Jabal Habsyi diyakini sebagai salah satu pertanda munculnya hari akhir
atau kiamat. Di atas bukit itu, pada waktunya kelak sosok yang bernama
Dajjal akan muncul dan tinggal disitu .
Di atas bukit itu kini telah berdiri sebuah komplek istana milik Kerajaan Arab Saudi yang diberi nama Kingdom Palace.
Kemunculan tempat ini sama persis dengan hadits Rasulullah, yang menyebut tanah tempat tersebut berdiri mengandung garam.
Abu Said meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
“Dajjal akan tiba dan dia terlarang untuk memasuki kota Madinah. Dia
akan tinggal di sebuah daerah bergaram di sekitar Madinah”. (Shahih
Bukhari).
Dalam sebuah hadits, dari Abdullah bin Syafiqq, dari Muhjin bin Adra,
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Alihi wa Shahbihi wa Sallam bersabda di hadapan orang banyak,
“Hari Pembebasan, Hari Pembebasan, Hari Pembebasan!” dan mengulanginya 3 kali.
lalu Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam ditanya oleh salah seorang sahabat,
“Apakah Hari Pembebasan itu?”
Dijawab, “Dajjal (penipu pada akhir zaman), Dajjal akan datang,
memanjat dan menetap di atas Jabal Habsyi, melihat ke arah Madinah dan
bertanya kepada para pengikutnya; ‘Adakah Anda melihat Istana Putih itu?
Itulah Masjid Muhammad’.”

Kemudian Dajjal berusaha mendekati Kota Madinah dan mencari jalan di setiap sudut.
Tetapi malaikat menghalanginya dengan pedang. Dan Dajjal akan sampai ke
tanah lapang al-Jurf dan membuat kemah. Madinah akan bergetar sebanyak 3
kali dan akan ada orang munafik lelaki dan wanita keluar untuk
menyertai Dajjal. Ini adalah hari pembebasan.”
(Syaikh Musthafa al-‘Adawi dalam Sahih al-Musnad, Hadis al-Fitan).
Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,
“Dajjal akan mendaki gunung dan melihat ke arah kota Madinah. Kemudian
dia akan megatakan kepada para pengikutnya, ‘Kalian melihat Istana Putih
itu ? Itu adalah masjidnya Ahmad'”
(Hakim dalam Mustadrak Shahih sesuai syarat dari Imam Muslim).
Kini, di pinggiran kota Madinah tepatnya di Jabal Habsyi sekitar 12,5
km dari Madinah Al-Munawarah telah berdiri sebuah bangunan megah yang
didirikan oleh kerajaan Arab Saudi.
Bangunan tersebut dikenal dengan
nama resmi “Kingdom Palace” atau Istana Kerajaan Saudi, tetapi penduduk
setempat menurut sumber di beberapa blog dan you tube menyebutnya
sebagai “Dajjal Palace” atau Istana Dajjal.

Banyak ulama mengatakan
bahwa bangunan tersebut dibangun di atas Gunung Bergaram (Gunung yang
mineralnya mengandung unsur garam) sebagaimana telah disabdakan oleh
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam di atas.
Dan jika kita
lihat dari Istana Kerajaan (Kingdom Palace) yang berada di atas Jabal
Habsyi maka Masjid Nabawi berada lurus di timur Istana tersebut.
Begitu pun bila kita tarik garis lurus dari Madinah al munawarah ke
Kingdom Palace maka akan berujung di negara Israel, sebagaimana kita
ketahui disana terdapat danau Thabari atau Tiberias yang menjadi salah
satu tanda kemunculan Dajjal dengan surut airnya, sekarang airnya sudah
surut sepertiganya, padahal sejak dahulu permukaan airnya tidak pernah
surut.
Kita pun telah melihat sekarang ini Masjid Nabawi tampak
sangat besar dan megah juga indah bagaikan Istana Putih bahkan dilihat
dari luar angkasa pun terlihat putih kemilau seperti yang diceritakan
oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Padahal pada saat
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengucapkan hadits di atas,
saat itu Masjid Nabawi masih sangat sederhana yang hanya terbuat dari
lumpur basah berwarna kecoklatan dan juga batu bata, dan beratap pelepah
daun kurma, tidak seperti sekarang yang sangat megah bak Istana putih.
Darimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendapatkan
pengetahuan tersebut ? Inilah salah satu tanda bukti lagi kebenaran
sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam sebagai utusan Allah swt
yang telah nyata adanya.
Dalam hadits yang lain, Rasulullah
mengatakan Dajjal akan menggunakan istana itu menetap dan menyusun
strategi menguasai Masjid Nabawi dan Kota Madinah. Tetapi, upaya itu
tidak berhasil lantaran tujuh pintu masuk ke Kota Madinah dijaga para
malaikat.
Sebagaimana diriwayatkan di dalam Shahih Bukhari, kelak
di akhir zaman Dajjal akan terus menyerang semua manusia dan semua
tempat hingga sampailah Dajjal di kota Madinah Al-Munawwah, akan tetapi
Dajjal tidak bisa masuk ke dalamnya.
Maka akan berguncanglah
kota Madinah dengan 3 kali gempa. Sebelumnya Madinah tidak pernah
mengalami gempa, sejak Rasulullah Shallallahu a'laihi wa sallam memasuki
Madinah Al-Munawwarah dikala hijrah hingga akhir zaman kota Madinah
tidak akan pernah mengalami gempa terkecuali saat itu, yakni saat
datangnya Dajjal laknatullah di depan gerbang Madinah Al-Munawwarah.
Pada saat itu Madinah akan mengalami gempa sebanyak 3 kali guncangan
sehingga menyebabkan berhamburanlah semua orang kafir dan munafik.
Maka berkata Imam Ibn Hajar di dalam kitabnya Fathul Baari bi Syarah
Shahih Bukhari bahwa di kala itu Rasul mengatakan munafik, fasik, kafir,
semuanya keluar dari Madinah menuju Dajjal di sebuah bukit itu kecuali
orang–orang mukhlisin, yakni orang-orang yang mencintai Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang tidak akan bergeming dari Madinah
Al-Munawwarah.
Imam Ibn Hajar menukil salah satu hadits dalam
kitabnya Fathul Baari bi Syarah Shahih Bukhari dengan sanad yang shahih
bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menjelaskan, Dajjal itu
berkata,
“Itu masjid Muhammad, itu masjid Nabawi yang harus kita
kuasai”. Dari kejauhan Dajjal sudah menunjuknya, kubah hijau masjidnya
Rasulullah Shallallahu a'laihi wa Sallam telah ditunjuk oleh Dajjal dan
berkata, “Itu masjid Muhammad, itu masjid Muhammad, kita harus sampai
kesana”.
Lantas Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda
sebagaimana riwayat Shahih Bukhari di saat itu Madinah mempunyai 7
pintu, dan disetiap pintunya dijaga oleh 2 malaikat sehingga Dajjal
tidak bisa masuk ke dalamnya.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa
Sallam bersabda, “Al-Masih Ad-Dajjal tidak akan bisa memasuki Madinah
yang pada saat itu memiliki 7 gerbang (pintu) yang disetiap gerbangnya
akan dijaga oleh 2 malaikat
(Shahih Bukhari).
Jika kita
melihat peta Madinah Al-Munawwarah saat ini akan terlihat 7 jalan utama
untuk memasuki kota Madinah Al-Munawwarah. Ketujuh jalan tersebut adalah
berasal dari Jeddah, Makkah, Rabigh, Bandara, Tabuk, dan 2 lagi dari
wilayah sekitarnya. Lalu siapa yang memberi pengetahuan kepada
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengenai kota Madinah
Al-Munawwarah di era modern seperti sekarang ini hingga mengetahui ada 7
pintu jalan utama ?. Inilah salah satu bukti kebenaran sabda Rasulullah
Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.
Semoga kita lebih bersemangat
dalam beribadah, beramal shaleh dan mengurangi perbuatan yang sia-sia
dalam mengisi sisa usia kita.