Saturday, December 27, 2014

Amal Rahasia Penghantar Husnul Khatimah

Oleh: Fachriy Aboe Syazwiena



SEORANG lelaki di Saudi memiliki tetangga yang tak pernah sholat dan berpuasa. Suatu hari, dia bermimpi kedatangan lelaki.
Dalam mimpinya itu, lelaki tadi memintanya agar mengajak tetangganya yang tak pernah shalat untuk umrah.
Ia dikejutkan oleh mimpinya namun ia tak hiraukan. Anehnya mimpi yang sama terulang. Akhirnya ia mendatangi seorang syaikh untuk bertanya tentang mimpi tsb. Syaikh berujar bhw jika mimpi terulang lagi, ia mesti merealisasikan mimpinya itu.
Dan benar saja, ia bermimpi lagi. Lantas ia mengunjungi tetangganya untuk menawarkannya umrah bersama.
“Ayo umrah bersama kami.”
“Bagaimana aku akan umrah sementara aku tak pernah sholat.”
“Tenang saja. Aku akan mengajarkanmu sholat.”
Ia pun mengajarkannya kemudian lelaki itu mengerjakan sholat.
“Baik, aku sudah siap. Mari berangkat. Tapi, bagaimana aku umrah sementara aku tak tahu caranya.”
“Nanti di mobil kuajari.”
Keduanya dgn senang hati berangkat untuk umrah dengan menggunakan mobil. Setelah tiba, mereka melakukan tuntunan yang disyariatkan.
Selesailah prosesi. Keduanya akan kembali pulang.
“Sebelum balik, adakah engkau ingin melakukan sebuah amal yang engkau anggap penting?” Tanyanya kepada tetangganya.
“Iya. Aku ingin shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim.”
Sang tetangga pun sholat dan terjadilah hal yang menakjubkan. Ia meninggal dalam keadaan bersujud.
Lelaki yang membawanya kaget dan tersentak. Bagaimana mungkin lelaki yang hadir dalam mimpinya dan diajak umrah meninggal seolah-olah dia adalah wasilah kematiannya.
Akhirnya, jenazah dibawa pulang ke rumah istrinya. Ia bertanya dalam hati, bagaimana mungkin lelaki yang tak pernah shalat dan puasa meninggal saat umrah dalam keadaan sujud husnul khatimah? Ia berpikir pastilah ada amal spesial dan rahasia yang dilakukannya.
Kepada istri lelaki tadi, ia bertanya tentang ini.
“Kami memiliki tetangga seorang wanita tua renta. Suamiku begitu menyayanginya. Suamiku selalu membuat sendiri sarapan, makan siang dan makan malam lalu mengantarkannya kepada wanita tua itu. Wanita itu kerapkali mendoakan husnul khatimah untuk suamiku,” ujar sang istri.
——–
Kisah di atas kami terjemahkan dari akun seorang ikhwah (Mesir).
Kami teringat nasihat syaikh Rajihi di kelas:
“Usahakan ya ikhwan,” kata syaikh, “kalian mesti memiliki amal rahasia yang hanya Allah dan engkau saja yang tahu. Ini akan membantu kalian mengarungi dunia dan negeri akherat.”
Pemuda dalam kisah di atas memiliki amal rahasia yaitu memberi makan wanita tua yang merupakan tetangganya. Ia pun berteman dengan orang shalih yang merupakan wasilah menuju husnul khatimahnya.
“Sungguh,” tutur syaikh Sami di hadapan kami, “banyaklah berteman dengan orang-orang sholeh, penghafal Alquran, dan lainnya.”

Thursday, December 25, 2014

Rahasia Kecerdasan Orang-Orang Yahudi; Ambil yang Baik Buang yang Buruk

DALAM Qur’an, tertulis bahwa kebanyakan dari golongan Yahudi ialah diberi karunia berupa kepintaran akal. Artikel Dr Stephen Carr Leon patut menjadi renungan bersama. Stephen menulis dari pengamatan langsung. Setelah berada 3 tahun di Israel karena menjalani housemanship dibeberapa rumah sakit di sana. Dirinya melihat ada beberapa hal yang menarik yang dapat ditarik sebagai bahan tesisnya, yaitu, “Mengapa Yahudi Pintar ?”
Ketika tahun kedua, akhir bulan Desember 1980, Stephen sedang menghitung hari untuk pulang ke California, terlintas di benaknya, apa sebabnya Yahudi begitu pintar? Kenapa tuhan memberi kelebihan kepada mereka? Apakah ini suatu kebetulan? Atau hasil usaha sendiri?
Maka Stephen tergerak membuat tesis untuk Phd-nya. Sekadar untuk Anda ketahui, tesis ini memakan waktu hampir delapan tahun. Karena harus mengumpulkan data-data yang setepat mungkin.
Marilah kita mulai dengan persiapan awal melahirkan. Di Israel, setelah mengetahui sang ibu sedang mengandung, sang ibu dan bapak akan membeli buku matematika dan menyelesaikan soal bersama suami.
Stephen sungguh heran karena temannya yang mengandung sering membawa buku matematika dan bertanya beberapa soal yang tak dapat diselesaikan. Kebetulan Stephen suka matematika.


Stephen bertanya, “Apakah ini untuk anak kamu?”
Dia menjawab, “Iya, ini untuk anak saya yang masih di kandungan, saya sedang melatih otaknya, semoga ia menjadi jenius.”
Hal ini membuat Stephen tertarik untuk mengikut terus perkembangannya.
Kembali ke matematika tadi, tanpa merasa jenuh si calon ibu mengerjakan latihan matematika sampai genap melahirkan. Hal lain yang Stephen perhatikan adalah cara makan. Sejak awal mengandung dia suka sekali memakan kacang badam dan korma bersama susu. Tengah hari makanan utamanya roti dan ikan tanpa kepala bersama salad yang dicampur dengan badam dan berbagai jenis kacang-kacangan.
Menurut wanita Yahudi itu, daging ikan sungguh baik untuk perkembangan otak dan kepala ikan mengandungi kimia yang tidak baik yang dapat merusak perkembangan dan penumbuhan otak anak didalam kandungan. Ini adalah adat orang orang Yahudi ketika mengandung. menjadi semacam kewajiban untuk ibu yang sedang mengandung mengonsumsi pil minyak ikan.
Ketika diundang untuk makan malam bersama orang orang Yahudi. Begitu Stephen menceritakan, “Perhatian utama saya adalah menu mereka. Pada setiap undangan yang sama saya perhatikan, mereka gemar sekali memakan ikan (hanya isi atau fillet),”
ungkapnya.
Biasanya kalau sudah ada ikan, tidak ada daging. Ikan dan daging tidak ada bersama di satu meja. Menurut keluarga Yahudi, campuran daging dan ikan tak bagus dimakan bersama. Salad dan kacang, harus, terutama kacang badam.
Uniknya, mereka akan makan buah buahan dahulu sebelum hidangan utama. Jangan terperanjat jika Anda diundang ke rumah Yahudi Anda akan dihidangkan buah buahan dahulu. Menurut mereka, dengan memakan hidangan kabohidrat (nasi atau roti) dahulu kemudian buah buahan, ini akan menyebabkan kita merasa ngantuk.
Akibatnya lemah dan payah untuk memahami pelajaran di sekolah.
Di Israel, merokok adalah tabu, apabila Anda diundang makan dirumah Yahudi, jangan sekali kali merokok. Tanpa sungkan mereka akan menyuruh Anda keluar dari rumah mereka. Menyuruh Anda merokok di luar rumah mereka.
Menurut ilmuwan di Universitas Israel, penelitian menunjukkan nikotin dapat merusakkan sel utama pada otak manusia dan akan melekat pada gen. Artinya, keturunan perokok bakal membawa generasi yang cacat otak ( bodoh). Suatu penemuan yang dari saintis gen dan DNA Israel.
Perhatian Stephen selanjutnya adalah mengunjungi anak-anak Yahudi. Mereka sangat memperhatikan makanan, makanan awal adalah buah buahan bersama kacang badam, diikuti dengan menelan pil minyak ikan (code oil lever).

Dalam pengamatan Stephen, anak-anak Yahudi sungguh cerdas. Rata rata mereka memahami tiga bahasa, Hebrew, Arab dan Inggris.
Seterusnya di kelas 1 hingga 6, anak anak Yahudi akan diajar matematika berbasis perniagaan. Pelajaran IPA sangat diutamakan. Di dalam pengamatan Stephen, “Perbandingan dengan anak anak di California, dalam tingkat IQ-nya bisa saya katakan 6 tahun ke belakang,” katanya.Segala pelajaran akan dengan mudah di tangkap oleh anak Yahudi. Selain dari pelajaran tadi olahraga juga menjadi kewajiban bagi mereka. Olahraga yang diutamakan adalah memanah, menembak dan berlari.Menurut teman Yahudi-nya Stephen, memanah dan menembak dapat melatih otak fokus. Di samping itu menembak bagian dari persiapan untuk membela negara.
Selanjutnya perhatian Stephen ke sekolah tinggi (menengah). Di sini murid-murid digojlok dengan pelajaran sains. Mereka didorong untuk menciptakan produk. Meski proyek mereka kadangkala kelihatannya lucu dan memboroskan, tetap diteliti dengan serius.
Apa lagi kalau yang diteliti itu berupa senjata, medis dan teknik . Ide itu akan dibawa ke jenjang lebih tinggi.
Satu lagi yg di beri keutamaan ialah fakultas ekonomi. Saya sungguh terperanjat melihat mereka begitu agresif dan seriusnya mereka belajar ekonomi. Diakhir tahun diuniversitas, mahasiswa diharuskan mengerjakan proyek. Mereka harus mempraktikkanya.
Anda hanya akan lulus jika team Anda (10 pelajar setiap kumpulan) dapat keuntungan sebanyak $US 1 juta!
Anda terperanjat?
Itulah kenyataannya, dan bagaimana dengan di negeri kita? Apa syarat kelulusan? Banyak yang hanya dengan syarat mencapai nilai 60 saja, bahkan ada beberapa yang hanya cukup dengan nilai 55 saja, dan malah banyak yang di katrol. Praktek Kerja Lapangan hanya sekedarnya, tidak benar-benar memikirkan sebuah proyek yang berguna bagi umat. Setidaknya, ini yang harus kita cermati dan perbaiki.
Kesimpulan, pada teori Stephen adalah, melahirkan anak dan keturunan yang cerdas adalah keharusan. Tentunya bukan perkara yang bisa diselesaikan semalaman. Perlu proses, melewati beberapa generasi mungkin?
 
 
 
يَا بَنِيْ إِسْرَائِيْلَ اذْكُرُوْا نِعْمَتِيَ الَّتِيْ أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَ أَنِّيْ فَضَّلْتُكُمْ عَلَى الْعَالَمِيْنَ
(47) Wahai Bani Israil ! Ingatlah olehmu akan nikmatKu yang telah Aku karuniakan kepada mu, dan sesungguhnya. Aku telah pernah memuliakan kamu atas bangsa-hangsa.
 
 

Tuesday, December 23, 2014

SEMANGAT TINGGI PENDETA A.J WENSINCK DALAM MEMPELAJARI ISLAM


Islam adalah agama yang paling sempurna, sehingga membuat seluruh agama-agama lain merasa iri ,dengki dan menaruh dendam kesumat terhadap setiap pengikut setianya. Hal ini menyebabkan beragam pihak mulai menguliti ajaran islam guna menjatuhkan wibawanya serta mencari-cari keraguan guna menahan laju manusia yang hendak mendapatkan hidayah.
Namun sebagaimana para penjahat agama itu berusaha mati-matian menjatuhkan wibawa agama ini, namun dengan izin Allah usaha mereka itu justru membawa berkah bagi agama islam itu sendiri. Misalnya mereka membuat buku kamus terjemahan Arab-Perancis sehingga memudahkan para Ulama menerjemahkan Al-Quran ke bahasa mereka. Ada juga yang malah mengumpulkan lafal-lafal hadits sehingga menjadi rujukan para ahli hadits di zaman sekarang padahal tujuan asal mereka adalah untuk mencampur adukkan hadits Rasulullah. Hal ini sebagaimana kata Imam Syafi’i:
”Biarlah mereka mencela-celaku…
sebagaimana gaharu yang semakin di bakar…
justru aroma wanginya menyebar kemana-mana…”
Usaha-usaha yang awalnya dengan niat jahat justru menjadi bumerang atas mereka beribu-ribu kali lipat.

ARENT JOHANNES WENSINCK 1882-1939 M

Seorang Orientalis juga pendeta Belanda yang bekerja sebagai profesor bahasa Arab di Universitas Leiden di Belanda sejak tahun 1972 M. Hingga kematiannya, Ia banyak sekali mengunjungi negeri-negeri islam seperti Mesir, SYiria dan semenanjung Arabia lainnya. Ia banyak menekuni bidang hadits Nabawi, dan mengarang kitab berbahasa Inggris tentang kamus lafal hadits Nabawi yang dia keluarkan dari 14 kitab Sunan dan Sirah, yang kemudian di terjemahkan ke bahasa arab kembali oleh Muhammad Fuad Abdul Baqi dan dinamakan (مفتاح كنوز السنة) Miftah kunuz As-Sunnah.
Ia sempat menjadi ketua bidang pengetahuan islam tahun 1925 M. yang mana ia terjemahkan karangan dengan tiga bahasa sekaligus sehingga jadilah 4 jilid besar. Ia juga banyak mengarang berbagai tulisan dengan materi yang berbeda-beda. Diantaranya buku berbahasa inggris tentang Islam dan pemeluknya. (Dari kitab الأعلام للزركلي tentang wensinck).
Sebagai seorang Kristen yang anti Islam , ia banyak mencurahkan waktunya untuk mengkaji Islam terutama Hadits guna menjatuhkan dan menghina islam itu sendiri. Itulah sebabnya dia sempat dijatuhkan pekerjaannya di Mesir akibat tulisannya yang secara terbuka menyinggung Umat islam. Sudah tak terbilang lagi berapa banyak pemikirannya yang mengilhami para sekularis dan liberalis negeri ini. Bahkan hal ini sudah masuk secara besar-besaran di berbagai mata kuliah di kampus-kampus berlabel Islam yang sejatinya mencerminkan pola dan akidah barat yang hanya mendewakan akal dan tidak beriman kepada perkara gaib.
Dibalik maksud jahatnya, dia juga mengarang sebuah karya besar yang kemudian justru dipakai kaum muslimin dalam memudahkan pencarian lafal hadits yaitu bukunya :” A Handbook muhammadan Tradition: Alphabetically Arranged” yang setelah di terjemahkan ke bahasa arab menjadi ”Miftah Kunuz As-sunnah ” dan ” al-Mu’jam al-Mufahrass li Alfazh al-Ahadits Al-Nabawi’‘.
Lihatlah bagaimana semangatnya ia menjatuhkan islam. Karangan tebal dan besarnya menjadi bukti betapa bencinya ia terhadap Islam dan betapa semangatnya ia dalam usaha menjatuhkan islam. Namun apa dikata, justru usahanya itu menjadi bala bantuan bagi kaum muslimin. Sehingga benarlah sabda Rasulullah Shalaallhu’alaihiwasallam :
إن الله يؤيد الدين بالرجل الفاجر
”Sesungguhnya terkadang Allah menolong agamanya sebab perbuatan orang yang jahat”. (HR, Bukhari, kitab maghazy : 4204).
Syaikh bin Baz mensyarah hadits ini, dan beliau berkata : ”Hal ini memang sering kali terjadi, misalnya Rasulullah Shalaallahu’alaihiwasallam bersabda tentang satu hal, lantas seorang fasiq berbicara tentangnya, lantas Allah justru menjadikannya bermanfaat bagi kaum muslimin.”.(fatwa Nurun Ala Darb).
Sebagai seorang muslim tentu kita merasa malu apa yang telah kita sumbangkan untuk islam. Bahkan banyak sekarang orang islam yang tak lagi mengenal huruf hijaiyah apalagi bahasa dan sastra arab. Dan orang-orang yang ahli sangat sedikit dan tak didukung umat.
Sehingga menjadi PR besar bagi kita, bagaimana menjadi seorang Muslim yang benar-benar produktif menelurkan berbagai karya-karya besar yang bermanfaat. Terlebih di zaman ini, yang segala faslitas sangat mudah diperoleh, hanya kemauan keras (Willpower: علو الهمة ) dan aksi nyata (Real Action : الجهد الحقيقي) yang akan merubah anda atau anda akan hilang ditelan zaman.
Semoga tulisan ini dapat menjadi pemicu dan pemacu kita dalam belajar serta mengajarkan agama yang hanif ini.
Refrensi :
1. موسوعة المستشرقين للدكتور عبد الرحمن البدوي
2. الأعلام للزركلي
3. فتاوى ابن باز من نور على الدرب
Di bawah ini saya sertakan foto wensinck dan tulisannya berbahasa arab supaya Umat sadar dan semakin semangat belajar bahasa arab. Orang kafir bisa kenapa Muslim tidak?
WENSINCK1

WENSINCK
Ditulis dan di terjemahkan ke bahasa indonesia oleh ustadz Fauzi Rifaldi (Mahasiswa Jurusan Akidah dan dakwah, Islamic Univ. Of Madina KSA.)

http://kisahmuslim.com/pendeta-a-j-wensinck-belajar-islam-untuk-menghancurkan-islam/ 

Friday, December 19, 2014

Toleransi Hasan Bashri Bertetangga Nasrani



Kekaguman para sahabat dan murid-muridnya tak menggetarkan pribadi Hasan al-Bashri untuk tetap hidup penuh kesederhanaan. Di rumah susun yang tidak terlalu besar ia tinggal bersama istri tercinta. Di bagian atas adalah tempat tinggal seorang Nasrani. Kehidupan berumah tangga dan bertetangga mengalir tenang dan harmonis meski diliputi kekurangan menurut ukuran duniawi.

Di dalam kamar Hasan al-Bashri selalu terlihat ember kecil penampung tetesan air dari atap kamarnya. Istrinya memang sengaja memasangnya atas permintaan Hasan al-Bashri agar tetesan tak meluber. Hasan al-Bashri rutin mengganti ember itu tiap kali penuh dan sesekali mengelap sisa percikan yang sempat membasahi ubin.

Hasan al-Bashri tak pernah berniat memperbaiki atap itu. “Kita tak boleh mengusik tetangga,” dalihnya.

Jika dirunut, atap kamar Hasan al-Bashri tak lain merupakan ubin kamar mandi seorang Nasrani, tetangganya. Karena ada kerusakan, air kencing dan kotoran merembes ke dalam kamar Sang Imam  tanpa mengikuti saluran yang tersedia.

Tetangga Nasrani itu tak bereaksi apa-apa tentang kejadian ini karena Hasan al-Bashri sendiri belum pernah mengabarinya. Hingga suatu ketika si tetangga menjenguk Hasan al-Bashri yang tengah sakit dan menyaksikan sendiri cairan najis kamar mandinya menimpa ruangan Hasan Al-Bashri.

“Imam, sejak kapan engkau bersabar dengan semua ini,” tetangga Nasrani tampak menyesal.

Hasan al-Bashri hanya terdiam memandang, sambil melempar senyum pendek.

Merasa tak ada jawaban tetangga Nasrani pun setengah mendesak. “Tolong katakan dengan jujur, wahai Imam. Ini demi melegakan hati kami.”

Dengan suara berat Hasan al-Bashri pun menimpali, “Dua puluh tahun yang lalu.”

“Lantas mengapa engkau tidak memberitahuku?”

“Memuliakan tetangga adalah hal yang wajib. Nabi kami mengajaran, ‘Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tetangga’. Anda adalah tetangga saya,” tukasnya lirih.

Tetangga Nasrani itu seketika mengucapkan dua kalimat syahadat.

Thursday, December 4, 2014

Perintah Berpegang Pada Ad-Diin-Nya



1. Sesungguhnya agama ini mudah dan tiada seorang yang mempersulit agama, kecuali pasti dikalahkannya. Bertindaklah tepat, lakukan pendekatan, sebarkan berita gembira, permudahlah dan gunakan siang dan malam hari serta sedikit waktu fajar sebagai penolongmu. (HR. Bukhari)

2. Tiada manusia mengabaikan sesuatu dari urusan agama untuk kepentingan keduniaan mereka, kecuali Allah menimbulkan bagi mereka perkara-perkara yang lebih membahayakan mereka. (HR. Ahmad)

3. Sesungguhnya Allah mengutus kepada umat ini pada penghujung tiap seratus tahun orang yang memperbaharui (ajaran) agama mereka. (HR. Abu Dawud dan Al Hakim)

4. Akan datang satu masa, hati seorang mukmin cair sebagaimana cairnya timah dalam api disebabkan melihat bala dan peristiwa yang merugikan agamanya tetapi dia tidak mampu merubahnya. (Aththusi)

5. Agama ini kokoh dan kuat. Masukilah dengan lunak dan jangan sampai timbul dalam dirimu kejenuhan beribadah kepada Robbmu. (HR. Al-Baihaqi)

6. Yang menyebabkan agama cacat ialah hawa nafsu. (HR Asysyihaab)

7. Umatku dibebaskan (dari tuntutan) disebabkan kesalahan (yang tidak disengaja), lupa dan terhadap apa yang dipaksakan kepada mereka. (HR. Ath Thobari)

8. Tidak ada alasan bagi seseorang untuk diampuni dan kembali kepada jalan Allah yang telah Allah tangguhkan ajalnya sehingga dia sudah mencapai usia enam puluh tahun. (HR. Bukhari)
 
Penjelasan:
Jadi bila sudah mencapai usia 60 tahun dan belum mau bertobat atas perbuatan dosanya maka tidak ada lagi alasan baginya pada saat menghadapi perhitungan Allah.
 
9. Allah menyukai akan rukhsah-rukhsah-Nya[1] diterima dan diamalkan sebagaimana seorang hamba menyukai pengampunan-Nya. (HR. Ath Thobari)

10. Sesungguhnya Allah akan mendukung (mengokohkan) agama ini (Islam) dengan perantaraan seorang yang durhaka. (Mutafaq'alaih)

Kajian Al-Qur'an



Bukti Historis Kegagalan Menandingi Al Qur’an

Al Qur’an secara tegas menantang semua sastrawan dan orator Arab untuk menandingi ketinggian Al Qur’an, namun tidak ada satu pun yang sanggup. Meskipun mereka menentang dan memusuhi Al Qur’an serta Nabi Muhammad SAW. tetapi sebenarnya mereka mengagumi ketinggian bahasa dan sastra yang ada pada Al Qur’an. Hal ini terbukti dari hal berikut.
1. Menurut riwayat, Al Walid bin al-Mughirah, tokoh Quraisy pernah berkunjung ke rumah Rasulullah dan beliau membacakan Al Qur’an dihadapannya. Ketika hal itu diketahui Abu Jahal kemudian berkata kepadanya
“hai paman, apakah engkau hendak menghimpun harta kekayaan untukmu karena engkau telah mendatangi Muhammad untuk memperoleh sesuatu dari padanya?” Ia menjawab, “sesungguhnya seluruh suku Quraisy sudah mengetahui bahwa akulah yang paling kaya di antara mereka.” Kata Abu Jahal, “kalau begitu ucapkanlah sesuatu untuk meyakinkan kaummu, bahwa engkau mengingkari bacaan Muhammad itu.” Jawab Walid,”aku bingung apa yang harus kukatakan, Demi Allah, tidak ada yang lebih mengerti dari aku di antara kalian tentang syi’ir baik rajaznya, qashidahnya maupun segala macam dan segala jenis syi’ir yang halus dan indah. Demi Allah aku belum pernah mendengar kata-kata yang seindah itu. Itu bukan syi’ir, bukan sihir dan bukan pula kata-kata tukang sihir atau tukang ramal seperti yang dikatakan orang selama ini. Sesungguhnya Al Qur’an itu ibarat sebuah pohon yang rindang, akarnya terhujam ke tanah, susunan kata-katanya amat manis dan sangat enak didengar. Itu bukanlah kata-kata manusia. Ia sangat tinggi dan tidak ada yang dapat menandinginya.”
2. Nadlar bin Harits, salah satu pembesar Quraisy yang sangat membenci Islam, pada suatu hari setelah ia mendengar ayat-ayat Al Qur’an yang dibacakan oleh Nabi SAW., ia berkata kepada kaumnya:
“Hai kaumku, sesungguhnya kalian telah mengetahui, bahwa aku belum pernah meninggalkan sesuatu, melainkan mesti aku mengetahui dan membacanya serta mengatakannya lebih dahulu kepada kalian. Demi Allah sungguh aku telah mendengar sendiri bacaan yang biasa diucapkan oleh Muhammad. Demi Allah, katanya, aku sama sekali belum pernah mendengar perkataan seperti itu. Itu bukan syi’ir, bukan sihir dan bukan pula ramal.”
Bagi mereka yang tidak mengerti dan mengetahui bahasa Arab, amat sulit bahkan tidak mungkin dapat menangkap di mana letak kemu’jizatan Al Qur’an, baik dari segi keindahan susunan maupun gaya bahasanya. Karena untuk mengetahui ketinggian dan mutu suatu bahasa adalah tidak mungkin tanpa mengetahui dan menghayati keindahan bahasa itu sendiri.
Di antara pendusta dan musyrik Arab saat itu yang mencoba berusaha menandingi Al Qur’an adalah Musailamah al Kadzdzab. Adapun tandingan yang dibuat adalah:
Hai katak anak dari dua ekor katak, bersihkanlah apa yang hendak engkau bersihkan, bagian atasmu ada di air dan bagian bawahmu ada di tanah.
Gajah, apakah gajah itu, tahukah kamu apa gajah itu, ekornya seperti tongkat dan belalainya panjang.
Sesungguhnya kami telah memberikanmu minman keras, maka shalatlah karena tuhanmu dan keraskanlah suaramu, sesungguhnya orang yang membencimu adalah orang-orang kafir.
Demi kambing dan aneka warnanya, alangkah mengagumkan hitamnya dan air susunya. Demi domba yang hitam dan air susunya yang putih, sungguh hal ini sangat mengagumkan, sesungguhnya diharamkan mencampurnya dengan kurma.
Demi penggilingan tepung yang digunakan menggiling, demi roti, demi hujan yang rintik-rintik, demi beberapa genggam bila digenggam, yang membuat menjadi gemuk.... Sesungguhnya kalian lebih diutamakan dari penduduk badwi, dan sekali-kali kalian tidak akan dilampaui oleh penduduk negeri. Jauhilah tempat yang banyak tanaman, jagalah dirimu dari penjahat, dan hadapilah orang yang berbuat jahat dan aniaya itu....
Al Jahiz, seorang sastrawan terkemuka dalam karyanya
“al-hayawan”, menanggapi gubahan Musailamah, sebagaimana yang dikuti oleh Usman: “saya tidak mengerti apa yang menggerakkan hati Musailamah al Kadzdzab mennyebut katak dan sebagainya itu. Alangkah kotor gubahan yang dikatakannya sebagai ungkapan yang sama dengan Al Qur’an, yang dikatakannya diturunkan kepadanya sebagai wahyu.”
Abu al Alla al Ma’ariy al Mutanabi juga berusaha menandingi AlQur’an tetapi ketika mereka akan memulai tiba-tiba dia gellisah dan bingung, kemudian dia merusak alat tulisnya dan merobek-robek kertasnnya.
Ibnu al Muqaffa, ketika hendak memulai membuat kalimat tandingan Al Qur’an, ia mendengar seorang anak membaca firman Allah QS. Hud ayat 44:
“Dan difirmankan; Hai bumi, telanlah airmu dan hai langit (hujan) berhentilah, dan air pun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi kemudian dikatakan, binasalah orang-orang yang zalim.”
Mendengar hal itu, ia lalu menyobek-nyobek kertasnya, mengurungkan niatnya dan berkata: Demi Allah, adalah tidak mungkin ada manusia yang dapat membuat seperti itu.
Hikmah Mempelajari I’jazil Qur’an
Manfaat mempelajari I’jazil Qur’an diantaranya adalah:
1.Jika orang-orang yang hidup semasa Rasulullah SAW. telah menyaksikan dengan mata kepala sendiri mukjizat-mukjizat yang banyak, maka sesungguhnya Allah memperlihatkan manusia masa kini mukjizat Rasulullah SAW., yang sesuai dengan zaman mereka dan terbuktilah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah haq. (benar)
Munculnya bukti-bukti ilmiah ini memberikan kepercayaan untuk kedua kalinya dalam hati orang-orang Islam yang diuji oleh orang-orang kafir tentang agama mereka dengan mengatas namakan ilmu pengetahuan dan apa yang telah dicapai oleh kemajuan dan kebudayaan..Para sahabat Rasulullah pasti akan menangis bercucuran air mata betapa mu'jizat ini sangat luar biasa dan keimanan meraka bertambah-tambah. Maha suci Allah dengan segala ciptaanya.
2.Koreksi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di dunia. Dengan kemungkinan kaum muslimin untuk maju ke muka untuk mengoreksi perkembangan ilmu pengetahuan di dunia dan menempatkannya pada tempat yang benar itu adalah jalan untuk iman kepada Allah dan rasul-Nya, membenarkan apa yang ada pada Al Qur’an pedoman untuk Tunduk dan patuh (taqwa) saksi bagi penyelewengan agama-agama selainnya.
Menunjukkan kelemahan daya upaya dan rekayasa umat manusia yang tidak sebanding dengan keangkuhan dan kesombongannya. Mereka ingkar tidak mau beriman mempercayai kewahyuan Al-Qur’an dan sombong tidak mau menerima kitab itu. Mereka menuduh bahwa kitab itu hasil lamunan atau buatan Nabi Muhammad SAW sendiri,
QS Ali Imran 19
"Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya."
Semoga kita kembali mau menghidupkan Al-Qur'an didalam diri kita masing-masing, bukankah setiap diri di minta pertanggung jawaban oleh Allah SWT dan agar jalan kita tidak tersesat.
“Aku tinggalkan untuk kamu sekalian dua hal. Jika kalian mau berpegang teguh kepadanya niscaya kamu sekalian tidak akan sesat selama-lamanya, dua hal itu adalah kitab Allah (al-qur’an) dan sunnah Rasul-Nya (al-Hadits). (HR Imam Malik)
Dengan bekal ini mari kita hadapi tantangan masa depan (Akherat) dengan syair DR.Muhammad Iqbal pujangga islam.
Laa Takhaf Wa Laa Tahzan
Wahai kau yang dibelenggu rantai takut dan gelisah
Pelajarilah mutu kata Nabawi: "Laa Tahzan"
Jangan takut tak berketentuan
Jika adalah padamu Tuhan Yang Maha Kuasa
Lemparkanlah jauh-jauh segala takut dan bimbang
Lemparkan cita untung dan rugi
Kuatkan iman sekuat tenaga
Dan kesankanlah berkali-kali dalam jiwamu: "La Khaufun 'Alaihim"
Tiada resah dan gentar pada mereka bagi zaman 'kan datang
Bila Musa pergi kepada Fir'aun
Hatinya membaja oleh mutu kata:
"Laa Takhaf, janganlah takut dan bimbang"
Siapa yang telah mempunyai semangat al-Musthafa
Melihat syirik dalam setiap denyut dan luapan takut bimbang.
Cahaya Matahari sudah mulai terlihat Islam mulai bangkit dimana-mana.Barakallahu li walakum fil quranil azim.

Perihal Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul



1. Tiada Allah mengutus seorang nabi kecuali pasti dia penggembala domba. (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Kami (para nabi) tidak diwarisi (meninggalkan warisan). Apa yang kami tinggalkan adalah sodaqoh (untuk umat). (HR. Bukhari)
3. Sesungguhnya Allah mengharamkan (mencegah) bumi makan jasad nabi-nabi. (HR. Al Hakim)
4. Sesungguhnya tidak layak bagi seorang nabi memasuki rumah yang mewah. (HR. Ibnu Hibban)
5. Isa bin Maryam melihat sendiri seorang yang mencuri, lalu Isa ‘Alaihissalam berkata kepada orang itu, “Kamu mencuri.” Tapi pencuri itu menjawab, “Tidak, demi Allah yang tiada Tuhan kecuali Dia.” Isa lalu berkata lagi, “Aku beriman kepada Allah dan mendustakan mataku sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dukhon

Saat ini di dunia dan juga tentu saja termasuk indonesia, sedang perjadi pandemi yang berasal dari corona. Nama legkapnya virus corona. Ata...