Tuesday, October 10, 2017

Rumah yang Diberkahi (1)


Hasil gambar untuk baca alquran
Sesungguhnya rumah itu akan terasa luas bagi penghuninya, akan di datangi malaikat, dijauhi setan, dan akan dibanjiri pula kebaikan di dalamnya

RUMAH yang islami adalah rumah yang di dalamnya berkumpul anggota keluarga yang mentaati Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam. Rumah yang islami dan diberkahi adalah anggota keluarganya melaksanakan adab-adab islami.
Setiap Muslim pasti mendambakan kehidupan yang penuh keberkahan. Berkah, dalam bahasa Arab disebut barakah, yakni kebaikan yang melimpah (al-khair al-wafir).
Rumah yang diberkahi berarti rumah yang dilimpahi kebaikan dan selalu mendapat petunjuk Allah Subhanahu Wata’ala.
Kita berharap dengan diberkahinya rumah yang kita diami, maka senantiasa akan dihadiri oleh para malaikat dan dijauhkan dari setan. Sebab, kehadiran malaikat di rumah kita akan membawa suasana ketenangan, kelapangan, kedamaian, dan kesejukan.
Oleh karena itu, agar rumah kita diberkahi oleh Allah Subhanahu Wata’ala, maka perlu diperhatikan tips berikut.
Membaca al-Qur`an
Alangkah indahnya apabila di setiap rumah terdengar ayat-ayat Allah. Dengan membaca al-Qur`an, maka malaikat rahmat akan turun membawa kebaikan dan ketenangan dalam rumah kita. Rumah yang tidak dibacakan al-Qur`an ibaratnya kuburan. Padahal, di dalamnya masih ada penghuninya.
Mulailah dari rumah kita. Lantunkan ayat-ayat al-Qur`an dengan membaca langsung atau memperdengarkan kaset/CD murattal setiap hari.
Jangan ragu, dan jangan pesimis. Tidak ada kata terlambat. Teruslah belajar. Allah memberi pahala bagi hambanya yang bersungguh-sungguh mau belajar al-Qur`an.
“Orang yang membaca al-Qur`an dengan terbata-bata dan ia merasa sulit maka baginya dua pahala.” (Riwayat Muslim)
Teladan kita Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya rumah itu akan terasa luas bagi penghuninya, akan di datangi malaikat, dijauhi setan, dan akan dibanjiri pula kebaikan di dalamnya. Sebaliknya, rumah itu akan terasa sempit bagi penghuninya, akan dijauhi malaikat, dan akan didatangi setan serta tidak akan banyak kebaikan di dalamnya, jika tidak dibacakan al-Qur`an. (Riwayat Ad-Darimi)
Al-Qur`an adalah sumber pahala dan rahmat Allah Subhanahu Wata’ala. “Barang siapa yang membaca satu huruf dari al-Qur`an, baginya satu pahala dan akan dilipatgandakan menjadi sepuluh kali lipat. ‘Alif laam miim’ itu bukan satu huruf, namun alif satu huruf, laam satu huruf dan miim satu huruf.” (Riwayat Tirmidzi)
Memanjatkan Doa
Berdoa yang dimaksud adalah memohon dan berharap sesuatu hanya kepada Allah yang Maha Mencipta. Berdoa adalah puncak ibadah yang menggambarkan peristiwa pertemuan seorang hamba dengan Sang Khaliq.
Kita dianjurkan membaca doa ketika masuk rumah, dan membaca doa ketika keluar rumah. Bahkan, bukan itu saja. Setiap akan beraktivitas di rumah kita harus membaca doa. Allah senang jika ada hambanya yang berdoa.
Dalam sebuah Hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kalian mintalah kepada Allah dari anugerah-Nya. Sesungguhnya Allah senang untuk diminta. (Riwayat Tirmidzi dan Abu Nu’aim)
Doa itu merupakan inti ibadah (Riwayat al-Bukhari). Doa itu adalah otaknya ibadah (Riwayat Ibnu Hiban dan Tirmidzi).
وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لِي وَلْيُؤْمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ
“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (QS: Al-Baqarah [2]: 186
Banyak kita dapatkan macam-macam doa, baik terdapat dalam al-Qur`an maupun al-Hadits. Aneka doa bisa kita panjatkan setiap hari agar rumah yang kita diami senantiasa diberkahi oleh Allah.
Ada beberapa adab dalam berdoa yang harus diperhatikan:
  1. Dilakukan pada waktu yang mulia: bulan Ramadhan waktu sahur, dan hari Jumat
  2. Dilakukan dalam keadaan yang khidmat: waktu sujud, ketika hati bersih dan tenang
  3. Menghadap kiblat dan mengangkat tangan
  4. Merendahkan suara
  5. Memakai bahasa yang sederhana, yang menunjukkan kerendahan hati Diutamakan doa yang berasal dari al-Qur`an, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, dan Sahabat
  6. Merendahkan diri dan menundukkan hati
  7. Meyakini doanya pasti dikabulkan Allah
  8. Memulai doa dengan menyebut nama Allah dan shalawat atas Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam (Imam al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin)
Mendirikan Shalat
Kita dianjurkan untuk banyak melakukan shalat sunnah di rumah. Lakukanlah shalat-salat sunnah rawatib, yakni shalat sunnah yang mengiringi shalat-shalat wajib di rumah kita. Misalnya, shalat sebelum dan sesudah shalat Dhuhur, sebelum dan sesudah shalat Isya’, dan sebelum shalat Subuh. Selain itu, juga melaksanakan shalat Tahajud, dan shalat Dhuha.
Sabda Nabi SAW, “Jadikan shalatmu di rumah, jangan jadikan rumahmu seperti kuburan.” Maksudnya, shalat sunnah bagi laki-laki di rumah. Sedangkan bagi laki-laki diperintahkan melaksanakan shalat wajib berjamaah di masjid atau mushalla, sedangkan untuk wanita di rumah.
  • Shalat Tahajud
Shalat Tahajud adalah shalat sunnah yang dikerjakan pada waktu malam hari hingga menjelang subuh.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menerangkan tentang keutamaan shalat Tahajud dalam sebuah Hadits Qudsi: “Rabb kita turun setiap malam ke langit dunia, ketika tinggal sepertiga malam terakhir. Dia berfirman: ‘Siapa yang memohon kepada-Ku, Aku akan memperkenankannya, siapa yang meminta kepada-Ku, Aku akan memberinya, siapa yang memohon ampunan-Ku, Aku akan mengampuninya.” (Riwayat Malik, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan lain-lain yang bersumber dari Abu Hurairah)
Bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan keutamaan shalat Tahajud lainnya. Dari Abdullah bin Salman Radiyallahu anhu (Ia berkata): Sesungguhnya NabiShallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Wahai manusia, sebarkanlah salam, santunilah orang-orang miskin, dan shalatlah di waktu malam di mana manusia sedang tidur, maka kamu akan masuk surga dengan sejahtera.” (Riwayat Tirmidzi)
Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma berkata, “Barangsiapa yang shalat malam sebanyak dua rakaat, maka ia dianggap telah bermalam karena Allah Ta’ala dengan sujud dan berdiri.” (Disebutkan oleh An-Nawawi dalam At-Tibyan h. 95)
  • Shalat Dhuha
Shalat Dhuha yaitu shalat sunnah yang waktunya antara sekitar jam 7.00 pagi hingga jam 11.00 siang. Jumlah rakaatnya paling sedikit dua rakaat, paling banyak dua belas rakaat.
Dari Aisyah Radiyallahu anha, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam biasanya shalat Dhuha empat rakaat dan ia kadang-kadang menambah dari itu menurut apa yang dikehendaki Allah. (Riwayat Muslim)
Dalam riwayat lain disebutkan. Dari Abi Dzar Radiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia bersabda: “Pada setiap pagi ada kewajiban bagi setiap persendian untuk bersedekah. Setiap tasbih itu sedekah, tiap tahmid sedekah, tiap takbir sedekah, menganjurkan kebaikan itu sedekah, demikian juga mencegah kemungkaran, dan cukuplah mengganti itu semua dengan shalat sunnah Dhuha dua rakaat.” (Riwayat Muslim)
Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan diampuni dosanya. Siapa pun yang melaksanakan shalat Dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.”

https://www.hidayatullah.com/kajian/gaya-hidup-muslim/read/2015/01/24/37309/tips-rumah-yang-diberkahi-1.html

Macam-Macam Syirik

Hasil gambar untuk syirik
Dengan mengetahui beberapa kategori syirik dapat membantu kita untuk menghindarinya agar tidak terjatuh dalam kesyirikan dalam bentuk apapun dan cara bagaimana pun


Saudariku, setelah di edisi kemarin kita dapat mengetahui hakikat kesyirikan maka kini kami ingin menjelaskan mengenai macam-macam syirik. Syirik tidak hanya menyembah berhala, menyembah selain-Nya namun riya’ juga merupakan syirik. Dengan demikian marilah saudariku kita simak penjelasan di bawah ini.

Pembagian syirik ada berbagai macam tergantung dikelompokkan pada kelompok yang mana.

1. Syirik yang Terkait dengan Kekhususan Allah Ta’ala
a. Syirik di dalam Rububiyyah Yaitu meyakini bahwa selain Allah mampu menciptakan, memberi rezeki, menghidupkan atau mematikan dan lainnya dari sifat-sifat rububiyyah.
b. Syirik di dalam Uluhiyyah Yaitu meyakini bahwa selain Allah bisa memberikan madharat atau manfaat, memberikan syafaat tanpa izin Allah, dan lainnya yang termasuk sifat-sifat uluhiyyah.
c. Syirik di dalam Asma’ wa Sifat Yaitu seorang meyakini bahwa sebagian makhluk Allah memiliki sifat-sifat khusus yang Allah ta’alla miliki, seperti mengetahui perkara gaib, dan sifat-sifat lainnya yang merupakan kekhususan Rabb kita yang Maha Suci.
2. Syirik Menurut Kadarnya
a. Syirik Akbar (besar) Yaitu syirik dalam keyakinan, dan hal ini mengeluarkan pelakunya dari agama islam.
– Syirik dalam berdoa
Adalah merendahkan diri kepada selain Allah dengan tujuan untuk istighatsah dan isti’anah kepada selain-Nya.
– Syirik dalam niat, kehendak dan maksud
Adalah manakala melakukan ibadah tersebut semata-mata ingin dilihat orang atau untuk kepentingan dunia semata.
– Syirik dalam keta’atan
Yaitu menjadikan sesuatu sebagai pembuat syariat selain Allah Subhanahu wa Ta’ala atau menjadikan sesuatu sebagai sekutu bagi Allah dalam menjalankan syariat dan ridho atas hukum tersebut.
– Syirik dalam kecintaan
Adalah mengambil makhluk sebagai tandingan bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Menyetarakan kecintaan makhluk dengan Allah.
b. Syirik Ashghar (kecil)
Yaitu riya’, hal ini tidak mengeluarkan pelakunya dari agama islam, akan tetapi pelakunya wajib untuk bertaubat. Akan tetapi bukan hanya riya’ saja yang termasuk syirik Ashgar. Riya’ termasuk Syirik Ashghar namun tidak semua Syirik Ashghar hanya berupa riya’.
c. Syirik Khafi (tersembunyi)
Yaitu seorang beramal dikarenakan keberadaan orang lain, hal ini pun termasuk riya’, dan hal ini tidak mengeluarkan pelakunya dari agama islam sebagaimana anda ketahui, namun pelakunya wajib bertaubat.
3. Syirik Menurut Letak Terjadinya
a. Syirik I’tiqodi
Syirik yang berupa keyakinan, misalnya meyakini bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah menciptakan kita dan memberi rizki pada kita namun di sisi lain juga percaya bahwa dukun bisa mengubah takdir yang digariskan kepada kita. Hal ini termasuk Syirik Akbar yang mengeluarkan pelakunya dari agama islam, kita berlindung kepada Allah dari hal ini.
b. Syirik Amali
Yaitu setiap amalan fisik yang dinilai oleh syari’at islam sebagai sebuah kesyirikan, seperti menyembelih untuk selain Allah, dan bernazar untuk selain Allah dan lainnya.
c. Syirik Lafzhi
Yaitu setiap lafazh yang dihukumi oleh syari’at islam sebagai sebuah kesyirikan, seperti bersumpah dengan selain nama Allah, seperti perkataan sebagian orang, “Tidak ada bagiku kecuali Allah dan engkau”, dan “Aku bertawakal kepadamu”“Kalau bukan karena Allah dan si fulan maka akan begini dan begitu”, dan lafazh-lafazh lainnya yang mengandung unsur kesyirikan.
Dengan mengetahui beberapa kategori syirik diatas dapat membantu kita untuk menghindarinya agar tidak terjatuh dalam kesyirikan dalam bentuk apapun dan cara bagaimana pun. Semoga kita semua bisa terhindar dari syirik tersebut di manapun dan kapan pun jua. Wallohu a’lam bishowab.

Monday, October 9, 2017

10 Macam Dosa Besar menurut Al Quran

Gambar terkait
Dosa adalah tindakan yang melanggar norma atau aturan yang telah ditetapkan Allah. Hanya sekedar mengingatkan, bukan untuk menggurui. Apa sajakah yang termasuk 10 macam dosa besar menurut Al Quran?
1. Syirik (Menyekutukan Allah SWT).
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya". (An Nisaa: 48).

Dan Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga". (Al Maidah: 72)

2. Berputus asa dari mendapatkan rahmat Allah SWT.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".(Yusuf: 87).

3. Merasa aman dari ancaman Allah SWT.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi." (Al A'raaf: 99)

4. Berbuat durhaka kepada kedua orang tua.
Karena Allah SWT mensifati orang yang berbuat durhaka kepada kedua orang tuanya sebagai orang yang jabbaar syaqiy 'orang yang sombong lagi celaka'.

Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka". (Maryam: 32).

5. Membunuh.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Dan barangsiapa yang membunuh seorang mu'min dengan sengaja, maka balasannya ialah Jahannam, kekal ia di dalamnya". (An Nisaa: 93).

6. Menuduh wanita baik-baik berbuat zina.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita-wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la'nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar". (An Nuur: 23)

7. Memakan riba.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila". (Al Baqarah: 275)

8.Lari dari medan pertempuran.
Maksudnya, saat kaum Muslimin diserang oleh musuh mereka, dan kaum Muslimin maju mempertahankan diri dari serangan musuh itu, kemudian ada seseorang individu Muslim yang melarikan diri dari pertempuran itu.

Tentang hal ini Allah SWT berfirman :
"Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, maka sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. Dan amat buruklah tempat kembalinya". (Al Anfaal: 16)

9. Memakan harta anak yatim.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman :
"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)". (An Nisaa: 10)

10. Berbuat zina.
Tentang hal ini Allah SWT berfirman:
"Barangsiapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu". (Al Furqaan: 68-69)

Cara menghapus dosa besar:
Di dalam Al Quran di sebutkan bahwa Allah akan mengampunkan semua dosa kecuali syirik artinya dengan taubat nashuha dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut insya Allah akan diampunkan dan apabila dosa yang berkaitan dengan manusia misalnya kedzoliman maka harus meminta maaf kepada orang di dzolimi. Wallahu'alam.

Ya Allah semoga Engkau mau mengampuni dosa kami semua Ya Allah. Kepada siapa lagi Ya Allah aku meminta ampun selain kepadamu Ya Rabb.
Aamiin Ya Rabbal'alamiin.

Muslim yang Meninggalkan Shalat

Hasil gambar untuk Meninggalkan Shalat
SESUNGGUHNYA amal hamba yang pertama kali akan dihisabpada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi.
Dari Abu Hurairah, beliau mendengar Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda;
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسَرَ فَإِنِ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيْضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ تَبَارَكَ وَتَعَالَى : انَظَرُوْا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ ؟ فَيُكْمَلُ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيْضَةِ ثُمَّ يَكُوْنُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ ” . وَفِي رِوَايَةٍ : ” ثُمَّ الزَّكَاةُ مِثْلُ ذَلِكَ ثُمَّ تُؤْخَذُ الأَعْمَالُ حَسَبَ ذَلِكَ
“Sesungguhnya amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah shalatnya. Apabila shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan. Apabila shalatnya rusak, dia akan menyesal dan merugi. Jika ada yang kurang dari shalat wajibnya, Allah Tabaroka wa Ta’ala mengatakan,’Lihatlah apakah pada hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah?’ Maka shalat sunnah tersebut akan menyempurnakan shalat wajibnya yang kurang. Begitu juga amalan lainnya seperti itu.”
“Bilamana shalat seseorang itu baik maka baik pula amalnya, dan bilamana shalat seseorang itu buruk maka buruk pula amalnya.” (HR. Ath-Thabarani)
Jadi tidak adalah kaum Muslim meninggalkan perintah shalat, apalagi dengan berbagai macam alasan.
Sayangnya, masih banyak kaum Muslim yang tidak mau melaksanakan shalat karena alasan dalam perjalanan. Padahal, Allah telah memberi keringanan (rukhsoh) kepada orang yang dalam perjalanan dengan boleh menjamak atau menjamak qashar.
Jika tak bisa berdiri, seperti kala di dalam kereta atau bus, maka boleh menjamaknya dengan cara duduk tanpa harus memaksakan diri menghadap kiblat sebagaimana kala kita dalam keadaan muqim. Meskipun berusaha untuk menghadap kiblat adalah upaya yang sangat baik.
Artinya, shalat sama sekali tidak boleh ditinggalkan dalam situasi dan kondisi apapun. Bahkan, jika tidak mampu duduk, berbaring pun boleh. Lebih jauh lagi, hanya dengan gerakan mata pun, shalat itu boleh. Asalkan memang benar-benar tidak mampu mendirikannya secara normal.
Dengan kata lain, sebenarnya, sama sekali tidak ada ruang, seorang Muslim meninggalkan shalat. Mau dalam perjalanan, sakit, tidak bisa berdiri, pusing, bahkan lumpuh sekalipun. Shalat tetap wajib. Dan, karena ibadah ini bersifat mutlak, keringanan yang Allah berikan pun sangat-sangat memudahkan kita untuk tetap bisa mendirikannya dengan baik dan benar.
Akan tetapi, masalah shalat, bukan semata terletak pada kondisi fisik. Tetapi jauh dari itu adalah masalah iman. Oleh karena itu, mereka yang berani meninggalkan shalat, sudah bisa dipastikan, mereka tidak takut dengan kerugian yang akan mereka terima. Padahal, kerugian meninggalkan shalat, sangatlah menyengsarakan dunia-akhirat. Karena meninggalkan shalat, termasuk dosa besar.
Dan, Imam Adz-Dzahabi dalam kitabnya “Al-Kaba’ir” (Dosa-dosa Besar) memasukkan orang-orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja sebagai jenis perbuatan dosa besar yang keempat dari tujuh puluh enam macam dosa besar yang membinasakan.
Dimasukkan Kedalam Neraka Saqar
Mereka yang tidak mendirikan shalat, tempatnya nanti adalah Neraka Saqar.
مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ
قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ
“Apa yang menyebabkan kamu masuk ke dalam (neraka) Saqar?” Mereka menjawab, “Dahulu kami tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan shalat.” (QS: Al-Mudatstsir: 42-43).
Bahkan, Rasulullah bersabda, “Perjanjian antara kita dengan mereka (orang-orang kafir) adalah shalat. Barangsiapa yang meninggalkannya, berarti ia telah kafir.” (HR: Tirmidzi).
Kemudian, Ibn Hazm menegaskan bahwa, Tidak ada setelah kejahatan dosa yang lebih besar daripada dosa meninggalkan shalat sampai waktunya habis dan dosa membunuh seorangmukmin dengan cara yang tidak dibenarkan”
Dikumpulkan dengan Fir’aun
Dalam hadits lain, Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang tidak memelihara shalat, maka ia tidak akan bercahaya, tidak mempunyai hujjah (alasan) dan tidak akan diselamatkan. Di hari Kiamat kelak, ia akan dikumpulkan bersama Qarun, Fir’aun, Haman dan Ubay bin Khala.f” (HR. Ahmad).
Dengan demikian, tidak sepatutnya seorang Muslim meringankan apalagi meninggalkan shalat, baik secara tidak sengaja atau sengaja. Karena hal itu tidak akan mendatangkan, melainkan kerugian yang amat besar dalam hidup kita dunia-akhirat.
Imam Adz-Dzahabi menyatakan, “Orang yang mengakhirkan shalat dari waktunya tergolong pelaku dosa besar. Sedangkan yang meninggalkannya (satu kali saja) sama dengan orang yang berbuat zina dan tindak kriminal pencurian. Meninggalkan seluruh shalat (yang lima waktu) secara total, termasuk dosa besar. Apabila hal tersebut dilakukan berulang kali, maka pelakunya dianggap telah melakukan dosa-dosa besar, kecuali jika orang tersebut bertaubat. Kemudian jika terus-menerus melakukannya, maka ia termasuk orang-orang yang merugi, celaka dan berdosa.” Wallahu a’lam.*
Menurut Adz-Dzahabi orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja masuk perbuatan dosa besar keempat dari 76 macam dosa besar yang membinasakan.

Sunday, October 8, 2017

Misteri Usia

Hasil gambar untuk pemakaman
Pernahkah terpikir dalam benak kita bahwa hidup kita tinggal sebulan lagi, seminggu, atau bahkan tinggal hari ini dan besok kita akan segera menghadap-Nya? Seandainya, usia kita tinggal hari ini, apakah yang akan kita lakukan? Bukankah memang kita tidak pernah tahu di detik mana nafas kita akan terhenti? Bukankah kita juga tidak pernah tahu di bumi mana dan dengan cara seperti apa kita akan menghadap-Nya?
Padahal, Allah telah mengisyaratkan bahwa seoseorang akan meninggal sesuai dengan kebiasaan hidupnya. Jika ia senantiasa menjaga hubungannya dengan Allah dengan melakukan kebaikan-kebaikan, maka ia pun akan menghadap Allah dengan cara yang baik. Jika ia senantiasa mengisi hari-harinya dengan hal yang sia-sia, dengan hal-hal yang mengundang dosa dan murka-Nya, maka ia pun akan menghadap Allah sesuai dengan kebiasaannya, dengan keadaan yang sia-sia nan jauh dari ridha-Nya.
Ada yang meninggal saat berzina, ada yang meninggal saat menunda shalat, ada yang meninggal di tempat maksiat, dan cara menyeramkan lainnya. Na’udzubillah.
Namun, kita sedikitpun tidak mau berfikir sejenak saja untuk memikirkan hal ini. Kita justru terlalu sibuk dengan ambisi duniawi, yang kita susun dari A sampai Z-nya. Lupa bahwa detik demi detik yang terlewat adalah jengkal demi jengkal langkah kita menuju kematian.
Pada hal yang sia-sia, yang bahkan tidak semua orang bisa melakukannya, kita rutin melakukannya. Namun pada ibadah, kita justru enggan melakukannya bahkan pada ibadah yang semua orang pun bisa melakukanya, Zikrullah.
Zikir adalah amalan yang ringan dilakukan, namun dapat mengundang berbagai pertolongan Allah, dan Allah pun begitu senang dengan hamba-Nya yang selalu mengingat-Nya. Allah telah menjamin, bahwa ketika seorang hamba mengingat-Nya, maka Allah akan mengingat-Nya pula.
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.” (QS. Al Baqarah: 152).
Ibnul Qayyim pun pernah mendengar gurunya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,
“Dzikir pada hati semisal air yang dibutuhkan ikan. Lihatlah apa yang terjadi jika ikan tersebut lepas dari air?”
Orang yang tidak bisa zikir itu bukan karena tidak punya waktu, bukan karena tidak mampu, atau karena alasan ini dan itu, tetapi karena memang tidak punya kemauan untuk melakukannya. Jika untuk zikir yang ringan saja saja terasa berat, lantas bagaimana Allah akan menolongnya? Sedangkan sedetikpun kita tidak akan terlepas dari pertolongan Allah.
Kita lupa bahwa kita bisa melakukan segala hal adalah atas pertolongan Allah. Bahkan untuk bernafas, jantung yang berdenyut, berjalan, dan hal-hal kecil pun atas izin dan pertolongan Allah.
Kita juga lupa, bahwa kita ada karena Allah, kita hidup untuk Allah (beribadah kepada-Nya), dan akan kembali pada Allah. Maka alasan apakah yang begitu menghalangi kita dari mengingat-Nya? tidak takutkah dengan ancaman Allah? Yang jangan-jangan kita adalah golongan orang yang Allah sindir dalam firman-Nya?
“Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka Itulah orang-orang yang fasik.” (QS. Al Hasyr: 19).
Innalillahi..
Semoga kita terhindar dari golongan orang-orang yang lupa diri dan melupakan-Nya. Semoga kita, Allah golongkan ke dalam golongan hamba-Nya yang Allah panggil saat lisan dan hati kita (selalu) basah dalam mengingat-Nya. Aamiin.


Tuesday, October 3, 2017

Zombie Adalah...

Hasil gambar untuk zumbi dos palmares
Anda mungkin belum menyadari bahwa nyatanya zombie ialah pahlawan islam. Anda mungkin ngeri apabila melihat zombie yang biasanya terdapat di film sebagai makhluk yang berwujud mayat hidup yang akan memakan daging anda. Nah, kemudian apa hubungan zombie ini dengan agama islam? 

Apakah zombie pahlawan islam? Zombie yang dimaksud disini ialah bukanlah zombie yang biasa disebut mayat hidup. Hal ini dikarenakan zombie yang satu ini merupakan nama salah seorang pejuang islam yang memperjuangkan islam di brazil. Oleh sebab itu, zombie juga disebut sebagai pahlawan islam. Kurang lebih tahun 1550 Masehi, Islam mulai memasuki brazil dengan beberapa cara. Brazil ini dipenuhi dengan orang-orang portugis. Orang portugis ini memasukkan banyak budak dari Afrika.

Yuk kita simak artikel benarkah zombie pahlawan islam?

Kisah zombie pahlawan islam ~ Kebanyakan orang Afrika ini beragama islam. Dengan cara ini agama islam mulai menyebar di Brazil, budak dari Afrika ini mulai menawarkan agama islam ke masyarakat Brazil. Lambat laun, agama islam di Brazil terus berkembang. Banyak masyarakat Brazil yang mulai terbuka dengan agama islam. Bukan hanya pendatang tetapi juga penduduk asli yang mulai memeluk agama islam. Di Brazil pada ketika itu ada pasukan yang dikenal sebagai pasukan salibis. Pasukan ini merasa terancam dengan kehadiran agama islam. Dengan banyaknya masyarakat islam di Brazil membuat pasukan salibis tidak senang & mulai menghancurkan islam hingga ke akarnya jadi islam tidak bisa berkembang baik lagi di Brazil. Mereka menghancurkan semua umat islam di Brazil pada masa itu.

Lalu, pada tahun 1643 dengan cara mengejutkan timbul seorang pahlawan yang gagah berani yang mengundang & menyerukan masyarakat juga pemimpin Brazil untuk memeluk agama islam. Nama pahlawan islam yang gagah berani ini ialah zombie. Mendengar kemunculan zombie ini pastinya pasukan salibis ini sangat terkejut. Mereka dengan yakin berbicara bahwa semua umat islam telah sukses dilumpuhkan & tidak ada lagi masyarakat Brazil yang memeluk agama islam. Tetapi nyatanya tetap ada pahlawan islam yang satu ini, zombie. Pasukan salibis yang tidak terima dengan kemunculan pahlawan islam ini, segera mentargetkan zombie sebagai musuh mereka. Tetapi, hingga kini zombie juga seolah-olah dibangun menjadi musuh yang haruslah dibasmi & dilawan. Zombie digambarkan sebagai mayat hidup yang berusaha mengancam hidup manusia. Tetapi, zombie sesungguhnya merupakan pahlawan yang berjasa bagi umat islam di Brazil. Zombie pun bersama umat islam yang sukses dikumpulkannya ini berperang melawan pasukan sabilis.

Dengan izin Allah SWT perang antara pasukan sabilis dengan pasukan islam yang dipimpin oleh zombie dimenangkan oleh pasukan islam. Pasukan islam terus berkembang, mereka sukses menguasai beberapa daerah yang ada di Brazil. Melihat hal tersebut banyak orang yang tidak setuju, salah satunya kekaisaran portugis. Melihat hal ini kekaisaran portugis tidak tinggal diam serta dibantu angkatan laut kekaisaran Eropa, maka pasukan islam yang dipimpin oleh zombie terus berkurang & akhirnya runtuh satu persatu. Apabila melihat hal ini maka kita tahu seberapa tangguh & beraninya pasukan islam yang dipimpin oleh zombie ini.

Terbukti zombie pasukan islam tidak sama dengan zombie yang dimaksud di film tetapi ini membuat penggambaran sosok zombie terlihat menakutkan & dijadikan sebagai musuh bersama. Nah, jadi kini anda bisa mengenal fakta bahwa nyatanya zombie ialah pahlawan islam di negara Brazil.


Sunday, October 1, 2017

Hakikat Tuhuan Hidup Manusia

Hasil gambar untuk hakikat manusia hidup di dunia
Hakikat tujuan hidup manusia adalah: B A H A G I A. Bahkan tujuan akhir manusia setelah kehidupan dunia adalah s u r g a -tempat manusia dimuliakan Allah dengan kebahagiaan abadi. Namun siapa yang bisa meraih bahagia? Di mana gerangan bahagia mesti dicari?
Kyai guruku di Payaman, Magelang, bilang: “Allah SWT meletakkan kebahagiaan unt seekor ikan pada air yang sehat, unt seekor burung pada luasnya alam bebas, unt seekor cacing pada tanah yang subur, dan unt manusia pada iman yang bersemayam dlm hatinya yang bersih”.
ALLAH AL-ADL. Allah Maha Adil. Maka dengan demikian, siapapun dia, berhak dan bisa merasakan bahagia. Si kaya atau si miskin, yang pesek atau rupawan, lelaki atau perempuan, suku jawa atau papua, yang gemuk atau langsing, yang pendek atau jangkung… Semua boleh meraih sejumput nikmat surga yang disegerakan itu: kebahagiaan hidup di dunia!
Tp kenapa sering diberitakan betapa kecanduan narkoba, stress, hingga bunuh diri banyak melanda manusia di berbagai negara? Bahkan jg beberapa di antara org org beriman? Perihal kepedihan, rasa takut, resah gelisah dan rasa cemas ini memang nyata adanya. Al-Qur’an pun mengakui bhw manusia tidak bisa luput dari rasa takut dan resah: “Laqod kholaqnal insaana fii kabad” (Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam keresahan yang melingkupi) QS. al-Balad:4
Manusia diciptakan untuk meraih surga. Allah menghendaki manusia bahagia. Namun di dunia ini, di “Darul Asbab” ini, Allah menghendaki agar manusia menunjukkan bukti, “asbab”, berupa sikap dan amaliahnya, sehingga nanti di Yaumul Akhir akan menjadi alasan (yang adil) kenapa ia beroleh surga atau neraka.
“Apakah kamu mengira akan masuk surga ‘begitu saja’ padahal belum terbukti di hadapan Allah siapa siapa di antara kamu yang bersungguh sungguh dan siapa siapa yang mampu bersabar menghadapi aneka ujian” (QS. Ali ‘Imran: 142).


Dukhon

Saat ini di dunia dan juga tentu saja termasuk indonesia, sedang perjadi pandemi yang berasal dari corona. Nama legkapnya virus corona. Ata...