Thursday, March 16, 2017

Arti dan Makna Kesabaran

Hasil gambar untuk sabar
Sabar, sebuah kata yang sering kita ucapkan sebagai penghibur hati dan penenang jiwa, saat ada masalah ataupun cobaan yang menghampiri. Banyak dari kita sering kali tidak bisa merasakan kebahagiaan dalam menjalani hidup, mungkin karena kurangnya rasa syukur dan sabar. Padahal, suatu kebahagiaan itu dibangun dengan 2 landasan, yaitu syukur dan sabar. Namun, tahukah kamu arti dari kata sabar yang sebenarnya?

Sabar yang dimaksud di sini bukan diam tanpa kata, bukan diam menunggu berlalunya sesuatu, dan bukan pula sikap pasrah dalam menghadapi sesuatu. Namun, sabar yang sebenarnya adalah sifat istiqomah yang disertai dengan keimanan dan ketaqwaan saat menjalani rangkaian cobaan dalam menjalani kehidupan, baik itu sebuah kesedihan maupun kebahagiaan. Mungkin banyak dari kita belum bisa memahami apa itu arti sebuah kesabaran, sehingga terkadang kita mengatakan bahwa “Sabar itu ada batasnya”. Namun, tahukah kamu bahwasanya sabar itu tanpa batas. Kesabaran kita akan terus bertambah seiring dengan kualitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT.

Hal ini pernah dicontohkan oleh rasulullah. Disaat beliau berjuang menyebarkan agama islam banyak orang-orang kafir yang memusuhinya. Tak jarang juga beliau diancam, dicacimaki , diludahi, bahkan dilempar dengan kotoran sekalipun. Namun beliau tetap tersenyum dan tidak pernah menaruh rasa dendam sedikitpun, sehingga beliau mendapatkan gelar “Ulul Azmi” yaitu orang yang mempunyai tingkat kesabaran dan ketabahan yang sangat luar biasa.
Sekarang mari kita bertanya pada diri kita masing-masing. Saat segelintir cobaan datang menerpa, biasanya kita langsung mengeluh dan putus asa. Padahal, tahukah kamu? Bahwasanya cobaan yang kita hadapi itu belum ada apa-apanya, dibandingkan dengan cobaan yang diberikan kepada para nabi dan rasul. Karena sesungguhnya cobaan dan ujian yang paling berat adalah cobaan dan ujian yang dialami oleh para nabi dan rasul.
Sa’ad bin Abi Waqqash berkata; Aku bertanya kepada Rasulullah SAW. “Ya rasulullah, siapakah orang yang paling berat ujian dan cobaannya?” Rasulullah menjawab; “Para nabi, kemudian yang menyerupai mereka dan yang menyerupai mereka. Seseorang akan diuji menurut kadar keimanannya. Jika imannya tipis (lemah) dia akan diuji dengan ringan dan bila imannya kokoh dia akan diuji sesuai itu (keras). Seseorang akan diuji terus-menerus hingga dia berjalan di muka bumi bersih dari dosa- dosa.” (HR. Bukhari)
“
Rasulullah pun bersabda, “Ketahuilah, apa yang luput dari kamu adalah sesuatu yang pasti tidak mengenaimu, dan apa yang akan mengenaimu pasti tidak akan meleset dari kamu. Kemenangan (keberhasilan) hanya dapat dicapai dengan kesabaran. Kelonggaran bersamaan dengan kesusahan dan datangnya kesulitan bersamaan dengan kemudahan.” (HR. Tirmidzi)
Allah juga berfirman dalam Q.S Al Anfaal; 66.
Al-anfal ayat 66

“
“Jika ada diantaramu 100 orang yang sabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan 200 orang, dan jika diantaramu ada 1000 orang (yang sabar), niscaya mereka akan dapat mengalahkan 2000 orang, dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang- orang yang sabar.”
Bahkan Allah akan memberikan penghargaan yang luar biasa kepada orang-orang yang sabar dalam firmannya;
Ar-Ra'd ayat 24
“
“Selamat atasmu karena kesabaranmu, maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (Q.S Ar Ra’d: 24)
Sabar itu merupakan kunci kesuksesan dalam mengarungi perjalanan hidup kita di dunia. Karena sabar adalah senjata kita untuk meraih datangnya pertolongan Allah SWT.
“
“Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) shalat, sesungguhnya Allah beserta orang- orang yang sabar.” (Q.S Al Baqarah: 153)
Lalu bagaimana dengan kamu? Masihkah kamu mengatakan bahwa sabar itu ada batasnya? Dan sudahkah kamu menjadi manusia-manusia yang tangguh, yang mempunyai kesabaran yang tanpa batas? Mumpung kita masih diberi kesempatan oleh Allah, mari kita berbenah diri, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. Ingat bahwa hidup ini tidak hanya sekali, masih ada kehidupan lagi setelah kematian kita, kehidupan yang kekal. Jadi jangan sampai kita menyesal dikemudian hari karena kebodohan-kebodohan yang kita lakukan selama ini. Amiin.




Saturday, March 11, 2017

Tak Kenal Maka Tak Sayang

Hasil gambar untuk mendekatkan diri kepada allah
Dalam Surat Al-Fatihah ayat 1-5 Allah berfirman:
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
“Dengan nama Allah SWT Yang Maha Pengasih lagi Penyayang.”
الْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ
“Segala puji bagi Allah SWT Tuhan sekalian alam.”
الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ
“Yang Maha Pengasih lagi Penyayang.”
ملِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ
“Raja di hari pembalasan.”
إَيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ
“Hanya kepada-Mu kami menyembah, dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan.”

Dari ayat pertama sampai ayat kelima surat Al-Fatihah, kita mendapatkan hikmah yang bisa diungkapkan dengan “tak kenal maka tak sayang”. Ungkapan itu memang merupakan pepatah Nusantara yang baru saja adanya, namun pepatah biasanya lahir dari sebuah penalaran fitrah manusia, sedangkan fitrah manusia berasal dari Allah SWT. Makanya, ketika Rasulullah SAW ditanya tentang kebaikan, beliaupun menjawab:
اِسْتَفْتِ قَلْبَكَ فَإِنَّ الْبِرَّ مَا اطْمَأَنَّتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ
“Tanyakan saja pada hatimu, sesungguhnya kebaikan itu adalah sesuatu yang jiwa merasa nyaman dengannya dan hati merasa tenang kepadanya.” [HR. Ahmad]

Yang dimaksud hati itu adalah nurani atau fitrah manusia. Maka apapun yang ditemukan oleh fitrah manusia pasti ditemukan juga dalam Al-Qur’an, karena keduanya berasal dari sumber yang sama, yaitu hikmah Allah SWT.
“Tak kenal maka tak sayang” adalah konsep untuk memudahkan interaksi dan hubungan. Kita akan sulit menerima kehadiran orang baru yang tidak kita kenal, maka konsep ini mengarahkan kita untuk berkenalan terlebih dulu, setelah kenal dan ternyata dia sesuai dengan yang kita inginkan maka dengan sendirinya kita akan nyaman bersamanya. 

Nah, konsep ini sebenarnya murni konsep Al-Qur’an, bahkan konsep ini diisyaratkan oleh lima ayat pertama dari surat pertama Al-Qur’an, yaitu ketika ayat pertama hingga keempat menjelaskan sifat-sifat Allah SWT dan ayat kelima adalah isyarat cinta kepada Allah. 

Dalam ayat pertama hingga keempat, Allah SWT memperkenalkan diri sebagai Pencipta kita, Pemelihara kita, Penyayang dan Pengasih kepada kita. Setelah kita mengenal Allah SWT maka dengan sendirinya kita akan menyembah Allah SWT, tanpa disuruh apalagi dipaksa. Makanya ayat kelima bukan perintah menyembah, tapi ungkapan menyembah. 

Kesimpulannya, dari lima ayat pertama surat Al-Fatihah itu, kita mendapat pelajaran dari Allah SWT berkaitan dengan ilmu psikologi, yaitu kalau kita mau orang menyembah Allah, maka perkenalkan Allah SWT pada orang itu, kalau ia sudah mengenal Allah SWT dengan baik maka dengan sendirinya ia akan mecintai Allah SWT dan menyembah-Nya. Kalau kita mau anak kita meneladani Rasulullah SAW, maka perkenalkan beliau pada anak kita, kalau ia sudah mengenal beliau dengan baik maka dengan sendirinya ia akan mencintai dan meneladani beliau. Kalau Anda mau orang lain membeli produk anda yang bagus, maka perkenalkan produk anda pada orang itu, kalau ia sudah mengenal produk anda dengan baik maka dengan sendirinya ia akan menyukai dan membelinya.

Konsep ini adalah konsep yang cerdas dengan hasil memuaskan serta aman. Bila kita pandai memperkenalkan, untuk bisa diterima, kita tidak perlu memaksa atau merengek untuk menawarkan apapun -yang memang baik- kepada siapapun, termasuk menawarkan agama. Makanya Allah SWT berfirman:
لاَ إِكْرَاهَ فِي الدِّيْنِ
“Tidak ada paksaan dalam agama.” [QS. Al-Baqarah : 256]

Da’wah Islam Adalah Kenalkan Islam
Walaupun Allah SWT menghendaki (menyuruh) semua manusia kembali pada Islam, namun Allah SWT tidak perlu memaksa, karena Islam adalah agama fitrah yang asalkan dikenali dengan benar maka pasti akan disukai oleh siapapun. Maka tugas kita sebagai penda’wah adalah memperkenalkan Islam, asalkan kita berhasil memperkenalkan Islam dengan baik kepada pihak yang kita inginkan, maka kita tidak perlu ngotot agar mereka mau menerima Islam.

Konsep inilah yang digunakan dengan baik oleh Walisongo. Ketika Walisongo mendambakan sebuah komunitas yang menjadikan Islam sebagai asas bernegara, mereka menggiring masyarakat Jawa melalui proses pengenalan tentang Islam. Bagi mereka, da’wah adalah memperkenalkan, sama dengan presentasi yang harus lengkap dengan praktek untuk meyakinkan calon konsumen. Maka ketika mereka mau masyarakat Jawa memeluk Islam dan menjadikan Islam sebagai asas bernegara, merekapun berupaya untuk memperkenalkan Islam dengan detail dan membuktikan bahwa Islam memang solusi nyata bagi kebutuhan dan problematika mereka. 

Walisongo memperkenalkan Islam dan membuktikan kemampuan Islam didalam mengatasi problem masyarakat ketika itu, sekaligus kemampuan Islam didalam mengangkat martabat mereka. Ketika Sunan Ampel baru masuk ke Jawa, keluarga Kerajaan Majapahit memberlakukan sistem pembagian kasta yang mendiskriditkan dan menimbulkan ketidak-adilan sosial bagi rakyat jelata. Itulah problem bangsa Jawa yang saat itu amat membutuhkan solusi nyata. Dengan konsep Islam, Sunan Ampel berhasil merubah tatanan sosial, berkat kedekatannya dengan para bengsawan dan berkat kepiawaian beliau dalam mempengaruhi hati yang keras. Sungguh luar biasa, pandangan umum sesuai pembagian kasta yang sudah berabad-abad mengakar di antara para bangsawan dan rakyat jelata, dalam waktu yang singkat dapat dihapus oleh seorang Sunan Ampel. Yang dimaksud pandangan umum adalah kesadaran semua orang bahwa pembagian kasta itu tidak sesuai dengan nurani manusia. Begitu berhasilnya Sunan Ampel mempengaruhi pemikiran kaum bangsawan, sehingga walaupun masih banyak bangsawan yang merasa berat bersanding dengan rakyat jelata, setidaknya mereka merasa malu untuk berkata “kita tidak sederajat”, karena kalimat itu telah dianggap identik dengan “tidak berpendidikan”. 

Berangkat dari perubahan tatanan sosial dan membaiknya moral kaum bangsawan, maka perubahan tatanan ekonomi kemudian menyusul, karena tidak ada lagi monopoli usaha yang selama ini dilakukan oleh kapitalis dari kaum bangsawan.

Seiring dengan membaiknya tatanan sosial dan majunya ekonomi, Walisongo juga membawa bangsa Jawa pada kemajuan di bidang budaya. Ketika Ampel Denta berhasil menjadi Lembaga Pendidikan bergengsi dan dikenal di seantero Nusantara, otomatis Jawa menjadi pusat kunjungan para ulama, ilmuan dan sarjana dari berbagai negeri Nusantara. Hal itu membangkitkan semangat belajar orang Jawa dari kalangan bangsawan hingga rakyat biasa. Sungguh luar biasa, dulu seorang bangsawan bahkan tidak mau dekat-dekat dengan rakyat biasa, namun di Ampel Denta, seorang pangeran Majapahitpun duduk bersanding dengan seorang abdi dalem, baik di Masjid ketika sholat maupun di Pesantren ketika belajar.

Begitulah cara Walisongo memperkenalkan Islam dengan konsep Al-Fatihah ayat satu sampai lima, atau konsep “tak kenal maka tak sayang”, sehingga setelah masyarakat Jawa mengenal Islam dengan baik dan merasakan manfaat Islam bagi kehidupan mereka, maka Walisongo tidak perlu memaksa mereka dengan perintah “u’budullah” (sembahlah Allah), tapi Walisongo cukup berkata “iyyaka na’budu” kemudian diikuti oleh hampir semua masyarakat Jawa. Jangankan hanya mengajak ummat untuk membangun masjid, Walisongo bahkan dengan mudah mengajak ummat membagun Negara Islam, yaitu Kesultanan Demak. Sungguh, tak ada yang lebih dahsyat dari konsep Al-Fatihah, konsep “tak kenal maka tak sayang”.

Ketika Dirundung Masalah

Hasil gambar untuk masalah
Yang namanya hidup tidak selalu berjalan lancar, mulus dan menyenangkan. Pasti selalu saja ada masalah. Selain berbagai nikmat yang Allah berikan, kita juga akan diuji oleh bermacam masalah dan cobaan dalam kehidupan kita.

Ingatlah Sahabat, apapun yang kita terima, alami dan jalani adalah atas kehendak Allah SWT. Musibah atau masalah mungkin saja cara-Nya menyayangimu dan membuatmu menjadi pribadi yang lebih dewasa. Meski begitu, tetap saja kita sebagai manusia berusaha sebaik mungkin untuk memperbaiki diri dan membuat hidup lebih disyukuri.
Ada 5 ayat Al-Qur’an yang akan memotivasi kita dalam menghadapi setiap masalah. Yuk simak!: 

1. Anda bisa berubah, jika Anda mau mengubah diri Anda
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum hingga mereka mengubah diri mereka sendiri,” (QS. Ar-Ra’d:11).
Apa pun kondisimu saat ini, jika kamu mau berubah, maka kamu harus mengubah diri sendiri. Dengan begitu, Allah pun akan mengubahmu. Inilah yang sering dilupakan, banyak yang berharap orang lain atau yang di luar berubah, tetapi melupakan diri sendiri yang diubah.

2. Kebaikan di balik yang tidak kita sukai
“Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui,“ (QS. Al-Baqarah: 216).
Sering kali, saat seseorang mendapati sesuatu yang tidak dia sukai, maka dia marah, kecewa, sedih, ngomel, dan akhirnya putus asa. Padahal, bisa jadi apa yang tidak dia sukai itu malah baik baginya.
Jangan kecewa saat kamu tidak diterima di sebuah perusahaan untuk menjadi karyawannya. Bisa jadi itu yang terbaik bagimu. Bisa jadi kamu akan mendapatkan pekerjaan lebih baik. atau justru akan mendapatkan hal buruk jika diterima di perusahaan itu. Syukuri apa yang ada saat ini.

3. Anda pasti sanggup
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya,” (QS. Al-Baqarah: 286).
Jika Anda mengatakan, “saya tidak akan sanggup”, sebenarnya Anda sudah mendahului Allah. Kata siapa? Itu hanya pemikiran negatif Anda. Bisa karena malas, manja, atau cengeng. Padahal jelas, dalam ayat di atas bahwa kita tidak akan dibebani beban apa pun kecuali sesuai dengan kesanggupan kita. Jangan kalah oleh pikiran negatif Anda yang dengan mudah mengatakan tidak sanggup.

4. Kemudahan bersama kesulitan
“Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan,” (QS. Al-Insyirah: 5-6).
Kebanyakan orang, saat menghadapi kesulitan, dia berhenti alias menyerah, mengeluh, atau berharap bantuan dari orang lain. Jika kamu menghindari kesulitan, Anda tidak akan mendapatkan kemudahan. Jika kamu berharap orang lain yang mengatasi kesulitan, maka kemudahan akan menjadi milik orang lain. Kamu tidak akan mendapatkan kemudahan dari kematangan, keterampilan, dan pengalaman yang didapatkan.

5. Takwa dan tawakal
“Barang siapa bertakwa kepada Allah maka Dia akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rezeki dari jalan yang tidak ia sangka, dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia telah menjadikan untuk setiap sesuatu kadarnya,” (QS. Ath-Thalaq: 2-3).
Sedang menghadapi masalah atau tantangan besar? Butuh jalan keluar? Maka bertakwalah, Allah akan memberikan jalan keluar juga rezeki yang tidak ia sangka.
Jika kekuatan tawakal, Anda akan dicukupkan, termasuk dicukupkan segalanya untuk menghadapi rintangan, halangan, tantangan, dan juga masalah. Semoga kita menjadi orang-orang yang senantiasa bersyukur dan bersabar..Aamiin

Wednesday, March 8, 2017

Jangan Anggap Remeh Dosa Kecil

Hasil gambar untuk dosa kecil
Ada banyak orang yang tanpa sadar tengah meremehkan dosa. Mungkin kita berpikir dosa yang kecil tidaklah mengapa. Padahal, dari dosa kecil itulah akan tercipta dosa yang besar. 

Disebutkan hadits dalam Shahih Bukhari, dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Sesungguhnya kalian melakukan suatu amalan dan menyangka bahwa itu lebih tipis dari rambut. Namun kami menganggapnya di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai sesuatu yang membinasakan,” (HR. Bukhari no. 6492).

Jika disebutkan bahwa ia sangka suatu dosa itu lebih tipis dari rambut, itu tanda meremehkan dosa. Padahal sesuatu yang dianggap sepele seperti ini di sisi Allah begitu besar.
Disebutkan dari jalur Ibrahim bin Al Hajjaj dari Mahdi, “Kami menganggapnya sebagai dosa kala bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.”

Ibnu Batthol mengatakan, “Sesuatu dosa yang dianggap remeh bisa menjadi dosa besar, ditambah lagi jika terus menerus melakukan dosa.” 

Abu Ayyub Al Anshori berkata, “Sesungguhnya seseorang melakukan kebaikan dan terlalu percaya diri dengannya dan meremehkan dosa-dosa, maka ia akan bertemu dengan Allah dalam keadaan ia penuh dengan dosa. Sesungguhnya seseorang melakukan kejeleken dalam keadaan terus merasa bersalah, maka ia akan bertemu dengan Allah dalam keadaan aman.” []

Sunday, March 5, 2017

Baca 3 do'a Bermanfaat ini Ketika Sujud Terakhir dalam Sholat

Hasil gambar untuk sujud

1. Mintalah Diwafatkan Dalam Keadaan Khusnul Khotimah

اللهم إني أسألك حسن الخاتمة
Allahumma inni as’aluka husnal khotimah

Artinya: “Ya Allah aku meminta kepada-MU husnul khotimah”


2. Mintalah Agar Kita Diberikan Kesempatan Taubat Sebelum Wafat

اللهم ارزقني توبتا نصوحا قبل الموت
Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal maut

Artinya: “Ya Allah berilah aku rezeki taubat nasuha (atau sebenar-benarnya taubat) sebelum wafat”

3. Mintalah Agar Hati Kita Ditetapkan di Atas Agamanya

اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك
Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘ala diinika

Artinya: “Ya Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah hatiku pada agama-MU”

Kemudian saya sampaikan, jika kau sebarkan perkataan ini, dan kau berniat baik denganya, maka semoga menjadikan mudah urusan urusanmu di dunia dan akhirat.

Lakukanlah kebaikan walau sekecil apapun itu, karena tidaklah kau ketahui amal kebaikan apakah yang dapat menghantarkanmu ke Surga Allah.

Tombo Ati

Hasil gambar untuk tombo ati

Syair “Tombo Ati” alias obat hati yang berjumlah lima amalan ibadah adalah syair berbahasa Jawa yang populer secara turun-temurun. Syair yang berisi nasihat ini semakin booming setelah masuk ke dunia rekaman yang dilantunkan seniman Muslim Emha Ainun Najib dan dilanjutkan oleh penyanyi Opick dengan versi bahasa Indonesianya.
Ada pihak yang menyebutkan bahwa syair Tombo Ati ini berasal dari Sunan Bonang salah satu ulama shalih penyebar Islam di tanah Jawa, di mana beliau menggunakan syair itu dalam sebagai media dakwah.
Meski demikian, apakah bisa dikatakan bahwa otomatis beliau perumus Tombo Ati? Bisa jadi, namun kemungkinan hal itu kecil, karena Wali Songo adalah ulama yang dikenal menganut metode sanad dalam ajarannya hingga kemungkinan besar ajaran yang disampaikan merujuk kepada ulama sebelumnya.
Jika seandainya bukan Sunan Bonang, lalu siapa ulama sebelum beliau yang merumuskannya?
Pertanyaan itu terjawab oleh kitab Shifat Ash Shafwah karya Ibnu Al Jauzi (597 H) ulama besar madzhab Hanbali, di mana saat beliau menulis biografi Yahya Bin Muadz Ar Razi ulama yang wafat di Naishabur tahun 258 H, beliau menuliskan bahwa Yahya menyampaikan 5 obat hati (lihat, Shifat Ash Shafwah, 4/92).
Dalam kitab itu Yahya bin Muadz menyatakan, ”dawa’ al qalb khomsah asya’” (obat hati ada 5 perkara), yang dalam bahasa Jawa, ”tombo ati iku limo perkarane” (obat hati ada 5 perkara).
Dari lima perkara itu Yahya bin Muadz merinci, ”qira’ah Al Qur’an bi at tafakkur” (membaca Al Qur’an dengan perenungan), yang dalam bahasa Jawa, ”moco Quran angen-angen sakmaknane”.
Yang kedua adalah “khala’ al bathn” (kosongkan perut atau berpuasa), yang dalam bahasa jawa, ”weteng siro kudu luwe”.
Obat hati selanjutnya adalah, ”qiyam al lail” kalau dijawakan menjadi, ”sholat wengi lakonono”.
Selanjutnya adalah, ”tadzarru’ indza as sahr” (merendahkan diri saat waktu sahur) kalau dalam versi Jawa, ”dzikir wengi ingkang suwe”.
Sedangkan obat hati yang terakhir yang disebut Yahya bin Mu’adz adalah, ”mujalasah as shalihin” (bermajelis dengan orang-orang shalih) yang dalam versi Jawanya, ”wong kang sholeh kumpulono.”
Jika demikian, maka hal ini merupakan salah satu indikator bahwa ajaran Walisongo bersumber kepada ulama terdahulu, tinggal generasi Islam saat ini, tidak hanya bisa manghafal, namun juga dituntut untuk mengamalkan 5 perkara yang amat dianjurkan itu, hingga hati menjadi tenang.

https://www.hidayatullah.com/kajian/oase-iman/read/2012/12/05/2157/siapa-perumus-tombo-ati-limang-perkoro.html 

Thursday, March 2, 2017

Kisah Lelaki Yang Memiliki 4 Istri

Hasil gambar untuk amal perbuatan
Dalam hidup ini terkadang kita lupa dan masih disibukan dengan beberapa macam hiruk pikik urusan dunia, namun tak sedikit yang lupa akan kehidupan setelah ini, kehidupan yang sejatinya adalah hidup yang kekal dan selamanya. Ada suatu cerita hikmah kehidupan dibawah ini yang berjudul “Kisah Lelaki Yang Memiliki 4 Istri” semoga cerita pendek ini dapat memberikan sedikit inspirasi dan menambah khasanah untuk kehidupan kita

Istri ke-1 : Tua dan jelek, biasanya tidak diperhatikan.
Istri ke-2 : Agak cakep, agak diperhatikan.
Istri ke-3 : Lumayan cakep dan cukup diperhatikan.
Istri ke-4: Sangat cakep, sangat diperhatikan dan disanjung-sanjung serta diutamakan!
Waktu pun berlalu begitu cepat dan tibalah saat sang lelaki (suami) tersebut mau meninggal, lalu dipanggilah 4 orang istrinya. Dipanggilah istri ke-4 yang paling cakep dan ditanya, “Maukah ikut menemaninya ke alam kubur?”
Si istri menjawab :
“Sorry, cukup sampai di sini saja saya ikut dengan mu…”
Saat dipanggil istri ke-3 dan ditanya hal yang sama, dia pun menjawab…
“Sorry, saya hanya akan mengantarmu sampai di kamar mayat dan paling jauh sampai di rumah duka.”
Kemudian dipanggil istri ke-2 dan ditanya hal yang sama… Maka dia pun menjawab,
“Baik, saya akan menemanimu tapi hanya sampai ke liang kubur, setelah itu Good Bye.”
Si Suami sungguh kecewa mendengar semua itu… Tetapi inilah kehidupan dan menjelang kematian…
Lalu dipanggil lah istri ke-1 dan ditanya hal yang sama, si suami tak menyangka akan jawabannya…
“Saya akan menemani ke manapun kamu pergi dan akan selalu mendampingimu…”
Siapa istri ke-1 sampai ke-4 itu?
Istri ke-4 adalah “harta dan kekayaan“.
Mereka akan meninggalkan jasad kita seketika saat kita meninggal.
Istri ke-3 adalah “teman-teman” atau sahabat kita.
Mereka hanya akan mengantar jasad kita hanya sampai di saat disemayamkan.
Istri ke-2 adalah “keluarga“. Saudara dan teman dekat kita.
Mereka akan mengantar kita sampai dikuburkan, dan akan meninggalkan kita setelah mayat kita dimasukkan dalam liang kubur dan ditutup dengan tanah.
Istri ke-1 adalah “amal perbuatan” kita selama hidup di dunia. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya
 

Dukhon

Saat ini di dunia dan juga tentu saja termasuk indonesia, sedang perjadi pandemi yang berasal dari corona. Nama legkapnya virus corona. Ata...