Thursday, October 22, 2015

Imam Mahdi



Kemunculan Imam Mahdi adalah salah satu tanda datangnya Dajjal, dan begitu pula sebaliknya. Siapa sosok juru selamat yang akan datang di akhir zaman? Pertanyaan ini sering muncul beberapa abad silam. Sampai saat ini, umat Muslim di berbagai negara masih terus memperbincangkannya. Menurut Ensiklopedi Islam, terdapat perbedaan pendapat di kalangan umat Islam mengenai figur Imam Mahdi.

‘’Ada empat pendapat tentang figur Imam Mahdi,’’ tulis Ensiklopedi Islam. Menurut kelompok pertama, Imam Mahdi adalah seorang yang berasal dari keturunan Fatimah Az-Zahra, putri Rasulullah SAW. Ia berasal dari ahlulbait, yang namanya sama dengan Nabi SAW. Imam mahdi akan datang pada akhir zaman.
Menurut Ensiklopedi Islam, pendapat pertama ini dianut oleh mayoritas (jumhur) ahlusunah waljamaah. Sebagian ulama Sunni menambahkan, nama ayah Imam Mahdi yang akan menjadi juru penyelamat dunia di akhir zaman juga bernama Abdullah, sama seperti nama bapaknya Nabi SAW.

Menurut kelompok kedua, Imam Mahdi hanya figur seorang penyelamat kehidupan umat Manusia. Penganut pendapat ini menegaskan, figur Imam Mahdi tak harus berasal dari keturunan Fatimah Az-Zahra saja, yang jelas ia adalah seorang Muslim. Tak heran, jika sejak abad pertama Hijriah sudah sangat banyak orang yang mengaku dan disebut sebagai Imam Mahdi.

Kelompok ketiga berpendapat, bahwa Imam mahdi bukan merupakan figur seseorang, tetapi lambang atau simbol kemenangan yang haqq (benar) terhadap yang batil atau simbol kemenangan terhadap ketidakadilan. ‘’Anggapan ini banyak dianut oleh pemikir-pemikir modern,’’ tulis Ensiklopedi Islam.

Ketiga pendapat tentang figur Imam Mahdi di atas itu banyak dianut oleh kalangan Sunni atau ahlusunah waljamaah. John L Esposito dalam Ensiklopedi Oxford, mengungkapkan, pada umumnya kaum Sunni berpendapat bahwa kehadiran Imam Mahdi pada hakitanya adalah mewakili pandangan akan adanya pembaruan keyakinan, bukan adanya reinkarnasi Tuhan, seperti dalam ajaran Syiah.

‘’Menurut Kaum Sunni, figur Imam Mahdi yang terpilih bukanlah orang-orang yang kembali dari persembunyian,’’ papar Esposito. Wahana penting untuk menyebarkan paham ini dilakukan melalui ajaran dan tulisan para sufi, termasuk sufi yang sangat berpengaruh, Ibnu Arabi (wafat 1240 M).
Muhammad Baqir As-Sadr dalam Al-Mahdi Al-Muntazhar fi Fikril Islamy, mengungkapkan, sebagian ulama Sunni juga turut menjelaskan kesahihan hadis-hadis mengenai Imam Mahdi. Imam Tirmizi (wafat 279 H), misalnya, mengomentari tiga hadis mengenai Imam Mahdi. ‘’Hadis ini hasan sahih,’’ ujar Imam Tirmizi.
‘’Sesungguhnya hadis-hadis yang dijadikan hujjah oleh Allamah Hilli atas kemunculan Imam Mahdi adalah hadis-hadis sahih,’’ tutur Ibnu Taimiyah, ulama Sunni terkemuka (wafat 728 H). Sebagian ulama Sunni juga menyatakan, hadis-hadis tentang akan tibanya figur Imam Mahdi menjelang hari kiamat adalah mutawatir atau bersumber dari Nabi SAW.


  

Monday, October 19, 2015

Bukti Kebesaran Allah SWT, Terjadinya Siang Dan Malam

Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tanda,,, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang,,, agar kamu mencari kurnia dari Tuhanmu,,, dan supaya kamu mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan.,,, Dan segala sesuatu telah Kami terangkan dengan jelas. (Al-Israa' - Ayat 12)...

Setelah pelbagai usaha dilakukan dengan menggunakan satelit dan komputer dua tahun yang lalu para saintis berjaya mendapatkan gambar yang menunjukkan kawasan antara siang dan malam di bumi. Perhatikan gambar di bawah yang mengkagumkan ini yang memperlihatkan malam dan siang sekaligus.

Gambar tersebut diambil ketika waktu fajar. Mereka menjumpai ada garis lembut yang memisahkan antara siang dan malam tersebut. Kenyataan ini telah disebutkan dalam Al Quran sejak 14 abad yang lalu. Allah Taala berfirman tentang garis pemisah ini:

(وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْر) [البقرة: 187].

Sebahagian dari ayat-ayat Al-Quran lain tentang kejadian siang dan malam dan hikmahnya adalah seperti berikut:-

Tidakkah kamu memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan Dia tundukkan matahari dan bulan masing-masing berjalan sampai kepada waktu yang ditentukan, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. :- Surah Luqman - 29

#Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup[1]. Dan Engkau beri rezki siapa yang Engkau kehendaki tanpa hisab (batas). :Surah Ali'Imran - 27...

[1] Sebahagian mufassirin memberi misal untuk ayat ini dengan mengeluarkan anak ayam dari telur, dan telur dari ayam. Dan dapat juga diartikan bahwa pergiliran kekuasaan diantara bangsa-bangsa dan timbul tenggelamnya sesuatu umat adalah menurut hukum Allah....

Dia memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan. Yang (berbuat) demikian itulah Allah Tuhanmu, kepunyaan-Nyalah kerajaan. Dan 0rang-0rang yang kamu seru (sembah) selain Allah tiada mempunyai apa-apa walaupun setipis kulit ari. :Surah Faathir - 13

Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang itu dan pada apa yang diciptakan Allah di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi orang- orang yang bertakwa. :Surah Yunus - 6....

Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya. :Surah Al Anbiyaa' - 20.....

Saturday, October 17, 2015

Orang yang Disukai oleh Dajjal

Diriwiyatkan oleh An-Nawwas ibn Sam’an : “Dia, yang hidup dan melihatnya (Dajjal) harus membacakan di depannya ayat-ayat pembukaan Surat Al Kahfi,” (HR Muslim).
Diriwayatkan oleh Abu Umamah al-Bahili : “Barangsiapa memasuki nerakanya (Dajjal), mintalah pertolongan Allah dan bacakan ayat pembukaan Surat Al Kahfi, dan hal ini akan mendinginkan dan mendamaikannya, seperti api menjadi dingin terhadap Ibrahim,” (HR Ibnu Katsir).

Tanda-tanda dan rahasia Hari Akhir
Satu alasan mengapa Rasulullah SAW menganjurkan orang-orang beriman membaca Surat Al Kahfi saat Dajjal mencoba membujuk rayu adalah karena surat ini berisi isyarat penting mengenai Hari Akhir. Seperti berbagai hal yang dibutuhkan untuk bertahan dan memerangi Dajjal, dan gerakan-gerakan anti-agama yang menimbulkan berbagai kejahatan atas kemanusiaan, yang ingin disebarkan oleh Dajjal ke seluruh dunia.
Surat Al Kahfi ini juga berisi berbagai pelajaran bagi kaum Muslimin. Anjuran Rasulullah SAW untuk menghapalkan dan membaca surat ini dengan penuh perhatian adalah suatu isyarat kuat tentang hal ini. Seperti kita akan lihat di seluruh bab ini, pengalaman Ashabul Kahfi yang tinggal di sebuah masyarakat yang kafir, pelajaran bahwa Musa AS belajar dari Khidr, dan pemerintahan di atas dunia yang didirikan oleh Dzulkarnain AS agar dapat menyebarkan nilai-nilai Islam, adalah perkara-perkara yang perlu direnungkan oleh orang-orang beriman.

Lalu orang seperti apa yang sangat disukai oleh Dajjal? Dan tanpa disadari ia sudah ditandai oleh Dajjal di hatinya?
1. Orang yang apabila kumandang adzan terdengar, ia mengacuhkannya.
2. Orang yang apabila dinasihati atau diberitahukan mengenai rencana-rencana Dajjal di dunia sebelum ia datang, dia tidak peduli.
Dajjal tidak langsung tiba-tiba datang. Atas Izin Allah SWT ia mempersiapkan semuanya dengan bantuan para pengikutnya (Freemasonry – Illuminati) agar semakin banyak manusia yang akan menjadi pengikutnya. Dan jika seseorang sudah tahu mengenai rencana Dajjal ini, Dajjal sudah melihatnya dan menandai hatinya.
Ini sesuai dengan doa Dajjal kepada Allah SWT yang kelak akan di kabulkan: 

”Ya rabb berikanlah aku kemampuan untuk menurunkan hujan, menghidupkan orang yang sudah mati, menyembuhkan penyakit yang ada di dunia, menyuburkan tanaman dan memperlihatkan surga dan neraka kepada manusia kelak,,, yang sesungguhnya surgaku adalah neraka-Mu dan nerakaku adalah surga-Mu ya Rabb agar aku bisa menguji keimanan manusia kelak….”


Pembunuhan Pertama, Qabil & Habil

Setelah pasangan Nabi Adam ‘alaihissalam dan Hawa turun ke bumi, Allah Subhanahu wa Ta’ala mengaruniakan anak keturunan kepada mereka. Tidaklah Hawa melahirkan kecuali selalu kembar laki-laki dan perempuan. Diriwayatkan dari Ibnu Ihasq dalam Tafsir Baghowi dan Tafsir Al-Qurthubi bahwa Hawa melahirkan 40 anak dengan 20 kali mengandung. Wallahu a’lam.
Setelah anak keturunannya mencapai dewasa, Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyariatkan (membolehkan) kepada Nabi Adam ‘alaihissalam untuk menikahkan salah satu dari pasangan kembar dengan salah satu dari pasangan Qabil bersama Iqlimiya yang berparas cantik, sedangkan pasangan kembar adiknya bernama Habil dan Layudha berparas kurang menarik.
Ketika Nabi Adam ‘alaihissalam hendak menikahkan mereka (Habil dengan Iqlimiya dan Qabil dengan Layudha, red.) proteslah Qabil dan membangkang dikarenakan saudara Habil jelek dan saudaranya sendiri cantik. Sehingga ia menginginkan saudara kembarnya tersebut untuk dirinya sendiri lantaran ia merasa dirinya lebih berhak atas saudara kembarnya. Berdasarkan wahyu dari Allah, Nabi Adam ‘alaihissalam memerintahkan keduanya untuk berkurban, siapa yang diterima kurbanya maka dialah yang berhak atas keutamaan (menikahi saudara kembar Qabil).

Kurban Qabil dan Habil
Qabil adalah seorang petani. Ketika diperintahkan berkurban maka ia berkurban dengan seikat gandum. Dia pilih gandum yang jelek dari tanamannya. Dia tidak peduli apakah kurbannya diterima atau tidak, karena rasa sombong dan dengki sudah menguasainya.
Sedangkan Habil seorang peternak kambing, dia pilih kambing yang muda lagi gemuk untuk berkurban. Dia berkeinginan agar kurbannya diterima di sisi Allah Ta’ala. Setelah kurban keduanya dipersembahkan, Allah Ta’ala menurunkan api berwarna putih dan dengan izin Allah api itu membawa kurban Habil (sebagai tanda bahwa kurbannya diterima) dan meninggalkan kurban Qabil.
Al-Qurthubi menukil dari Sa’id bin Jubair rahimahullah dan lainnya bahwa kambing itu diangkat ke surga dan hidup di sana hingga diturunkan lagi ke bumi untu dijadikan tebusan bagi Nabi Ismail ‘alaihissalam ketika hendak disembelih oleh Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, Wallahu a’lam
Melihat yang demikian, di mana kurbannya tidak diterima, spontan marahlah Qabil hingga berlanjut mengancam Habil untuk membunuhnya. Walau bagaimanapun, dia tak ingin Habil menikhai saudara perempuannya. Allah Ta’ala berfirman menceritakannya dalam Surat Al-Maidah ayat 27,
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ابْنَىْ ءَادَمَ بِالْحَقِّ إِذْ قَرَّبَا قُرْبَانًا فَتُقُبِّلَ مِنْ أَحَدِهِمَا وَلَمْ يُتَقَبَّلْ مِنَ اْلأَخَرِ قَالَ لأَقْتُلَنَّكَ قَالَ إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ
Ceirtakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Qabil dan Habil) dengan sebenarnya. Ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah satunya dan tidak diterima dari yang lainnya. Maka berkata yang tidak diterima kurbannya, Sungguh aku akan membunuhmu. Dan berkata yang diteirma kurbannya, Sesungguhnya Allah hanya menerima kurban dari orang-orang bertakwa.’
Melihat kakaknya berniat membunuhnya, Habil tidak membela diri. Sebaliknya, dia menyerahkan dirinya dan tidak ada keinginan melawan. Dia berkata,
لَئِن بَسَطْتَ إِلَيَّ يَدَكَ لِتَقْتُلَنِي مَآأَنَا بِبَاسِطٍ يَدِيَ إِلَيْكَ لأَقْتُلَكَ إِنِّي أَخَافُ اللهَ رَبَّ الْعَالَمِينَ {28} إِنِّي أُرِيدُ أَن تَبُوأَ بِإِثْمِي وَإِثْمِكَ فَتَكُونَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ وَذَلِكَ جَزَآؤُا الظَّالِمِينَ {29}
Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu untuk membunuhku, sekali-kali aku tidak menggerakkan tanganku aku membunuhmu. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Robb sekalian alam. Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali dengan membawa dosa (pembunuhan ini) dan dosa kamu sendiri yang lain, maka kamu menjadi penghuni neraka, dan yang demkian itulah pembalasan bagi orang-orang yang zhalim.” (QS. Al-Maidah: 28-29)
Habil melakukan tindakan ini karena Qabil bukanlah orang kafir melainkan pelaku maksiat, dia khawatir jika melawan akan punya keinginan seperti Qabil yakni membunuh lawannya. Ini tentu berakibat fatal, karena nanti kedua-duanya akan masuk neraka.
Tindakan ini juga seperti apa yang dilakukan Khalifah Utsman bin Affan, pada waktu terjadinya fitnah ia tidak melawan ketika diserang karena beliau tahu yang dihadapinya orang-orang muslim. Adapaun kepada orang kafir maka seharusnya mempertahankan diri dan melawan, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Bukhari dan Muslim:
Apabila dua orang muslim berhadap-hadapan dengna pedang masing-masing, maka pembunuh dan yang dibuuh keduanya masuk neraka.” Para sahabt bertanya, “Wahai Rasulullah, kalau pembunuh wajar ia masuk neraka, tetapi kalau yang dibunuh apa gerangan penyababnya?” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sesungguhnya yang dibunuh itu juga berkeinginan membunuh temannya.”
Juga dalam hadits yang shahih riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, dan Tirmidzi:
Seorang sahabat bertanya, “Bagaimana pendapat Anda (wahai Rasulullah) jika ada orang (muslim) yang masuk rumah saya lalu menggerakkan tangannya untuk membunuh saya?” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jadilah seperti anak Nabi Adam (ketika dibunuh ia tidak melawan).

Cara Qabil Membunuh

Diriwayatkan dalam beberapa kitab tafsir, Qabil berkeinginan kuat untuk membunuh saudaranya, Habil, sekalipun sudah diberikan nasihat dan peringatan oleh Habil sendiri.
Pada suatu hari ketika Habil sedang menggembala kambing lantas tertidur lelap, tiba-tiba datanglah Qabil dengan membawa batu lalu dengan beringas batu itu dilemparkan mengenai kepala Habil hingga memecahkannya. Riwayat lain menyatakan bahwa Habil dicekik dan digigit sebagaimama binatang buas ketika menyantap mangsanya, wallahu a’lam. Dan pada akhirnya matilah Habil karenanya.

Setelah Habil meninggal, tanpa rasa belas kasihan Qabil meninggalkan jenazahnya di tempat terbuka. Dia tidak tahu apa yang mesti dilakukan kepada jenazah saudaranya karena jenazah Habil adalah yang pertama kali di atas permukaan bumi. Perbuatan Qabil ini membuahkan malapetaka yang besar bagi dirinya sendiri. Dia akan menanggung dosa dari pembunuhannya tersebut—karena ia tidak bertaubat—sekaligus dosa orang yang menirunya yakni melakukan pembunuhan dengan jalan yang tidak benar. Sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam,
Tidaklah dibunuh suatu jiwa dengan zalim melainkan dosa pembunuhan itu akan ditanggungpula oleh anak Adam yang pertama (Qabil) karena dialah yang pertama memberi contoh pembunuhan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,
Barang siapa yan gmemulai perkara baik (yang disyariatkan) maka baginya pahalanya dan pahala orang yang mengikutinya sampai terjadinya hari kiamat. Dan barang siapa yang memulai perkara jelek maka baginya dosanya dan dosa orang yang mengikutinya sampai terjadinya hari kiamat.” (HR. Muslim)

Dalam keadaan yang demikian, Allah Ta’ala mendatangkan dua burung gagak yang sedang bertarung, salah satunya mati. Maka yang hidup mengais-ngais tanah dengan paruhnya membuat lubang untuk menanam burung gagak yang mati. Qabil mengambil pelajaran dari peristiwa itu tentang cara mengubur jenazah saudaranya.

Al-Qurtubhi mengatakan, “Hasad atau dengki adalah dosa yang pertama kali dilakukan di langit dan di bumi, di langit adlaah dengkinya iblis kepada Nabi Adam ‘alaihissalam dan di bumi adalah dengkinya Qabil kepada Habil.”
Pembunuhan termasuk dosa besar yang mengancam pelakunya masuk neraka.

Monday, October 5, 2015

Tanda-tanda Seseorang Diuji



“Patutkah manusia menyangka Bahawa mereka akan dibiarkan Dengan hanya berkata: “Kami beriman!”, sedang mereka tidak diuji (dengan sesuatu cobaan) dan sesungguhnya!, kami telah menguji orang-orang yang terdahulu daripada mereka, maka (dengan ujian yang demikian), nyata apa yang diketahui Allah SWT tentang orang-orang yang sebenar-benarnya beriman, dan nyata pula apa yang diketahuiNya tentang orang-orang yang berdusta,“  (QS.Al-Ankabut (29):2-3).

DALAM ayat di atas sudah jelas bahwa ujian yang diberikan oleh Allah SWT kepada seseorang, semata-mata untuk mengetahui tingkat keimanan seseorang, seperti halnya ujian sekolah yang kita hadapi untuk naik ke tingkat yang lebih tinggi. Allah SWT sangat mencintai hambaNya, oleh karena itu dia tidak ingin hambaNya menjadi seseorang yang lemah. Jika kita diberikan Ujian, itu tandanya :
Sebagai Peringatan Agar Tidak Terus Melakukan Dosa
Jika dibukakannya dunia bisa menjadikan kita lalai sehingga hal itu bisa menjadi istidraj, maka sebaliknya jika Allah SWT mencabut kesenangan itu, menarik kenikmatan itu, bisa jadi itu pertanda Allah SWT masih sayang pada kita. Ibarat orang tua menjewer anaknya agar supaya anaknya ingat dan insyaf dari kenakalannya.
“Apabila Allah SWT menghendaki kebaikan bagi seseorang maka dipercepat tindakan hukuman atas dosanya (di dunia) dan jika Allah SWT menghendaki bagi hambanya keburukan maka disimpan dosanya sampai dia harus menebusnya pada hari kiamat,” (HR. Tirmidzi dan Al-Baihaqi).
“Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri,” (QS.Al-A’raf (7):94)

“Dan tidaklah mereka perhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun? Namun mereka tidak juga bertaubat dan tidak pula mengambil pelajaran,” (QS.At-Taubah (9):126).
Jadi jelas ujian dan kesempitan serta penderitaan itu ada yang bertujuan untuk mengingatkan kita. Tentu ini merupakan kasih sayang Allah SWT pada diri kita agar kita tidak terus menerus bergelimang dosa. Jika tidak demikian, lalu bagaimana? Apakah Anda ingin terus melakukan dosa sementara kita berharap Allah SWT terus menambah nikmatnya? Jika demikian yang terjadi, maka itu adalah istidraj.

Allah SWT Tahu, Kita Tak Akan Kuat Pada Godaan Dunia
Bisa jadi Allah SWT justru menghindarkan kita dari dunia demi kebaikan kita. Mungkin karena tahu jika dunia dibukakan kepada kita, maka justru kita akan terlalaikan oleh dunia.
“Sesungguhnya Allah SWT melindungi hambaNya yang mukmin dari godaan dunia dan Allah SWT juga menyayanginya sebagaimana kamu melindungi orangmu yang sakit dan mencegahnya dari makanan serta minuman yang kamu takuti akan mengganggu kesehatannya,” (HR. Al-Hakim dan Ahmad).

Allah SWT Hendak Menerima Amal Kita Yang Sedikit
Terkadang kita berlaku tidak adil pada Allah SWT. Kita meminta yang banyak dan meminta sesuatu yang besar pada Allah SWT namun kita hanya bisa mempersembahkan amal yang sedikit. Bahkan kadang kala kita tetap memohon surga sementara kita tetap melakukan kemaksiatan.
“Barang siapa ridho dengan rezeki yang sedikit dari Allah SWT maka Allah SWT akan ridho dengan amal yang sedikit dari dia,” (HR. Bukhari)
Sesungguhnya Allah SWT menguji hambanya dengan rezeki yang diberikan Allah SWT kepadanya. Kalau dia ridho dengan bagian yang diterimanya maka Allah SWT akan memberkahinya dan meluaskan pemberianNya. Kalau Dia tidak ridho dengan pemberianNya maka Allah SWT pun tidak akan memberinya berkah (H.R. Ahmad)

Allah SWT Hendak Mengampuni Dosa Kita
“Tiada seorang muslim tertusuk duri atau lebih dari itu kecuali Allah SWT mencatat baginya kebaikan dan menghapus darinya dosa,” (HR. Bukhari).
“Tiada seorang muslim ditimpa rasa sakit, kelelahan, diserang penyakit atau kesedihan sampai pun duri yang menusuk kecuali dengan itu Allah SWT menghapus dosa-dosanya,” (HR. Bukhari).

Allah SWT Hendak Menaikkan Derajat Kita
“Seorang hamba memiliki suatu derajat di surga. Ketika dia tidak dapat mencapai (derajat itu) dengan amal-amal kebaikannya, maka Allah SWT akan menguji dan mencobanya agar dia mencapai derajat itu,” (HR. Athabrani).

Allah SWT Hendak Mewafatkan Kita Dalam KeadaanKhusnul Khotimah
Khusnul Khotimah ialah akhir yang baik. Artinya seseorang keluar dari dunia ini dalam keadaan diampuni dosanya atau bersih dosanya sehingga tidak perlu lagi mendapat adzab kubur dan adzab neraka. Karena adzab kubur dan adzab neraka lebih berat daripada hukuman di dunia.
Maka terkadang seseorang ingin dibersihkan dosa-dosanya oleh Allah SWT namun orang itu tak bisa mengejar dengan ibadahnya dan amal sholehnya, karena mungkin dosanya kelewat banyak. Maka Allah SWT menjadikan pahalnya itu dari buah kesabaran atas musibah yang ditimpakan kepadanya
Dari Sa’ad bin Abi Waqash.ra, Rasulullah SAW bersabda : “Seseorang diuji menurut kadar agamanya. Kalau agamanya lemah dia diuji dengan itu (ringan) dan bila imannya kuat dia akan diuji sesuai dengan itu (keras). Seseorang akan diuji terus menerus sehingga dia berjalan di muka bumi ini bersih dari dosa-dosanya,” (HR. Bukhari).

Allah SWT Ingin Mendengar Ratapan Kita
Kadangkala seseorang mendapat ujian karena cintanya dan rindunya Allah SWT kepada orang tersebut sehingga Allah SWT suka apabila hambanya itu memohon dan Allah SWT suka jika hambanya itu meratap.
“Apabila Allah SWT menyenangi seorang hamba maka dia akan diuji agar Allah SWT mendengar permohonannya (ratapannya),” (HR. Baihaqi).

Allah SWT Ingin Memberikan Cintanya
Demikian pula terkadang Allah SWT menghindarkan seseorang dari gemerlapnya dunia karena cintaNya. Karena tahu justru dunia itu buruk bagi orang tersebut dan Allah SWT ingin melindunginya dari godaan dunia agar ia tidak terjerumus dosa. Maka kadangkala Allah SWT berikan kemiskinan itu bukan karena murkaNya melainkan justru karena cintaNya.
“Besarnya pahala sesuai dengan besarnya ujian dan cobaan. Sesungguhnya Allah SWT azza wa jalla  bila menyenangi suatu kaum maka Allah SWT akan menguji mereka. Barang siapa bersabar maka baginya manfaat kesabarannya dan barang siapa murka maka baginya murka Allah SWT,” (HR. Tirmidzi).
Dalam hadits di atas, jika Allah SWT mencintai suatu kaum maka justru Allah SWT akan berikan ujian dan cobaan karena disitulah lumbung pahala jika ia bersabar menghadapi ujian tersebut 

Allah SWT Berkehendak Memberikan Yang Lebih Baik
Kadang kala Allah SWT mengambil sesuatu dalam rangka menggantinya dengan sesuatu yang lebih baik. Bahkan lebih baik daripada apa yang orang tersebut minta. Namun apa yang lebih baik menurut Allah SWT belum tentu lebih baik di mata manusia.
Oleh karena itu, sebagai seorang yang Beriman, apabila ditimpa suatu ujian hendaklah ia lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT dan Bersabar atas ujian itu.
“Rasulullah Mengagumi seorang mukmin yang bila ia memperoleh kebaikan, ia memuji Allah dan bersyukur. Bila ia ditimpa musibah, ia memuji Allah dan ia bersabar,” (HR.Ahmad).[ar/islampos]

https://www.islampos.com/tanda-tanda-seseorang-diuji-1-217155/
 

Friday, October 2, 2015

2 Tanduk Setan



Pernahkah anda mendengar kata dua tanduk setan? Ya, dua tanduk setan tersebut telah banyak diungkapkan oleh Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam melalui sabdanya. Sebenarnya, apa makna dari dua tanduk setan tersebut?

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya matahari, ketika terbit membawa tanduk setan. Ketika ia naik, tanduknya dilepaskan. Ketika berada di tengah ufuk, tanduknya dikenakan kembali. Ketika tergelincir, tanduk itu ditanggalkan, dan dikenakan kembali ketika mendekati tenggelam. Ketika betul-betul tenggelam, tanduk itu ditanggalkan. Karena itu, janganlah kalian shalat pada tiga waktu tersebut,” (HR. Malik, Ahmad bin Hambal, Ibnu Majah, dan Al-Baihaqi).

“Sesungguhnya matahari terbit di antara dua tanduk setan, dan tenggelam di antara dua tanduk setan pula,” (HR. Abu Dawud dan Muslim).

“Janganlah kalian mendekatkan shalat kalian dengan waktu terbit dan tenggelamnya matahari. Sebab, ia terbit di antara dua tanduk setan, dan tenggelam di antara dua tanduk setan pula,” (HR. Bukhari).

Para ulama berbeda pendapat mengenai pengertian lahiriah dan hakiki dari “dua tanduk setan” tersebut.
Ada yang mengatakan itu memang benar-benar tanduk setan. Maksudnya adalah setan mengikuti matahari. Setan menyertai terbit dan terbenamnya matahari agar para penyembah matahari yang bersujud pada matahari, sebenarnya bersujud pada setan. Sehingga, setan dan pendukung-pendukungnya merasa orang-orang kafir tersebut bersujud padanya.

Pendapat lain adalah “tanduk” tersebut merupakan kiasan. Makna kiasan “tanduk” tersebut adalah kehebatan, kesombongan, kekuasaan, dan kemampuan setan dan pendukung-pendukungnya.

Socotra Island

Salah satu tempat atau pulau yang di juluki sebagai ‘neraka dunia’ adalah Socotra. Tidak diketahui kenapa ia dianggap sebagai Neraka Dunia. Sebagai pulau terbesar daripada empat pulau di Lautan Hindi, Socotra terletak kira-kira 240 kilometer ke timur Afrika Timur. Ia pulau terpencil dan satu pertiga daripada tumbuhan di situ, termasuk pokok gergasi tidak akan ditemui di tempat lain. Socotra amat aneh sehingga digambarkan sebagai tempat paling pelik-rumit di bumi.

Keanehan pulau Socotra ini mengundang tanda tanya banyak pihak kenapa pulau ini tidak mendapat tempat di kalangan pelancong, diabaikan dan tersisih meskipun mempunyai banyak kelebihan di bandingkan tempat-tempat lain di dunia.

Kepulauan Socotra di Yaman yang dikenali juga sebagai ‘The Roof of Arabia’. Yang sangat menarik ialah flora dan fauna serta landscape yang tak pernah kita lihat di TV atau pun media cetak sebelum ini. Kepulauan Socotra baru saja di calonkan sebagai ‘one of the new seven wonders of the word’. UNESCO pula menjuluki : Socotra Island sebagai ‘ WORLD HERITAGE SIDE ’.

Pulau Socotra yang terletak kira-kira 210 meter di luar Semenanjung Arab. Socotra merupakan dunia asing bagi penduduk Yaman sendiri. Penduduk di situ menggunakan bahasa mereka yang tersendiri yaitu bahasa Soqotri. Hanya akhir-akhir ini, pulau ini boleh dikunjungi dengan boat tetapi tetap terpisah dari dunia luar apabila musim muson tiba dari bulan Jun hingga September.

Pulau terpencil ini hanya di diami sekitar 40.000 orang. Nama Socotra itu sendiri diambil dari bahasa Sansekerta yang artinya “Pulau Kebahagiaan”. Banyak pohon dan tumbuhan di pulau ini termasuk dalam kategori flora endemis, yang artinya tidak ditemui di tempat lain di dunia selain di pulau Socotra. Bahkan ada beberapa varieti yang diprediksikan telah mencapai usia 20 juta tahun.

Kelainan kejadian di sebuah pulau di Laut Arab, muka lautan ke Teluk Eden. Ciptaan Allah Subhana Wa Ta’ala yang tidak terdapat di lain tempat di dunia. Anehnya, walaupun Pulau Socotra mempunyai keistimewaan yang tidak terdapat di lain tempat, ia bukanlah salah satu lokasi yg menarik bagi para pelancong. Pulau Socotra adalah pulau yang memiliki iklim tropika padang pasir. Panasnya mencapai sehingga 40 derajat celcius.

Pulau Socotra adalah pulau yang dilindungi keasliannya, di sana hampir tidak dibangunkan jalan raya. Satu-satunya jalan yang ada di sana, hanya di bangun kira-kira 2 tahun yang lalu melalui bantuan Pemerintah Yaman dan UNESCO.
Tidak banyak usaha dilakukan untuk menarik pelancong ke Pulau Socotra agar keaslian pulau Socotra terpelihara. Tidak ada kemudahan disediakan termasuk hotel atau tempat istirahat di sana.
Lebih aneh apabila ada masyarakat yang mengaitkannya dengan penjara Dajjal. Pulau socotra, pulau terpelik di dunia,. mempunyai spesis tumbuhan yang amat pelik, seperti dragon blood tree, atau pokok darah naga, getahnya berwarna merah. pokok ‘Dragon Blood Tree‘. Dalam bahasa tempatan Dam al-Akhawain bermaksud..’blood of the two brothers’. Pokok ini berharga karena getah nya yang berwarna merah digunakan sebagai pembuatan obat dan kosmetik. Pokok nya begitu cantik dan unik.Pokok Daragon’s Blood ini ialah salah satu diantara 900 spesis pokok yang sangat pelik dan popular di pulau Socotra. Bila ke sini seperti pergi ke planet ALLIEN, teori sebagian pengamat menyatakan pulau ini mungkin tempat DAJJAL di kurung. Tidak dapat dipastikan kebenarannya karena ia termasuk dalam kreteria berita ghaib dan hanya ber pedoman pada salah satu hadis yang menyebut : Tempat Dajjal di kurung ialah Laut Yaman.
Wallahu a’lam.

Sejarah pulau Socotra
Nama socotra berasal dari bahasa sansekerta, ‘sukhadhara dvipa’ yang berarti " PULAU KEBAHAGIAAN “. Menurut sejarah, penduduk pulau socotra telah memeluk Kristen sejak tahun 52 setelah masehi. Pada abad 10, seorang ahli geografi Arab yang bernama Abu Muhammad Al-Hassan Al-Hamdani menyatakan bahwa pada masanya, penduduk Socotra mayoritas memeluk agama Kristen. Konon mereka juga telah mempraktikkan ritual sihir kuno.
Pada tahun 1507, armada Portugis mendarat di pulau ini. Tujuan mereka adalah untuk menghentikan perdagangan Arab dari Laut Merah ke Samudra Hindi serta untuk menghapuskan aturan-aturan Islam dalam perdagangan tersebut. Namun, invasi Portugis ini tidak sukses karena penduduk setempat menentang mereka. Pada tahun 1511, pulau ini dikuasai oleh Kesultanan Mahra. 456 tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 30 November 1967, Pulau Socotra menjadi bagian dari Republik Rakyat Yaman Selatan yang pada saat ini telah berubah menjadi Republik Yaman.
Geografi dan Iklim
Pulau Socotra termasuk tempat yang paling terpencil di dunia. Sebenarnya Socotra merupakan sebuah kepulauan. Pulau Socotra sendiri merupakan pulau utama, sedang 3 pulau kecil lainnya bernama pulau Abd Al Kuri, Pulau Samhah,dan Pulau Darsa. Puncak tertinggi di Pulau Socotra adalah pegunungan Haghier dengan ketinggian 1.500m dari permukaan laut. Iklim di pulau ini di klasifikasikan sebagai iklim koppen dengan suhu tahunan rata-rata diatas 18 derajat Celcius.
Flora dan Fauna
Inilah yang membuat pulau ini begitu terkenal akan ke eksotisannya, sekaligus menjadi misteri tersendiri. Karakteristik iklim dan geologi pulau ini yang unik menjadikan flora-flora yang tumbuh di pulau ini unik. Bahkan floranya termasuk tumbuhan endemik, jadi tumbuhan tersebut hanya ada di pulau Socotra. Ada pula beberapa tumbuhan yang terancam hidup di pulau ini. Flora dengan bentuk aneh sepertipohon Darah Naga (Dracanea Cinnabari) menjadi ikon khas pulau ini. Konon getah pohon ini digunakan penduduknya sebagai ubat dari segala penyakit. Flora unik lainnya adalah tanaman raksasa Dorstenia, Dendrosicyos, pohon Delima Socotra yang langka (punica protopunica).
Disisi fauna, pulau ini juga memiliki spesies burung endemik seperti Socotra Starling Onychognathus Frater, Socotra Sunbird Nectarinia Balfouri, Socotra Sparrow Passer Insularis,dan Grosbeak Socotra Rhynchostruthus Socotranus. Ada juga Burung Penyanyi Socotra, incana incana. Kelelawar adalah satu-satunya mamalia asli pulau Socotra. Pulau ini juga memiliki spesies endemik terumbu karang. Akan tetapi hewan-hewan yang dibawa oleh manusia seperti ayam, kambing, sapi, dll dikhawatirkan akan merusak flora-flora asli pulau tersebut di masa depan.

Pengakuan Oleh UNESCO
Pulau ini diakui UNESCO sebagai satu warisan alam dunia pada Juli 2008. Perlindungan terhadap pulau ini hingga tidak dibangun fasilitas bagi pengunjung seperti hotel, restoran, dan bangunan lainnya meski pulau ini memiliki potensi sebagai tempat wisata yang luar biasa.
Hal Lain Mengenai Pulau Ini
Bahasa asli penduduk di pulau ini adalah Bahasa Semit Soqotri yang hanya diucapkan di pulau Socotra. Terlepas dari keindahan alam Pulau Socotra, banyak ilmuwan yang tertarik dan meneliti pulau yang memiliki flora dan fauna yang boleh saya katakan “ LAIN DARI YG LAIN ” . Sebagian ilmuwan berpendapat flora dan fauna di pulau ini merupakan spesies yang hidup di masa lampau dan belum pernah di identifikasi sebelumnya. Karena letak pulau yang terasing dari dunia luar dan karakteristik iklimnya yang unik, flora dan fauna ini masih bertahan hidup hingga saat ini. Demikianlah sekilas mengenai Pulau Socotra,dengan segala keunikan dan keindahan alamnya, tidak heran jika UNESCO dan pemerintah Yaman bersungguh-sungguh mempertahankan keaslian pulau ini.

Dukhon

Saat ini di dunia dan juga tentu saja termasuk indonesia, sedang perjadi pandemi yang berasal dari corona. Nama legkapnya virus corona. Ata...