Sunday, November 13, 2016

Malhamah Kubro

Hasil gambar untuk perang akhir zaman
Tentang negeri Syam Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan: “Pergilah ke Syam karena ia adalah bumi pilhan Allah, Dia memilih hamba-hamba terbaik-Nya untuk kesana. Jika kalian tidak mau maka pergilah ke Yaman kalian dan minumlah dari telaga-telaga kalian. Karena sesungguhnya Allah telah menjamin untukku Syam dan penduduknya.” (HR. Abu Dawud, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim; dishahihkan Syaikh Al-Albani).

“Apabila penduduk Syam telah rusak maka tidak ada kebaikan pada kalian. Akan senantiasa ada sekelompok umatku yang selalu beruntung tanpa terganggu dari orang-orang yang menipu mereka hingga hari kiamat.” (HR. Tirmizi no. 2351)

“Sesungguhnya kekuatan muslimin pada waktu itu di Ghuthah, di samping kota yang bernama Damaskus yang paling terbaik di negeri Syam.” (HR. Abu Daud no. 4300)

Bahkan secara khusus Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam mendoa’kan negeri Syam dengan do’a yang luar biasa. Beliau Shallallahu ‘alaihi wasallam mengatakan: “Ya Allah, berkahilah untuk kami pada negeri Syam kami dan pada negeri Yaman kami.” (HR. Al-Bukhari).

Imam Izz bin Abdussalam berkata, “Sesungguhnya kekuatan di kerajaan Islam, sebagian besar pasukannya yang berani di negeri Syam.” (Targhib Ahlil- Islam Fi Sukna Biladisy-Syam hal. 5)

Suriah adalah bagian dari negeri Syam. Inilah negeri yang dibuka pertama kali oleh khalifah ‘Umar bin Khaththab Radhiyallahu ‘anhu. Tidak sedikit sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam dan orang-orang shalih yang berhijrah kesana karena keutamaan-keutamaan negeri Syam. Dari negeri yang penuh berkah ini lahir ulama-ulama Islam besar, seperti: Imam Nawawi rahimahullah, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah, Ibnu Katsir rahimahullah, dan yang lainnya.

Dalam salah satu muhadharah Syaikh Nabil al-Awadhi al-Kuwaity ditanya, “Ada apa dengan Suriah?”

Maka dijawab, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Barang siapa yang tidak peduli dengan urusan kaum muslimin maka bukanlah golongan kaum muslimin.” (HR. Muslim).

“Seorang mukmin dengan mukmin lainnya adalah bagaikan bangunan yang saling menguatkan antara satu dengan lainnya.” (HR. Al-Bukhari).

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam juga bersabda: “Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal kasih sayang bagaikan satu tubuh, apabila satu anggota badan merintih kesakitan maka sekujur badan akan merasakan panas dan demam.” (HR. Muslim No. 2586).

Karena kita semua muslim Alhamdulillah, karena kita beriman kepada Allah Ta’ala. Karena Qur’an kita satu, Tuhan kita satu, syariat kita satu, tidak ada sekat dan pembatas yang menghalangi kita. Bukan karena nasionalisme dan kolonialisme yang telah memisahkan kita. Semua itu akan menjadi sampah sejarah dan umat ini akan kembali menjadi umat yang satu sebagaimana yang telah dijanjikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Lalu kenapa mesti Suriah? Karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah menguraikan keutamaannya, tidakkah kalian dengar hadits tentang akhir zaman?

Berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Akan ada nanti tentara yang berjuang di Syam, tentara yang berjuang di Iraq, dan tentara yang berjuang di Yaman.” Rasulullah ditanya, “Kemanakah saya harus bergabung? “.. Pergilah ke Syam.” (HR. Abu Dawud).

Dalam riwayat lain: “.. Sesungguhnya malaikat membentangkan sayapnya di negeri tersebut.” (Shahih Tirmidzi).

Segala keberkahan ada di negeri tersebut, inilah Syam.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Sesungguhnya saya melihat seakan-akan tonggak al-Kitab telah tercabut dari bawah bantalku. Maka, aku mengikutinya dengan pandanganku. Tiba-tiba terdapat cahaya terang-benderang yang mengarah menuju Syam. Ketahuilah, sesungguhnya iman, apabila telah terjadi beragam fitnah, berada di Syam.” [HR. Ahmad No. 21781, Shahihut-Targhib wat-Tarhib, no. 3092].

Syam, kita biasa melihat seperti negeri lain pada umumnya. Negeri kaum muslimin yang tentram, negeri yang biasa-biasa saja. Sekarang lihatlah revolusi yang terjadi disana, Allah Ta’ala menyiapkannya untuk hal lain, perhatikanlah slogan-slogan mereka: “Kami hanya memiliki-Mu ya Allah, kami hanya memiliki-Mu. Seluruh dunia meninggalkan mereka, semua meninggalkan.. Sehingga mereka sadar bahwa tidak ada kemenangan kecuali dari Allah, slogan mereka : “Hasbunallah wa ni’mal wakiil.. Cukuplah Allah bagi kami dan Dia sebaik-baik penolong.”

Negeri mereka akan berubah kearah kebaikan yang akan diberikan Allah. Allah Ta’ala menginginkan kebaikan untuk umat ini, penundaan kemenangan.. saya memandangnya sebagai kebaikan. Kebaikan untuk umat ini, kita tidak mengetahui apa yang Allah persiapkan untuk negeri ini. Setiap tetes darah akan memberkahi negeri ini, semakin menyuburkan tanahnya.

Allah Subhanahu wa ta ‘ala berfirman, “Janganlah kamu mengira orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” (QS. Ali Imran: 169).

Revolusi di Libya, Tunisia, Mesir dan Yaman adalah revolusi yang berkah, tapi sifatnya perjuangan lokal. Tetapi yang terjadi di Suriah berada ditangan umat bersama, era baru untuk umat ini. Memang benar, apa yang terjadi di negeri-negeri tersebut adalah babak baru untuk umat ini. Tapi yang terjadi di Suriah adalah babak yang berbeda.

Pertama, ini adalah peperangan untuk eksistensi umat ini, dan dengan izin Allah kita akan menjadi umat yang eksis kembali.

Kedua, akibat tragedi Suriah.. dan saya ingatkan kalian kalimat ini, akan ada perubahan besar menunggu umat ini. Imbas kemenangan Suriah dan kebangkitan umat.. sekali lagi di Suriah, dan kejayaan umat akan kembali di Suriah.. perubahan besar akan terjadi. Dominasi kekuatan akan berubah, dan semua kejahatan super power akan berakhir. Rencana besar yang diinginkan musuh untuk umat ini akan diberantas, dengan izin Allah. Ini jawaban pada mereka yang bertanya “Kenapa mesti Suriah?” mereka tidak memahami bahwa Suriah akan mengubah sejarah umat atas izin-Nya.

Syam berdasarkan sejarah adalah negeri yang terdiri dari beberapa negara saat ini, yaitu : Suriah, Palestina, Yordania dan Libanon. Jadi yang dimaksud negeri Syam dalam literatur sejarah Islam adalah wilayah dalam empat negara ini, dan Damaskus adalah ibukotanya. Tapi sayang wilayah ini sekarang telah terpecah menjadi empat negara sebagai dampak dari imprealisme barat di masa lalu.

Negri Syam pada umumnya diberkahi oleh Allah Azza wa Jalla, terbukti banyak dari kalangan para Nabi ‘Alaihimussalaam yang lahir dan tinggal di sana. Tanahnya yang subur dengan berbagai hasil buminya terutama zaitun hingga sekarang terasa. Termasuk Nabi kita Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, telah diperjalankan oleh Allah ke sana (Baitul Maqdis) sebelum menuju sidratul muntaha; sebagaimana dalam kisah isra’ mi’raj yang masyhur. Dalam salah satu ayat dinyatakan yang maknanya “…..yang kami berkahi di sekelilingnya…” (QS, Al-Isra’: 1).

Para mufassirin menyatakan tentang negri Syam pada umumnya dan mengenai kota Al-Quds di Palestina khususnya bahwa Allah menjadikan di sekelilinganya barakah bagi penduduknya dalam kehidupan, perbekalan, pertanian dan cocok tanam1. Di sekelilingnya banyak pohon dan sungai serta kesuburan tanah yang terus menerus2.

Sementara dalam hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah menyatakan: “Ya Allah berkahilah kami yang ada di kota Madinah, berkahilah dalam takaran kami (sha’ dan mud), berkahilah Yaman dan Syam kami. Kemudian beliau menghadap kearah matahari lalu bersabda: Dari sini muncul tanduk setan, dari sini terdapat goncangan dan fitnah. (HR. Ahmad dan Al-Bukhari) ”3

Bahkan hingga akhir zaman pun terdapat nash berupa hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang menyatakan bahwa Nabi Isa Alaihissalam akan Allah turunkan pada akhir zaman di manaar al-baidha’ di Damaskus dan manusia dibangkitkan dan dikumpulkan di bumi Syam4.

Kondisi Syam [Suriah] Sekarang

Semenjak bulan Maret 2011 yang lalu hingga saat ini, negeri Syam atau khususnya Suriah sedang terkoyak. Siapapun yang melihat tragedi disana dan yang menimpa kaum muslimin sunni di sana pasti akan mengelus dada dan tak kuasa untuk menahan air matanya. Mereka dibantai, dan yang membantai dari kalangan mereka sendiri. Kaum sunni yang tadinya merupakan mayoritas penduduk negeri itu di siksa dan dianiaya disebabkan karena aqidah yang pertama sebelum karena sebab politik. Kaum Syi’ah yang merupakan minoritas penduduk negeri itu mendapat dukungan dari Iran (yang notabenenya adalah negara syi’ah terbesar). Hanya saja kalangan Nushairiyah yang ada di sana menjadi kuat karena presidennya mendukung mereka.

Mengenai sebab dikuasai Suriah oleh kaum Nushairiyah karena ahlussunnah di sana tidak peduli terhadap urusan ini, mereka berselisih diantara sesamanya dan musuh mengambil manfaat dari keadaan ini. Padahal ahlussunnah di Suriah mereka berjumlah 86 % dari penduduk, sementara yang lain 6% dari kaum Nashara dll. Telah tercatat bahwa pada tahun 1982 di Suriah juga terjadi pembantaian sebanyak 45.000 orang di masa pemerintahan ayahanda presiden mereka sekarang Hafidh Al-Asad. Tadinya penduduk Suriah berharap anaknya akan menjadi pemimpin yang bijak dan arif tidak sebagaimana ayahnya, namun sebagaimana pepatah kita mengatakan ”Buah tidak jauh dari pohonnya” sementara pepatah Arab mengatakan: ma fil aabaa’ fil abnaa’ “Apa yang dimiliki orang tua berupa watak, akan menurun pada anaknya”. Bassyar sebagai presiden sekarang ini tidak hanya menelan korban jiwa yang selama ini terjadi untuk mempertahankan kekuasaannya, namun bangunan-bangunan juga menjadi hancur bahkan masjid-masjid pun tak terhindarkan menjadi sasaran mereka. Mushhaf Al-Qur’an yang suci pun mereka nodai dengan merobek atau mengotorinya serta mencampakkannya di tempat sampah atau tempat najis lainnya.

Semoga Allah ‘Azza wa Jalla membalas perbuatan keji para syi’ah dan antek-anteknya… menghancurkan dan meluluh-lantakkan barisan yang berniat menghancurkan Islam dan kaum muslimin. Hasbunallah wa ni’mal wakiil.. Semoga Allah Jalla wa ‘ala menolong dan memenangkan perjuangan para mujahidin di negeri Syam, baik di Suriah dan Palestina.. Allahumma aamiin.

Saturday, November 12, 2016

Rejeki Lancar? Jangan Lakukan Ini

Hasil gambar untuk emas
Berbicara mengenai rezeki, tentu banyak orang begitu memperhatikannya. Rezeki adalah suatu hal yang terbilang cukup penting dalam hidup manusia. Bisa dikatakan bahwa rezeki itu adalah penunjang hidup manusia. Karena manusia adalah makhluk hidup yang membutuhkan materi agar mampu bertahan hidup.

Kebanyakan manusia akan berusaha untuk memperoleh rezeki. Hanya saja, usahanya itu terkadang sia-sia. Mengapa? Karena, usaha tersebut dibarengi dengan perilaku-perilaku yang akan menolak rezeki. Sehingga, hasil usahanya tidaklah berarti, karena rezeki tak kunjung didapat.
Oleh sebab itu, jika kita ingin memperoleh rezeki dengan lancer, maka kita tidak boleh melakukan hal-hal yang membuat rezeki tertolak. Memang, apa saja yang membuat rezeki tertolak? Dalam infoyunik.com dijelaskan bahwa ada delapan hal yang membuat rezeki tertolak.

1. Kebanyakan Mengeluh
Kebiasaan pertama yang ternyata tanpa disadari bisa menolak rezeki adalah terlalu banyak mengeluh. Banyak manusia yang tidak merasa puas dengan apa yang dimilikinya. Hal inilah yang menyebabkan banyak keluhan-keluhan terucap atas segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

2. Materialistis Alias Matre
Kebiasaan materialistis atau mengukur segala sesuatu dengan uang dan barang ternyata menjadi satu sikap yang bisa menolak rezeki. Orang yang memiliki sikap matre biasanya akan memandang rendah orang lain yang tidak memiliki kekayaan. Sementara itu, mereka akan memperlakukan orang kaya dengan sebaik-baiknya.

Padahal, sebenarnya Allah Subhanahu wa Ta’ala juga menitipkan rezeki kepada orang yang lemah, miskin dan teraniaya. Memuliakan orang yang miskin dengan cara bersedekah kepada mereka bisa menjadi salah satu jalan untuk menderaskan rezeki.

3. Makan Makanan Haram
Makanan haram saat ini tidak hanya sebatas daging babi, bangkai, darah, dan binatang yang disembelih dengan tidak menyebut nama Allah. Akan tetapi, makanan yang bersumber dari rezeki yang tidak halal seperti korupsi, mencuri, nepotisme dan lain sebagainya juga termasuk ke dalam makanan haram.
Ternyata mengonsumsi makanan haram tersebut bisa menjadi salah satu kebiasaan yang tanpa disadari dapat menolak rezeki dari Allah. Tubuh yang tumbuh dengan makanan haram, maka tidak akan malu untuk melakukan perbuatan yang diharamkan pula ketika mencari rezeki.

4. Terlalu Fokus pada Dunia
Manusia seringkali disibukan dengan perkara dunia, hingga mereka terlena dan lupa bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Mereka juga menjadi lupa menabung amalan kebaikan untuk di akhirat kelak. Padahal kebiasaan yang demikian ini menjadi salah satu hal yang tanpa disadari bisa menolak rezeki. Bagaimana Allah akan memberikan rezeki-Nya sementara kita tidak pernah mengingat-Nya dan mengerjakan segala perintah-Nya.

5. Tak Menjaga Badan
Banyak orang mengabaikan masalah kesehatan badannya. Mereka lebih suka melakukan kebiasaan yang merugikan badannya, seperti tidak rajin olahraga, tidak makan teratur, merokok, dan lain sebagainya. Kebiasaan demikian ini menandakan bahwa ia tidak menjaga karunia dan rezeki yang diberikan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Badan ini diciptakan untuk mengabdi pada Allah, untuk ibadah dan amal shaleh. Jika pemanfaatan badan dilakukan untuk hal-hal yang tak bermanfaat apalagi berhias dosa dan maksiat maka dijamin rezeki pun akan tertolak.

6. Kebanyakan Gosip
Ketika bergosip, berarti orang tersebut telah menghabiskan waktu untuk mencela dan mempergunjingkan kehidupan orang lain. Ternyata kebiasaan ini tanpa disadaari bisa menjadi salah satu tanda bahwa kita menolak rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karena itu, ada baiknya untuk menghindari kebiasaan bergosip dan mulai memperbaiki diri.

7. Penggerutu dan Suka Marah
Orang yang suka marah dan menggerutu termasuk dalam orang yang kufur. Yakni orang yang tidak menerima takdir Allah yang telah terjadi kepadanya. Ia tidak bersyukur atas nikmat yang diterimanya karena mengganggap semua itu seperti masalah. Kebiasaan kufur yang demikian ini bisa menjadi salah satu penghambat datang rezeki.

8. Riya dan Suka Pamer
Tidak dapat dipungkiri bahwa banyak orang yang suka memamerkan harta, benda dan amalan kebaikan yang dilakukannya. Hal ini dilakukan demi untuk mendapatkan pujian dari sesama manusia. Ia melakukan sedekah, shalat, haji dan ibadah lainnnya semata-mata hanya untuk ditunjukkan kepada manusia. Padahal seharusnya semua perbuatan tersebut harus diniatkan untuk ditujukan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kebiasaan riya dan pamer ini bisa menjadi salah satu hal yang tanpa disadari bisa menolak rezeki seseorang.

Jangan Lakukan Hal Ini Setelah Makan

Hasil gambar untuk makan
Makan merupakan kebutuhan setiap makhluk hidup. Bedanya, manusia memiliki akal, yang membedakan makanan yang dikonsumsinya. Dan sebagai seorang muslim, makan pun memiliki adab-adab tertentu yang harus dipatuhi. Sebab, di balik perintah beradab dalam makan itu memiliki hikmah yang bermanfaat bagi seseorang.
Lebih dari itu, kita juga perlu memperhatikan hal-hal yang bisa jadi menganggu kesehatan. Ya, makan memang bermanfaat bagi tubuh. Tapi, jika dibarengi dengan hal yang tidak benar, maka boleh jadi akan menimbulkan bahaya bagi dirinya. Di antaranya, ada hal-hal sepele yang sering dilakukan banyak orang, ternyata memiliki bahaya tersendiri lho! Apa sajakah itu?
1. Minum Air Dingin
Setelah makan, biasanya seseorang bisa meneguk minuman dingin untuk menghilangkan rasa pedas atau sekadar membersihkan tenggorokan. Terlebih jika cuaca panas atau makanan yang dihidangkan terasa pedas, maka air dingin menjadi pilihan yang begitu nikmat untuk diminum. Ternyata tindakan ini berbahaya bagi tubuh.

Air es yang bersuhu rendah bisa menyebabkan partikel makanan yang mengandung minyak menjadi beku. Hal ini bisa mengganggu proses pencernaan makanan, karena usus dalam tubuh menyempit. Sehingga proses penghancuran dan penyerapan makanan dalam usus terganggu. Jika proses pencernaan terganggu, maka akan berdampak pada proses metabolisme tubuh lainnya.

2. Makan Buah
Aktivitas makan buah setelah makan sudah menjadi budaya karena buah dianggap sebagai makanan penutup. Ternyata kebiasaan ini berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Menurut ahli buah yang dimakan setelah makan justru membahayakan proses pencernaan. Pasalnya buah mengandung karbohidrat yang biasa diserap oleh bagian usus kecil. Jika disantap setelah makan, maka pergerakannya akan lambat karena terhalang oleh makanan yang baru dikonsumsi. Ini akan menyebabkan beberapa gangguan pencernaan seperti kembung, asam lambung dan diare. Ada baiknya buah dimakan 30 menit sebelumnya, agar kandungannya bisa dicerna terlebih dahulu.

3. Tidur
Setelah makan biasanya orang akan diserang oleh perasaan kantuk yang bergitu berat. Namun jangan langsung buru-buru tidur karena kegiatan tersebut berbahaya bagi tubuh. Proses penyerapan makanan oleh usus akan berjalan lambat saat tubuh sedang tertidur. Makanan di dalam usus tidak dicerna dengan baik dan berdampak buruk pada proses penyerapan sari makanan oleh darah. Kegiatan tidur setelah menyantap makan juga bisa menjadi sebab pokok timbulnya obesitas sebab lemak dan kalori akan menumpuk dalam tubuh.

4. Berjalan
Karena aktivitas yang padat biasanya orang akan tergesa-gesa saat makan. Agar tidak menghabiskan waktu, biasanya orang akan segera berjalan untuk kembali melakukan aktivitasnya yang sempat tertunda karena makan. Tindakan ini ternyata menganggu sistem pencernaan di dalam tubuh. Pada saat berjalan, otot-otot perut saling bersinergi dengan otot yang lain untuk menghasilkan gerakan. Ini membuat usus susah mencerna makanan di dalam tubuh karena organ lain juga sedang bekerja keras agar dapat melakukan gerakan. Imbasnya, penyerapan makanan oleh darah akan terganggu sehingga akan berdampak pada pusing, lemas meski sudah makan, atau mual-mual.

5. Mandi
Ternyata mandi juga menjadi aktivitas terlarang jika dilakukan setelah makan. Saat mandi, suhu air bisa menaikkan aliran darah ke kaki, tangan dan badan. Hal ini membuat darah di bagian perut berkurang dan bisa bisa menyebabkan gangguan untuk penyerapan makanan di dalam tubuh.

Friday, November 11, 2016

Gempa Bumi dan Tanda-Tanda Kiamat

Hasil gambar untuk gempa

Akhir-akhir ini sangat banyak terjadi gempa bumi dengan skala magnitudo yang sangat besar. Apa yang sebenarnya terjadi?


Perhatikan hadits-hadits berikut ini:
  • “Aku kabarkan berita gembira mengenai Al-Mahdi yang diutus Allah ke tengah ummatku ketika banyak terjadi perselisihan antar-manusia dan gempa-gempa. Maka ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan kejujuran sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kesewenang-wenangan dan kezaliman.” (HR Ahmad)
    Sebagian ulama menggolongkan tanda Kiamat berupa diutusnya Imam Mahdi ke tengah ummat sebagai ”Tanda Penghubung” antara tanda-tanda kecil Kiamat dengan tanda-tanda besar Kiamat. Artinya, kedatangan Imam Mahdi tidak termasuk tanda-tanda kecil Kiamat namun tidak juga digolongkan ke dalam tanda-tanda besar Kiamat. Kedatangan Imam Mahdi mengindikasikan telah tuntas munculnya tanda-tanda kecil Kiamat yang sangat banyak dan sebagian besar datang terlebih dahulu. Dan pada saat yang sama kedatangan Imam Mahdi menandakan sudah dekatnya akan munculnya tanda-tanda besar Kiamat yang datang belakangan dan berjumlah sepuluh.

  • "Artinya : Tidak akan datang Kiamat sehingga banyak terjadi gempa bumi" [Shahih Bukhari, Kitab Al-Fitan 13 : 81-82]

Tentu saja banyak adalah sesuatu yang sifatnya kualitas. Dalam ilmu pengetahuan, kita perlu melihatnya dalam bentuk yang lebih realistis bagaimana pengaruh gempa bumi tersebut pada planet yang kita huni ini.

Gempa Bumi Menggeser Sumbu Bumi


Suatu hal yang mengejutkan bahwa ternyata gempa bumi yang terjadi di Chili belum lama ini dengan skala 8.8 telah menggeser sumbu bumi. Bagaimana dengan gempa bumi yang lain?

Dilaporkan oleh space.com - Selasa 2 Maret, 10:00 am ET bahwa gempa bumi besar yang melanda Chili dengan skala Richter 8,8 ternyata telah mengubah sumbu rotasi bumi dan memendekkan panjang hari di planet kita, seorang ilmuwan NASA mengatakan hari Senin.
Gempa Chili yang merupakan gempa ketujuh terkuat dalam catatan sejarah, menghantam Chili Sabtu 26 Februari 2010 dan telah memperpendek panjang hari Bumi 1,26 milidetik, menurut penelitian ilmuwan Richard Gross di NASA's Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California

"Mungkin lebih mengkhawatirkan adalah berapa banyak gempa menggeser poros bumi," kata pejabat NASA hari Senin.

Model komputer yang digunakan oleh Gross dan rekan-rekannya untuk menentukan dampak dari efek gempa Chili juga menemukan pergeseran sumbu bumi sekitar 3 inci (8 cm atau 27 milliarcseconds).
Sumbu bumi tidaklah sama dengan poros utara-selatan, yang berputar sekitar satu kali setiap hari pada kecepatan sekitar 1.000 mph (1.604 km/jam).
Sumbu bumi merupakan offset dari sumbu utara-selatan bumi sekitar 33 kaki (10 meter).

Gempa bumi kuat telah mengubah hari bumi dan sumbu bumi di masa lalu. Gempa dengan skala 9,3 di Sumatra pada tahun 2004, yang memicu tsunami, memperpendek hari bumi sekitar 6,8 mikrodetik dan menggeser sumbu oleh sekitar 2,76 inci (7 cm)

Satu hari bumi adalah sekitar 24 jam. Selama setahun, panjang hari biasanya berubah secara bertahap sekitar satu milidetik. Meningkat di musim dingin, ketika Bumi berputar lebih lambat, dan berkurang pada musim panas.

Gempa bumi Chili jauh lebih kecil daripada gempa bumi Sumatra, namun efeknya di Bumi lebih besar karena lokasinya. Pusat gempa yang terletak di bumi pertengahan garis lintang lebih berpengaruh dibandingkan posisi dekat khatulistiwa seperti peristiwa Sumatra.

Hari bumi yang lebih pendek berarti kecepatan putar bumi yang lebih cepat pada porosnya. Akan kah ini lebih memicu ketidak stabilan bumi?

Frekuensi Gempa Bumi Semakin Meningkat


Perhatikan bahwa dalam 20 tahun ini terjadi peningkatan frekuensi gempa bumi yang signifikan.

Sejak tahun 1990 terjadi frekuensi gempa per tahunnya sebagai berikut
SR 8 atau lebih terjadi sebanyak 1x per tahun
SR 7 - 7.9 terjadi sebanyak 17x per tahun
SR 6 - 6.9 terjadi sebanyak 134x per tahun
SR 5 - 5.9 terjadi sebanyak 1319x per tahun
SR 4 - 4.9 terjadi sebanyak 13,000x per tahun (perkiraan)
SR 3 - 3.9 terjadi sebanyak 130,000x per tahun (perkiraan)
SR 2 - 2.9 terjadi sebanyak 1,300,000x per tahun (perkiraan)
Data diperoleh dari earthquake.usgs.gov

Perubahan skala yang semakin besar itu juga menyebabkan USGS sejak Januari 2009 tidak lagi mencatat gempa dengan skala di bawah 4.5 SR

Sepuluh tahun terakhir ini bahkan korban jiwa akibat gempa sudah mendekati angka 400.000 jiwa meninggal.
Perhatikan kenaikan frekuensi gempa dari tahun ke tahun yang diperlihatkan grafik berikut ini:
Frekuensi terjadinya gempa bumi dari tahun ke tahun beberapa tahun terakhirFrekuensi terjadinya gempa bumi dari tahun ke tahun beberapa tahun terakhir

Hadits-hadits Tambahan tentang Gempa Bumi dan Hari Akhir


Berikut ini adalah beberapa hadits yang berkaitan dengan gempa bumi dan hari akhir. Kami letakkan pada bagian akhir tulisan fokus tulisan lebih jelas.
  • As Sa'ah (Hari Akhir) tidak akan terjadi hingga ... gempa bumi akan sangat sering terjadi (HR Bukhari)

  • Ada dua hadits besar sebelum hari hisab ... dan kemudian tahun-tahun penuh gempa bumi (Diriwayatkan oleh Ummu Salamah RA.)

  • Dan diriwayatkan dari Salamah bin Nufail As-Sukuni, Ia berkata : Kami sedang duduk-duduk di sisi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam lalu beliau menyebutkan suatu hadits yang antara lain isinya :
    "Artinya : Sebelum terjadinya hari Kiamat akan terdapat kematian-kematian yang mengerikan, dan sesudahnya akan terjadi tahun-tahun gempa bumi" [Musnad Imam Ahmad 4 : 104 dengan catatan pinggir Muntakhab Al-Kanz. Al-Haitsami berkata, "Diriwayatkan oleh Ahmad, Thabrani, Al-Bazaar, dan Abu Ya'ala dan perawi-perawinya adalah perawi-perawi kepercayaan" Majmu'uz Zawa'id 7 : 306]

  • Ibnu Hajar berkata, "Telah banyak terjadi gempa bumi di negara-negara bagian utara, timur dan barat, tetapi yang dimaksud oleh hadits ini ialah gempa bumi secara merata dan terus menerus" [Fathul Bari 13 : 87]. Hal ini diperhatikan dengan riwayat Abdullah bin Hawalah Radhiyallahu 'anhu, ia berkata, "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah meletakkan tangan beliau di kepala saya, lalu beliau bersabda.
    "Artinya : Wahai putra Hawalah, jika engkau melihat perselisihan telah terjadi di tanah suci, maka telah dekat terjadinya gempa-gempa bumi, bala bencana, dan perkara-perkara yang besar, dan hari Kiamat pada waktu itu lebih dekat kepada manusia dari pada kedua tanganku ini terhadap kepalamu" [Musnad Ahmad, 5 : 188 dengan catatan pinggir Muntakhab Kanzul 'Ummal, 'Aunul Ma'bud Syarah Sunan Abu Daud, Kitab Al-Jihad, Bab Fi-Ar-Rajuli Taghzuu wa yaltamisu Al-Ajra wa Al-Ghanimah 7 : 209-210, Mustadrak Al-Hakim 4 : 425, dan beliau berkata, "Ini adalah hadits yang shahih isnadnya, hanya saja Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya". Perkataan Al-Hakim ini disetujui oleh Adz-Dzahabi. Dan Al-Albani menshahihkan hadits ini dalam shahih Al-Jami'ush Shagir 6 : 263, hadits nomor 7715]

Wednesday, November 9, 2016

Kisah Tukang Kebun

Hasil gambar untuk tukang kebun
Sepenggal kisah dari Al-Azhar Cairo
Seorang Syekh yang alim sedang berjalan-jalan santai, bersama salah seorang muridnya di sebuah taman. Di tengah-tengah asyik berjalan sambil bercerita, keduanya melihat sepasang sepatu yang sudah usang lagi lusuh. Mereka berdua yakin kalau itu adalah sepatu milik pekerja kebun yang bertugas di sana, yang sebentar lagi akan segera menyelesaikan pekerjaannya.
Sang murid melihat kepada syekhnya sambil berujar, “Bagaimana kalau kita candai tukang kebun ini dengan menyembunyikan sepatunya, kemudian kita bersembunyi di belakang pohon-pohon? Nanti, ketika dia datang untuk memakai sepatunya kembali, ia akan kehilangannya. Kita lihat bagaimana dia kaget dan cemas!”
Syekh yang alim dan bijak itu menjawab, “Ananda, tidak pantas kita menghibur diri dengan mengorbankan orang miskin. Kamu kan seorang yang kaya, dan kamu bisa saja menambah kebahagiaan untuk dirinya. Sekarang kamu coba masukkan beberapa lembar uang kertas ke dalam sepatunya, kemudian kamu saksikan bagaimana respon dari tukang kebun miskin itu”.
Sang murid sangat takjub dengan usulan gurunya. Dia langsung saja berjalan dan memasukkan beberapa lembar uang ke dalam sepatu tukang kebun itu. Setelah itu ia bersembunyi
di balik semak-semak bersama gurunya sambil mengintip apa yang akan terjadi dengan tukang kebun
Tidak beberapa lama datanglah pekerja miskin itu sambil mengibas-ngibaskan kotoran dari pakaiannya. Dia menuju tempat sepatunya ia tinggalkan sebelum bekerja. Ketika ia mulai memasukkan kakinya ke dalam sepatu, ia terperanjat, karena ada sesuatu di dalamnya. Saat ia
keluarkan ternyata… uang.
Dia memeriksa sepatu yang satunya lagi, ternyata juga berisi uang.
Dia memandangi uang itu berulang-ulang, seolah-olah ia tidak percaya dengan penglihatannya. Setelah ia memutar pandangannya ke segala penjuru ia tidak melihat seorangpun.
Selanjutnya ia memasukkan uang itu ke dalam sakunya, lalu ia berlutut sambil melihat ke langit dan menangis. Dia berteriak dengan suara tinggi, seolah-olah ia bicara kepada Allah ar rozzaq :
“Aku bersyukur kepada-Mu wahai Robbku. Wahai Yang Maha Tahu bahwa istriku lagi sakit dan anak-anakku lagi kelaparan. Mereka belum mendapatkan makanan hari ini. Engkau telah menyelamatkanku, anak-anak dan istriku dari celaka”. Dia terus menangis dalam waktu cukup lama sambil memandangi langit sebagai ungkapan rasa syukurnya atas karunia dari Allah Yang Maha Pemurah.
Sang murid sangat terharu dengan pemandangan yang ia lihat di balik persembunyiannya. Air matanya meleleh tanpa dapat ia bendung.
Ketika itu Syekh yang bijak tersebut memasukkan pelajaran kepada muridnya, “Bukankah sekarang kamu merasakan kebahagiaan yang lebih dari pada kamu melakukan usulan pertama dengan menyembunyikan sepatu tukang kebun miskin itu?”
Sang murid menjawab, “Aku sudah mendapatkan pelajaran yang tidak akan mungkin aku lupakan seumur hidupku. Sekarang aku baru paham makna
kalimat yang dulu belum aku pahami sepanjang hidupku, “Ketika kamu memberi kamu akan mendapatkan kebahagiaan yang lebih banyak dari pada kamu mengambil”.
Sang guru melanjutkan pelajarannya.
Dan sekarang ketahuilah bahwa pemberian itu bermacam-macam,
Memaafkan kesalahan orang di saat mampu melakukan balas dendam adalah suatu pemberian, Mendo’akan temanmu di belakangnya (tanpa sepengatahuannya) itu juga suatu pemberian. Berusaha berbaik sangka dan menghilangkan prasangka buruk darinya juga suatu pemberian. Menahan diri dari membicarakan aib saudaramu di belakangnya adalah pemberian lagi.
Ini semua adalah pemberian, supaya kesempatan memberi tidak dimonopoli oleh orang-orang kaya saja. Jadikanlah semua ini pelajaran, wahai.. ananda!
Semoga bermanfa’at. 


Amalan Dalam Kesulitan

Hasil gambar untuk kesulitan
Sahabat Dunia Islam, Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam pernah bercerita tentang pertemuan seorang laki-laki dengan seekor anjing dalam sebuah tempat tak jauh dari sumur. Kisah perjumpaan itu dimulai ketika tenggorokan lelaki tersebut betul-betul telah kering.
Lelaki ini terus melangkah meski dahaga menyiksanya sepanjang perjalanan, hingga ia menemukan sebuah sumur, lalu terjun dan meminum air di dalamnya. Air yang mengaliri kerongkongnya cukup untuk menyembuhkan rasa haus itu. Lidahnya kembali basah, tenaganya sedikit bertambah.
Saat keluar dari lubang laki-laki ini terperanjat. Di hadapan matanya sedang berdiri seekor anjing dengan muka memelas. Napasnya kempas-kempis. Lidahnya menjulur-julur. “Anjing ini pasti mengalami dahaga sangat seperti yang telah aku derita,” kata si lelaki.
Laki-laki tersebut seperti menyadari bahwa meski haus, anjing sekarat itu tak mugkin turun ke dalam sumur karena tindakan ini bisa malah mencelakakanya. Seketika ia terjun kembali ke dalam sumur. Sepatunya ia penuhi dengan air, dan naik lagi dengan beban dan tingkat kesulitan yang bertambah. Si lelaki bahagia bisa berbagi air dengan anjing.
Apa yang selanjutnya terjadi pada lelaki itu?
Rasulullah berkata, “Allah berterima kasih kepadanya, mengampuni dosa-dosanya, lantas memasukkannya ke surga.” Para sahabat bertanya, “Wahai, Rasulullah! Apakah dalam diri binatang-binatang terkandung pahala-pahala kita?”
“Dalam setiap kesulitan mencari air terkandung pahala,” sahut Nabi.
Kisah di atas mengingatkan kita pada keharusan bersifat welas asih kepada sesama makhluk, termasuk binatang. Tapi, bukankah anjing adalah binatang haram? Bukankah keringat dan air liurnya termasuk najis tingkat tinggi dan karenanya harus dijauhi?
Setiap Amalan Dalam Kesulitan Terkandung Pahala Yang Sangat Besar , Cerita tersebut Rasulullah justru menyadarkan kita bahwa status haram dan najis tak otomatis berbanding lurus dengan anjuran membenci, melaknat, dan menghinakan. Bukankah Rasulullah pernah berujar, “Irhamû man fil ardl yarhamkum man fis samâ’ (sayangilah yang di bumi, niscaya yang di langit akan menyayangimu.”

Sunday, November 6, 2016

Dahsyatnya Hari Kiamat Dan Siksa Neraka

Hasil gambar untuk kiamat
Rasulullah saw bersabda :"matahari pada hari kiamat didekatkan kepada manusia sehingga jaraknya dari mereka 1 mil (tidak diketahui jarak 1 mil) , maka manusia tenggelam dalam keringat mereka sesuai dengan amal masing-masing ,Diantaranya mereka ada yang sampai dua mata kakinya ,ada yang sampai dua lututnya ,ada yang sampai pinggangnya dan ada yang sampai tenggelam olehnya" (Hr.Muslim)

Betapa pedihnya siksa neraka, bagaimana sakitnya di siksa sampai badan hancur tetapi tidak mati-mati ketika di neraka. Yang terdengar hanya jeritan dan rintihan tangis sakit kepedihan.

1. Kulit mereka diganti dengan yang baru, sebagaimana Allah berfirman yang artinya, "Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab." (An Nisa' : 56).

2. Bara apinya membakar sampai ke hati, sebagaimana Allah berfirman yang artinya,"(Yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati." (Al Humazah: 6-7).

3. Mereka diseret ke neraka di atas wajah mereka, sebagaimana dalam firman-Nya yang artinya, "(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka." (Al Qomar: 48).

4. Minuman mereka adalah besi yang mendidih, sebagaimana Allah berfirman yang artinya, "Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek." (Al Kahfi: 29).

Begitu syadiid (keras dan pedih) siksaan neraka, lalu siksaan apa yang paling ringan untuk penghuni neraka ?

Rasulullah bersabda yang artinya, " Sesungguhnya penduduk neraka yang paling ringan siksanya adalah orang yang mengenakan dua sandal dari neraka lalu mendidih otaknya karena sangat mencekam panas dua sandalnya. "(Hr.Muslim).

Naudzubillah

Dukhon

Saat ini di dunia dan juga tentu saja termasuk indonesia, sedang perjadi pandemi yang berasal dari corona. Nama legkapnya virus corona. Ata...