Monday, January 1, 2018

Jin Dan kelemahannya

Hasil gambar untuk Jin dan Setan
Jin dan setan memiliki kemampuan-kemampuan yang tidak dimiliki oleh manusia dan itu membuat sebagian orang takut terhadap jin dan setan. Tetapi al-Qur’an dengan tegas mengatakan bahwa hakikatnya setan dan tipu dayanya itu adalah lemah. Berikut adalah beberapa macam kelemahan jin , di antaranya:

1. Tidak bisa mengalahkan orang-orang saleh.
Bukti bahwa setan atau jin tidak akan dapat mengalahkan orang saleh adalah perkataan setan sendiri ketika berdialog dengan Allah dalam surat al-Hijr ayat 39-
“Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma’siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”. (QS. Al- Hijr 15: 39-40).
Dari ayat ini dapat dipahami bahwa yang menyebabkan setan itu dapat menguasai seseorang adalah karena perbuatan dosanya. Ketika seseorang itu dekat dengan Allah, maka setan pun akan lari dan tidak akan pernah berani mendekatinya apalagi menguasainya.

2. Setan takut dan lari oleh sebagian hamba Allah
Apabila seseorang betul-betul memegang ajaran agamanya dengan benar serta menancapkan keimanannya dengan tangguh, maka setan pun akan takut dan lari. Hal ini misalnya terdapat pada diri Umar bin Khatab. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Turmu-dzi Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada Umar: “Sesungguhnya setan sangat takut olehmu, wahai Umar” (HR. Turmudzi).
Bukan hanya kepada Umar, akan tetapi setan (jin kafir) juga akan takut oleh orang-orang beriman yang betul-betul dengan keimanannya. Dalam al-Bidayah wan Nihayah, Ibnu Katsir pernah mengutip sebuah hadits berikut ini:

“Sesungguhnyaorang mukminakan dapat mengendalikan (mengalahkan) syaithannya sebagaimana salah seorang dari kalian yang dapat mengendalikan untanya ketika bepergian” (HR. Ahmad).
Bahkan, apabila seseorang betul-betul dan terus menerus taat dan shaleh, ia dapat membawa qarinnya (penyertanya, karena setiap manusia itu pasti disertai oleh setan (jin kafir) di sebelah kirinya dan malaikat di sebelah kanannya atau sering disebut dengan qarin) masuk Islam. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim berikut ini:
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Tidak ada seorangpun kecuali ia disertai oleh seorang qarin (penyerta) dari jin dan seorang qarin (penyerta) dari malaikat”. Para sahabat bertanya: “Apakah termasuk Anda juga wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Ya termasuk saya, hanya saja Allah menolong saya sehingga jin itu masuk Islam. Ia (jin tadi) tidak pernah menyuruh saya kecuali untuk kebaikan” (HR. Muslim).

 3. Jin takluk dan taat kepada Nabi Sulaiman.
Di antara mukjizat Nabi Sulaiman adalah dapat menaklukan jin dan setan sehingga semuanya dapat bekerja atas perintahnya. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam ayat al-Qur’an berikut ini dalam surat Shad ayat 36-38:

“Kemudian Kami tundukkan kepadanya angin yang berhembus dengan baik menurut ke mana saja yang dikehendakinya, dan (Kami tundukkan pula kepadanya) syaitan-syaitan semuanya ahli bangunan dan penyelam, dan syaitan yang lain yang terikat dalam belenggu” (QS. Shad ayat 36-38).
Mukjijat ini diberikan kepada Nabi Sulaiman sebagai pengabulan atas doanya yang mengatakan:
“Dan berikanlah kepadaku kerajaan yang tidak diberikan kepada seseorang setalahku” (QS Shad 38:35).
Doa Nabi Sulaiman inilah yang menyebabkan Rasulullah tidak jadi untuk mengikat jin yang datang dengan melemparkan anak panah ke muka beliau. Dalam sebuah hadits Muslim dikatakan:
“Dari Abu Darda berkata : “Suatu hari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bangun, tiba-tiba kami mendengar Rasulullah mengatakan: “Aku berlindung kepada Allah darimu”, kemudian Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga berkata: “Allah telah melaknatmu” sebanyak tiga kali. Rasulullah lalu menghamparkan tangannya seolah-olah beliau sedang menerima sesuatu. Ketika Rasulullah selesai shalat, kami bertanya: “Wahai Rasulullah, kami mendengar anda mengatakan sesuatu yang belum pernah kami dengar sebelumnya. Kami juga melihat anda membukakan kedua tangan anda”. Rasulullah menjawab: “Barusan Iblis, musuh Allah datang membawa anak panah api untuk ditancapkan di muka saya, lalu aku berkata: “Aku berlindung kepada Allah darimu” sebanyak tiga kali, kemudian saya juga berakata: “Allah telah melaknatmu dengan laknat yang sempurna” sebanyak tiga kali. Kemudian saya bermaksud untuk mengambilnya. Seandainya saya tidak ingat doa saudara kami, Sulaiman, tentu saya akan mengikatnya sehingga menjadi mainan anak-anak penduduk Madinah” (HR. Muslim).

4. Jin atau setan tidak dapat menyerupai Rasulullah
Setan dan jin tidak dapat menyerupai bentuk dan muka Rasulullah Saw. Oleh karena itu, apabila seseorang bermimi melihat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka ia sungguh telah melihatnya. Dalam hadits shahih dikatakan:
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang bermimpi melihatku, maka dia sungguh telah melihatku, karena setan tidak dapat menyerupaiku” (HR. Muslim).

5. Jin dan setan tidak dapat melewati batas-batas tertentu di langit
Sekalipun jin dan setan mempunyai kelebihan dapat bergerak dengan cepat, akan tetapi mereka tidak akan dapat melewati batas-batas yang sudah ditetapkan yang tidak dapat dilalui selain oleh para malaikat. Karena apabila mereka berani melewatinya, maka mereka akan binasa dan hancur. Karena itu pula, jin tidak dapat mengetahui dan mencuri informasi dari langit sehingga apa yang dibisikkannya ke tukang-tukang ramal dan dukun adalah kebohongan semata. Untuk lebih jelasnya akan hal ini, dapat dilihat dalam surat al-Rahman ayat 33-35).

6. Jin tidak dapat membuka pintu yang sudah ditutup dengan menyebut nama Allah
Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Tutuplah pintu-pintu, dan sebutlah nama Allah (ketika menutupnya), karena setan tidak akan membuka pintu yang sudah terkunci dengan menyebut nama Allah. Tutup jugalah tempat air minum (qirab dalam bahasa Arab adalah tempat menyimpan air minum yang terbuat dari kuit binatang) dan bejana-bejana kalian (untuk masa sekarang seperti lemari, bupet, kulkas dan lainnya) sambil menyebut nama Allah, meskipun kalian hanya menyimpan sesuatu di dalamnya dan (ketika hendak tidur), matikanlah lampu-lampu kalian” (HR. Muslim).

https://www.islampos.com/jangan-takut-ini-6-kelemahan-jin-64149/ 

Sunday, December 31, 2017

Masuk Kerja Hasil Nyogok

Hasil gambar untuk nyogok pns
Kita semua yakin bahwa melakukan sogok untuk mendapatkan sesuatu yang bukan hak-nya hukumnya haram, bahkan termasuk dosa besar. Yang menanggung dosa bukan hanya penerima sogok, termasuk orang yang menyogok. Termasuk dalam hal ini adalah menyogok untuk mendapatkan pekerjaan. Semua pihak yang terlibat dalam ‘tindak kriminal’ ini turut mendapatkan laknat atas perbuatannya, sampai dia bertaubat.

Untuk kasus sogok dalam rangka mendapatkan pekerjaan, selama penerimaan pegawai untuk lowongan pekerjaan itu berdasarkan tes setiap pelamar, maka sogok dalam kasus ini statusnya haram. Karena sogok bukanlah alasan untuk menentukan siapa yang lebih unggul dan lebih berhak mendapatkan pekerjaan tersebut, dan posisi pekerjaan tersebut bukanlah hak bagi penyogok.

Barangkali orang yang masih penerapkan praktik ‘kotor’ semacam ini perlu merenungkan hadis:
لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الرَّاشِيَ وَالْمُرْتَشِيَ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat orang yang nyogok dan penerima sogok.” (HR. Abu Daud, Turmudzi, Ibnu Majah, dan dishahihkan Al-Albani)

Bagaimana Status Gajinya?
Jika si pegawai hasil nyogok ini telah bertaubat kepada Allah, dan telah mensedekahkan sebagian hartanya, maka tidak masalah dia tetap bertahan di posisi tersebut. Dengan syarat: Dia memiliki kemampuan yang memadai untuk melaksanakan tugasnya tersebut, karena mengampu pekerjaan, sementara dia tidak memliki kemampuan termasuk mengkhianati amanah. Dan dampak buruk perbuatannya bisa jadi menimpa banyak orang.

https://www.islampos.com/masuk-kerja-hasil-nyogok-bagaimana-hukumnya-termasuk-soal-gajinya-2-61639/ 

Kredit Barang Dalam Islam

Hasil gambar untuk leasing riba
Di akhir jaman ini, kredit menjadi hal yang dianggap biasa. Orang kurang memperdulikan di larang atau tidak dalam masalah kredit ini. 

Telah terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama tentang hukum jual beli dengan cara kredit. Penyebab dari perbedaan pendapat ulama’ tersebut adalah terletak pada adanya penambahan harga sebagai konsekuensi dari ditundanya pembayaran apakah ia masuk tidak kepada larangan hadits yang berbunyi : “Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW, bahwasannya beliau melarang dua transaksi jual beli dalam satu transaksi jual beli.” (HR. Tirmidzi Nasa’I dan lainnya). Fatwa  Muktamar pertama al-Mashraf al-Islami di Dubai yang dihadiri oleh 59 ulama internasional, fatwa Direktorat Jenderal Riset, Dakwah dan Ifta’ serta Komisi Fatwa Kementrian Waqaf dan Urusan Agama Islam Kuwait semua sepakat bahwa tidak ada larangan bagi penjual menentukan harga secara kredit lebih tinggi daripada ketentuan harga kontan. Penjual boleh saja mengambil keuntungan dari penjualan secara kredit dengan ketentuan dan perhitungan yang jelas.

Fiqh Syafi’iyah, Imam Syirazi berkata : “Kalau seseorang membeli sesuatu dengan pembayaran tertunda, tidak perlu diberitahu harga kontannya, karena penundaan pembayaran memang memiliki nilai tersendiri.” (Lihat Al Majmu An Nawawi 13/16).
Demikian juga ulama’ muta’akhirin semisal syaikh Yusuf Qardhawi dan Bin Baz membolehkan praktik jual beli dengan cara kredit. Dalam hal muamalah kita diberikan pilihan akan dilakukan dengan cara tunai atau kredit, yang penting, memenuhi syarat dan rukun jual beli, barangnya jelas, dan aturan kreditnya terbuka dan jelas serta saling ridho (antarodin).

Kalaupun kita tidak mampu tunai, alangkah lebih baik jual beli melalui lembaga pembiayaan syariah (syariah finance)
.
https://www.islampos.com/64012-64012/

Tidak akan Terjadi Kiamat Hingga Binatang Buas Berbicara Kepada Manusia

Hasil gambar untuk Binatang Buas Berbicara Kepada Manusia

Suatu ketika Seorang Yahudi menggembalakan dombanya di  sebuah lembah di Makkah. Tanpa sepengetahuannya, muncul seekor serigala memangsa dombanya. Serigala itu berlari menyeret mangsanya. Si Yahudi yang mengetahui bahwa dombanya sedang di seret oleh srigala langsung berusaha berlari mengejar srigala itu. Si Yahudi tidak mau kehilangan domba peliharaannya itu.

Saat berhasil mengejar serigala itu, ia berusaha merebut kembali dombanya. Namun, ia terkejut saat mendengar serigala itu berkata, “Apakah kau tidak takut kepada Allah? Kau mengambil domba yang telah dianugerahkan Allah kepadaku sebagai rezekiku.”
Si Yahudi yang masih terkesima berkata, “Sungguh ajaib! Seekor serigala bisa berbicara layaknya manusia!”

Serigala ini melanjutkan, “Demi Allah, ada yang lebih ajaib dari ini!”
“Apa itu?” tanya si Yahudi penasaran.
“Rasulullah telah mengabarkan kepada semua orang berbagai kejadian yang telah lampau dan yang akan datang.”

Akhirnya, si Yahudi membiarkan serigala itu memakan dombanya, lalu ia menggiring ternaknya menuju Madinah dan bermaksud menemui Rasulullah Saw.
Saat itu, waktu shalat telah tiba dan beliau sedang menunaikan shalat berjamaah dengan para sahabat. Usai shalat, Rasulullah Saw. bertanya, “Mana orangnya, si gembala tadi?”
Si Yahudi berdiri, “Akulah si penggembala itu.”
“Ceritakanlah apa yang kaudengar dan kaulihatl” pinta Rasulullah Saw.

Maka, si Yahudi menceritakan kejadian yang dialaminya bersama serigala tadi sampai selesai. Rasulullah Saw. berkata, “Serigala itu berkata benar. Demi Dia yang jiwa Muhammad ada dalam genggaman-Nya, tidak akan terjadi Kiamat hingga binatang buas berbicara kepada manusia. Salah seorang dari kalian pergi dari rumahnya, lalu sandalnya atau cemetinya atau tongkatnya mengabarkan apa yang terjadi setelah kepergiannya.”
Akhirnya, si Yahudi penggembala domba itu mengucapkan syahadat.
Dalam riwayat lain, dari Umar r.a., diceritakan bahwa Rasulullah Saw. menghadiri suatu acara di rumah seorang sahabat. Tiba-tiba datang seorang laki-laki Bani Sulaim membawa seekor biawak. la letakkan hewan itu di hadapan Rasulullah seraya berkata, “Aku tidak akan beriman kepadamu sampai biawak ini beriman kepadamu.”
Rasulullah Saw. memangil biawak itu, “Hai biawak!”
Biawak itu menjawab panggilan Rasulullah dengan ucapan yang lemah lembut, tetapi semua orang mendengarnya, “Aku memenuhi panggilanmu, semoga engkau berbahagia wahai penghias orang yang percaya Hari Kiamat.”
“Siapa yang kamu sembah?” tanya Rasulullah.
“Aku menyembah Dia Yang Arasy-Nya ada di langit, kekuasaan-Nya berada di bumi, jalan-Nya berada di lautan, kasih sayang-Nya berada di surga, dan siksa-Nya berada di neraka.”
“Katakan, siapakah aku?”
“Engkau adalah utusan Tuhan semesta alam, penutup para nabi. Beruntunglah orang yang membenarkan dan percaya kepadamu dan merugilah orang yang mendustakanmu.” Akhirnya, orang Badui itu pun menyatakan masuk islam.


Bolehkah (Muslim) Rayakan Tahun Baru Masehi?

Hasil gambar untuk tahun baru 2018
2017 baru saja berakhir. Salah satu pertanyaan yang menggelitik di penghujung tahun adalah bagaimana hukum merayakan tahun baru?
Pertanyaan ini muncul mengingatbanyak orang turut serta dalam ritual penyambutan tahun baru yang identik dengan terompet dan kembang api, termasuk umat islam. Bagaimana pandangana Islam sendiri tentang hal ini?
Dikutip dari Firmadani,  ada sekian banyak pendapat yang berbeda tentang hukum merayakan tahun baru Masehi. Sebagian mengharamkan dan sebagian lainnya membolehkannya dengan syarat. Lebih lengkapnya, bisa disimak dalam penjelasan berikut ini:
1. Pendapat yang Mengharamkan
Mereka yang mengharamkan perayaan malam tahun baru masehi, berhujjah dengan beberapa argumen.
Pertama, Perayaan Malam Tahun Baru Adalah Ibadahumat non muslim. Argumen ini menyebut bahwa perayaan malam tahun baru pada hakikatnya adalah ritual peribadatan para pemeluk agama bangsa-bangsa di Eropa, baik yang Nasrani atau pun agama lainnya. Dengan demikian, perayaan malam tahun baru masehi itu adalah perayaan hari besar non muslim. Maka hukumnya haram dilakukan oleh umat Islam.
Kedua, Perayaan Malam Tahun Baru Menyerupai non muslim. Meski barangkali ada yang berpendapat bahwa perayaan malam tahun tergantung niatnya, namun paling tidak seorang muslim yang merayakan datangnya malam tahun baru itu sudah menyerupai ibadah orang kafir. Dan sekedar menyerupai itu pun sudah haram hukumnya, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa yang menyerupai pekerjaan suatu kaum (agama tertentu), maka dia termasuk bagian dari mereka.”
Ketiga, Perayaan Malam Tahun Baru Penuh Maksiat. Perayaan tahun baru seringkali identik dengan minum khamar, berzina, tertawa dan hura-hura. Bahkan bergadang semalam suntuk menghabiskan waktu dengan sia-sia. Padahal Allah SWT telah menjadikan malam untuk berisitrahat, bukan untuk melek sepanjang malam, kecuali bila ada anjuran untuk shalat malam.Maka,  mengharamkan perayaan malam tahun baru buat umat Islam adalah upaya untuk mencegah dan melindungi umat Islam dari pengaruh buruk yang lazim dikerjakan para ahli maksiat.
Perayaan Malam Tahun Baru Adalah Bid’ah. Argumen ini muncul, mengingat Rasulullah tidak mengajarkan hal tersebut untuk dilakukan.
2. Pendapat yang Menghalalkan
Pendapat yang menghalalkan berangkat dari argumentasi bahwa perayaan malam tahun baru masehi tidak selalu terkait dengan ritual agama tertentu. Semua tergantung niatnya. Kalau diniatkan untuk beribadah atau ikut-ikutan, maka hukumnya haram. Tetapi jika tidak diniatkan mengikuti ritual agama tertentu, maka tidak ada larangannya.
Argumen tersebut dianalogikan dengan hari libur yang merata bagi semua orang, sekalipun libur tersebut karena adanya hari besar agama lain.
Argumen yang membolehkan itu umumnya berpedoman pada segala pandangan bahwa sesuatu bergantung niat. Kalau berniat untuk merayakan, maka hukumnya haram. Tapi kalau tidak diniatkan merayakan, maka hukumnya boleh-boleh saja.
Adapun kebiasaan orang-orang merayakan malam tahun baru dengan minum khamar, zina dan serangkaian maksiat, tentu hukumnya haram. Namun bila yang dilakukan bukan maksiat, tentu keharamannya tidak ada. Yang haram adalah maksiatnya, bukan merayakan malam tahun barunya. Misalnya, jika umat Islam memanfaatkan even malam tahun baru untuk melakukan hal-hal positif, seperti memberi makan fakir miskin, menyantuni panti asuhan, membersihkan lingkungan dan sebagainya.
Lepas dari dua perdebatan tentang boleh tidaknya merayakan tahun baru masehi bagi muslim, dalam ajaran Islam hari raya hanya ada dua saja, yaitu hari Idul Fithr dan Idul Adha. Selebihnya, tidak ada pensyariatannya, sehingga sebagai muslim, tidak ada kepentingan apapun untuk merayakan datangnya tahun baru masehi.
Pertama, perayaan malam tahun baru tidak ada tuntunannya dari Rasulullah SAW. Kalau pun dikerjakan tidak ada pahalanya, bahkan  disebut-sebut sebagai bid’ah.
Kedua, tidak ada keuntungan apapun secara moril maupun materil untuk melakukan perayaan itu.
Ketiga, bila perayaan ini selalu dikerjakan akan menjadi sebuah tradisi tersendir, dikhawatirkan pada suatu saat akan dianggap sebagai sebuah kewajiban, bahkan menjadi ritual agama. Padahal perayaan itu hanyalah budaya impor yang bukan asli budaya bangsa kita.

Saturday, December 30, 2017

Alasan Mengapa Israel Takut Dengan Penghafal Al-Quran

Hasil gambar untuk anak anak penghafal alquran

Israel ternyata memiliki ketakutan tersendiri kepada kaum muslim yang hafal Al Quran. Bahkan mereka ketakutan juga meski penghafal tersebut hanyalah anak-anak. Tak salah jika mereka menargetkan anak-anak seperti di daerah Gaza untuk dibunuh terlebih dahulu. Apalagi Gaza dikenal mencetak hafidz dalam jumlah yang besar setiap tahunnya.

Hamas yang merupakan organisasi di daerah Palestina sudah mewisudakan sekitar 3.500 orang hafidz Quran dari kalangan anak-anak pada tahun 2008. Kabar ini kemudian tersiar hingga ke beberapa negara dan juga negara Israel.

Di tahun 2009, jumlah hafidz quran semakin banyak yaitu sekitar 12.000 orang dimana sebagiannya telah syahid akibat agresi yang dilakukan oleh pihak Israel. Namun hal itu tidak menyurutkan kekuatan kaum muslimin dan terbukti di tahun sesudahnya, hafidz di daerah Gaza hampir mencapai 24.000 anak. Subhaanallah

Apa Yang Menyebabkan Israel Begitu Takut Dengan Penghafal Al Quran?

Ternyata ada beberapa alasan yang melatar belakangi ketakutan pihak Israel terhadap kaum muslimin yang Hafidz Quran di Gaza.

Yang pertama adalah karena Israel mengetahui bahwa pasukan elite Izzuddin Al Qassam yang menjadi sayap militer Hamas, adalah merupakan para penghafal Al Quran. Pihak tentara elite ini tidak sembarangan dalam memilih pasukannya. Syarat yang harus dimiliki calon prajurit tersebut adalah mampu menghafal Al Quran semuanya atau 30 juz dan tidak pernah sedikit pun meninggalkan shalat subuh berjamaah dalam kurun waktu tertentu.

Ternyata ketakutan tersebut bukanlah tanpa alasan. Pasukan elite Hamas tersebut sangat pemberani dan paling bisa diandalkan dalam memerangi israel. Tak hanya itu, mereka juga ahli dalam strategi sehingga tak hanya menghadang Israel, namun juga bisa menyerang ke pusatnya.

Dengan terdidiknya anak-anak Gaza untuk bisa Hafidz Quran, maka bisa jadi itu merupakan cikal bakal para mujahidin yang akan menghancurkan Israel. Makanya mereka sejak kecil sudah dibantai sedemikian rupa.

Friday, December 29, 2017

Manfaat Gerakan Shalat Untuk Kesehatan

Hasil gambar untuk gerakan sholat
Dalam Islam, shalat adalah tiangnya agama. Tanpa Shalat, iman kita tentu belum sempurna. Sebagaimana dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Nabi SAW bersabda: “Shalat adalah tiang agama, barangsiapa yang menegakkannya, maka ia telah menegakkan agamanya dan barang siapa yang merobohkannya, berarti ia telah merobohkan agamanya.”
Seorang Muslim wajib melakukan shalat lima kali sehari, dari subuh hingga isya atau sebelum matahari terbit hingga matahari terbenam. Selain shalat wajib, umat muslim juga dianjurkan untuk menjalankan shalat sunnah.
Ukhti, tahukah Anda jika menurut para ahli, beberapa gerakan shalat seperti rukuk dan sujud memiliki manfaat bagi kesehatan wanita? Sehingga saat muslimah melakukan shalat sebanyak lima kali sehari atau bahkan lebih (disertai shalat sunnah) hal ini bisa mengusir banyak penyakit, dan mendatangkan manfaat lainnya sepeti:
1. Menambah kecerdasan
Pada saat sujud, Posisi jantung berada di atas otak, kondisi ini terjadi bila kita tidak melakukan Shalat secara tergesa-gesa. Karena dibutuhkan waktu untuk mencapai kapasitas maksimal darah dalam otak. Aliran darah kaya oksigen ini berpengaruh pada daya pikir seseorang, pasalnya, sel-sel otak yang mendapatkan pasokan darah kaya oksigen secara maksimal akan bekerja lebih baik.
2. Memudahkan proses persalinan untuk ibu hamil

Bagi wanita hamil, sujud bermanfaat untuk mempertahankan posisi benar janin dalam Rahim. Bahkan, jika posisi janin sungsang atau melintang, gerakan sujud ini dapat membantu mengubah dan mengemnbalikan posisi janin secara benar. Dalam dunia medis, posisi sujud ini sering disebut dengan Knee-Chest Position.
Selain itu, saat pinggul dan pinggang terangkat melampaui kepala dan dada, otot-otot perut berkontraksi penuh. Kondisi ini melatih organ di sekitar perut untuk mengejan lebih dalam dan lama.
Ini menguntungkan wanita karena dalam persalinan dibutuhkan pernapasan yang baik dan kemampuan mengejan yang mencukupi. Bila otot perut telah berkembang menjadi lebih besar dan kuat, maka secara alami ia justru lebih elastis. kebiasaan sujud menyebabkan tubuh dapat mengembalikan serta mempertahankan organ-organ perut pada tempatnya kembali (fiksasi).
3. Memperlancar pencernaan dan mengatasi wasir

Saat sujud, kedua lutut dibengkokkan. Hal ini bermanfaat mencegah terjadinya kejang pada kedua lutut. Membungkukkan badan ke depan dan meletakkan dahi di atas tanah adalah cara efektif proses pemijatan perut dan alat-alat pencernaan dalam tubuh.
Menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, dan dahi pada lantai. Posisi seperti ini juga dapat menghindarkan seseorang dari gangguan wasir.
4. Memperindah dada dan memperbaiki fungsi kelenjar susu
Sujud adalah latihan kekuatan otot tertentu, termasuk otot dada. Saat sujud, beban tubuh bagian atas ditumpukan pada lengan hingga telapak tangan. Saat inilah kontraksi terjadi pada otot dada, hal ini dapat memperbaiki fungsi kelenjar air susu.
Itu tadi beberapa manfaat sujud yang bisa dirasakan bagi wanita. Semoga bermanfaat.

Dukhon

Saat ini di dunia dan juga tentu saja termasuk indonesia, sedang perjadi pandemi yang berasal dari corona. Nama legkapnya virus corona. Ata...