Thursday, April 21, 2016

Golongan Yang Tidak Akan Mencium Bau Surga

Ada beberapa golongan manusia. Mereka tak akan dapat bau surga. Padahal bau surga itu dapat dirasa sejarak lima ratus tahun perjalanan lamanya. Merekalah orang yang mempunyai sifat kikir, oang yang suka menyebut-nyebut pemberian yang telah diberikan (riya). Peminum minuman memabukkan. Dan anak yang mendurhakai orang tuanya.
Jika seseorang memakai parfum, kita akan mencium bau wanginya bila berada di dekatnya. Apabila agak jauh darinya, bau harum itu tidak akan tercium. Bila kita ingin menikmati bau harumnya maka kita harus dekat-dekat dengan dirinya. Itu sudah sesuatu yang wajar.

Surga apabila digambarkan adalah sebagai seorang wanita yang memakai parfum dengan bau yang sangat harum. Keharuman surga tercium hingga jarak yang sangat jauh. Kita tidak dapat membayangkan berapa jauhnya jika disebutkan lima ratus tahun perjalanan. Kalau manusia tidak mampu mencium harumnya surga, seberapa jauh dari surga sebenarnya dia berada.

Mengapa ada manusia yang demikian jauhnya dari surga? Surga, seperti juga wanita cantik berbau harum tersebut, tidak mau dekat-dekat dengan mereka yang tidak disukainnya. Misalnya, wanita tersebut tidak suka perokok. Maka ia akan berada jauh dari si perokok tersebut. Surga akan menjauh dari orang yang dibencinya. Atau orang yang dibencinya akan dijauhkan Allah dari surga. Siapa saja sebenarnya manusia yang dibenci surga sehingga mereka harus jauh-jauh dari surga yang untuk mencium baunya saja harus berjalan selama lima ratus tahun?

Merekalah orang yang selalu kikir. Tidak punya sifat kedermawanan sama sekali. Kekikirannya dipelihaa malah dari waktu ke waktu ditingkatkan. Juga orang yang tidak ikhlas dalam melakukan pemberian. Ketidakikhlasannya diwujudkan dengan selalu menyebut dan mengungkit-ngungkit pemberian yang relah dia lakukan baik kepada orang lain maupun orang yang diberinya.

Kemudian orang yang hobi minum. Sudah jelas mulut mereka bau, otak mereka kacau dan bicaranya ngelantur. Jangankan surga, wanita di dunia saja akan takut dan menjauh terhadap pemabuk seperti itu.
Terakhir adalah anak yang durhaka kepada orang tuanya. Anak seperti ini memang keterlaluan dan sudah selayaknya dijauhkan dari surga. Anak yang tak tahu balas budi, sudah susah payah dihidupi dan dibesarkan malah mendurhakai. Allah akan marah karena keridhaan-Nya adalah keridhaan orang tuanya. Anak yang durhaka tidak akan mendapat keridhaan Allah. Artinya, tidak akan mendapatkan surga-Nya. 

Sumber: Hikmah dari Langit/Yusuf Mansur/Pena Pundi Aksara/Januari 2007

Alkitab Yang Asli

 

Sebuah media di Timur Tengah Alarabiya memberiyahukan bahwa  pemerintah Turki akan menerjemahkan alkitab berusia kurang lebih 1.500 tahun. Injil kuno yang menyebut kerasulan Muhammad SAW itu memang sempat mengundang perhatian dunia. Selain menyebut akan datangnya Nabi Muhammad, Injil itu juga menyebut bahwa Yesus adalah manusia fana dan tak pernah disalib.

Injil Barnabas yang di percaya para analis sebagai tambahan dari kitab-kitab injil asli seperti Markus, Matius, Lukas, dan Yohanes menarik perhatian awal tahun ini. Dalam kitab Yesus telah meramalkan kedatangan Nabi Muhammad.

Pada Februari lalu, Vatikan secara resmi telah meminta untuk melihat alkitab yang ditemukan Turki selama operasi penyelundupan pada tahun 2000. Pekan ini kutipan dari dokumen asli tersebut telah di terjemahkan. Dokumen yang ditulis dengan bahasa Syriac dialek Aram tersebut menyangkal Ketuhanan Yesus.

Laporan sebuah majalah online Y-Jesus yang berbasis di Amerika Serikat dalam analisisnya mengenai Injil Barnabas mengungkapkan, teks dokumen secara efektif menyangkal keilahian Yesus dan menolak konsep trinitas, kepercayaan kristen yang mendefinisikan Allah dalam tiga pribadi, Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

Laporan itu juga menyatakan dalam Injil Barnabas, Yudas Iskariot disebut-sebut sebagai orang yang mati disalib dan bukan Yesus. Sementara dalam Perjanjian Baru, Yudas disebut mengkhianati Yesus.

Pernyataan dari laporan kajian terhadap Injil Barnabas tersebut berarti bertentangan dengan pesan Kristen selama ini. Pesan selama ini, kematian Yesus dikatakan sebagai pengorbanan Juru Selamat bagi dosa-dosa Kristen dan kebangkitanya sebagai harapan kehidupan kekal. Pernyataan Injil Barnabas mendukung keyakinan Islam bahwa penyaliban Yesus tidak pernah terjadi. St Barnabas secara tradisional diidentifikasikan sebagai pendiri Gereja Siprus. Ia adalah orang Kristen pertama yang dianggap sebagai rasul bagi umat Kristen.
Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Turki, Ertugrul Gunay, mengatakan, teks dari Injil Barnabas tersebut dilaporkan bernilai sekitar 22 juta dolar.
"Sejalan dengan keyakinan Islam, Injil memperlakukan Yesus sebagai manusia bukan Tuhan. Ini menolak ide dari tritunggal kudus dan penyaliban. Serta ramalan Yesus akan kedatangan Nabi Muhammad," Kata Gunay seperti dilaporkan dalam salah satu surat kabar setempat.

Saat ini injil dijaga ketat oleh pihak berwenang Turki sebelum diserahkan pada Museum Etnografi Ankara. Rencananya teks asli injil tersebut akan dipamerkan di museum. 


Wednesday, April 20, 2016

Jangan (Pernah) Mengemis

Kita hidup di dunia ini pasti akan ditimpa dengan berbagai macam cobaan dan masalah. Salah satu masalah yang banyak dialami oleh kebanyakan orang ialah masalah (kesulitan) ekonomi. Ya, keuangan menjadi kendala. Sebab, kini segala sesuatu banyak diukur dengan uang. Sehingga, mempersulit gerak orang-orang yang memiliki tingkat ekonomi rendah.

Seberat apapun dalam masalah keuangan Anda, jangan pernah rendahkan diri Anda dengan meminta kepada orang lain. Meminta-minta, memang tidak perlu modal banyak. Hanya bertekad menghilangkan rasa malu dan baju sederhana dipenuhi kekumuhan diri Anda, uang memang mudah sekali diperoleh. Akan tetapi, apakah itu bisa benar-benar membuat Anda bahagia?

Hakim bin Qais bin ‘Ashim RA berkata, “Jauhilah oleh kalian meminta-minta kepada manusia, karena sesungguhnya hal itu adalah akhir usaha seseorang (seolah-olah tak ada jalan lain).”
Masih banyak jalan yang dapat kita tempuh selain meminta-minta. Uang banyak yang diperoleh dengan meminta itu, keberkahannya dipermasalahkan. Sebab, orang yang meminta bagaikan memegang bara api di tangannya. Bukan hanya di mata Allah SWT Anda terhina, di mata manusia pun diri Anda akan direndahkan. Apakah sudah hilang rasa malu Anda dengan melakukan hal tersebut, hanya karena materi?

Ingatlah, Sang Pemberi Rezeki itu Allah SWT. Jadi, mengapa harus meminta kepada manusia? Toh yang memegang kendali adalah Allah. Maka, dekatkanlah diri kepada Allah dan mintalah hanya kepada-Nya. Allah SWT senang jika mengadu dan meminta pertolongan dari-Nya. Sebab, itu pertanda bahwa kita sangat membutuhkan-Nya.
Jika kita selalu meminta pada-Nya dibarengi dengan ikhtiar menempuh jalan yang diridhoi oleh-Nya, insya Allah, Allah akan menurunkan rahmat-Nya.

Tuesday, April 19, 2016

Perkara yang Meninggikan Derajat



Banyak di antara kita yang ingin bermunajat di tengah keheningan malam pada Rabb Semesta Alam. Namun matanya tak pernah mau kompromi dan sanggup untuk terbuka ketika di sepertiga malam. Ia senantiasa mencoba dan mencoba, dan lagi selalu gagal untuk membangun malamnya dengan penuh kemuliaan. Padahal, Allah berikan cara lain untuk meraih kemuliaan selain menghidupkan malam untuk bermunajat kepada-Nya. Rasulullah SAW pernah bersabda dalam haditsnya,

“Ada tiga perkara yang membuat celaka, ada tiga perkara yang membawa selamat, dan tiga perkara yang dapat menghapus dosa, dan ada pula tiga perkara yang meninggikan derajat.
Adapun tiga perkara yang bisa membuat celaka adalah sifat kikir, mengikuti hawa nafsu, dan berbangga diri. Dan tiga hal yang membawa keselamatan adalah berbuat adil, baik dalam keadaaan marah maupun ridha (tidak marah), bersikap baik dalam keadaan miskin maupun kaya, dan takut kepada Allah baik ketika sendiri maupun bersama orang-orang.
Dan tiga perkara yang dapat menghapus dosa adalah menunggu datangnya waktu shalat setelah menunaikan shalat, berwudhu di pagi hari yang dingin, dan melangkahkan kaki untuk shalat berjamaah.

Adapun tiga hal yang dapat mengangkat derajat adalah memberi makan, menebarkan salam, dan mendirikan shalat pada malam hari ketika orang-orang sedang terlelap tidur.” (HR. Ath-Thabrani)

Ada yang dapat kita simpulkan dari hadits di atas. Kepada orang-orang yang sangat sulit untuk mendirikan shalat pada malam hari, maka raihlah kemuliaan dengan hartamu. Berikanlah bantuan kepada orang-orang yang telah putus harapan dan membangun kebahagiaan pada mereka. Ulurkanlah tanganmu untuk membantu kerabat, saudara dan tetanggamu yang tengah didera kelaparan. Karena engkau bisa meraih kemuliaan dan mendapatkan derajat yang tinggi dengan membantu orang lain.
Mari kita simak nasihat Rasulullah SAW dalam haditsnya, “Tebarkanlah salam, berikanlah makanan, dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Ibnu Majah).
Maka, tak usah bersedih ketika engkau sulit untuk bangun malam karena Allah tengah menyiapkan pintu yang lain untuk meraih kemuliaan di hadapan-Nya.

https://www.islampos.com/3-perkara-yang-meninggikan-derajat-250165/

Penguasa Akhir Zaman

 
 
“Ketahuilah, aku hampir saja dipanggil (oleh malaikat maut) lalu aku penuhi panggilan tersebut. Sesudahku kelak kalian akan dipimpin oleh para penguasa yang berkata berdasar landasan ilmu dan berbuat berdasar landasan ilmu. Mentaati mereka merupakan ketaatan yang benar kepada pemimpin, dan kalian akan berada dalam kondisi demikian selama bebarapa waktu lamanya.
Setelah itu kalian akan dipimpin oleh para penguasa yang berkata bukan berdasar landasan ilmu dan berbuat bukan berdasar landasan ilmu. Barangsiapa menjadi penasehat mereka, pembantu mereka, dan pendukung mereka, berarti ia telah binasa dan membinasakan orang lain. Hendaklah kalian bergaul dengan mereka secara fisik, namun janganlah perbuatan kalian mengikuti kelakuan mereka. Persaksikan siapa yang berbuat baik di antara mereka sebagai orang yang berbuat baik, dan orang yang berbuat buruk di antara mereka sebagai orang yang berbuat buruk. ” (HR. al-Thabrani dan Al-Baihaqi. Syaikh Muhammad Nashirudien al-Albani menyatakan hadits ini shahih dalam Silsilah al­Ahadits al-Shahihah no. 457.)

Dari Abu Sa’id r.a. dan Ibnu Umar r.a. keduanya berkata: Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah bersabda: “Benar-benar akan datang kepada kalian suatu zaman yang para penguasanya menjadikan orang-orang jahat sebagai orang-orang kepercayaan mereka dan mereka menunda-nunda pelaksanaan shalat dari awal waktunya. Barangsiapa mendapati masa mereka, janganlah sekali-kali ia menjadi seorang penasihat, polisi, penarik pajak, atau bendahara bagi mereka.” (HR. Ibnu Hibban, Abu Ya’la, dan al-Thabrani. Syaikh Muhammad Nashirudien al-Albani menyatakan hadits in; shahih dalam Silsilah al-Ahadits al-Shahihah no. 360.)

Ketika beliau menyampaikan pesan-pesan di atas kepada pada sahabat, barangkali tidak terbayang seperti apa yang akan terjadi pada kepemimpinan manusia sepeninggal beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Para sahabat yang berada di sekeliling beliau adalah manusia-manusia langit yang diakui kejujuran dan ketulusannya dalam mengemban amanah agama. Allah Azza wa Jalla telah memuji mereka di dalam kitab-Nya, juga meridhai mereka dan memerintahkan kaum muslimin sepeninggalnya untuk mendoakan mereka dan memohonkan ampunan untuk mereka.
Dalam kondisi seperti itu, temyata Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam telah menubuwatkan akan berlangsungnya suatu zaman yang amat sangat kontras dengan apa yang disaksikan oleh para sahabat; para pemimpinnya adalah manusia-manusia jahat, bahkan lebih jahat daripada kaum Majusi.

Hingga datangnya era Khulafaur rasyidin, apa yang beliau nubuwatkan juga masih belum terbayang. Namun, nubuwat itu terus berlanjut dan diriwayatkan secara turun-temurun. Hingga akhirnya kita sebagai manusia akhir zaman- mendengar nubuwat menyaksikan kebenaran nubuwat tersebut. Dan kitapun menyimpulkan, boleh jadi inilah zaman yang telah dinubuwatkan, zaman yang para penguasanya berkata bukan berdasar landasan ilmu dan berbuat bukan berdasar landasan ilmu. Inilah zaman yang diingatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Barangsiapa menjadi penasihat mereka, pembantu mereka, dan pendukung mereka, berarti ia telah binasa dan membinasakan orang lain. Hendaklah kalian bergaul dengan mereka secarafisik, namunjanganlah perbuatan kalian mengikuti kelakuan mereka. Persaksikan siapa yang berbuat baik diantara mereka sebagai orang yang berbuat baik, dan orang yang berbuat buruk di antara mereka sebagai orang yang berbuat buruk.
Ya, betapa gambaran itu sedemikian nyata di hadapan kita. Lihatlah kebijakan dan putusan yang ditetapkan oleh kebanyakan mereka, hampir semuanya berkata bukan berdasar landasan ilmu dan berbuat bukan berdasar landasan ilmu. Kebijakan dalam pendidikan, dalam hak-hak wanita, dalam ekonomi, industri, hubungan antar penganut agama dan kebijakan melindungi syari’at Islam, semuanya tidak didasarkan pada nash-nash syar’i.

Maka, sudah sepatutnya bagi setiap muslim untuk berpikir panjang jika harus masuk dalam barisan mereka, entah menjadi juru tulisnya, menterinya, tentaranya, penasihatnya, pengawalnya, sopir pribadinya, bahkan sekadar menjadi tukang kebunnya. Sebab, keridhaan seseorang untuk diatur oleh para pemimpin yang jahat sama dengan meridhai sebuah kejahatan, melanggengkan keburukannya, dan keduanya dihukumi telah berserikat dalam keburukan.

Dalam kepemimpinan sebuah lembagapun bisa terjadi
Dalam skala yang lebih kecil larangan untuk bekerja pada pemimpin dzalim juga bisa terjadi pada sebuah lembaga usaha. Pabrik, toko, supermarket, jasa layanan, percetakan, industri atau usaha apapun; sangat berpeluang untuk tetjadinya apa yang dinubuwatkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di atas. Kita bisa melihat berapa banyak umat Islam yang bekerja di sebuah pabrik atau instansi – baik milik pemerintah maupun swasta – yang hak-hak beribadah mereka dikekang dan dikebiri.

Mereka tidak diperintahkan untuk bisa melaksanakan shalat berjama’ah, bahkan terkesan dilarang dan dipersulit. Kesempatan untuk mengaji kitabullah menjadi terbatas, bahkan dihalang-halangi. Untuk kaum wanitanya lebih mengenaskan. Berapa banyak pabrik, toko, swalayan dan lembaga­lembaga bisnis yang melarang para pekerja wanitanya untuk menutup aurat.

Bahkan yang terjadi adalah sebaliknya. Standar berpakaian haruslah yang mengumbar atau mempertontonkan aurat, gaya dan cara berdandannya mengikuti tradisi jahiliyah dan budaya barat. Jangan tanya soal ibadah atau upaya meningkatkan ketaatan kepada Allah di lembaga-lembaga seperti ini. Amat jauh dari harapan semua itu bisa terjadi. Jadi, betapa tepatnya apa yang beliau sabdakan:
“Benar-benar akan datang kepada kalian suatu zaman yang para penguasanya menjadikan orang-orang jahat sebagai orang-orang kepercayaan mereka dan mereka menunda-nunda pelaksanaan shalat dari awal waktunya. Barangsiapa mendapati masa mereka, janganlah sekali-kali ia menjadi seorang penasihat, polisi, penarik pajak, atau bendahara bagi mereka.” (HR. Ibnu Hibban, Abu Ya’la, dan Ath-Thabrani. Syaikh Muhammad Nashirudien AI-Albani menyatakan hadits ini shahih dalam Silsilah AI-Ahadits Ash-Shahihah no. 360). [Sumber: 100 Hadits Tentang Nubuwat Akhir Zaman, oleh: Abdur Rahman Al-Wasith/akhir zaman]

Monday, April 18, 2016

Binatang Paling Cerdas

Selama ini masih sering terjadi perdebatan hewan manakah yang paling cerdas di dunia. Kebanyakan menjawab hewan mamalia seperti Simpanse ataupun anjing. Tapi berdasarkan fakta yang ada, ternyata gagak adalah hewan tercerdas. Jawabannya adalah ...

Allah SWT memilih burung Gagak sebagai guru pertama umat manusia. Sebagai mana kita ketahui, bahwa peristiwa pembunuhan manusia pertama kali adalah antara dua anak Adam as, Qabil dan Habil Ketika Qabil membunuh Habil, karena tipu muslihat Iblis la’natullah yang menyusupkan rasa iri, dengki dan hasud kepada Adam dan seluruh keturunannya. Kemudian Allah swt. mengirimkan burung Gagak untuk mengajarkan anak cucu Adam bagaimana menguburkan mayit sesama mereka.

Mengapa demikian? Karena burung Gagak adalah burung paling pintar dan cerdik di dibandingkan dengan burung-burung lainnya. Bahkan hewan lainnya. Dan Allah swt. telah memberikan insting tentang keahliannya ini. Setelah dilakukan penelitian, ternyata burung gagak memiliki ukuran otak yang lebih besar dibandingkan otak burung-burung yang lainnya. Dan burung gagak senantiasa hidup bersama kelompoknya sebagaimana manusia yang senantiasa bersosial dengan masyarakat.

Mereka memiliki pemimpin atau hakim yang akan menghukum yang melakukan kesalahan di antara mereka, inilah fitrah yang senantiasa diberikan Allah kepada burung Gagak. Setiap kesalahan di antara burung Gagak memiliki hukuman masing-masing, berikut adalah contoh-contohnya:

1. Ketika salah satu di antara mereka mengambil jatah makanan untuk anak-anak Gagak, maka hukumannya adalah sekelompok Gagak akan mematukinya sampai bulu-bulu si Gagak habis sehingga Gagak tersebut gundul dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi seperti anak-anak Gagak sebelum dewasa.

2. Ketika seekor Gagak menyakiti perempuan Gagak yang lain, maka sekelompok Gagak akan menyerangnya dengan paruh-paruhnya hingga mati. Adapun eksekusi hukuman dilakukan di tanah perkebunan atau di daerah yang luas, sehingga proses pengadilan disaksikan oleh kelompok mereka, dan Gagak terdakwa dibawa dengan penjagaan ketat oleh sekelompok Gagak lainnya yang mengelilinginya. Kemudian Gagak tersebut ditundukan kepalanya, diturunkan sayapnya dan ditahan untuk berkoak sebagai bentuk pengakuan atas kesalahannya.

Ketika Gagak terdakwa dijatuhi hukuman mati, maka Gagak-gagak lainnya akan menyerangnya dengan paruh-paruh mereka hingga mati. Dan setelah Gagak itu mati, maka salah satu di antara mereka akan membawanya dan menggali lubang untuk menguburkannya dengan tanah sebagai penghormatan atas mayat.
Hingga saat ini, para ilmuwan yang melakukan penelitian tentang seluk-beluk hewan mengatakan bahwa hanya Gagaklah yang mengubur mayat kawannya ketika mati.

Demikianlah bagaimana burung Gagak menegakan keadilah dari fitrah Ilahiyah, lebih baik dari pada keadilan yang dimiliki oleh umat manusia.



Mukjizat

Pengertian  Mukjizat dan Kejadian Luar Biasa Lainnya (Karamah, Ma’unah, dan Irhas)

1.      Mukjizat

Mukjizat berasal dari bahasa Arab معجزة yang artinya melemahkan, yaitu membuat sesuatu menjadi tidak mampu. Mukjizat merupakan sesuatu yang luar biasa sehingga manusia tidak mampu mendatangkan hal yang serupa. Menurut istilah, mu’jizat berarti sesuatu yang luar biasa yang terjadi dalam diri nabi atau rasul Allah SWT. Mukjizat bertujuan untuk membuktikan kenabian atau kerasulan seorang nabi atau rasul Allah SWT yang tidak dapat ditiru oleh siapapun dan untuk melemahkan segala macam usaha dan alasan orang kafir dan menentang islam, dan menyeru kepada umat agar percaya akan keesaan Allah.

Unsur yang harus ada dalam mukjizat, antara lain:

1)      Kejadian luar biasa 

2)      Tampak pada diri seorang nabi

3)      Ada tantangan dari kaum yang menyangsikan kedudukan seorang nabi

4)      Manusia tidak mampu menandingi hal yang luar biasa tersebut.

Lazimnya, Nabi atau Rasul menampakkan mukjizatnya hanya pada saat-saat yang sangat dibutuhkan, misalnya untuk membela diri atau menjawab tantangan orang- orang kafir.

Dalam al-Qur’an, mukjizat biasanya disebutkan dengan kata-kata ayat atau burhan,yang berarti bukti atau keterangan yang jelas.

Allah SWT berfirman dalam Q.S. Asy-Su’ara’: 4

إِنْ نَشَأْ نُنَزِّلْ عَلَيْهِمْ مِنَ السَّمَاءِ آيَةً فَظَلَّتْ أَعْنَاقُهُمْ لَهَا خَاضِعِينَ

“Jika kami kehendaki niscaya Kami menurunkan kepada mereka mukjizat dari langit, maka senantiasa kuduk-kuduk mereka tunduk kepadanya.”

Setiap muslim wajib memercayai mukjizat yang dimiliki nabi dan rasul. Mengingkari mukjizat nabi dan rasul berarti mengingkari ayat-ayat yang ada dalam al-Qur’an itu sendiri. Jadi, orang yang mengingkari mukjizat nabi dan rasul termasuk orang kafir.

Contoh Mukjizat yang Diberikan Kepada Rasul Allah

Mukjizat yang diberikan oleh Allah antara lain sebagai berikut:

1)        Nabi Ibrahim a.s

Mukjizat Nabi Ibrahim a.s. adalah tidak hangus ketika dibakar oleh Raja Namrud. Jika orang biasa dibakar dalam kobaran api dalam suhu 1700 C, tentu hangus terbakar dalam sekejap. Namun Nabi Ibrahim a.s. tidak terbakar sedikit pun, bahkan api terasa dingin oleh beliau. Allah berfirman dalam Q.S. al-Anbiya’:69.

قُلْنَا يَا نَارُ كُونِي بَرْدًا وَسَلامًا عَلَى إِبْرَاهِيمَ

Kami berfirman, “Hai api, jadikanlah dingin dan menjadi keselamatan bagi Ibrahim.”

2)        Nabi Musa a.s

Nabi Musa a.s merupakan nabi yang diutus untuk menyeru Bani Israil agar beriman kepada Allah. Dakwahnya ditentang oleh seorang raja yang kejam dan durhaka kepada Allah yang bernama Fir’aun. Raja Fir’aun mengumpulkan para tukang sihir untuk mengalahkan Nabi Musa a.s. Para tukang sihir tersebut melemparkan tongkat-tongkat yang ada di tangan mereka dan menjelma menjadi ular-ular yang siap menyerang Nabi Musa a.s.

Allah memerintahkan Nabi Musa a.s. melemparkan tongkat yang biasanya digunakan untuk menggembala kambingnya. Tongkat itu berubah menjadi ular besar dan menelan habis semua ular para tukang sihir tersebut. Kisah ini termaktub dalam al-Qur’an Surah Toha ayat 19-21.

3)        Nabi Muhammad saw.

Mukjizat Nabi Muhammad saw. adalah sebagai berikut.

a)      Al-Qur’an merupakan mukjizat terbesar.

b)      Celah-celah jari beliau dapat memancarkan air yang diminum para sahabatnya.

c)      Mi’raj ke Sidratul Muntaha dalam waktu yang singkat.

4)        Nabi saleh a.s

Nabi Saleh dapat mengeluarkan unta besar dari lubang batu yang sangat kecil.

5)        Nabi Sulaiman a.s.

Kisah kehebatan Nabi Sulaiman a.s. dapat kita baca dalam surah Saba’ dan surah An-Nahl. Ia seorang nabi yang dapat berbicara dengan semua jenis binatang, termasuk dengan bangsa jin, contohnya Ifrid. Ia juga dapat mengendalikan angin. Ia juga seorang raja bagi manusia dan hewan dan berhasil mengislamkan ratu Bulqis yang sebelumnya menyembah berhala.

6)        Nabi Isa a.s. Mukjizat Nabi Isa a.s. adalah sebagai berikut.

a)      Membuat burung dari tanah dan benar-benar hidup atas izin Allah.

b)      Menyembuhkan orang yang buta sehingga dapat melihat lagi.

c)      Menyembuhkan orang yang sakit lepra.

d)     Menghidupkan orang yang sudah meninggal dengan izin Allah.

2.      Karamah

Karamah berasal dari bahasa arab كرم berarti kemuliaan, keluhuran, dan anugerah. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia yang mengistilahkan karomah dengan keramat diartikan suci dan dapat mengadakan sesuatu diluar kemampuan manusia biasa karena ketaqwaanya kepada Tuhan.

Menurut ulama sufi, karamah berarti keadaan luar biasa yang diberikan Allah SWT kepada para wali-Nya. Wali ialah orang yang beriman, bertakwa, dan beramal shaleh kepada Allah SWT.

Allah SWT berfirman dalam Q.S. Yunus: 62-64,

أَلا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْيَحْزَنُونَ۞ الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ۞ لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ……

“Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat….”

Ulama’ sufi meyakini bahwa para wali mempunyai keistimewaan, misalnya kemampuan melihat hal-hal ghaib yang tidak dimiliki oleh manusia umumnya. Allah SWT dapat memberi karamah kepada orang beriman, takwa, dan beramal shaleh menurut kehendaknya.

1)      Kejadian yang Dialami Seorang Ahli Ilmu pada masa Nabi Sulaiman a.s.

Ketika Nabi Sulaiman a.s. sedang duduk di hadapan dengan para tentaranya yang terdiri atas manusia, hewan, dan jin, beliau meminta kepada mereka mendatangkan singgasana Ratu Bulqis. Ada seorang yang berilmu berkata kepada Nabi Sulaiman a.s. menurut sebuah keterangan, orang yang berilmu itu bernama Asif. Perkataan orang berilmu tersebut diabadikan Allah SWT dalam firman-Nya Q.S. an-Naml: 40,

قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُ قَالَ هَذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ    

“Berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari Al Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.

2)      Kejadian yang Dialami Maryam binti Imran

Nabi Zakaria a.s. menemukan makanan setiap hadir di mihrab Maryam binti Imran.

Allah berfirman dalam Q.S. Ali Imran: 37,

فَتَقَبَّلَهَا رَبُّهَا بِقَبُولٍ حَسَنٍ وَأَنْبَتَهَا نَبَاتًا حَسَنًا وَكَفَّلَهَا زَكَرِيَّا كُلَّمَا دَخَلَ عَلَيْهَا زَكَرِيَّا الْمِحْرَابَ وَجَدَ عِنْدَهَا رِزْقًا قَالَ يَا مَرْيَمُ أَنَّى لَكِ هَذَا قَالَتْ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَرْزُقُ مَنْ يَشَاءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

 “Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakaria pemeliharanya. Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakaria berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.”

Peristiwa yang disaksikan Nabi Zakaria a.s. merupakan karamah yang dianugerahkan Allah SWT kepada maryam binti Imran.

Allah SWT mentakdirkan bahwa pengasuh Maryam adalah pamannya sendiri, yakni Nabi Zakaria a.s.

3.      Ma’unah

Ma’unah berarti pertolongan. Ma’unah adalah pertolongan yang diberikan oleh Allah SWT kepada orang mukmin untuk mengatasi kesulitan yang menurut akal sehat melebihi kemampuannya. Ma’unah terjadi pada orang yang biasa berkat pertolongan Allah. Misalnya, orang yang terjebak dalam kobaran api yang sangat hebat, namun berkat ma’unah/pertolongan Allah, ia selamat.

4.      Irhash

Irhash adalah kejadian luar biasa atau hal-hal yang istimewa pada diri calon nabi atau Rasul ketika masih kecil. Contohnya, Muhammad saw. Selalu dinaungi awan sehingga kepanasan saat melakukan perjalanan dagang ke negeri Syam. Peristiwa yang terjadi pada diri Nabi Isa a.s. ketika beliau masih bayi dalam buaian ibunya, Maryam. Pada saat masih bayi, Nabi isa dapat berbicara kepada orang-orang yang melecehkan ibunya.

Pembicaraan Nabi Isa a.s. ketika masih bayi itu disebutkan dalam firman Allah, Q.S. Maryam: 29-33.

فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ قَالُوا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَنْ كَانَ فِي الْمَهْدِ صَبِيًّا۞ قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا۞ وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ‎وَأَوْصَانِي بِالصَّلاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا۞ وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا۞ وَالسَّلامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا۞

“Maka dia (Maryam) menunjuk kepada anaknya, mereka berkata “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan?” Dia (Isa) berkata, “Sesungguhnya aku hamba Allah, Dia memberiku kitab Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi, dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkahi di mana saja aku berada dan Dia memerintahkan kepadaku melaksanakan shalat dan menunaikan zakat selama hidup, dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku, dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.”

·        Macam-macam Mukjizat

Menurut sifatnya, mukjizat dapat dibagi menjadi dua macam, yaitu mukjizat hisyiah/kauniyah dan mukjizat maknawiyah/aqliyah.

1)        Mukjizat hisyiah/kauniyah ialah mukjizat yang dapat dilihat, didengar, dirasakan, dan dipegang. Mukjizat hisyiah ditujukan kepada orang biasa, yang kurang mampu menggunakan akal pikirannya secara baik. Contohnya, mukjizat Nabi Nuh a.s. beliau membuat perahu untuk menghadapi banjir yang pada waktu itu tidak pernah dilakukan orang dan mustahil dapat dilakukan oleh orang biasa. Setelah perahu selesai dibuat, banjir datang dan sumber airnya datang dari tiap-tiap rumah penduduk yang kafir. Akhirnya, semua penduduk kafir tenggelam sedangkan Nabi Nuh a.s. dan para pengikutnya selamat.

2)        Mukjizat maknawiyah ialah mukjizat yang tidak dapat dilihat, didengar, dirasakan, dicium, dan dipegang. Mukjizat maknawiyah hanya dapat dimengerti dan dikenal oleh orang-orang yang berpikir sehat, berbudi luhur, dan berperasaan halus. Contohnya mukjizat yang dimiliki Nabi Muhammad saw. berupa al-Qur’an. Tidak semua orang mau menerima petunjuk al-Qur’an. Hanya orang yang sehat, berbudi luhur, dan berperasaan halus yang sanggup menerima al-Qur’an dengan senang hati. Al-Qur’an memiliki keistimewaan yang luar biasa, salah satunya adalah dalam hal balaghah (sastra). Tidak ada seorang pun yang mampu menyusun atau merangkai kata-kata sebagaimana al-Qur’an meskipun hanya satu ayat

·Perbedaan antara Mukjizat, Karamah, Ma’unah, dan Irhash

            Pada dasarnya mukjizat, karamah, ma’unah, dan irhas adalah sama, yaitu anugerah Allah SWT yang diberikan kepada hamba-Nya. Perbedaannya terletak pada siapa yang menerimanya.

      Perbedaan antara mukjizat, karamah, ma’unah, dan irhas adalah sebagai berikut.

a.       Mukjizat diberikan kepada para nabi dan rasul.

b.      Karamah dianugerahkan kepada wali.

c.       Ma’unah diberikan kepada orang mukmin.

d.      Irhas dianugerahkan kepada calon nabi atau rasul Allah SWT (sebelum diangkat menjadi nabi dan rasul)

Persamaan antara mukjizat, karomah, ma’unah dan irhas adalah sama-sama datangnya dari Allah SWT. Orang yang diberikan mukjizat, karamah, ma’unah, dan irhas pantas diteladani hidupnya, karena mukjizat, karamah, ma’unah, dan irhas hanya diberikan kepada hamba-hamba Allah SWT yang bertakwa dan beramal shaleh.

· Hikmah Mukjizat

Hikmah adanya mukjizat adalah sebagai berikut.

a. Melemahkan dan mengalahkan alasan,usaha,dan tipu daya orang-orang yang menentang dakwah rasul allah.

b. Bagi yang telah percaya kepada kenabian maka mukjizat akan berfungsi untuk memperkuat iman serta menambah keyakinan akan kekuasaan Allah SWT.

c.  Membuktikan kebenaran rasul yang diutus Allah dan ajaran – ajarannya.

· Hikmah Karamah, Ma’unah, dan Irhash

Hikmah adanya karamah, ma’unah, dan irhas adalah sebagai berikut.

a. Mempertebal iman kepada Allah SWT.

b. Mendekatkan diri kepada Allah.

c. Tidak takut akan kesulitan, karena yakin Allah selalu memberikan pertolongan kepada hambanya yang beriman dan bertakwa.

Sumber:

Al-Azhar, Aqidah akhlaq Mts, Gresik: Putra Kembar Jaya.

Al-Qusyairi, Syarif, Kamus Akbar Arab-Indonesia, Surabaya: Giri Utama, 2009.

Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemahnya, Bandung: Diponegoro,2000.

Departement Pendidikan dan Kebudayaan,  Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka.

Jazam, Abdullah; Ridho, Ahmad Rasyid; Hidayat, Masykur, Modul Pembelajaran Akidah Akhlak, Jakarta: Arafah Mitra Utama, 2008.

Katsir, Ibnu, Kisah Para Nabi, Jakarta: Pustaka Azzam, 2007.

 http://taqiyyuddinalawiy.com/arti-mujizat-karomah-maunah-dan-irhash.html

Dukhon

Saat ini di dunia dan juga tentu saja termasuk indonesia, sedang perjadi pandemi yang berasal dari corona. Nama legkapnya virus corona. Ata...