Friday, April 22, 2016

Dahsyatnya Hari Kiamat

Rasulullah saw bersabda :"matahari pada hari kiamat didekatkan kepada manusia sehingga jaraknya dari mereka 1 mil (tidak diketahui jarak 1 mil) , maka manusia tenggelam dalam keringat mereka sesuai dengan amal masing-masing ,Diantaranya mereka ada yang sampai dua mata kakinya ,ada yang sampai dua lututnya ,ada yang sampai pinggangnya dan ada yang sampai tenggelam olehnya" (Hr.Muslim)

Betapa pedihnya siksa neraka, bagaimana sakitnya di siksa sampai badan hancur tetapi tidak mati-mati ketika di neraka. Yang terdengar hanya jeritan dan rintihan tangis sakit kepedihan.

1. Kulit mereka diganti dengan yang baru, sebagaimana Allah berfirman yang artinya, "Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab." (An Nisa' : 56).

2. Bara apinya membakar sampai ke hati, sebagaimana Allah berfirman yang artinya,"(Yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati." (Al Humazah: 6-7).

3. Mereka diseret ke neraka di atas wajah mereka, sebagaimana dalam firman-Nya yang artinya, "(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka." (Al Qomar: 48).

4. Minuman mereka adalah besi yang mendidih, sebagaimana Allah berfirman yang artinya, "Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek." (Al Kahfi: 29).

Begitu syadiid (keras dan pedih) siksaan neraka, lalu siksaan apa yang paling ringan untuk penghuni neraka ?

Rasulullah bersabda yang artinya, " Sesungguhnya penduduk neraka yang paling ringan siksanya adalah orang yang mengenakan dua sandal dari neraka lalu mendidih otaknya karena sangat mencekam panas dua sandalnya. "(Hr.Muslim).


Adzan, Lakukan hal Ini



Adzan adalah tanda bahwa telah masuknya waktu shalat. Kumandang adzan ini dari waktu ke waktu tetaplah sama. Suara merdu dari muadzin, membuat hati kita tergerak untuk bergegas melaksanakan shalat. Ketika seorang Muslim mendegar suara adzan yang dikumandangkan, maka hendaklah melakukan hal-hal berikut:
1. Tidak berbicara saat adzan dikumandangkan.
2. Mengikuti bacaan muadzin (orang yang adzan). Kecuali saat muadzin mengucapkan “Hayya ‘alash shalah” atau “Hayya a’alal falaah” maka yang mendengar menjawab “Laa haula walaa quwwata illa billah.”
3. Selesai adzan disunnahkan membaca doa, “Allahumma rabba haadzihid da’ watit taammah, washshalatil qaaimah, aati muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqaamam mahmudanil ladzii wa’adtah.”
“Ya Allah Tuhan bagi seruan yang sempurna ini dan shalat yang didirikan; berikanlah kepada Muhammad al-Washilah (suatu kedudukan termulia di akhirat) dan keistimewaan, serta bangkitkanlah ia di tempat terpuji yang Engkau janjikan kepadanya,” (HR. Bukhari).

Orang yang mengucapkan doa ini selesai adzan, berhak mendapat syafaat dari Rasulullah SAW pada hari kiamat nanti. Wallahu ‘alam. 

Sumber: Bersama Allah SWT Sepanjang Hari/Karya: H. Ahmad Heryawan, Lc/Penerbit: Literate Publishing

Thursday, April 21, 2016

Golongan Yang Tidak Akan Mencium Bau Surga

Ada beberapa golongan manusia. Mereka tak akan dapat bau surga. Padahal bau surga itu dapat dirasa sejarak lima ratus tahun perjalanan lamanya. Merekalah orang yang mempunyai sifat kikir, oang yang suka menyebut-nyebut pemberian yang telah diberikan (riya). Peminum minuman memabukkan. Dan anak yang mendurhakai orang tuanya.
Jika seseorang memakai parfum, kita akan mencium bau wanginya bila berada di dekatnya. Apabila agak jauh darinya, bau harum itu tidak akan tercium. Bila kita ingin menikmati bau harumnya maka kita harus dekat-dekat dengan dirinya. Itu sudah sesuatu yang wajar.

Surga apabila digambarkan adalah sebagai seorang wanita yang memakai parfum dengan bau yang sangat harum. Keharuman surga tercium hingga jarak yang sangat jauh. Kita tidak dapat membayangkan berapa jauhnya jika disebutkan lima ratus tahun perjalanan. Kalau manusia tidak mampu mencium harumnya surga, seberapa jauh dari surga sebenarnya dia berada.

Mengapa ada manusia yang demikian jauhnya dari surga? Surga, seperti juga wanita cantik berbau harum tersebut, tidak mau dekat-dekat dengan mereka yang tidak disukainnya. Misalnya, wanita tersebut tidak suka perokok. Maka ia akan berada jauh dari si perokok tersebut. Surga akan menjauh dari orang yang dibencinya. Atau orang yang dibencinya akan dijauhkan Allah dari surga. Siapa saja sebenarnya manusia yang dibenci surga sehingga mereka harus jauh-jauh dari surga yang untuk mencium baunya saja harus berjalan selama lima ratus tahun?

Merekalah orang yang selalu kikir. Tidak punya sifat kedermawanan sama sekali. Kekikirannya dipelihaa malah dari waktu ke waktu ditingkatkan. Juga orang yang tidak ikhlas dalam melakukan pemberian. Ketidakikhlasannya diwujudkan dengan selalu menyebut dan mengungkit-ngungkit pemberian yang relah dia lakukan baik kepada orang lain maupun orang yang diberinya.

Kemudian orang yang hobi minum. Sudah jelas mulut mereka bau, otak mereka kacau dan bicaranya ngelantur. Jangankan surga, wanita di dunia saja akan takut dan menjauh terhadap pemabuk seperti itu.
Terakhir adalah anak yang durhaka kepada orang tuanya. Anak seperti ini memang keterlaluan dan sudah selayaknya dijauhkan dari surga. Anak yang tak tahu balas budi, sudah susah payah dihidupi dan dibesarkan malah mendurhakai. Allah akan marah karena keridhaan-Nya adalah keridhaan orang tuanya. Anak yang durhaka tidak akan mendapat keridhaan Allah. Artinya, tidak akan mendapatkan surga-Nya. 

Sumber: Hikmah dari Langit/Yusuf Mansur/Pena Pundi Aksara/Januari 2007

Alkitab Yang Asli

 

Sebuah media di Timur Tengah Alarabiya memberiyahukan bahwa  pemerintah Turki akan menerjemahkan alkitab berusia kurang lebih 1.500 tahun. Injil kuno yang menyebut kerasulan Muhammad SAW itu memang sempat mengundang perhatian dunia. Selain menyebut akan datangnya Nabi Muhammad, Injil itu juga menyebut bahwa Yesus adalah manusia fana dan tak pernah disalib.

Injil Barnabas yang di percaya para analis sebagai tambahan dari kitab-kitab injil asli seperti Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes menarik perhatian awal tahun ini. Dalam kitab Yesus telah meramalkan kedatangan Nabi Muhammad.

Pada Februari lalu, Vatikan secara resmi telah meminta untuk melihat alkitab yang ditemukan Turki selama operasi penyelundupan pada tahun 2000. Pekan ini kutipan dari dokumen asli tersebut telah di terjemahkan. Dokumen yang ditulis dengan bahasa Syriac dialek Aram tersebut menyangkal Ketuhanan Yesus.

Laporan sebuah majalah online Y-Jesus yang berbasis di Amerika Serikat dalam analisisnya mengenai Injil Barnabas mengungkapkan, teks dokumen secara efektif menyangkal keilahian Yesus dan menolak konsep trinitas, kepercayaan kristen yang mendefinisikan Allah dalam tiga pribadi, Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

Laporan itu juga menyatakan dalam Injil Barnabas, Yudas Iskariot disebut-sebut sebagai orang yang mati disalib dan bukan Yesus. Sementara dalam Perjanjian Baru, Yudas disebut mengkhianati Yesus.

Pernyataan dari laporan kajian terhadap Injil Barnabas tersebut berarti bertentangan dengan pesan Kristen selama ini. Pesan selama ini, kematian Yesus dikatakan sebagai pengorbanan Juru Selamat bagi dosa-dosa Kristen dan kebangkitanya sebagai harapan kehidupan kekal. Pernyataan Injil Barnabas mendukung keyakinan Islam bahwa penyaliban Yesus tidak pernah terjadi. St Barnabas secara tradisional diidentifikasikan sebagai pendiri Gereja Siprus. Ia adalah orang Kristen pertama yang dianggap sebagai rasul bagi umat Kristen.
Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Turki, Ertugrul Gunay, mengatakan, teks dari Injil Barnabas tersebut dilaporkan bernilai sekitar 22 juta dolar.
"Sejalan dengan keyakinan Islam, Injil memperlakukan Yesus sebagai manusia bukan Tuhan. Ini menolak ide dari tritunggal kudus dan penyaliban. Serta ramalan Yesus akan kedatangan Nabi Muhammad," Kata Gunay seperti dilaporkan dalam salah satu surat kabar setempat.

Saat ini injil dijaga ketat oleh pihak berwenang Turki sebelum diserahkan pada Museum Etnografi Ankara. Rencananya teks asli injil tersebut akan dipamerkan di museum. 


Wednesday, April 20, 2016

Jangan (Pernah) Mengemis

Kita hidup di dunia ini pasti akan ditimpa dengan berbagai macam cobaan dan masalah. Salah satu masalah yang banyak dialami oleh kebanyakan orang ialah masalah (kesulitan) ekonomi. Ya, keuangan menjadi kendala. Sebab, kini segala sesuatu banyak diukur dengan uang. Sehingga, mempersulit gerak orang-orang yang memiliki tingkat ekonomi rendah.

Seberat apapun dalam masalah keuangan Anda, jangan pernah rendahkan diri Anda dengan meminta kepada orang lain. Meminta-minta, memang tidak perlu modal banyak. Hanya bertekad menghilangkan rasa malu dan baju sederhana dipenuhi kekumuhan diri Anda, uang memang mudah sekali diperoleh. Akan tetapi, apakah itu bisa benar-benar membuat Anda bahagia?

Hakim bin Qais bin ‘Ashim RA berkata, “Jauhilah oleh kalian meminta-minta kepada manusia, karena sesungguhnya hal itu adalah akhir usaha seseorang (seolah-olah tak ada jalan lain).”
Masih banyak jalan yang dapat kita tempuh selain meminta-minta. Uang banyak yang diperoleh dengan meminta itu, keberkahannya dipermasalahkan. Sebab, orang yang meminta bagaikan memegang bara api di tangannya. Bukan hanya di mata Allah SWT Anda terhina, di mata manusia pun diri Anda akan direndahkan. Apakah sudah hilang rasa malu Anda dengan melakukan hal tersebut, hanya karena materi?

Ingatlah, Sang Pemberi Rezeki itu Allah SWT. Jadi, mengapa harus meminta kepada manusia? Toh yang memegang kendali adalah Allah. Maka, dekatkanlah diri kepada Allah dan mintalah hanya kepada-Nya. Allah SWT senang jika mengadu dan meminta pertolongan dari-Nya. Sebab, itu pertanda bahwa kita sangat membutuhkan-Nya.
Jika kita selalu meminta pada-Nya dibarengi dengan ikhtiar menempuh jalan yang diridhoi oleh-Nya, insya Allah, Allah akan menurunkan rahmat-Nya.

Tuesday, April 19, 2016

Perkara yang Meninggikan Derajat



Banyak di antara kita yang ingin bermunajat di tengah keheningan malam pada Rabb Semesta Alam. Namun matanya tak pernah mau kompromi dan sanggup untuk terbuka ketika di sepertiga malam. Ia senantiasa mencoba dan mencoba, dan lagi selalu gagal untuk membangun malamnya dengan penuh kemuliaan. Padahal, Allah berikan cara lain untuk meraih kemuliaan selain menghidupkan malam untuk bermunajat kepada-Nya. Rasulullah SAW pernah bersabda dalam haditsnya,

“Ada tiga perkara yang membuat celaka, ada tiga perkara yang membawa selamat, dan tiga perkara yang dapat menghapus dosa, dan ada pula tiga perkara yang meninggikan derajat.
Adapun tiga perkara yang bisa membuat celaka adalah sifat kikir, mengikuti hawa nafsu, dan berbangga diri. Dan tiga hal yang membawa keselamatan adalah berbuat adil, baik dalam keadaaan marah maupun ridha (tidak marah), bersikap baik dalam keadaan miskin maupun kaya, dan takut kepada Allah baik ketika sendiri maupun bersama orang-orang.
Dan tiga perkara yang dapat menghapus dosa adalah menunggu datangnya waktu shalat setelah menunaikan shalat, berwudhu di pagi hari yang dingin, dan melangkahkan kaki untuk shalat berjamaah.

Adapun tiga hal yang dapat mengangkat derajat adalah memberi makan, menebarkan salam, dan mendirikan shalat pada malam hari ketika orang-orang sedang terlelap tidur.” (HR. Ath-Thabrani)

Ada yang dapat kita simpulkan dari hadits di atas. Kepada orang-orang yang sangat sulit untuk mendirikan shalat pada malam hari, maka raihlah kemuliaan dengan hartamu. Berikanlah bantuan kepada orang-orang yang telah putus harapan dan membangun kebahagiaan pada mereka. Ulurkanlah tanganmu untuk membantu kerabat, saudara dan tetanggamu yang tengah didera kelaparan. Karena engkau bisa meraih kemuliaan dan mendapatkan derajat yang tinggi dengan membantu orang lain.
Mari kita simak nasihat Rasulullah SAW dalam haditsnya, “Tebarkanlah salam, berikanlah makanan, dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Ibnu Majah).
Maka, tak usah bersedih ketika engkau sulit untuk bangun malam karena Allah tengah menyiapkan pintu yang lain untuk meraih kemuliaan di hadapan-Nya.

https://www.islampos.com/3-perkara-yang-meninggikan-derajat-250165/

Penguasa Akhir Zaman

 
 
“Ketahuilah, aku hampir saja dipanggil (oleh malaikat maut) lalu aku penuhi panggilan tersebut. Sesudahku kelak kalian akan dipimpin oleh para penguasa yang berkata berdasar landasan ilmu dan berbuat berdasar landasan ilmu. Mentaati mereka merupakan ketaatan yang benar kepada pemimpin, dan kalian akan berada dalam kondisi demikian selama bebarapa waktu lamanya.
Setelah itu kalian akan dipimpin oleh para penguasa yang berkata bukan berdasar landasan ilmu dan berbuat bukan berdasar landasan ilmu. Barangsiapa menjadi penasehat mereka, pembantu mereka, dan pendukung mereka, berarti ia telah binasa dan membinasakan orang lain. Hendaklah kalian bergaul dengan mereka secara fisik, namun janganlah perbuatan kalian mengikuti kelakuan mereka. Persaksikan siapa yang berbuat baik di antara mereka sebagai orang yang berbuat baik, dan orang yang berbuat buruk di antara mereka sebagai orang yang berbuat buruk. ” (HR. al-Thabrani dan Al-Baihaqi. Syaikh Muhammad Nashirudien al-Albani menyatakan hadits ini shahih dalam Silsilah al­Ahadits al-Shahihah no. 457.)

Dari Abu Sa’id r.a. dan Ibnu Umar r.a. keduanya berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda: “Benar-benar akan datang kepada kalian suatu zaman yang para penguasanya menjadikan orang-orang jahat sebagai orang-orang kepercayaan mereka dan mereka menunda-nunda pelaksanaan shalat dari awal waktunya. Barangsiapa mendapati masa mereka, janganlah sekali-kali ia menjadi seorang penasihat, polisi, penarik pajak, atau bendahara bagi mereka.” (HR. Ibnu Hibban, Abu Ya’la, dan al-Thabrani. Syaikh Muhammad Nashirudien al-Albani menyatakan hadits in; shahih dalam Silsilah al-Ahadits al-Shahihah no. 360.)

Ketika beliau menyampaikan pesan-pesan di atas kepada pada sahabat, barangkali tidak terbayang seperti apa yang akan terjadi pada kepemimpinan manusia sepeninggal beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Para sahabat yang berada di sekeliling beliau adalah manusia-manusia langit yang diakui kejujuran dan ketulusannya dalam mengemban amanah agama. Allah Azza wa Jalla telah memuji mereka di dalam kitab-Nya, juga meridhai mereka dan memerintahkan kaum muslimin sepeninggalnya untuk mendoakan mereka dan memohonkan ampunan untuk mereka.
Dalam kondisi seperti itu, temyata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menubuwatkan akan berlangsungnya suatu zaman yang amat sangat kontras dengan apa yang disaksikan oleh para sahabat; para pemimpinnya adalah manusia-manusia jahat, bahkan lebih jahat daripada kaum Majusi.

Hingga datangnya era Khulafaur rasyidin, apa yang beliau nubuwatkan juga masih belum terbayang. Namun, nubuwat itu terus berlanjut dan diriwayatkan secara turun-temurun. Hingga akhirnya kita sebagai manusia akhir zaman- mendengar nubuwat menyaksikan kebenaran nubuwat tersebut. Dan kitapun menyimpulkan, boleh jadi inilah zaman yang telah dinubuwatkan, zaman yang para penguasanya berkata bukan berdasar landasan ilmu dan berbuat bukan berdasar landasan ilmu. Inilah zaman yang diingatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Barangsiapa menjadi penasihat mereka, pembantu mereka, dan pendukung mereka, berarti ia telah binasa dan membinasakan orang lain. Hendaklah kalian bergaul dengan mereka secarafisik, namunjanganlah perbuatan kalian mengikuti kelakuan mereka. Persaksikan siapa yang berbuat baik diantara mereka sebagai orang yang berbuat baik, dan orang yang berbuat buruk di antara mereka sebagai orang yang berbuat buruk.
Ya, betapa gambaran itu sedemikian nyata di hadapan kita. Lihatlah kebijakan dan putusan yang ditetapkan oleh kebanyakan mereka, hampir semuanya berkata bukan berdasar landasan ilmu dan berbuat bukan berdasar landasan ilmu. Kebijakan dalam pendidikan, dalam hak-hak wanita, dalam ekonomi, industri, hubungan antar penganut agama dan kebijakan melindungi syari’at Islam, semuanya tidak didasarkan pada nash-nash syar’i.

Maka, sudah sepatutnya bagi setiap muslim untuk berpikir panjang jika harus masuk dalam barisan mereka, entah menjadi juru tulisnya, menterinya, tentaranya, penasihatnya, pengawalnya, sopir pribadinya, bahkan sekadar menjadi tukang kebunnya. Sebab, keridhaan seseorang untuk diatur oleh para pemimpin yang jahat sama dengan meridhai sebuah kejahatan, melanggengkan keburukannya, dan keduanya dihukumi telah berserikat dalam keburukan.

Dalam kepemimpinan sebuah lembagapun bisa terjadi
Dalam skala yang lebih kecil larangan untuk bekerja pada pemimpin dzalim juga bisa terjadi pada sebuah lembaga usaha. Pabrik, toko, supermarket, jasa layanan, percetakan, industri atau usaha apapun; sangat berpeluang untuk tetjadinya apa yang dinubuwatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di atas. Kita bisa melihat berapa banyak umat Islam yang bekerja di sebuah pabrik atau instansi – baik milik pemerintah maupun swasta – yang hak-hak beribadah mereka dikekang dan dikebiri.

Mereka tidak diperintahkan untuk bisa melaksanakan shalat berjama’ah, bahkan terkesan dilarang dan dipersulit. Kesempatan untuk mengaji kitabullah menjadi terbatas, bahkan dihalang-halangi. Untuk kaum wanitanya lebih mengenaskan. Berapa banyak pabrik, toko, swalayan dan lembaga­lembaga bisnis yang melarang para pekerja wanitanya untuk menutup aurat.

Bahkan yang terjadi adalah sebaliknya. Standar berpakaian haruslah yang mengumbar atau mempertontonkan aurat, gaya dan cara berdandannya mengikuti tradisi jahiliyah dan budaya barat. Jangan tanya soal ibadah atau upaya meningkatkan ketaatan kepada Allah di lembaga-lembaga seperti ini. Amat jauh dari harapan semua itu bisa terjadi. Jadi, betapa tepatnya apa yang beliau sabdakan:
“Benar-benar akan datang kepada kalian suatu zaman yang para penguasanya menjadikan orang-orang jahat sebagai orang-orang kepercayaan mereka dan mereka menunda-nunda pelaksanaan shalat dari awal waktunya. Barangsiapa mendapati masa mereka, janganlah sekali-kali ia menjadi seorang penasihat, polisi, penarik pajak, atau bendahara bagi mereka.” (HR. Ibnu Hibban, Abu Ya’la, dan Ath-Thabrani. Syaikh Muhammad Nashirudien AI-Albani menyatakan hadits ini shahih dalam Silsilah AI-Ahadits Ash-Shahihah no. 360). [Sumber: 100 Hadits Tentang Nubuwat Akhir Zaman, oleh: Abdur Rahman Al-Wasith/akhir zaman]

Dukhon

Saat ini di dunia dan juga tentu saja termasuk indonesia, sedang perjadi pandemi yang berasal dari corona. Nama legkapnya virus corona. Ata...