Saturday, December 12, 2015

Rasulullah dan Olah Raga


Rasulullah shaLlalahu 'alaihi wasallam menganjurkan beberapa olahraga bagi kaum muslimin di zaman beliau. Olahraga ini dilakukan tak hanya agar badan kuat tapi agar hati juga memperoleh kegembiraan. Karena Islam toh tak melulu masalah ibadah, tapi juga masalah kemanusiaan yang butuh refreshing. Tapi ada sedikit fakta yang menarik dari olah raga kesukaan Rasulullah shaLlalahu 'alaihi wasallam. Yup, olah raga yang disenangi dan dianjurkan sangat membantu ketika berperang. Silahkan simak satu persatu gansis.

1. Lomba Lari Cepat
 
 Para sahabat terbiasa melakukan perlombaan lari cepat, dan Nabi saw mengizinkannya (sunnah taqririyah). Rasulullah sendiri mengadakan pertandingan dengan istrinya guna memberikan kesegaran, dan beliau juga mengajarkan kepada sahabat-sahabatnya sebagaimana diceritakan oleh Siti Aisyah radhiyallahu 'anhu: “Rasulullah bertanding dengan saya dan saya menang. Ketika saya berhenti sehingga badan saya menjadi gemuk, Rasulullah saw bertanding lagi dengan saya dan beliau menang. Lalu beliau bersabda : Kemenangan ini untuk kemenangan itu.” (HR. Ahmad dan Abu Daud).

2. Gulat
Rasulullah pernah bergulat dengan seorang laki-laki bernama Rukanah yang terkenal kekuatannya, dan permainan ini dilakukannya selama beberapa kali. Dalam satu hadits riwayat Abu Daud dijelaskan, “Sesungguhnya Rasulullah gulat dengan Rukanah yang terkenal kekuatannya itu, kemudian ia berkata; Domba lawan domba. Kemudian Rasulullah bergulat dan beliau bersabda : Berjanjilah denganku untuk (melakukan gulat) lagi di lain waktu. Kemudian Rasulullah bergulat seraya bersabda: Berjanjilah denganku, lalu Rasulullah saw bergulat untuk ketiga kalinya. Kemudian orang itu bertanya; apa yang harus saya katakan kepada keluargaku? Rasulullah saw menjawab: Katakan “domba telah dimakan oleh serigala, dan seekor dombapun lari.” Kemudian apa pula yang saya katakan untuk yang ketiga? Rasulullah saw menjawab : Kami tidak dapat mengalahkan kamu untuk bergulat karena itu ambillah hadiahmu.” (HR. Abu Daud).

3. Memanah
Di antara hiburan yang dibenarkan oleh syara’ adalah memanah. Pada suatu saat Rasulullah shaLlalahu 'alaihi wasallam berjalan-jalan menjumpai sekelompok sahabat yang sedang mengadakan pertandingan memanah, lalu Rasulullah bersabda : “Lemparlah panahmu itu, dan saya bersama kamu sekalian.” (HR. Bukhari).

Pertandingan memanah itu bukan sekadar hobi atau permainan semata, tetapi salah satu cara untuk mempersiapkan kekuatan sebagaimana yang diperintahkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala : “Dan bersiap-siaplah kamu sekalian untuk menghadapi mereka (musuh) dengan kekuatan yang kamu miliki.” (QS. Al Anfal : 61).

Ketika menjelaskan ayat ini, Rasulullah bersabda : “Ketahuilah bahwa yang dimaksud kekuatan itu adalah memanah, beliau mengucapkannya tiga kali.” (HR. Muslim). Di dalam hadits lain juga dijelaskan : “Kamu harus belajar memanah, karena memanah itu termasuk sebaik-baik permainanmu.” (HR. Bazzar dan Thabrani).

Namun demikian, Rasulullah mengingatkan para sahabat agar tidak menjadikan binatang-binatang jinak dan sebagainya sebagai sasaran latihan, sebagaimana yang biasa dilakukan oleh orang Arab Jahiliyah. Ibnu Umar mengatakan: “Sesungguhnya Rasulullah melaknat orang yang menjadikan sesuatu yang bernyawa sebagai sasaran memanah.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Larangan menjadikan hewan jinak (selain berburu) sebagai sasaran memanah karena terdapat unsur penyiksaan terhadap binatang. Oleh karena itu, Rasulullah juga melarang mengadu binatang sebagaimana yang dilakukan oleh orang Arab Jahiliyah, yaitu mereka membawa dua ekor domba dan sapi untuk diadu sampai mati.

4. Anggar
 Dalam hal ini Rasulullah memperkenankan orang-orang Habasyah (Ethiopia) bermain anggar di dalam masjid Nabawi dan beliau pun membolehkan pula kepada Aisyah untuk menyaksikan permainan itu. Ketika Umar bin Khattab bermaksud melarang orang-orang Habasyah yang sedang bermain anggar, lalu Nabi saw mencegah sikap Umar itu. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, ia berkata : “Ketika orang-orang Habasyah sedang bermain anggar di hadapan Nabi , tiba-tiba Umar masuk kemudian mengambil kerikil dan melemparkannya kepada mereka. kemudian Rasulullah berkata kepada Umar : Biarkanlah mereka itu, wahai Umar.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ini merupakan suatu kelapangan dari Rasulullah dengan mengizinkan permainan seperti ini dilakukan di masjidnya yang mulia, karena permainan semacam ini dimaksudkan sebagai permainan yang bermotif latihan dan bukan sekadar permainan dan hiburan belaka.

5. Pacuan Kuda
Hadits-hadits Nabi yang memberikan motivasi terhadap permainan pacuan kuda cukup banyak. Salah satunya adalah hadits riwayat Muslim yang berbunyi : “Sesungguhnya Rasulullah pernah mengadakan pacuan kuda dan memberi hadiah kepada pemenangnya.” (HR. Muslim). 6.

6. Berburu
Hiburan atau permainan yang bermanfaat yang juga dibenarkan oleh Islam adalah berburu. Berburu itu hakikatnya adalah hiburan, olah raga sekaligus bekerja, baik dengan menggunakan alat seperti tombak, panah maupun menggunakan anjing buruan. Aktivitas semacam ini diperbolehkan baik dalam al-Qur’an maupun hadits Nabi . 

 





 

Sunday, December 6, 2015

RJ Lino dan Para Banditnya

Siapakah Richard Joost Lino, sampai berani mengancam Presiden Jokowi, dan membuat Komjen Budi Waseso terlempar dari jabatannya sebagai Kabareskrim?
Bagi mereka yang tahu seluk-beluk Pelabuhan Tanjung Priok, pasti tahu bahwa backing utama Lino adalah Sofyan Djalil. Ini sudah menjadi rahasia umum di kalangan “pemain” Tanjung Priok. Tidak heran jika Lino langsung mengontak Sofyan, ketika kantornya digeruduk Bareskrim.
Disebut-sebut Sofyan Djalil pernah “menjinakkan” serikat pekerja supaya tidak terlalu kritis terhadap Lino. Dari sebuah blog pribadi (www.emoneday.wordpress.com) seseorang menulis kilas balik hubungan Lino, Djalil dan Kalla. Berikut kutipannya:
Lalu siapa di atas Sofyan Djalil? Siapa Don Corleone-nya?
Semua orang tahu, dia adalah Jusuf Kalla sang Wakil Presiden.
Kita putar balik ke tahun 2009 saat RJ Lino diangkat jadi Direktur Pelindo II. Dari sini kelihatan permainan dan kedekatan RJ Lino dengan Sofyan Djalil. Waktu itu banyak drama yang perlu kita ketahui. Jadi setelah jabatan direksi berakhir, komisaris merekom nama-nama calon Dirut BUMN sesuai Undang-Undang.
Maksudnya ada fit and proper test dari Kementrian BUMN. Ternyata nama Richard Joost Lino tidak pernah diusulkan ke Menteri BUMN oleh dewan pengawas.
Kenapa itu bisa terjadi dan kenapa justru yang lolos adalah RJ Lino yang tak diperkirakan dan tak direkomendasikan dewan pengawas?
Begini ceritanya.
Sebulan sebelum pergantian direksi Pelindo II, Sofyan Djalil berkunjung ke Guangxi meninjau Pelabuhan Aneka Kimia Raya (AKR). Kunjungan Sofyan Djalil itu atas saran Ahmad Kalla, adik Jusuf Kalla, untuk melihat proyek yang dikerjakan oleh RJ Lino. Kebetulan waktu itu Lino menjabat sebagai Direktur di Pelabuhan AKR Guangx –sebuah pelabuhan yang tidak terkenal karena hanya Pelabuhan sungai-.
Pada momen itulah, keduanya disatukan. Sofyan Djalil dibuat takluk oleh R.J Lino dan tentunya Ahmad Kalla. Di sana juga pada akhirnya Kalla mendesak Sofyan Djalil untuk mengangkat Lino sebagai Direktur Pelindo II Tanjung Priok.
Awal Mei 2009, Sofyan Djalil mengajukan RJ Lino, lewat Jusuf Kalla untuk menjadi Dirut Pelindo II. Waktu itu Sofyan Djalil masih menjabat sebagai Menteri BUMN, sementara Jusuf Kalla adalah wakil presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Akhirnya, Lino pun dilantik menjadi Direktur Pelindo II, dengan menelikung semua nama yang tadinya direkomendasikan. Atas kongkalikong Sofyan Djalil dan Jusuf Kalla, jadilah RJ Lino sebagai boss Pelindo II.
Tak heran, Wapres Jusuf Kalla membela Lino ketika penggeledahan Bareskrim terjadi. Bahkan, Wapres seperti mengancam halus Polisi, untuk bertindak “hati-hati”.
Dilansir dari Harian Kompas 30 Agustus 2015, Jusuf Kalla berkata, “Polisi harus menjalankan perintah Presiden dalam mengusut kasus Lino dan tidak boleh keluar dari itu.”
Luar biasa Lino!
Sampai-sampai seorang Wakil Presiden pun harus pasang badan untuk beliau.
Lalu ada selentingan beredar bahwa akhir Agustus, Lino berencana ke luar negeri. Ada apa? Di samping itu, Lino ditengarai masih sibuk menelpon dan mengirim pesan singkat kebeberapa pejabat Istana. Mungkin saja minta perlindungan.
Santer beredar, salah satu yang dihubungi adalah Teten Masduki. Bahkan sms Lino ke Teten pun, sudah beredar di dunia maya.
Begini isinya: “Pagi Pak Teten. Saya kira Presiden sudah tahu penggeledahan di Kantor Pelindo 2 kemarin oleh Bareskrim, saya ngak pernah ditanya dan diperiksa, kita digledah seperti terrorist, kalau issuenya kaitan dengan dwelling time, sama sekali tidak ada kaitan (orang yang ngerti Pelabuhan akan ketawa). Kalau kaitan dengan korupsi atau proses pengadaan alat, hal ini sudah diaudit oleh BPK tiga bulan yal dan clear. Kalau begini caranya aparat dan saya ngak didukung oleh presiden dan wakil presiden sangat sulit bagi saya utk kerja (Anak buah saya pasti ketakutan, Boss nya saja dibegitukan oleh Polisi). Kalau ngak ada dukungan dan commitment yang jelas dari orang No1 & 2 di negeri ini, saya akan segera menyampaikan surat pengunduran diri saya…. Thanks. Lino.”
Saat ini Istana untuk kesekian kalinya, kembali berada dalam ancaman Lino. Presiden Joko Widodo akan menjadi penentu, bagaimana drama ini akan diakhiri.
Seperti diketahui, tahun 2010 RJ Lino melakukan pembelian alat bongkar muat (ABM) besar-besaran untuk Pelindo II senilai hampir Rp 2,7 triliun. Pembelian ABM tersebut lewat jaringan Ahmad Kalla. Salah satu buktinya adalah pembelian 3 Quay Crane, yang vendornya Huang Dong Heavy Machinery.
Huang Dong Heavy Machinery itu tak lain adalah vendor pengadaan QCC pertama di pelabuhan milik Kalla di Guangxi dimana Lino pernah jadi dirut di sana.
Selain spesifikasi rendah, ABM dari vendor ini tak dibutuhkan oleh pelabuhan kita. Tapi tetap dibeli oleh RJ Lino. Entah apa tujuannya.
Tak heran alat-alat tersebut kemudian rusak dan tak bisa digunakan, bahkan kini masih mangkrak di Pelabuhan Tanjung Priok di dermaga 003. Banyak lagi pengadaan alat-alat lain, semuanya menggunakan jaringan AKR. Mafia pengadaan alat-alat lain semuanya menggunakan jaringan Ahmad Kalla.
Tidak kebetulan jika salah satu yang mangkrak adalah mobil crane yang sedang ditangani polisi ini. Sejak kedatangannya tahun 2012 belum pernah digunakan. Dalam hal ini, negara rugi Rp 50 miliar.
Kemudian ada fakta baru lagi mengenai “kedekatan” Lino, Djalil dan Kalla lewat sebuah perusahaan bernama PT Bukaka Utama. Ternyata, rumor yang selama ini beredar dimana R.J Lino menguasai saham perusahaan tersebut, adalah benar adanya.
Adapun penguasaan saham itu melalui tangan menantunya orang Malaysia bernama Moh Ezra Effendi yang menikahi putri RJ Lino bernama Clarissa. Transaksinya dilakukan pada tahun 2010 melalui perusahaan Armadeus Acquisition dengan akuisi saham PT Bukaka sebesar 46,6%.
Perusahaan Armadeus Acquisition dinahkodai oleh Moh Ezra Effendi. Sedangkan putra putri RJ Lino adalah pemegang saham Armadeus Acqusition. RJ Lino pun menempatkan orang-orang Bukaka di beberapa anak perusahaan PT Pelindo II antara lain adalah Imron Zubaidi eks pegawai PT Bukaka Utama. Dia diangkat RJ Lino sebagai Komisaris Utama PT Pengerukan Indonesia (Persero), yang kini telah menjadi anak perusahaan PT Pelindo II.
Tidak kebetulan juga, ternyata Bukaka ini berafiliasi dengan Kalla Group –bisnis keluarga Wakil Presiden Jusuf Kalla – yang terlibat dalam kegiatan konstruksi dan teknik.
Bukaka beserta semua afiliasinya ini mengoperasikan 9 unit bisnis yang produksi menara baja, jembatan baja, jembatan penumpang pesawat, konstruksi jalan, alat minyak gas dan kendaraan tujuan khusus dan bergerak dalam pembangkit listrik, menggembleng dan pemeliharaan dan layanan lepas pantai.
PT Bukaka sendiri pernah delisting dari Bursa Efek pada tahun 2006 karena performance keuangan yang tidak bagus yakni mengalami aktiva negatif selama 3 tahun berturut turut.
Mengejutkan, di kemudian hari Bukaka bisa relisting karena intervensi Sofyan Djalil sebagai Menko Perekonomian waktu itu. Hal lain, waktu Bukaka disuspend pada tahun 2006, Achmad Kalla lah yang membantu dan menalangi semua kewajiban ke pihak ketiga.
Kembali ke alat-alat ABM mangkrak. Jadi, pembelian ini seperti mainan. Uang negara diputar ke sana kemari yang ujungnya lari ke kantong kongsi bisnis.
Beking orang kuat ini pula (JK) yang membuat RJ Lino seperti tak tersentuh walaupun banyak sekali protes dan laporan tentang dia.
Seperti fakta tadi dimana Bukaka adalah kongsi utama keluarga Kalla.
Konon banyak proyek pelabuhan jatuh ke grup usaha keluarga Kalla. Menarik lagi temuan bahwa Menantu Lino yg orang Malaysia pemilik 49 % saham Grup Bukaka. Cantelan bisnis dan politik inilah yang belum terungkap.
Relasi politik sebenarnya terbuka ketika Lino dengan sangat emosional menelpon Menteri Bappenas Sofyan Djalil.
Kok bisa RJ Lino yang hanya Dirut BUMN, berani telpon mantan Menko dengan nada ketus, jika tak punya hubungan khusus dengan boss dari menteri tersebut.
Publik tahu dan gamblang, Sofyan Djalil walaupun tak berprestasi, tetap jadi menteri karena ia orang Jusuf Kalla.

Nikmat Surga Vs Nikmat Dunia



Dalam hidup di dunia ini terdapat dua unsur yang saling berlawanan. Keduanya datang silih berganti seperti siang dan malam, senang dan susah, sehat dan sakit. Jika salah satu unsur tersebut tidak ada atau dihilangkan, maka kehidupan di dunia ini berjalan pincang.
Di akhirat juga demikian, ada dua hal yang saling berlawanan yaitu surga dan neraka. Namun bedanya jika di dunia kesenangan dan kesusahan menjadi satu, Sedangkan di akhirat keduanya dipisahkan. Orang baik tempatnya di surga bersama dengan segala kesenangan yang ada di dalamnya. Sedangkan orang jahat berada di neraka bersama dengan segala penderitaan yang telah disiapkan.
Kehidupan di surga layaknya kehidupan di dunia; ada langit, tanah, sungai, pepohonan, tempat tinggal, pakaian, pasar dan sebagainya. Tetapi kualitas dan kuantitasnya jauh berbeda dengan apa yang ada di dunia.
Selain itu, ada beberapa perbedaan yang sangat mencolok antara kenikmatan yang ada di surga dengan kenikmatan yang ada di dunia, diantaranya;
Pertama, di surga manusia tidak mungkin mati. kematian adalah sesuatu yang menyebabkan kenikmatan menjadi tidak bernilai. Untuk apa manusia mengejar kesenangan dan kenikmatan dunia jika toh ujung-ujungnya ia akan merasakan sakitnya kematian.
Orang yang hidupnya bergelimang harta dan kesenangan dunia tidak jauh berbeda dengan orang yang hidup miskin dan menderita ketika kematian menghampirinya. Yang akan membedakan hanyalah amal yang mereka lakukan selama hidup di dunia.
Kedua, di surga manusia tidak akan sakit. Sakit dalam bentuk apapun tidak akan ada lagi di surga. Hati yang terluka, kaki yang tertusuk duri dan tubuh yang terbaring lemah di peraduan hanya terjadi di dunia.
Ketiga, di surga manusia tidak menjadi tua. Kecantikan dan ketampanan akan segera pudar ketika manusia memasuki masa tua. Sampai detik ini pun belum ada obat-obatan yang mampu menjadikan kulit manusia tetap kencang dan cantik selamanya.
Maka dari itu, merugilah orang-orang yang menghabiskan harta dan umurnya hanya untuk mengejar kesenangan dunia. Karena tubuh ini semakin hari akan semakin tua dan kehidupan ini semakin hari akan semakin berat.
Keempat, di surga manusia tidak pernah sedih. Banyak sekali kejadian di dunia ini yang menyebabkan hati manusia bersedih. Entah itu kematian, kehilangan benda yang disayangi, kekurangan makanan dan yang lainnya. Itu terjadi karena kenyataan yang terjadi di lapangan sering tidak sesuai dengan apa yang diinginkan oleh hati.
Berbeda dengan kehidupan di surga, setiap keinginan yang terbersit dalam pikirian akan dapat diwujudkan secara langsung tanpa harus shabar menunggu apalagi sampai mengalami kegagalan. Disana tidak ada sesuatupun yang tidak disukai oleh manusia yang menyebabkan hatinya bersedih. Semua sesuai dengan apa yang diinginkannya bahkan lebih.
Keempat perbedaan ini terangkum dalam hadits dari Abu Said al-Khudri dan Abu Hurairah r.a bahwasannya Rasulullah Saw bersabda: Seorang penyeru menyerukan (pada hari kiamat): sesungguhnya kalian hidup dan tidak akan mati selamanya, kalian sehat dan tidak akan sakit selamanya, kalian muda dan tidak akan tua selamanya, kalian bersenang-senang dan tidak akan bersedih selamanya. Itulah firman Allah Azza wa Jalla, “Dan itulah surga yang diwariskan kepada kamu disebabkan amal-amal yang dahulu kamu kerjakan.” (QS. al-A’raf: 43) (HR. Muslim No. 2837).
Kiranya keempat kelebihan ini sudah cukup untuk menjadikan kenikmatan dunia tidak ada artinya jika dibandingkan dengan surga. Maka dari itu, bershabarlah atas semua ujian hidup di dunia. Tetaplah bertaqwa kepada Allah Swt. dimanapun kita berada.

Rajin Shalat Tapi Masuk Neraka?

Pada saat hari perhitungan amal pada hari kiamat nanti, hal yang pertama kali akan dihisab adalah shalat wajib lima waktu. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya ibadah yang satu ini. Di dalam Alquran, perintah yang paling sering Allah katakan adalah perintah tentang shalat. Ada banyak ayat yang memerintahkan kita untuk selalu mendirikan shalat.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya pertama kali yang dihisab (ditanya dan diminta pertanggungjawaban) dari segenap amalan seorang hamba di hari kiamat kelak adalah shalatnya. Bila shalatnya baik maka beruntunglah ia dan bilamana shalatnya rusak, sungguh kerugian menimpanya.” [HR. Tirmidzi]

Untuk itu, sangat penting bagi kita untuk selalu mendirikan shalat. Namun, di zaman yang sudah modern dan cenderung hedonis seperti sekarang ini tampaknya banyak orang yang memandang remeh shalat. Bahkan hanya karena suatu alasan yang sepele saja, seseorang dapat dengan mudah meninggalkan shalat.

Bahkan saat ini banyak orang yang menganggap bahwa shalat itu hanya sebagai rutinitas ibadah semata. Ada juga seseorang yang melaksanakan shalat karena terpaksa dan lain sebagainya. Hal-hal seperti inilah penyebab seseorang yang rajin shalat tetapi masuk neraka, karena dalam melaksanakan ibadah tersebut mereka tidak secara ikhlas melakukannya.

Dan berikut ini ada beberapa golongan orang yang rajin shalat tetapi masuk neraka.

1. Shalat tetapi Suka Berdusta Berdusta merupakan salah satu dosa besar dan diancam siksa yang pedih di akhirat kelak. Di zaman seperti ini, kebohongan tampaknya sudah menjadi suatu kebiasaan di kalangan masyarakat. Padahal, sekecil apapun sebuah kebohongan akan tetap dianggap sebagai dosa besar.

Meskipun ada seseorang yang rajin shalat dan beribadah, namun apabila lisannya suka berbohong maka shalat dan ibadahnya akan sia-sia semata. Karena kebohongannya itu akan menghapus amal-amalnya. Dan apabila ia mati dalam keadaan tidak bertaubat kepada Allah, maka dia akan dimasukkan kedalam neraka.

Allah SWT berfirman:

“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta.” [QS. An-Nahl ayat 105]

Berbohong menunjukkan salah satu ciri dari golongan orang-orang yang munafik. Untuk itulah mengapa kita sebagai umat Islam harus menjauhi yang namanya perbuatan dusta, karena itu dapat menyengsarakan kita baik di dunia dan di akhirat.

2. Shalat tetapi Minum Minuman Keras
Hal ini sering kita jumpai dikalangan masyarakat, banyak sekali orang yang melakukan shalat tetapi suka meminum minuman keras. Inilah akibatnya apabila menganggap shalat hanya sebagai sebuah rutinitas semata, sehingga dalam melaksanakannya tidak dibarengi dengan hati yang ikhlas.

Minuman keras adalah segala jenis minuman yang memabukkan. Dan minuman semacam ini sangat dilarang oleh agama Islam. Kebanyakan, orang yang shalat belum tentu bisa terhindar dari minuman keras (khamr).

Rasulullah sendiri mengatakan bahwa setiap minuman keras itu adalah induk dari segala macam kejahatan, bahkan Rasulullah juga melarang setiap muslim untuk mendekati khamr, apalagi meminumnya. Baik sedikit atau banyak, khamr adalah barang haram yang tidak boleh diminum oleh orang yang beragama Islam.

Rasulullah juga melaknat orang-orang yang berhubungan dengan minuman keras (khamr), untuk itu sebagai umat Islam wajib hukumnya untuk menghindari khamr dan menjauhinya. Dan segeralah bertaubat apabila pernah meminumnya, karena meskipun shalatnya rajin, tapi apabila suka meminum khamr maka neraka akan menjadi tempat kembalinya.

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa minum khamr, pasti Allah memberi minum kepadanya dari air panas neraka Jahannam” [HR. Al Bazzar]

3. Shalat tetapi Percaya Dukun
Orang yang shalat tetapi ia percaya dengan dukun atau tukang ramal adalah salah satu orang yang dapat dikatakan shalat tetapi ia masuk neraka. Seperti kita ketahui, dukun adalah orang yang mengaku bahwa dirinya mengetahui perkara-perkara ghaib dan tersembunyi.

Dalam hadits riwayat Imam Muslim, orang yang percaya kepada dukun makan shalatnya tidak akan diterima selama 40 hari. Selain itu, percaya dengan dukun adalah termasuk dalam kategori dosa besar.

Karena hanya Allah sajalah Yang Maha Mengetahui segala sesuatu. Percaya kepada dukun juga dapat dikategorikan sebagai perbuatan musyrik, karena dukun itu adalah orang yang bersekutu dengan bangsa jin. Dan jika kita mempercayainya, maka kita akan terkena dosa syirik.

Untuk itu, apabila ada orang yang shalat tetapi mempercayai dukun, benda pusaka, dan sejenisnya, maka ia akan terancam dosa yang sangat besar.

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal atau dukun kemudian ia membenarkan apa yang dikatakannya itu, maka sesungguhnya ia telah inhkar terhadap apa yang telah diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW”[HR. Abu Dawud, at Turmudhi dan Ibnu Majah]

4. Shalat Tapi Suka Bergunjing Keburukan Orang Lain

Allah SWT berfirman,

“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan, hingga datang kepada kami kematian”. Maka tidak berguna lagi bagi mereka syafa’at dari orang-orang yang memberikan syafa’at.”[QS. Al-Muddaththir ayat 42-48]

Dalam ayat diatas, salah satu penyebab orang masuk neraka adalah karena suka membicarakan keburukan orang lain. Orang yang mendirikan shalat, tetapi suka membicarakan kejelekan orang lain maka ia akan ditempatkan didalam neraka Saqar.

Allah melarang kita untuk membicarakan aib orang lain, Allah berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.” [QS. Al-Hujarat ayat 12]

5. Shalat tetapi Mengabaikan Anak Yatim
Orang-orang yang shalat tetapi mengabaikan anak yatim adalah termasuk dalam golongan orang-orang yang mendustakan agama. Hal ini sudah jelas diterangkan dalam Alquran surat Al-Ma’un.
Maka, orang yang shalat tetapi tidak mau menolong orang miskin, mengabaikan anak yatim, dan enggan menolong sesama adalah termasuk dalam orang-orang yang celaka. Sehingga, sekalipun ia ahli ibadah maka ia juga dapat masuk ke neraka karena ia menyia-nyiakan anak yatim.

Semoga bisa menjadi bahan renungan dan dapat bermanfaat. Terimakasih.


Saturday, December 5, 2015

Kuda dan Sumur

Seekor kuda terperosok ke dalam sumur yang sudah kering. Karena sudah tidak mungkin menolong kuda tersebut, maka orang-orang di kampung memutuskan untuk menutup sumur itu. Mereka ingin mengubur kuda itu hidup-hidup supaya bangkainya tidak mengganggu dan agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Merekapun bergotong royong mengangkut tanah dan memasukkannya ke dalam sumur. Lalu, apa yang terjadi? Setiap ada tanah yang mengena punggungnya, kuda itu selalu membuangnya ke bawah lalu memindahkan kakinya ke atas tanah tersebut. Semakin tinggi tanah menutupi sumur, maka semakin tinggi pula posisi kuda itu. Sehingga akhirnya ia bisa keluar dari sumur dengan selamat.

Pesan Moral Ke 1:
Begitulah gambaran kita dalam hidup ini. Ketika perjalanan hidup melemparkan beban dan masalah ke punggung kita, maka kesampingkanlah lalu berdirilah dengan kokoh di atasnya, maka suatu saat nanti semua itu akan menaikkan posisi kita ke puncak.

Pesan Moral Ke 2:
Ketika orang-orang meremehkanmu, menghinamu bahkan berusaha menjatuhkanmu... mencelakaimu... justru upaya itu berbalik memberi keberuntungan kepadamu yang terus berjuang, bertahan & pantang menyerah.

Friday, December 4, 2015

Mengapa Surat At-Taubah tanpa Bismillah






Banyak dari kita yang tidak tahu dan juga tidak sadar kalau surat At Taubah tanpa Basmallah. Memang benar tidak ada lafazh basmalah pada surat yang kesembilan, yaitu surat at-Taubah, atau sering disebut juga dengan nama surat Bara’ah. Disebut demikian yang bermakna pemutusan hubungan, karena isinya merupakan bentuk pemutusan hubungan dengan musuh-musuh Islam saat itu. Ada beberapa penjelasan dari para ulama mengapa basmalah tersebut tidak dicantumkan di permulaan surat at-Taubah.

1. Al-Mubarrid berpendapat bahwa merupakan kebiasaan orang-orang Arab apabila mengadakan suatu perjanjian dengan suatu kaum kemudian bermaksud membatalkan perjanjian tersebut, maka mereka menulis surat dengan tidak mencantumkan basmalah di dalamnya. Maka, ketika turun surat Bara’ah (at-Taubah) yang memutuskan perjanjian antara Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan orang-orang musyrik, beliau mengutus Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu kemudian membacakan surat tersebut tanpa mengucapkan basmalah di permulaannya. Hal ini sebagaimana kebiasaan yang berlaku di bangsa Arab.

2. Riwayat Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Mardawaih dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu bahwa ia pernah bertanya kepada Ali bin Abi Thalib tentang sebab basmalah tidak ditulis di permulaan surat Bara’ah. Ali bin Abi Thalib radhiallahu ‘anhu menjawab, “Basmalah adalah aman (mengandung rasa aman) sedangkan Bara’ah turun dengan pedang (berkaitan dengan peperangan).”

3. Riwayat Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Abu Daud, at-Tirmidzi, dan an-Nasa’i dari Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhu bahwa beliau pernah bertanya kepada Utsman bin al-Affan radhiallahu ‘anhu, “Apa yang menjadi alasan Anda mencantumkan surat at-Taubah setelah surat al-Anfaal, tanpa mencantumkan basmalah di antara keduanya?” Beliau menjawab bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila turun suatu ayat, maka beliau akan memanggil para penulis wahyu dan berkata, “Cantumkan ayat-ayat ini di surat yang disebutkan di dalamnya anu dan anu. Surat al-Anfaal merupakan surat-surat yang pertama diturunkan di Madinah, sedangkan Bara’ah merupakan surat yang terakhir turun. Dan ternyata kisah yang terkandung di dalam kedua surat tersebut saling menyerupai sehingga aku mengira bahwa surat Bara’ah termasuk surat al-Anfaal. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam wafat sebelum sempat menjelaskan hal tersebut. Oleh karena itu aku menggandengkan kedua surat tersebut dan tidak mencantumkan basmalah di antara keduanya dan menempatkannya dalam as-Sab’u ath-Thiwal. (Tafsir Fathul-Qadir karya Imam Ali as-Syaukani II/415–416).

Itulah beberapa pendapat mengenai alasan tidak dicantumkannya basmalah di permulaan surat at-Taubah. Oleh karena itu jika kita membaca surat tersebut dari permulaannya, maka kita hanya disunnahkan mengucapkan ta’awwudz tanpa basmalah. Demikian halnya jika kita membaca dari pertengahannya. Kita juga cukup membaca ta’awwudz sebagaimana firman Allah dalam surat an-nahl ayat 98.

Thursday, December 3, 2015

Ada yang Hafal Alkitab?

Dalam sebuah forum debat terbuka, seorang muslimah bertanya kepada pendeta yang menjadi narasumber, adakah orang yang hafal Alkitab sebagaimana banyak muslim yang hafal Al Qur’an?

Bukannya menyajikan fakta atau alasan rasional, jawaban pendeta tersebut justru terkesan merendahkan Al Qur’an. Ia menyebut Al Qur’an mudah dihafal karena sangat tipis.

“Di dunia ini tak mungkin ada orang yang hapal Alkitab di luar kepala. Sejenius apa pun orang itu, tidak mungkin baginya hapal Alkitab di luar kepala, sebab Alkitab itu adalah buku yang sangat tebal, jadi sulit untuk dihapal. Berbeda dengan Al Qur’an. Al Qur’an adalah buku yang sangat tipis, makanya mudah dihapal,” jawab pendeta bertitel doktor teologi itu.

Mendapati jawaban ini, H. Insan LS Mokoginta ‘merebut’ mic dari muslimah tersebut dan melanjutkan pertanyaan.

“Maaf pak Pendeta, tadi bapak mengatakan bahwa Al Qur an adalah buku yang sangat tipis, makanya gampang dihapal di luar kepala. Tapi pak Pendeta, setipis-tipisnya Al Qur’an itu ada sekitar 500 s/d 600 halaman, jadi cukup banyak juga lho!! Tapi kenyataannya di dunia ini ada jutaan orang yang hapal Al Qur’an di luar kepala. Bahkan anak kecil pun banyak juga yang hapal di luar kepala, walaupun artinya belum dipahami. Sekarang saya bertanya kepada pak Pendeta, Alkitab itu terdiri dari 66 kitab bukan? Jika pak Pendeta hapal satu surat saja di luar kepala (1/66 saja), semua yang hadir di sini jadi saksi, saya akan kembali masuk agama Kristen lagi!”

Mendengar pertanyaan dan tantangan ini, forum menjadi tegang. Kalangan muslim khawatir pendeta tersebut benar-benar hafal karena konsekuensinya sangat berat, Insan harus masuk Kristen lagi. Namun ketegangan juga tampak dari wajah pendeta dan pendukungnya. Ada beberapa pendeta yang hadir pada saat itu, mereka semua terdiam dengan wajah menegang. Ternyata tak ada yang hafal Alkibat walau satu ‘surat’.

Mengetahui para pendeta tak ada yang hafal, Insan menurunkan tantangannya. Tak perlu satu ‘surat’, cukup satu lembar saja.

“Maaf pak Pendeta, usia Anda ada yang sekitar 40, 50 dan 60 tahun bukan? Jika ada di antara pak Pendeta yang hapal satu lembar saja bolak-balik ayat Alkitab tanpa keliru titik dan komanya, saat ini semua peserta menjadi saksinya, saya kembali masuk agama Kristen lagi!! Silahkan pak!”

Suasana menjadi lebih tegang. Umat Islam khawatir karena Insan mempertaruhkan keimanannya demi hafalan sekecil itu. Namun Insan yakin tak ada yang bisa menghafalnya.

Dan ternyata benar. Wajah-wajah pendeta dan kaum nasrani ini tampak lesu. Tak ada satu pun yang berani menjawab tantangan Insan. Bahkan ketika insan menantang seluruh hadirin, tidak hanya pendeta yang berada di depan. Tak ada yang berkutik.

“Mengapa Al Qur’an mudah dihafal? Karena ia kalamullah. Mukjizat. Mengapa tak ada yang hafal Alkitab? Karena ia bukan mukjizat,” demikian simpul Ihsan sembari menjelaskan bahwa cetakan tahun berapapun dan di negara manapun, Al Qur’an pasti sama. Ketika satu negara mengadakan musabaqah tilawatil Qur’an dan didengar penduduk negara lain, niscaya bisa diikuti dan dinilai bacaan itu benar atau salah.

Kesimpulan Ihsan itu membawa kegetiran tersendiri bagi orang-orang yang tak suka mendengarnya. 

Dukhon

Saat ini di dunia dan juga tentu saja termasuk indonesia, sedang perjadi pandemi yang berasal dari corona. Nama legkapnya virus corona. Ata...