Thursday, December 29, 2016

Makhluk Paling Hina

Hasil gambar untuk makhluk paling hina
Di sebuah pondok pesantren, terdapat seorang santri yang tengah menuntut ilmu pada seorang Kyai. Sudah bertahun-tahun lamanya si santri belajar. Hingga tibalah saat dimana dia akan diperbolehkan pulang untuk mengabdi kepada masyarakat

Sebelum Santri tersebut pulang, Kyai memberinya satu ujian untuk membuktikan bahwa si Santri benar-benar sudah matang ilmunya dan siap menghadapi kehidupan diluar Pesantren. Pak Kyai kemudian berkata pada santri itu. 
“Sebelum kamu pulang, dalam tiga hari ini, aku ingin meminta kamu mencarikan seorang ataupun makhluk yang lebih hina dan buruk dari kamu,“ ujar sang Kyai.
“Tiga hari itu terlalu lama Kyai, hari ini aku bisa menemukan banyak orang atau makhluk yang lebih buruk daripada saya,” jawab Santri penuh percaya diri.
Sang Kyai tersenyum seraya mempersilakan muridnya membawa seorang ataupun makhluk paling hina itu ke hadapannya.
Santri keluar dari ruangan Kyai dengan semangat. 
”Hem, ujian yang sangat gampang!”

Hari itu juga, si Santri berjalan menyusuri jalanan ibu kota. Di tengah jalan, dia menemukan seorang pemabuk berat. Menurut pemilik warung yang dijumpainya, orang tersebut selalu mabuk-mabukan setiap hari. Pikiran si Santri sedikit tenang, dalam hatinya dia berkata,
“Ahay.. pasti dia orang yang lebih buruk daripadaku, setiap hari dia habiskan hanya untuk mabuk-mabukan, sementara aku selalu rajin beribadah.”

Dalam perjalanan pulang Si santri kembali berpikir, “Sepertinya si pemabuk itu belum tentu lebih buruk daripada aku, sekarang dia mabuk-mabukan tapi siapa yang tahu di akhir hayatnya Allah justru mendatangkan hidayah hingga dia bisa khusnul Khotimah, sedangkan aku yang sekarang rajin ibadah, kalau diakhir hayatku, Allah justru menghendaki SuĂșl Khotimah, bagaimana? “Huuh… berarti pemabuk itu belum tentu lebih jelek dari aku,”ujarnya bimbang.

Santri itu kemudian kembali melanjutkan perjalanannya mencari orang atau makhluk yang lebih buruk darinya. Di tengah perjalanan, dia menemukan seekor anjing yang menjijikkan karena selain bulunya kusut dan bau, anjing tersebut juga menderita kudisan.
“Akhirnya ketemu juga makhluk yang lebih jelek dari aku, anjing tidak hanya haram, tapi juga kudisan dan menjijikkan,” teriak santri dengan girang.
Dengan menggunakan karung beras, si Santri membungkus anjing tersebut hendak dibawa ke Pesantren, Namun ditengah jalan, tiba-tiba dia kembali berpikir. “Anjing ini memang buruk rupa dan kudisan, namun benarkah dia lebih buruk dari aku?” Oh tidak, kalau anjing ini mati, maka dia tidak akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang dilakukannya di dunia, sedangkan aku harus mempertanggungjawabkan semua perbuatan selama di dunia dan bisa jadi aku akan masuk ke neraka.

Akhirnya si santri menyadari bahwa dirinya belum tentu lebih baik dari anjing tersebut. Hari semakin sore, Santri itu masih mencoba kembali mencari orang atau makluk yang lebih jelek darinya. Namun hingga malam tiba, dia tak jua menemukannya. Lama sekali dia berpikir, hingga akhirnya dia memutuskan untuk pulang ke Pesantren dan menemui sang Kyai.

“Bagaimana Anakku, apakah kamu sudah menemukannya?” tanya sang Kyai.
“Sudah, Kyai,”jawabnya seraya tertunduk. 
“Ternyata diantara orang atau makluk yang menurut saya sangat buruk, saya tetap paling buruk dari mereka,”ujarnya perlahan.
Mendengar jawaban sang Murid, kyai tersenyum lega. 
“Alhamdulillah.. kamu dinyatakan lulus dari pondok pesantren ini, anakku,” ujar Kyai terharu.

Kemudian Kyai berkata “Selama kita hidup di dunia, jangan pernah bersikap sombong dan merasa lebih baik atau mulia daripada orang ataupun makhluk lain. Kita tidak pernah tahu, bagaimana akhir hidup yang akan kita jalani. Bisa jadi sekarang kita baik dan mulia, tapi diakhir hayat justru menjadi makhluk yang seburuk-buruknya. Bisa jadi pula sekarang kita beriman, tapi di akhir hayat, setan berhasil memalingkan wajah kita hingga melupakanNya.”

Wednesday, December 28, 2016

Taman Surga Dunia


Hasil gambar untuk halaqah

Dari Anas Ibn Malik radhiyallaahu 'anhu, bahwa Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallama bersabda, ”Jika kamu melewati taman-taman Surga, maka singgahlah dengan senang.” Para sahabat bertanya, ”Apakah taman-taman surga itu ?” Beliau menjawab, ”Halaqah-halaqah (kelompok-kelompok) dzikir.” (HR. Tirmidzi no. 3510 dan lainnya. Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shahihah no. 2562)

Dalam riwayat lain, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallama bersabda, “Apabila kalian melewati taman-taman Surga maka singgahlah.” Maka para Sahabat bertanya, “Apa yang dimaksud taman-taman surga itu wahai Rasulullah ?” Beliau menjawab, “Halaqah-halaqah dzikir, karena sesungguhnya Allah Ta’ala memiliki malaikat yang berkeliling untuk mencari halaqah-halaqah dzikir. Apabila mereka datang kepada orang-orang itu, maka mereka pun meliputinya.” (HR. Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah dan dihasankan oleh Syaikh Salim dalam Shahih Al-Adzkar hal. 16)

Apakah Majelis Ilmu juga termasuk Halaqah Dzikir ?
Ibnu Hajar al-Asqalany rahimahullaahu mengatakan, “Yang dimaksud dengan majelis-majelis dzikir adalah mencakup majelis-majelis yang berisi dzikrullah, dengan macam-macam dzikir yang ada (tuntunannya, ed) berupa tasbih, takbir dan lainnya. Juga yang berisi bacaan Kitab Allah 'Azza wa Jalla dan berisi doa kebaikan dunia dan akhirat. Dan menghadiri majelis pembacaan hadits Nabi, mempelajari ilmu agama, mengulang-ulanginya, berkumpul melakukan shalat nafilah (sunnah) ke dalam majlis-majlis dzikir adalah suatu visi. Yang lebih nyata, majelis-majelis dzikir adalah lebih khusus pada majlis-majlis tasbih, takbir dan lainnya, juga qiraatul Qur’an saja. Walaupun pembacaan hadits, mempelajari dan berdiskusi ilmu (agama) termasuk jumlah yang masuk di bawah istilah dzikrullah Ta’ala." (Fathul Baari 11 / 212 - Asy-Syamilah)
‘Atha' Ibn Abi Rabah rahimahullaahu berkata, “Majelis-majelis dzikir yang dimaksud adalah majelis-majelis halal dan haram, bagaimana harus membeli, menjual, berpuasa, mengerjakan shalat, menikah, cerai, melakukan haji dan yang sepertinya.” (Al-Faqiih wal Mutafaqqih no. 40)
Imam An-Nawawi rahimahullaahu mengatakan, “Ketahuilah ! Sesungguhnya keutamaan dzikir itu tidak terbatas kepada tasbih, tahlil, tahmid, takbir dan semacamnya. Akan tetapi, setiap orang yang beramal ikhlas karena Allah Ta’ala dengan melakukan ketaatan, maka dia adalah orang yang berdzikir kepada Allah Ta’ala. Demikianlah, yang dikatakan oleh Sa’id Ibn Jubair radhiyallaahu ’anhu dan para Ulama yang lain. (Shahih Al-Adzkar hal. 18)
Syaikh Salim Ibn 'Ied Al-Hilali hafidzhahullaahu berkata, ”Majelis dzikir-majelis dzikir adalah halaqah-halaqah ilmu yang diadakan di rumah-rumah Allah untuk belajar, mengajar dan mencari pemahaman terhadap agama.” (Bahjatun Nazhirin Syarah Riyadhush Shalihin 2 / 521)
Beliau hafidzhahullaahu menambahkan, ”Majelis dzikir-majelis dzikir yang dicintai oleh Allah, ialah majelis-majelis ilmu, bersama-sama mempelajari Al-Qur’anul Karim dan As-Sunnah Al-Muththaharah dan mencari pemahaman tentang hal itu. Yang dimaksudkan bukanlah halaqah-halaqah tari dan perasaan ala Shufi.” (Bahjatun Nazhirin Syarah Riyadhush Shalihin 2 / 519)
Bahkan, Syaikh 'Abdurrazaq Ibn 'Abdil Muhsin Al-Badr hafidzahumallaahu mengatakan, ”Tidak ada keraguan, bahwa menyibukan dengan menuntut ilmu dan menghasilkannya, mengetahui halal dan haram, mempelajari Al-Qur’anul Karim dan merenungkannya, mengetahui Sunnah Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallama dan sirah (riwayat hidup) beliau serta berita-berita beliau, adalah sebaik-baik dzikir dan paling utama. Majelis-majelisnya adalah majelis-majelis paling baik. Majelis-majelis itu lebih baik daripada majelis-majelis dzikrullah dengan tasbih, tahmid dan takbir. Karena majelis-majelis ilmu berkisar antara fardhu ‘ain atau fardhu kifayah. Sedangkan dzikir semata-mata (hukumnya) adalah tathawwu’ murni.” (Fiqhul Ad’iyah wal Adzkar 1 / 104)
Alhasil, halaqah dzikir adalah majelis ilmu. Yaitu, majelis yang di dalamnya diajarkan tentang tauhid, ‘aqidah yang benar menurut pemahaman Salafush Shalih, ibadah yang sesuai Sunnah Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallama, muamalah dan lainnya.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullaahu mengatakan, "Sesungguhnya dzikir di antara amal memiliki kelezatan yang tidak bisa diserupai oleh sesuatu pun, seandainya tidak ada balasan pahala bagi hamba kecuali kelezatan dan kenikmatan hati yang dirasakan oleh orang yang berdzikir, maka hal itu (kenikmatan berdzikit saja, ed) sudah mencukupi, oleh karena itu majelis-majelis dzikir dinamakan taman-taman surga.” (Al-Wabilush Shayyib hal. 81)
Beliau rahimahullaahu menambahkan, ”Barangsiapa ingin menempati taman-taman surga di dunia, hendaklah dia menempati majelis-majelis dzikir; karena ia adalah taman-taman surga.” (Al-Wabilush Shayyib hlm. 145)
Akhir kata : ”Jika kamu melewati taman-taman Surga, maka singgahlah dengan senang.”

Setelah Riset Sains, Para Ilmuwan ini Masuk Islam

Hasil gambar untuk profesor william
Ada banyak ilmuwan dunia yang akhirnya mengakui kebenaran Alquran setelah melakukan penelitian di bidangnya. Siapa saja mereka? Di abad modern ini, pembuktian kebenaran Alquran sudah banyak dilakukan oleh ilmuwan non-muslim. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang akhirnya dengan ikhlas mengucap dua kalimat syahadat.
Para ilmuwan yang jadi mualaf ini datang dari berbagai disiplin ilmu, seperti: astronomi, biologi, fisika, kedokteran, dll.
Berikut adalah beberapa tokoh ilmuwan dunia yang masuk Islam setelah takjub melihat kebenaran Al-Qur’an dan Hadist, setelah melakukan serangkaian penelitian.

1. Maurice Bucaille
Prof Dr Maurice Bucaille adalah seorang ahli bedah kenamaan Prancis dan pernah memimpin klinik bedah di Universitas Paris. Ia dilahirkan di Pont-L’Eveque, Prancis, pada 19 Juli 1920. Bucaille memulai kariernya di bidang kedokteran pada 1945 sebagai ahli gastroenterology. Pada 1973, ia ditunjuk menjadi dokter keluarga oleh Raja Faisal dari Arab Saudi.

Pada suatu hari, pemerintah Prancis menawari bantuan kepada pemerintah Mesir untuk meneliti, mempelajari, dan menganalisis mumi Firaun. Bucaille-lah yang jadi pemimpin ahli bedah sekaligus penanggung jawab utama untuk penelitian tersebut.
Ternyata, hasil akhir yang Bucaille peroleh sangat mengejutkan; sisa-sisa garam yang melekat pada tubuh sang mumi adalah bukti terbesar bahwa dia telah mati karena tenggelam.
Jasadnya segera dikeluarkan dari laut dan kemudian dibalsem untuk segera dijadikan mumi agar awet. Namun penemuan yang dilakukan Bucaille menyisakan pertanyaan: Bagaimana jasad tersebut bisa terjaga dan lebih baik dari jasad-jasad yang lain (tengkorak bala tentara Firaun), padahal telah dikeluarkan dari laut?
Bucaille lantas menyiapkan laporan akhir tentang sesuatu yang diyakininya sebagai penemuan baru, yakni tentang penyelamatan mayat Firaun dari laut dan pengawetannya. Laporan akhirnya ini dia terbitkan dengan judul ‘Mumi Firaun; Sebuah Penelitian Medis Modern’, dengan judul aslinya, ‘Les Momies des Pharaons et la Midecine’.
Saat menyiapkan laporan akhir, salah seorang rekannya membisikkan sesuatu di telinga Bucaille seraya berkata: “Jangan tergesa-gesa karena sesungguhnya kaum Muslimin telah berbicara tentang tenggelamnya mumi ini”.
Dia mulai berpikir dan bertanya-tanya. Bagaimana mungkin hal itu bisa terjadi? Bahkan, mumi tersebut baru ditemukan sekitar tahun 1898 M, sementara Alquran telah ada ribuan tahun sebelumnya.
Setelah perbaikan terhadap mayat Firaun dan pemumiannya, Prancis mengembalikan mumi tersebut ke Mesir. Namun, ia masih bertanya-tanya tentang kabar bahwa kaum Muslimin telah saling menceritakan tentang penyelamatan mayat tersebut.
Dari sini kemudian terjadilah perbincangan untuk pertama kalinya dengan peneliti dan ilmuwan Muslim. Ia bertanya tentang kehidupan Musa as, perbuatan yang dilakukan Firaun, dan pengejarannya terhadap Musa hingga dia tenggelam dan bagaimana jasad Firaun diselamatkan dari laut.

Maka, berdirilah salah satu di antara ilmuwan Muslim tersebut seraya membuka Alquran dan membacakan untuk Bucaille firman Allah SWT yang artinya: “Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami.” (QS Yunus: 92).
Ayat ini sangat menyentuh hati Bucaille. Ia mengatakan bahwa ayat Alquran tersebut masuk akal dan mendorong sains untuk maju. Hatinya bergetar, dan getaran itu membuatnya berdiri di hadapan orang-orang yang hadir seraya menyeru dengan lantang: “Sungguh aku masuk Islam dan aku beriman dengan Alquran ini”.

2. Jacques Yves Costeau
Jika anda termasuk orang yang gemar menonton acara TV chanel `Discovery Chanel’ pasti kenal Mr. Jacques Yves Costeau, ia adalah seorang ahli Oceanografer dan pakar selam terkemuka dari Perancis.

Orang tua yang berambut putih ini sepanjang hidupnya menyelam ke berbagai dasar samudera di seantero dunia dan membuat film dokumenter tentang keindahan alam dasar laut untuk ditonton oleh seluruh dunia.
Pada suatu hari ketika sedang melakukan eksplorasi di bawah laut, tiba-tiba Costeau menemui beberapa kumpulan mata air tawar-segar yang sangat sedap rasanya karena tidak bercampur atau tidak melebur dengan air laut yang asin di sekelilingnya. Sehingga seolah-olah ada dinding atau membran yang membatasi keduanya.
Fenomena ganjil itu mendorongnya untuk mencari tahu penyebab terpisahnya air tawar dari air asin di tengah-tengah lautan.
Sampai pada suatu hari ia bertemu dengan seorang profesor muslim dan menceritakan fenomena ganjil itu kepadanya. Profesor tersebut lalu teringat ayat Alquran tentang bertemunya dua lautan (surat Ar-Rahman ayat 19-20) yang sering diidentikkan dengan Terusan Suez.
Ayat itu berbunyi: “Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu, antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui masing-masing”.
Kemudian dibacakan surat Al-Furqan ayat 53 : “Dan Dialah yang membiarkan dua laut mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain masin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi.”
Terpesonalah Mr Costeau mendengar ayat-ayat Alquran itu, melebihi kekagumannya melihat keajaiban pemandangan yang pernah dilihatnya di lautan yang dalam. Costeau pun berkata bahwa Alquran memang sesungguhnya kitab suci yang berisi firman Allah, yang seluruh kandungannya mutlak benar. Tak lama kemudian, Mr Costeau pun memeluk agama Islam.

3. Demitri Bolykov
Demitri Bolykov yang merupakan seorang ahli fisika asal Ukraina, mengatakan bahwa pintu masuk ke Islam baginya adalah fisika. Demitri tergabung dalam sebuah penelitian ilmiah yang dipimpin oleh Prof Nicolai Kosinikov, yang juga merupakan pakar fisika.

Teori yang dikemukan oleh Prof Kosinov merupakan teori yang paling baru dan paling berani dalam menafsirkan fenomena perputaran Bumi pada porosnya. Kelompok peneliti ini merancang sebuah sampel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan, ditempatkan pada badan bermagnit yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus.
Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya fenomena ini dinamakan “Gerak Integral Elektro Magno-Dinamika”. Gerak ini pada substansinya menjadi aktivitas perputaran bumi pada porosnya.
Pada tingkat realita di alam ini, daya Matahari merupakan “kekuatan penggerak” yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong bumi untuk berputar pada porosnya. Kemudian gerak perputaran Bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya intensitas daya Matahari.
Atas dasar ini pula posisi dan arah kutub utara bergantung. Telah diadakan penelitian bahwa kutub magnet Bumi hingga tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun, akan tetapi pada tahun-tahun terakhir ini kecepatan tersebut bertambah hingga 40 km dalam setahun.
Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet Bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak. Ini berarti Bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat. Artinya bahwa “gerak” perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Ketika itu matahari akan terbit (keluar) dari Barat.
Ilmu pengetahuan dan informasi seperti ini tidak didapati Demitri dalam buku-buku atau didengar dari manapun, akan tetapi ia memperoleh kesimpulan tersebut dari hasil riset dan percobaan serta penelitian.
Ketika ia menelaah kitab-kitab Samawi lintas agama, ia tidak mendapatkan satupun petunjuk kepada informasi tersebut selain dari Islam. Ia mendapati informasi tersebut dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari Barat, maka Allah akan menerima taubatnya.”

4. Dr. Fidelma OLeary
Dr Fidelma, ahli neurologi asal Amerika Serikat mendapat hidayah saat melakukan kajian terhadap saraf otak manusia. Ketika melakukan penelitian, ia menemukan beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah. Padahal setiap inci otak manusia memerlukan suplai darah yang cukup agar dapat berfungsi secara normal.

Penasaran dengan penemuannya, Dr.Fidelma mencoba mengkaji lebih serius. Setelah memakan waktu lama, penelitiannya pun tidak sia-sia. Akhirnya dia menemukan bahwa ternyata darah tidak akan memasuki urat saraf di dalam otak manusia secara sempurna kecuali ketika seseorang tersebut melakukan sujud dalam salat. Artinya, kalau manusia tidak menunaikan ibadah shalat, otak tidak dapat menerima darah yang secukupnya untuk berfungsi secara normal.
Rupanya memang urat saraf dalam otak tersebut hanya memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja. Ini artinya darah akan memasuki bagian urat otak dengan mengikuti waktu salat.
Dengan kata lain, sujud yang tumakninah dan kontinyu dapat memacu kecerdasan. Karena posisi sujud akan mengalirkan darah yang kaya oksigen secara maksimal dari jantung ke otak. Aliran ini berpengaruh pada daya pikir seseorang.
Setelah penelitian mengejutkan tersebut, Fidelma mencari tahu tentang Islam melalui buku-buku Islam dan diskusi dengan rekan-rekan muslimnya. Setelah mempelajari dan mendiskusikannya, ia malah merasa bahwa ajaran Islam sangat logis. Hatinya begitu tenang ketika mengkaji dan menyelami agama samawi ini.

5. Profesor William
Pada sebuah penelitian ilmiah yang diberitakan oleh sebuah majalah sains terkenal, Journal of Plant Molecular Biologies, menyebutkan bahwa sekelompok ilmuwan yang mengadakan penelitian mendapatkan suara halus yang keluar dari sebagian tumbuhan yang tidak bisa didengar oleh telinga biasa.

Suara tersebut berhasil disimpan dan direkam dengan sebuah alat perekam tercanggih yang pernah ada.
Para ilmuwan selama hampir tiga tahun meneliti fenomena yang mencengangkan ini berhasil menganalisis denyutan atau detak suara tersebut sehingga menjadi isyarat-isyarat yang bersifat cahaya elektrik (kahrudhoiyah ) dengan sebuah alat canggih yang bernama Oscilloscope. Akhirnya para ilmuwan tersebut bisa menyaksikan denyutan cahaya elektrik itu berulang lebih dari 1000 kali dalam satu detik!
Prof. William Brown yang memimpin para pakar sains untuk mengkaji fenomena tersebut mengisyaratkan setelah dicapainya hasil bahwasanya tidak ada penafsiran ilmiah atas fenomena tersebut.
Padahal seperti diakui oleh sang profesor bahwa pihaknya telah menyerahkan hasil penelitian mereka kepada universitas-universitas serta pusat-pusat kajian di Amerika juga Eropa, akan tetapi semuanya tidak sanggup menafsirkan fenomena bahkan semuanya tercengang tidak tahu harus berkomentar apa.
Pada kesempatan terakhir, fenomena tersebut dihadapkan dan dikaji oleh para pakar dari Britania, dan diantara mereka ada seorang ilmuwan muslim yang berasal dari India. Sang peneliti muslim kemudian membaca ayat dalam Alquran yang berbunyi:
“Bertasbih kepada-Nya langit yang tujuh, dan bumi (juga), dan segala yang ada di dalamnya. Dan tidak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun, lagi Maha Pengampun,” (QS Isra: 44).
Setelah menjelaskan tentang Islam dan ayat tersebut, sang peneliti muslim itu memberikan hadiah berupa mushaf Alquran dan terjemahanya kepada Profesor William, salah satu anggota tim peneliti Inggris.
Selang beberapa hari setelah peristwa itu, Profesor William berceramah di Universitas Carnegie Mellon. Ia mengatakan:
“Dalam hidupku, aku belum pernah menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini. Begitu pula tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan tetapi, satu-satunya tafsir yang bisa kita temukan adalah dalam Alquran. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan Syahadatain,” demikian ungkapan William.

Sumber: pahamilah.com

Orang Istimewa Di Hari Kiamat

Hasil gambar untuk jaga ucapan
Tentu kita meyakini bahwa bumi ini tidak akan bertahan lama. Ada saatnya, seluruh alam semesta tidak lagi beredar baik. Sehingga, benturan dan bencana dahsyat akan datang melanda. Inilah yang kita kenal sebagai hari kiamat. Dimana seluruh alam semesta akan hancur. Tak akan ada makhluk hidup yang bisa selamat dari kematian.

Di balik dahsyatnya kiamat, ternyata Allah masih menyelipkan sebuah keistimewaan bagi hamba-Nya. Salah satunya adalah adanya sosok manusia yang menempati kedudukan terhormat saat hari kiamat kelak. Siapakah orang tersebut?

Ternyata orang yang menempati kedudukan terhormat di hari kiamat kelak adalah mereka yang memiliki akhlak yang luhur selama kehidupannya di dunia. Tidak hanya itu, mereka juga senantiasa menjaga mulutnya dan kelakuannya dari hal-hal yang dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dari Abu Hurairah, Nabi ï·ș bersabda, “Tiada yang lebih berat dalam timbangan seorang Mukmin di hari kiamat daripada keindahan akhlak. Dan Allah benci kepada orang yang keji mulut dan kelakuan,” (HR. At-Tirmidzi).

Namun, hal sebaliknya akan terjadi pada orang-orang yang tidak mampu menjaga lisan dan kemaluannya. Bukannya akan mendapatkan kedudukan terhormat, kedua hal ini justru akan menjerumuskan mereka ke dalam neraka apabila tidak mampu menjaganya dengan baik.

Dari Abu Hurairah memberitakan, “Rasulullah ditanya tentang kelakuan apakah yang paling banyak memasukkan orang ke dalam surga? Rasulullah menjawab, ‘Takwa kepada Allah dan keindahan akhlak.’ Dan ketika beliau ditanya, tentang apakah yang paling banyak memasukkan orang ke dalam neraka? Rasulullah menjawab, ‘Mulut dan kemaluan’,” (HR. At-Tirmidzi).

Abu Umamah Al-Bahili berkata Rasulullah ï·ș bersabda, “Saya dapat menjamin suatu rumah di kebun surga untuk orang yang meninggalkan perdebatan, meskipun ia benar, dan menjamin suatu rumah di pertengahan surga bagi orang yang tidak berdusta meskipun bergurau. Dan menjamin satu rumah di bagian yang tinggi dari surga bagi orang yang baik budi pekertinya,” (HR. Abu Dawud).

Jabir berkata Rasulullah ï·ș bersabda, “Sesungguhnya orang yang sangat saya kasihi dan yang terdekat padaku majelisnya pada hari kiamat ialah yang terbaik budi pekertinya. Dan orang yang sangat saya benci dan terjauh daripadaku pada hari kiamat yaitu orang yang banyak bicara, sombong dalam pembicaraannya dan berlagak menunjukkan kepandaiannya,” (HR. At-Tirmidzi).
Sumber: www.infoyunik.com


Tuesday, December 27, 2016

Agama Rasulullah Sebelum Jadi Nabi

Hasil gambar untuk rasulullah
entu kita mengetahui bahwasanya agama Islam mulai tersebar setelah Nabi Muhammad ï·ș diutus menjadi Nabi. Dan dikatakan bahwa beliau menjadi Nabi bukan sejak lahir. Melainkan pada usia dewasa. Bahkan, beliau mengenalkan Islam pun setelah memperoleh wahyu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Nah, mungkin dalam benak kita bertanya-tanya, sebelum adanya wahyu, Rasulullah ï·ș menganut agama apa?

Jika kita renungkan, sebenarnya pertanyaan semacam ini tidak ada hubungannya dengan amal kita dan praktik perbuatan kita. Dalam arti, iman kita tidak menjadi semakin bertambah setelah kita tahu, dan tidak pula sebaliknya, iman kita menjadi turun ketika kita tidak tahu.

Karena yang menjadi kepentingan kaum muslimin adalah bahwa Muhammad ï·ș diutus oleh Allah sebagai nabi dan rasul, dengan adanya wahyu yang disampaikan melalui Jibril. Bagian inilah yang wajib kita imani. Sementara bagaimana kondisi Nabi ï·ș sebelum itu, kita pasrahkan kepada Allah.
Meskipun para ulama membahas hal ini, untuk menutup celah terjadinya su’udzan masyarakat kepada Rasulullah ï·ș.

Mengenai amalan Nabi ï·ș sebelum diutus, ulama berbeda pendapat dalam hal ini.
1. Nabi ï·ș mengikuti millah ibrahim (Hanifiyah)
Al-Alusi menegaskan pendapat yang benar mengenai kondisi Nabi ï·ș sebelum jadi diutus oleh Allah, beliau mengikuti ajaran Ibrahim ‘Alaihis Salam. Al-Alusi membawakan keterangan Ibnu Aqil, “Abul Wafa, Ali bin Aqil menegaskan bahwa sebelum diutus, Nabi ï·ș menganut syariat Ibrahim yang shahih dari beliau,” (Tafsir al-Alusi, 23/160).

2. Nabi ï·ș tidak beribadah dan tidak mengikuti ajaran apapun
Ini merupakan pendapat al-Qadhi Iyadh. Beliau mengatakan, “Sebelum mendapat wahyu, Nabi ï·ș tidak beribadah dengan mengikuti syariat umat sebelumnya, menurut pendapat yang kuat,” (Fathul Bari, 7/144).
Dan InsyaAllah, pendapat yang benar, ketika itu Nabi ï·ș sudah beribadah. Salah satu buktinya, beliau pernah melakukan tahannuts [Ű§Ù„ŰȘŰ­Ù†Ű«] di gua-gua. Aisyah Radhiyallahu ‘Anha pernah menceritakan peristiwa yang dialami Rasulullah ï·ș menjelang datangnya wahyu. Salah satunya, “Nabi ï·ș menyendiri di gua Hira melakukan tahannuts,” (HR. Bukhari no. 3).
Mengenai makna tahannuts, dijelaskan oleh al-Hafidz Ibnu Hajar, maknanya ada 2:
Pertama, tahannuts [Ű§Ù„ŰȘŰ­Ù†ّŰ«] artinya tahannuf [Ű§Ù„ŰȘŰ­Ù†ّـف], yang artinya mengikuti ajaran hanifiyah. Itulah ajaran dan millah Ibrahim.
Kedua, tahannuts artinya menjauhi dosa. Dari kata al-Hints [Ű§Ù„Ű­Ù†Ű«] yang artinya dosa. Dan kata ‘tahannuts’ [Ű§Ù„ŰȘŰ­Ù†ّŰ«] memiliki arti ‘Yatajannabu al-Hints’ [يŰȘŰŹÙ†Űš Ű§Ù„Ű­Ù†Ű«], yang artinya menjauhi dosa. (Fathul Bari, 1/23) []
Sumber: Ustadz Ammi Nur Baits, Dewan Pembina Konsultasisyariah.com

Monday, December 26, 2016

Golongan yang Tidak Akan Masuk Surga


Hasil gambar untuk surga

Mu’adz pernah bertanya pada Rasulullah SAW mengenai pendapat beliau tentang ayat yauma yunfakhu fiish-shuuri fata’tuuna afwaajaa, yakni hari dimana akan ditiup sangkalala hingga datang kelompok-kelompok makhluk. Kemudian Rasul menjawab bahwa pada hari akhir kelak, akan ada kelompok-kelompok yang berkumpul dengan keadaan yang berbeda. Allah akan memisahkan kaum muslimin dan mereka yang menampakkan bentuk rupa sesuai amal ibadahnya di dunia.

Sepuluh golongan yang tidak akan masuk surga merupakan golongan yang sangat merugi. Allah telah memberikan waktu atau usia kepada kita sehingga kita harus menggunakannya sebaik mungkin sebagai bekal di akhirat kelak. Namun, masih banyak orang yang terjerumus pada perbuatan dosa sehingga memasukkan mereka ke dalam golongan yang tidak masuk surga.
Berikut ini adalah 10 orang yang tak akan masuk surga:
1. Berwujud babi
Orang-orang yang akan dibangkitkan dengan wujud babi adalah mereka yang senang akan barang haram dan melakukan pekerjaan yang haram, seperti korupsi dan cukai.
2. Berwajah kera
Golongan ini ditujukan bagi orang yang sering mengadu domba ketika di dunia. Mereka itulah yang akan dibangkitkan dengan wujud kera. Sungguh Allah sangat membenci orang-orang yang termasuk dalam 10 golongan ini.
3. Tubuhnya bau busuk
Kaum yang suka bersenang-senang dengan mengikuti segala kemauan dan syahwat mereka tanpa menunaikan hak Allah yang terletak pada hartanya. Orang ini akan memiliki bau yang sangat busuk, bahkan melebihi bau bangkai di akhirat kelak.
4. Tuli dan bisu
Golongan ini berisi orang-orang yang senang menyombongkan amalan yang telah ia lakukan di dunia. Inilah salah satu dari 10 golongan manusia yang tak masuk syurga.
5. Berjalan jungkir balik
Orang yang suka memakan harta riba, maka mereka akan dibangkitkan dengan jalan yang susah bahkan hingga jungkir balik. Hal ini akan menyakitkan mereka karena inilah adzab yang diberikan oleh Allah.
6. Memamah lidahnya
Adzab ini diberikan kepada para ulama atau penyebar kebaikan, namun mereka sendiri tidak mengamalkan sesuai apa yang diperintahkan kepada orang lain. Tingkah laku mereka berbanding terbalik dengan ajaran yang mereka sebarkan.
7. Terpotong kaki dan tangannya
Allah memberikan anggota badan yang lengkap agar digunakan untuk hal-hal yang baik, dan menuju ajaran Allah. Apabila selama di dunia, anggota tubuhnya, seperti kaki dan tangan digunakan untuk menyakiti orang lain, maka kedua anggota tubuh itu akan dipotong di akhirat kelak.
8. Buta
Mereka yang berbuat dzalim di dunia dalam memutuskan hukum akan mendapatkan adzab dari Allah berupa penglihatannya yang tidak dapat berfungsi lagi di akhirat.
9. Berselimut kain yang dicelup aspal mendidih
Orang-orang yang termasuk dalam golongan yang tidak masuk surga ini adalah mereka yang senang membanggakan diri atau takabur, terhadap orang lain ataupun terhadap Allah.
10. Disalib di batangan besi panas
Golongan ini dipenuhi dengan mereka yang suka mengadukan orang lain pada pemimpinnya, namun dengan aduan yang palsu atau batil.
Sebagai seorang muslim, tentunya kita ingin selamat dari siksa api neraka. Namun, untuk menuju hal tersebut bukanlah perkara yang mudah. Kita harus menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Pastikan jika kita tidak termasuk pada 10 golongan yang tidak akan masuk surga sehingga kita dapat masuk surga-Nya dengan ketaqwaan dan keimanan yang tulus hanya pada Allah.

Sunday, December 25, 2016

Mengucapkan Selamat Natal

Gambar terkait
Menjelang akhir Desember seperti ini, banyak muslim bertanya tentang hukum mengucapkan selamat natal. Tidak sedikit muslim yang kemudian mengucapkan selamat natal dengan berbagai alasan.

Meskipun ada sebagian ulama yang memperbolehkan mengucapkan selamat natal –dengan syarat tertentu, tidak demikian dengan Dr Zakir Naik. Dengan tegas murid Ahmed Deedat ini menjelaskan larangan mengucapkan selamat natal sembari menjelaskan hakikat di balik ucapan tersebut.

“Ketika Anda mengucapkan selamat natal, sebenarnya Anda telah melakukan pengakuan (na’udzubillah) bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melahirkan seorang anak pada 25 Desember. Biarkan kami mengoreksi mereka ketika Anda mengucapkan selamat natal kepada teman kristiani. Anda memberikan pengakuan. Anda memberikan kesaksian bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala telah melahirkan seorang anak pada 25 Desember.”

“Jika natal tiba, tanyakan saja kenapa Anda merayakan natal, mereka akan menjawab bahwa ini adalah kelahiran Jesus. Siapa itu Jesus? Mereka menjawab, Jesus adalah Tuhan yang Maha Kuasa. Langsung saja Anda memulai dakwah: tak ada satu pun pernyataan yang jelas di seluruh Alkitab bahwa Jesus sendiri berkata ‘aku adalah tuhan dan sembahlah aku’”

“Jika ada seorang Kristen yang bisa menunjukkan aku bagian manapun di alkitab, pernyataan yang jelas di seluruh alkitab, pernyataan yang jelas bahwa Jesus mengatakan bahwa aku adalah tuhan dan sembahlah aku, maka saya siap masuk Kristen.”

Dukhon

Saat ini di dunia dan juga tentu saja termasuk indonesia, sedang perjadi pandemi yang berasal dari corona. Nama legkapnya virus corona. Ata...