakinan tentang adanya Tuhan yang berkuasa, yang mengatur, dan Maha bijaksana, Dia menciptakan segala sesuatu dengan kadar ketentuan yang tepat. Dan segala sesuatu di dunia akan berakhir dengan kadar yang telah Ia tentukan pula.

Yang membedakan manusia dengan binatang adalah perasaannya terhadap hubungan waktu, peristiwa, dan tujuan-tujuan, yaitu hubungan dengan keberadaan manusia itu sendiri beserta apa yang berada di sekitarnya.

Ketika seseorang memiliki kejelian memandang terhadap keberadaan undang-undang Tuhannya dan hubungan peristiwa-peristiwa serta segala sesuatu dengan undang-undang ini, maka ia tidak hidup untuk menghabiskan umurnya dari waktu ke waktu dan dari satu peristiwa ke peristiwa lainnya begitu saja. Di dalam pikirannya ia selalu menghubungkan masa-masa dan peristiwa-peristiwa itu dengan kehendak Allah, baik itu saat masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Kemudian ia hubungkan semua ini dengan alam semesta beserta undang-undang-NYA, dan setelah itu, ia hubungkan dengan kekuasaan Allah yang Maha tinggi, yang menciptakan itu semua dan mengaturnya, dan Ia tidak menciptakan itu semua, termasuk manusia di dalamnya dengan sia-sia dan tanpa dimintai pertangung jawaban.
    "Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban)? " (QS. Al –Qiyamah: 36)
Sentuhan ayat ini adalah salah satu dari sentuhan ayat-ayat Al-Quran terhadap hati manusia supaya memikirkan dan memperhatikan hubungan-hubungan, sebab-sebab dan tujuan-tujuan yang menghubungkan keberadaan seluruh alam dan dirinya dengan kehendak yang mengatur segala sesuatu ini, yaitu petunjuk tentang kejadiannya yang pertama.
    “Bukankah dia dahulu setetes mani yang ditumpahkan (ke dalam rahim), kemudian mani itu menjadi segumpal darah, lalu Allah menciptakannya, dan menyempurnakannya, lalu Allah menjadikan daripadanya sepasang: laki-laki dan perempuan. Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?”
Tidak ada tempat lari dari merasakan adanya tangan halus yang mengatur dan memaduh nutfah yang ditumpahkan ke dalam rahim itu dalam perjalanannya (prosesnya yang panjang), hingga sampai الله menjadikan darinya sepasang laki-laki dan perempuan.

Di depan hakikat yang menetapkan suatu kepastian terhadap perasaan manusia ini, datanglah kesan yang meliputi segenap hakikat yang dibicarakan surat ini pada ayat penutupnya.
    "Bukankah (Allah yang berbuat) demikian berkuasa (pula) menghidupkan orang mati?" ( Al-Qiyamah: 40)
Mahasuci الله yang berkuasa untuk menghidupkan orang-orang mati. Mahasuci Allah yang berkuasa menciptakan ulang orang yang sudah mati. Manusia tidak dapat lagi bertindak kecuali bersikap tunduk di hadapan hakikat yang menetapkan keberadaan dirinya. Demikianlah surat ini ditutup dengan memberikan kesan yang kuat dan dalam, yang memenuhi dan meluap di dalam perasaan, terhadap hakikat keberadaan manusia dan adanya pengaturan dan kekuasaan di belakangnya. Wallahu a'lam bisshowab.


Oleh H. Zulhamdi M. Saad, Lc



Friday, October 30, 2015

Delapan Ciri Kedatangan Nabi Isa



Nabi Isa AS , yang oleh orang Nasrani disebut Yesus , menjadi bahan kontroversi antara Islam, Nasrani, dan Yahudi. Orang Yahudi mempercayai bahwa mereka telah membunuh Isa, dan orang-orang Nasrani meyakini bahwa Isa telah disalib dan dikubur.
Namun, kaum Muslimin meyakini dengan jelas dan tegas bahwa Nabi Isa tidak disalib atau dibunuh, melainkan ‘diangkat’ oleh Allah SWT. Nabi Isa akan kembali ke dunia, di suatu masa, di akhir zaman.
Ada 33 hadis shahih yang menegaskan bahwa Nabi Isa akan kembali turun ke bumi. Bahkan, ada yang mengatakan sampai 90 hadis.
Dan, dari hadis-hadis tersebut, bisa diambil kesimpulan bahwa ada tujuh ciri kedatangan kembali Nabi Isa:

Pertama, Nabi Isa akan turun di Menara Putih, yakni Masjid Bani Umayyah di Damaskus Timur.
Kedua, Isa akan membunuh Dajjal (gembong penjahat yang mengaku sebagai penyelamat) di Dataran Tinggi Golan (Syria).
Ketiga, Isa akan bertemu Ya’juz dan Ma’juz, dan semua tokoh jahat dan pengikutnya itu akan tewas.
Keempat, Isa akan mendakwahkan agama Tauhid seperti yang dibawa oleh Nabi Muhammad maupun nabi-nabi lain sebelumnya.
Kelima, Isa akan melakukan haji dan umrah.
Keenam, Isa datang, dunia penuh keberkahan. Misalnya, sebutir buah delima bisa membuat 40 orang kenyang.
Ketujuh, setelah Isa datang, selama tujuh tahun kondisi dunia sangat aman.
Kedelapan, Nabi Isa sekarang ini belum meninggal. Dia akan turun lagi di akhir zaman untuk menegakkan Islam.

Saturday, October 24, 2015

Tipu Daya Dajjal, Surganya adalah Neraka

Salah satu pertanda tibanya akhir zaman ini ialah kedatangan sosok yang begitu asing di muka bumi ini, yakni Dajjal. Ia adalah orang yang menjadi musuh kaum muslimin. Sebab, kedatangannya akan memberikan malapetaka bagi orang-orang yang beriman. Di mana keimanan mereka akan tergoyahkan dengan adanya tipu daya darinya.

Tahukah Anda, bahwa Dajjal akan terlihat baik di mata orang-orang yang memiliki keimanan yang tidak begitu kuat. Apa yang mereka lihat terhadap Dajjal, seolah-olah akan menuntun mereka ke surga. Padahal tidak demikian, melainkan apa yang menjadi surganya Dajjal adalah neraka. Begitu pun sebaliknya, apa yang menjadi nerakanya Dajjal adalah surga.

Muslim meriwayatkannya dari hadis Syu’bah, dari Abdul Malik bin Amr, dari Rib’i dari Hudzaifah, dari Nabi SAW dengan matan serupa. Ibnu Mas’ud berkata, “Aku mendengarnya dari Rasulullah SAW.” Al-Bukhari meriwayatkannya dari hadis Syu’bah, dengan matan yang sama.
Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari hadis Syaiban, dari Abdurrahman, dari Yahya bin Abu Katsir, dari Abu Salamah, dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:
“Maukah kalian ku beritahu suatu hadis tentang Dajjal yang belum pernah disampaikan seorang nabi pun kepada kaumnya? Dia buta sebelah mata. Ia datang, bersamanya ada sesuatu seperti surga dan neraka. Sesuatu yang ia katakan surga, itulah neraka. Sungguh, aku mengingatkan kalian terhadapnya, seperti yang diingatkan Nuh kepada kaumnya.” []
Sumber: Bencana dan Peperangan Akhir Zaman Sebagaimana Rasulullah SAW Kabarkan/Karya: Ibnu Katsir/Penerbit: Ummul Qura



Friday, October 23, 2015

Tempat Terbunuhnya Dajjal

Abdullah Ibnu Umar ra bahwa Rasulullah saw bersabda “Ketika saya sedang tidur, saya bermimpi melakukan tawaf di Kaabah, lalu ada seorang berambut lebat yang meneteskan air dari kepalanya, lalu aku tanyakan siapakah ini, mereka menjawab, ”Ibnu Maryam as”, kemudian aku berpaling dan melihat seorang laki-laki yang gemuk, berkulit merah, berambut keriting, matanya buta sebelah, dan matanya itu seperti buah anggur yang masak (tak bersinar). Mereka mengatakan, ”Ini Dajjal”. Dia adalah orang yang paling mirip dengan Ibnu Qathn, seorang laki-laki dari Khuza’ah,” (HR al-Bukhari, dan Muslim). 

Dari Anas, beliau berkata, Rasulullah saw bersabda, “Dajjal itu matanya terhapus (buta), tertulis di antara kedua matanya kafir, kemudian beliau mengejanya, kafir yang boleh dibaca oleh setiap orang muslim dan di antara kedua matanya terdapat tulisan “kafir”,” (HR Muslim).

Pada hadis pertama di atas menyebutkan beberapa ciri fisikal dajjal, yaitu postur tubuhnya gemuk, kulitnya kemerah-merahan, sebelah matanya buta, matanya seperti buah anggur yang masak. Dan pada hadis kedua disebutkan ciri yang lain, yaitu tertulis huruf ‘kafir’ di antara kedua matanya. Tanda itu bisa dipahami oleh setiap muslim baik yang boleh membaca maupun yang buta huruf.

Ummu Syuraik bertanya kepada Rasulullah tentang hari dajjal : “Ya Rasulullah ke mana orang-orang Arab ketika itu?”. Rasulullah menjawab “Jumlah mereka pada waktu itu terlalu sedikit. Mereka lari ke Baitulmaqdis menjumpai Imam (Imam Mahdi) mereka. Ketika Imam mereka sudah berdiri di depan untuk mengimamkan solat subuh, tiba-tiba datang Isa Bin Maryam. Imam itu mahu mundur untuk memberi peluang kepada Isa, tetapi Isa sambil memegang bahu Imam itu berkata : “Teruskanlah, sesungguhnya Iqamat dibacakan untuk engkau”. Maka shalatlah mereka semua di belakang Imam tadi.

“Selesai shalat, Isa A.S. berkata kepada semua jemaah : “Bukakan pintu itu”. Mereka membuka pintu Masjid itu, tiba-tiba Dajjal sudah berdiri di situ dan di belakangnya ada 70,000 orang Yahudi lengkap bersenjata. Melihat Isa A.S. ada di dalam masjid itu, Dajjal tiba-tiba sahaja cair seperti cairnya garam disirami air. Dajjal lari kerana ketakutan Isa terus sahaja mengejarnya kemudian menjumpai di Babu Luddi dan di situlah Isa A.S. membunuhnya. Orang-orang Yahudi coba melarikan diri dan bersembunyi tetapi semua benda tempat mereka bersembunyi akan berkata-kata dengan izin Allah. Benda-benda dimaksudkan termasuklah dinding, batu, pokok, kayu dan termasuk juga sepohon pokok berduri (disebut pokok Yahudi).”

Lod  (Bahasa Ibrani: לוֹד‎; Arab: اَلْلُدّْ‎, al-Ludd; Greco-Latin Lydda), juga dieja dan disebut Ludd, ialah sebuah pangkalan udara di Daerah Tengah, Israel, sekitar 20 kilometer di tenggara Tel Aviv dan 3 kilometer utara Ramallah. Pada akhir tahun 2007, kota ini berpenduduk 67,000 orang, di mana 80%-nya adalah kaum Yahudi, dan  20% lagi dari umat Arab Palestina.

Nama lama kota ini, selama ribuan tahun, ialah Lydda, Lydea dan Al-Lydd, dan kota ini juga terkenal dengan nama Diospolis. Dalam Injil 1 Tawarikh 8 disebutkan bahwa kota ini menjadi tempat tinggal bagi Suku Bunyamin (anak kepada Nabi Yaakub a.s. dan adik kepada Nabi Yusuf a.s.). Konon, di tempat inilah Santo Peter menyembuhkan seseorang yang mengalami penyakit lumpuh, seperti yang disebutkan dalam Kisah Para Rasul 9: 32-38. Di kota ini ada sebuah gereja yang dikenali sebagai: Gereja Santo Georgius dan sebuah masjid yakni: Masjid El-Chodr. Bagian tempat peribadatan itu membentuk kompleks bangunan, gereja dan masjid itu juga memiliki pintu masuk yang unik.

Kota ini dikenali karena mempunyai bandara udara internasional  yang mempunyai banyak persamaan dengan Bandar Tel Aviv yakni Bandar Ben Gurion. Juga telah adanya jalan raya dan jalur KA yang menghubungkan kota ini dengan Tel Aviv.
Bandar udara Internasional Israel Ben Gurion (dahulunya dikenali sebagai Bandara Udara Lydda, RAF Lydda, dan Bandara Udara Lod) terletak di bandar ini. Mengikut perspektif Islam pula, di pagar atau tembok Kota Lod inilah akan terjadinya pembunuhan Dajal oleh Nabi Isa as.
 

Dalam hadits Nawwas bin Sam’an yang panjang yang membicarakan kemunculan Dajjal dan turunnya Isa alaihissalam, Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda:
“Ketika Allah telah mengutus al-Masih Ibnu Maryam, maka turunlah ia di menara putih di sebelah timur Damsyik dengan mengenakan dua buah pakaian yang dicelup dengan waras dan zafaran, dan kedua telapak tangannya diletakkannya di sayap dua Malaikat; bila ia menundukkan kepala maka menurunlah rambutnya, dan jika diangkatnya kelihatan landai seperti mutiara. Maka tidak ada orang kafir pun yang mencium nafasnya kecuali pasti meninggal dunia, padahal nafasnya itu sejauh mata memandang. Lalu Isa mencari Dajjal hingga menjumpainya di pintu Lud, lantas dibunuhnya Dajjal hingga menjumpainya di pintu Lud, lantas dibunuhnya Dajjal. Kemudian Isa datang kepada suatu kaum yang telah dilindungi Allah dari Dajjal, lalu Isa mengusap wajah mereka dan memberi tahu mereka tentang darjat mereka di syurga.” (Shahih Muslim, Kita Al-Fitan wa Asyrathis Sa’ah, Bab Dzikr Ad-Dajjal 18:67-68)
Aus bin Aus Ats-Tsaqafi meriwatkan bahwa Rasulullah shalallhu ‘alaihi wasallam bersabda, “‘Isa bin Maryam akan turun di Menara Putih sebelah timur Kota Damsyik.” (HR Thabrani)
Menurut Ibnu Katsir Nabi Isa akan turun disisi menara sebelah timur Masjid Jamik Umawi iaitu di sebelah timur Damaskus/Damsyik. Menara tersebut telah diperbaiki pada zaman Ibnu Katsir iaitu pada tahun 741 Hijrah. Pembiayaanya diambil dari harta orang-orang Nasrani yang sebelumnye telah membakar menara tersebut.
Hafiz Ibnu Katsir dalam an-Nihayah berkata, “Inilah pendapat yang lebih masyhur tentang tempat turunnya Isa, iaitu di menara putih di timur Damsyik. Dan saya telah melihat di sebagian buku bahwa Isa turun di menara putih sebelah timur Jami’ Damsyik. Mungkin inilah yang lebih valid dan bunyi riwayatnya, ‘Maka dia turun di atas menara putih yang ada di timur Damsyik’. Jadi rawi membuat redaksi sendiri sesuai dengan apa yang dia fahami. Dan di Damsyik tidak ada menara yang dikenali dengan menara timur kecuali menara yang berada di timur Jami’ Umawi dan inilah yang lebih cocok dan lebih sesuai kerana Isa turun pada saat didirikannya shalat…” (An-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim I/192)

Menurut Sami bin Abdullah Al-Maghluts pula dalam bukunya Athlas Tarikh al-Anbiya’ wa ar-rosul (atlas sejarah nabi dan rosul) ada dua buah menara yang sangat mirip sebagaimana disebutkan dalam hadist di atas. Kedua menara itu adalah menara Masjid al-Umawi (Umayyah) yang di bangun oleh al-Walid bin Abdul Malik (lihat atlas hadist karya Syauqi Abu Khalil) dan menara tembok damaskus. Kedua tempat tersebut memiliki kemiripan yang diduga disana lah Isa AS akan turun.

Sifat Dan Rupa Nabi Isa Alaihissalam
Adapun sifat-sifatnya maka Nabi kita saw telah menyatakan bahawa Isa adalah laki-laki berperawakan sedang tidak tinggi tidak pendek, berwajah bulat, berkulit kemerah-merahan, berdada lapang, orang yang paling mirip dengannya adalah Urwah bin Mas’ud ast-Tsaqafi.
Dari Abu Hurairah bahawasanya Rasulullah saw bersabda, “Antara diriku dengan Isa tidak ada nabi, dan sesungguhnya dia pasti turun. Jika kalian melihatnya maka kenalilah dia. Sesungguhnya dia berperawakan sedang, putih kemerah-merahan, dia turun di antara dua potong baju berwarna kekuning-kuningan, kepalanya seolah-olah menetes walaupun tidak basah, dia memerangi manusia di atas Islam, lalu dia mematahkan salib, membunuh babi dan menghapus jizyah. Pada masanya Allah menghancurkan semua agama kecuali Islam, dia membunuh al-Masih ad-Dajjal kemudian tinggal di bumi selama 40 tahun kemudian wafat dan kaum muslimin menshalatkannya.” (HR. Abu Dawud, al-Hakim dan Ibnu Khuzaimah)
Dari Abu Hurairah, Nabi saw bersabda, “Pada malam Isra’…. Dan saya bertemu dengan Isa. Lalu Nabi saw menjelaskan ciri-cirinya, ‘Orangnya sedang, kulitnya kemerah-merahan, seolah-olah dia habis mandi, saya melihatnya…’.” (HR. al-Bukhari, Muslim dan at-Tirmidzi)

Dari Jabir bin Abdullah bahawa Rasulullah saw bersabda, “Saya bertemu dengan para nabi, ternyata Musa…. Saya melihat Isa bin Maryam, ternyata orang yang paling mirip dengannya adalah Urwah bin Mas’ud….” (HR. Muslim dan at-Tirmidzi). Dari Abdullah bin Abbas Rasulullah saw menceritakan malam Isra’nya, beliau bersabda, “Saya melihat Isa berperawakan sedang kemerah-merahan berambut lurus….” (HR. al-Bukhari dan Muslim).

Dajjal Itu Orang Atau Bangsa ?



Memang benar bahwa kebanyakan Hadits menggambarkan seakan-akan Dajjal itu orang yang bermata satu, yang di dahinya terdapat tulisan Arab yang terdiri dari huruf kaf, fa' dan ra' (atau kafara, artinya kafir), dan yang membawa keledai, sungai dan api.

Tetapi jika Hadits-hadits itu kita cocokkan dengan uraian Al-Qur'an, maka akan nampak dengan jelas, bahwa Dajjal bukanlah nama orang, melainkan suatu bangsa, atau lebih tepat lagi, segolongan bangsa.
Dengan tegas Al-Qur'an mempersamakan Dajjal dengan bangsa-bangsa Kristen, dan lagi, Al-Qur'an menyatakan bahwa Dajjal dan Ya'juj wa-Ma'juj bukanlah dua jenis makhluk yang berlainan, karena fitnah yang ditimbulkan oleh mereka itu disebutkan bersama-sama.
Kami juga mempunyai bukti dari kitab Bible yang menerangkan, bahwa Ya'juj wa-Ma'juj adalah bangsa-bangsa Eropa. Dengan demikian teranglah bahwa Dajjal juga berarti bangsa.Sebagaimana telah kami terangkan di muka, fitnah Dajjal itu bersumber pada menangnya agama Kristen.
Ada sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang membuktikan bahwa Dajjal itu bukan orang melainkan bangsa, sebagaimana Roma dan Persi yang diuraikan dalam Hadits itu bukanlah tempat melainkan bangsa.
Hadits itu berbunyi sbb:
"Rasulullah SAW bersabda: Kamu akan bertempur dengan Jazirah Arab, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu, lalu kamu akan bertempur dengan Persi, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu; lalu kamu akan bertampur dengan Roma, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu; lalu kamu akan bertempur dengan Dajjal, dan Allah akan memberi kemenangan kepada kamu".
Di sini pertempuran dengan Dajjal diuraikan dengan kalimat yang sama seperti pertempuran dengan Arab, Persi dan Roma.

Ini menunjukkan bahwa Dajjal adalah bangsa, seperti halnya Arab, Persi dan Roma. Boleh jadi yang diisyaratkan di sini ialah Perang Salib, tetapi mungkin pula mengisyaratkan peristiwa yang terjadi di dunia pada zaman sekarang. Namun satu hal sudah pasti, yakni bahwa menurut Hadits ini, Dajjal berarti bangsa atau segolongan bangsa; seperti halnya Persi atau Roma.

Tetapi masih saja harus dijelaskan, mengapa dalam Hadits dijelaskan seakan-akan Dajjal itu orang. Sebagaimana telah kami terangkan, semua ramalan Nabi Suci itu didasarkan pada ru'yah atau kasyaf (visiun), dan dalam ru'yah atau kasyaf, suatu bangsa hanya digambarkan sebagai orang-seorang. Sebenarnya, bangsa itu dikenal dari ciri-cirinya; dan dalam ru'yah, ciri-ciri ini hanya dapat diperlihatkan dalam bentuk orang-seorang. Bahkan dalam bahasa sehari-hari, bangsa itu diajak bicara bagaikan orang. Misalnya, Al-Qur'an mengajak bicara bangsa Israil, seakan-akan bangsa Israil itu orang. Bacalah misalnya, ayat Al-Qur'an berikut ini:
"Wahai kaum Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang Aku berikan kepada kamu, dan bahwa Aku memuliakan kamu di atas sekalian bangsa" (2:47).

Kaum Bani Israil yang diperingatkan di sini ialah mereka yang hidup pada zaman Nabi Muhammad SAW, tetapi peristiwa yang dimaksud ialah yang terjadi pada zaman nabi Musa, atau beberapa abad sesudah beliau. Kenikmatan yang teruraikan dalam ayat ini telah diberikan, kepada kaum Bani Israil zaman dahulu, tetapi ayat Al-Qur'an ini ditujukan kepada kaum Bani Israil zaman sekarang yang sedang dalam keadaan hina dan suram. Tetapi seluruh kaum Bani Israil ini dikatakan bagaikan satu orang.
Demikianlah seluruh bangsa Dajjal diperlihatkan kepada Nabi Muhammad SAW dalam ru'yah bagaikan satu orang, padahal Dajjal seperti yang digambarkan oleh Al-Qur'an menunjukkan bahwa Dajjal adalah segolongan bangsa yang ciri-ciri khasnya sudah dikenal

Thursday, October 22, 2015

Mengapa Dajjal disebut Al-Masih



Sebenarnya jika orang mau berpikir sejenak saja, pasti akan menemukan kebenaran, mengapa Dajjal disebut Masihid-Dajjal. Mengapa Dajjal disebut al-Masih? Karena Dajjal selalu menunaikan tugasnya atas nama "al-Masih", yang julukan ini diberikan oleh Allah kepada nabi 'Isa berdasarkan wahyu-Nya.

Diberikannya julukan al-Masih kepada Dajjal menunjukkan, bahwa Dajjal akan menunaikan pekerjaan atas nama orang suci ini, dan inilah sebenarnya yang menyebabkan dia disebut Dajjal atau penipu, karena ia menggunakan nama "al-Masih", seorang Nabi dan hamba Allah yang tulus, tetapi ia berbuat sesuatu yang bertentangan sama sekali dengan ajaran beliau.

Al-Masih 'Isa mengajarkan bahwa Allah itu Esa, dan tak ada Tuhan selain Dia yang wajib disembah; tetapi Dajjal mengangkat nabi 'Isa itu sendiri sebagai Tuhan.
Selanjutnya, al-Masih 'Isa mengajarkan bahwa semua Nabi adalah hamba Allah yang tulus, tetapi Dajjal mengutuk semua Nabi yang suci sebagai orang berdosa.
Mengapa demikian ? Karena jika para Nabi Utusan Allah ini tak dikutuk sebagai orang berdosa, maka tak perlu timbul Putra Allah yang tak berdosa, untuk menebusi dosa sekalian manusia.
Selanjutnya, al-Masih 'Isa mengajarkan bahwa setiap orang akan mendapat ganjaran atau hukuman sesuai perbuatan yang ia lakukan, tetapi Dajjal yang berkedok al-Masih mengajarkan bahwa Putra Allah sudah cukup menebusi dosa ummat Kristen.
Al-Masih 'Isa mengajarkan bahwa orang kaya tak dapat masuk dalam kerajaan Surga, tetapi Dajjal yang mengaku-ngaku al-Masih mengajarkan supaya manusia menumpuk-numpuk kekayaan.
Singkatnya, kitab-kitab Hadits menggunakan julukan "Al-Masihid Dajjal" hanyalah untuk menjelaskan, bahwaDajjal adalah nama lain belaka bagi agama Kristen sekarang ini Nama Al-Masih dan agama al-Masih hanyalah digunakan sebagai kedok untuk menutupi penipuan (dajala) yang ada di belakang itu.
HADITS TENTANG DAJJAL
Hadits tentang Dajjal adalah banyak sekali, dan diriwayatkan oleh sejumlah besar Sahabat Nabi, sehingga tak perlu dipersoalkan lagi tentang mutawatir-nya; walaupun masih perlu dipersoalkan tentang terpenuhinya ramalan itu secara terperinci. Hadits-hadits itu termuat dalam kitab-kitab Hadits yang amat sahih, bahkan yang termuat dalam kitab Bukhari dan Muslim tak sedikit jumlahnya.
Hadits tentang Dajjal yang termuat dalam Musnad Imam Ahmad bin Hambal berjumlah seratus, dan di antara yang meriwayatkan Hadits; terdapat sahabat kenamaan, seperti sayyidina Abubakar, 'Ali, Siti 'Aisyah, Sa'd bin Abi Waqqas; Abdullah bin Abbas, Abdullah bin 'Umar, Abdullah bin 'Amr, Abu Hurairah, Abu Said Khudri, Anas bin Malik, Jabir, Hisyam bin Amir, Samrah bin Jundab, Ubayya bin Ka'b, Safinah, Imran bin Husain, Nawas bin Sam'an, Ummu Syarik, Fatimah binti Qais, Ubadah bin Samit, Abu Ubaidah bin Al-Jarrah, Asma' binti Yazid, dan Mughirah bin Syu'bah.
Masih banyak Sahabat lagi yang meriwayatkan Hadits tentang Dajjal.Para Sahabat ini semua sependapat bahwa Nabi Muhammad SAW berulang-ulang menceritakan Dajjal, hingga tak perlu diragukan lagi tentang adanya kenyataan bahwa sumber yang mengalirkan ramalan itu adalah Nabi Muhammad SAW sendiri.

Al-Masih Dajjal dan Latar Belakang Kemunculunnya

Kaum Yahudi merupakan sebuah kaum pilihan tuhan diantara umat manusia lainnya, hal ini terlihat dalam Al Quran. Istilah Bani Israel (Bani Israil) disebut sebanyak 41 kali dalam Al-Qur'an pada 16 Surah berbeda. di Surah Al-Baqarah dan Al-Maidah, Bani Israel disebut sebanyak 6 kali, sementara disebut 4 kali pada Surah Al-A'raf, Al-Isra dan Asy-Syu'ara. Al-Qur'an menjelaskan berbagai riwayat Bani Israel di zaman Musa dan Isa.

Pada abad 17 SM orang-orang Bani Israel ditimpa kelaparan dan kekeringan sehingga mereka bersama dengan Ya’qub berhijrah dari Palestina ke Mesir menemui Yusuf as yang saat itu menjadi menteri di pemerintahan Fir’aun. Berselang waktu yang lama akhirnya keturunan Ya’qub diperbudak oleh Fir’aun.

Pada abad 14 – 13 SM Allah SWT mengutus Musa as kepada mereka di sinilah dimulai agama Yahudi sehingga menjadikan mereka bertentangan dengan Fir’aun dan kaumnya. Peretentangan itu mejadikan orang-orang Bani Israel keluar dari Mesir, sebagaimana firman Allah SWT :
Artinya : “Dan (Ingatlah) ketika kami selamatkan kamu dari (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya; mereka menimpakan kepadamu siksaan yang seberat-beratnya, mereka menyembelih anak-anakmu yang laki-laki dan membiarkan hidup anak-anakmu yang perempuan. dan pada yang demikian itu terdapat cobaan-cobaan yang besar dari Tuhanmu. Dan (ingatlah), ketika kami belah laut untukmu, lalu kami selamatkan kamu dan kami tenggelamkan (Fir’aun) dan pengikut-pengikutnya sedang kamu sendiri menyaksikan.” (QS. Al Baqarah 2:49-50)

Hijrah tersebut terjadi pada abad 1280 SM pada masa pemerintahan Ramses II. Setelah itu mereka (orang-orang Yahudi) berada dibawah pimpinan Yusa’ yang menggantikan Musa as dan menetap di Kan’an (Palestina). Daud as berhasil mendirikan pemerintahannya di Yerusalem pada tahun 990 SM dan disinilah Daud mendapatkan perintah untuk membangun Baitul Maqdis akan tetapi dikarenakan kesibukannya berperang maka itu semua tidak sempat dilakukannya sehingga Allah SWT. mewahyukan kepadanya agar memerintahkan anaknya yang bernama Sulaiman as untuk membangun Baitul Maqdis dan ditengah pembangunannya itu beliau as membangun Haekal sebagai tempat peribadahan lengkap dengan altar penyembelihan kurbannya.

Dalam bukunya Zionis, Gerakan Menaklukkan Dunia, Maulani menjelaskan Setelah Sulaiman as wafat pada tahun 922 SM, pemerintahan Daud terpecah menjadi dua: kerajaan Israel di bawah pimpinan Jeroboam di sebelah utara dan kerajaan Yahudza di sebelah selatan yang dipimpin oleh Rehoboam. Di antara keduanya sering terlibat peperangan panjang hingga masa mereka dihancurkan oleh Bukhtanshar Raja Babilonia pada tahun 587 SM. Pada penyerangan ini terjadi penghancuran terhadap Yerusalem termasuk terhadap Haekal Sulaiman. Mereka berhasil menawan dan membawa banyak orang-orang Yahudi ke Babilonia dan menetap di sana yang dikenal dalam sejarah Yahudi dengan para tawanan orang-orang Babilonia.
Menurut sejarah Bani Israel menjadi budak Babilonia selama 50 tahun, pada masa menjadi budak di negeri Babil Allah mengutus para nabi untuk menghibur mereka. Salah satu nabinya adalah Nabi Daniel, Allah berfirman kepada nabi Daniel bahwa Allah berjanji kepada Bani Israel akan mengirim satu nabi khusus unuk Bani Israel, nabi ini bergelar mesias /al-Masih yang tugasnya adalah untuk mengembalikan kembali puncak kejayaan Bani Israel di Yerusalem sebagai kerajaan yang menguasai dunia tanpa tandingan, seperti layaknya zaman nabi Daud dan Sulaiman pada masa lalu. Sebagaimana dalam kitab taurat:
“Al-Masih yang dijanjikan akan menuntun kaum Yahudi memasuki ‘Tanah yang Dijanjikan’. Dan Al-Masih akan memerintah dari atas puncak bukit Zion”.
Bani Israel sungguh bahagia dengan kabar ini, dan menunggu al-Masih yang di janjikan Allah pada mereka, kerajaan Babilonia pun kalah perang dan hancur oleh kerajaan Persia  dan pemerintah Persia membebaskan perbudakan bani israel dari babilonia dan mengirim kembali Bani Israel ke Yerusalem untuk membina kembali kerajaan Israel. Kemudian Haikal Sulaiman pun kembali di bina namun tak semegah semasa zaman sulaiman dulu, Bani Israel pun semakin gembira untuk menatap masa depan bahwa masa yang di janjikan Allah itu telah dekat.

DALAM Majalah at Tarikh al Arabi disebutkan bahwa setelah orang-orang Bani Israel dipulangkan kembali tanah yang di janjikan kepada mereka yaitu Palestina. Maka mereka membangun kembali tempat peribadatan yang telah dihancurkan oleh Bukhtanshar. Ketika kerajaan Persia telah hancur maka kekuasaan mereka pun jatuh ketangan Aleksander al-Maqduni sehingga orang-orang Yahudi menampakkan loayalitas, ketundukan dan penyambutan mereka kepada Aleksander al-Maqduni. Kerajaan Aleksander al-Maqduni menguasai Yerusalem tahun 332 SM. Dan sejak saat itu mereka berada dibawah kekuasaan Yunani.
Setelah Aleksander al Maqduni wafat maka kekuasaannya terpecah diantara mereka, Mesir berada di tangan Ptolomeus sedangkan negara-negara utara diserahkan ketangan Selecus. Namun pada tahun 199 SM terjadi peperangan antara Ptolomeus dan Selecus yang kemudian dimenangkan Ptolomeus..
Pada tahun 198 SM Yerusalem jatuh ketangan Raja Suria yang bernama Antiochus dan sejak saat itu terjadi berbagai fitnah dan peperangan berdarah di Yeusalem hingga masa kedatangan pemimpin Romawi yang bernama Pompy tahun 63 SM yang kemudian berhasil menguasai Yerusalem. Sejak saat itu Yerusalem berada ditangan kekuasaan orang-orang Romawi dan menjadikannya sebagai Negara Romawi. Pada masa inilah Isa bin Maryam dilahirkan di kota Betlehem di akhir pemerintahan Herodes pada tahun 37 – 40 M.
Waktu terus berlalu perpindahan kekuasaan atas tanah suci Yerusalem dari kerajaan lain terus berganti mestipun bani israel sudah kembali ketanah suci namun Yeruslem masih juga belum merdekakan dari kerajaan yang menguasai wilayah tersebut. Pada masa tanah suci Yerusalem pindah kekuasaan di bawah naungan kerajaan romawi, pada masa itu Allah mengutus nabi al-Masih yang di janjikan Allah untuk Bani Israel, dengan tujuan untuk mengembalikan masa kejayaan Bani Israel seperti zaman Sulaiman dulu.
Allah telah memenuhi beberapa janji kepada bani Israel. Pada masa itu Bani Israel telah dikumpulkan ketempat semula tanah yang dijanjikan di Yerusalem yang nantinya al-Masih akan memerintah disana sebagai raja bagi Bani Israel. Kemudian Allah mengutus al-Masih sebagaimana janjinya dulu melalui nabi Daniel. namun mereka menolak menerima al-Masih sebagai nabi mereka, karena mereka berpendapat dan menuduh bahwa isa anak di luar nikah,
Mereka berpandangan bagaimana mungkin al-Masih yang hidup miskin dan pengikutnya yang sedikit untuk memerdekakan tanah suci Yerusalem dari genggaman kerajaan romawi yang paling kuat pada masa itu. Akhirnya mereka menuduh al-Masih telah melecehkan agama dengan mengaku dirinya sebagai al-Masih.
Maka akhirnya mereka mencoba membunuh al-Masih dengan menghasut al-Masih kepada raja romawi pada saat itu untuk meyalib al-Masih. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-quran surah a-Nisa’ 157: “Dan juga (disebabkan) dakwaan mereka Dengan mengatakan: “Sesungguhnya Kami telah membunuh Al-Masih Isa Ibni Maryam, Rasul Allah”. padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak memalangnya (di kayu palang – salib), tetapi diserupakan bagi mereka (orang Yang mereka bunuh itu seperti Nabi Isa). dan Sesungguhnya orang-orang Yang telah berselisih faham, mengenai Nabi Isa, sebenarnya mereka berada Dalam keadaan syak (ragu-ragu) tentang menentukan (pembunuhannya). tiada sesuatu pengetahuan pun bagi mereka mengenainya selain daripada mengikut sangkaan semata-mata; dan mereka tidak membunuhnya Dengan yakin.”

Setelah Bani Israel meyakini bahwa orang yang mereka bunuh bukan al-Masih dengan bukti yang sangat kuat, mereka mengatakan buktinya orang yang mengaku al-masih telah meninggal ditiang salib. Sehingga bertambah-tambahlah keyakinan mereka bahwa itu bukan al-Masih. Konsekwensinya adalah bahwa janji Allah untuk mengutus seorang rasul dengan misi membawa kembali kegemilangan bangsa yahudi sebagaimana masa Nabi Daud dan Sulaiman belum tercapai. Sedangkan orang yang mengaku al-masih telah mati ditiang salib. Atas dasar inilah kaum yahudi masih berkayakinan bahwa al-masih yang dijanjikan belum diutus oleh Allah SWT.
Masa pun berganti, tanah Palestina masih berada di bawah kekuasaan bangsa Romawi, kali ini bangsa Yahudi kembali terusir akibat pemberontakan yang gagal untuk mendapatkan otonomi dan kekuasaan di Palestina. Raja Romawi akhirnya menghancurkan haikal Sulaiman mereka dan mengusir mereka keluar dari tanah Palestina dan itu terjadi pada tahun 70 M, dan pada tahun 135 M seluruh sisa-sisa sejarah mereka di hapuskan sama sekali di bumi Palestina. Dan mereka mulai hidup bergentanyangan di muka bumi selama ribuan tahun. Sebagaimana dijelaskan dalam Al-quran surah al-A’raf ayat 168:
“Dan Kami sebarkan mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran)”.
Setelah mereka terusir ke seluruh penjuru dunia akhibat dari kederhakaan kali yang kedua, semenjak itu mereka tidak bisa kembali ke Yerusalem dalam waktu yang sangat lama. Dalam pengasingan tersebut mereka tetap menanamkan ideologi kepada keturunan mereka bahwa tanah suci Yerusalem merupakan tanah suci yang dijanjikan dan disitulah al-masih akan berkuasa.
Padahal Isa al-Masih telah di utus kepada mereka, tapi mereka tidak mengakuinya. Akibat dari keingkaran mereka maka Allah mengutuskan kepada mereka al-masih palsu, yaitu manusia yang mengakui dirinya al-masih di akhir zaman. Dan Allah memberikan kepada al-Masih palsu sebagaimana mukjizat seorang nabi. Dialah yang dijelaskan oleh Rasulullah dengan sebutan nama al-Masih Dajjal. Dajjal bermakna penipu yang berarti al-masih penipu, dia bisa menurunkan hujan dan menghidupkan orang telah mati. S
yekh Imran hosein dalam bukunya Jerusalem in the Qur’an menjelaskan Untuk meyakini kaum yahudi bahwa dirinya al-Masih Dajjal merupakan al-Masih yang asli sebagaimana dijanjikan Allah melalui nabi Daniel. Maka Dajjal harus mengemban fisi dan misi sebagaimana al-Masih putra Maryam yaitu mengembalikan sejarah kegemilangan sebagaimana pada masa Nabi Daud dan Sulaiman as ditanah yang di janjikan. Tugas yang perlu dijalankan oleh al-Masih Dajjal adalah
1. Mengembalikan bangsa yahudi ke Yerusalem sebagaimana tanah yang di janjikan bagi orang yahudi
2. memerdekakan Tanah Suci daripada pemerintahan selain yahudi.
3. Mendirikan Negara Israel
4. membina kembali kuil Sulaiman sebagaimana mana masa kegemilangan dulu
5. Menjadikan negare Israel sebagai Negara adidaya kuasa, sebagaimana pada masa nabi Daud dan Sulaiman as.
Inilah lima misi al-Masih Dajjal yang harus di jalankan sebelum ia mengakui dirinya sebagai al-Masih sejati. Sebab jika tugas ini belum di selesaikan Yahudi tidak akan pernah percaya kepada al-Masih Dajjal. Akan tetapi ingat bahwa misi dajjal sedang dalam proses untuk meyakini kaum yahudi bahwa al-masih Dajjal merupakan al-Masih sejati. Al-Masih Dajjal dalam waktu dekat akan mengusap tangannya dan mengatakan misi telah selesai dan Kaum Bani Israel telah tertipu. Pada saat itulah al-Masih sejati akan di utus oleh Allah kembali ke dunia untuk membunuh al-Masih palsu.

Dukhon

Saat ini di dunia dan juga tentu saja termasuk indonesia, sedang perjadi pandemi yang berasal dari corona. Nama legkapnya virus corona. Ata...