Tuesday, December 23, 2014

SEMANGAT TINGGI PENDETA A.J WENSINCK DALAM MEMPELAJARI ISLAM


Islam adalah agama yang paling sempurna, sehingga membuat seluruh agama-agama lain merasa iri ,dengki dan menaruh dendam kesumat terhadap setiap pengikut setianya. Hal ini menyebabkan beragam pihak mulai menguliti ajaran islam guna menjatuhkan wibawanya serta mencari-cari keraguan guna menahan laju manusia yang hendak mendapatkan hidayah.
Namun sebagaimana para penjahat agama itu berusaha mati-matian menjatuhkan wibawa agama ini, namun dengan izin Allah usaha mereka itu justru membawa berkah bagi agama islam itu sendiri. Misalnya mereka membuat buku kamus terjemahan Arab-Perancis sehingga memudahkan para Ulama menerjemahkan Al-Quran ke bahasa mereka. Ada juga yang malah mengumpulkan lafal-lafal hadits sehingga menjadi rujukan para ahli hadits di zaman sekarang padahal tujuan asal mereka adalah untuk mencampur adukkan hadits Rasulullah. Hal ini sebagaimana kata Imam Syafi’i:
”Biarlah mereka mencela-celaku…
sebagaimana gaharu yang semakin di bakar…
justru aroma wanginya menyebar kemana-mana…”
Usaha-usaha yang awalnya dengan niat jahat justru menjadi bumerang atas mereka beribu-ribu kali lipat.

ARENT JOHANNES WENSINCK 1882-1939 M

Seorang Orientalis juga pendeta Belanda yang bekerja sebagai profesor bahasa Arab di Universitas Leiden di Belanda sejak tahun 1972 M. Hingga kematiannya, Ia banyak sekali mengunjungi negeri-negeri islam seperti Mesir, SYiria dan semenanjung Arabia lainnya. Ia banyak menekuni bidang hadits Nabawi, dan mengarang kitab berbahasa Inggris tentang kamus lafal hadits Nabawi yang dia keluarkan dari 14 kitab Sunan dan Sirah, yang kemudian di terjemahkan ke bahasa arab kembali oleh Muhammad Fuad Abdul Baqi dan dinamakan (مفتاح كنوز السنة) Miftah kunuz As-Sunnah.
Ia sempat menjadi ketua bidang pengetahuan islam tahun 1925 M. yang mana ia terjemahkan karangan dengan tiga bahasa sekaligus sehingga jadilah 4 jilid besar. Ia juga banyak mengarang berbagai tulisan dengan materi yang berbeda-beda. Diantaranya buku berbahasa inggris tentang Islam dan pemeluknya. (Dari kitab الأعلام للزركلي tentang wensinck).
Sebagai seorang Kristen yang anti Islam , ia banyak mencurahkan waktunya untuk mengkaji Islam terutama Hadits guna menjatuhkan dan menghina islam itu sendiri. Itulah sebabnya dia sempat dijatuhkan pekerjaannya di Mesir akibat tulisannya yang secara terbuka menyinggung Umat islam. Sudah tak terbilang lagi berapa banyak pemikirannya yang mengilhami para sekularis dan liberalis negeri ini. Bahkan hal ini sudah masuk secara besar-besaran di berbagai mata kuliah di kampus-kampus berlabel Islam yang sejatinya mencerminkan pola dan akidah barat yang hanya mendewakan akal dan tidak beriman kepada perkara gaib.
Dibalik maksud jahatnya, dia juga mengarang sebuah karya besar yang kemudian justru dipakai kaum muslimin dalam memudahkan pencarian lafal hadits yaitu bukunya :” A Handbook muhammadan Tradition: Alphabetically Arranged” yang setelah di terjemahkan ke bahasa arab menjadi ”Miftah Kunuz As-sunnah ” dan ” al-Mu’jam al-Mufahrass li Alfazh al-Ahadits Al-Nabawi’‘.
Lihatlah bagaimana semangatnya ia menjatuhkan islam. Karangan tebal dan besarnya menjadi bukti betapa bencinya ia terhadap Islam dan betapa semangatnya ia dalam usaha menjatuhkan islam. Namun apa dikata, justru usahanya itu menjadi bala bantuan bagi kaum muslimin. Sehingga benarlah sabda Rasulullah Shalaallhu’alaihiwasallam :
إن الله يؤيد الدين بالرجل الفاجر
”Sesungguhnya terkadang Allah menolong agamanya sebab perbuatan orang yang jahat”. (HR, Bukhari, kitab maghazy : 4204).
Syaikh bin Baz mensyarah hadits ini, dan beliau berkata : ”Hal ini memang sering kali terjadi, misalnya Rasulullah Shalaallahu’alaihiwasallam bersabda tentang satu hal, lantas seorang fasiq berbicara tentangnya, lantas Allah justru menjadikannya bermanfaat bagi kaum muslimin.”.(fatwa Nurun Ala Darb).
Sebagai seorang muslim tentu kita merasa malu apa yang telah kita sumbangkan untuk islam. Bahkan banyak sekarang orang islam yang tak lagi mengenal huruf hijaiyah apalagi bahasa dan sastra arab. Dan orang-orang yang ahli sangat sedikit dan tak didukung umat.
Sehingga menjadi PR besar bagi kita, bagaimana menjadi seorang Muslim yang benar-benar produktif menelurkan berbagai karya-karya besar yang bermanfaat. Terlebih di zaman ini, yang segala faslitas sangat mudah diperoleh, hanya kemauan keras (Willpower: علو الهمة ) dan aksi nyata (Real Action : الجهد الحقيقي) yang akan merubah anda atau anda akan hilang ditelan zaman.
Semoga tulisan ini dapat menjadi pemicu dan pemacu kita dalam belajar serta mengajarkan agama yang hanif ini.
Refrensi :
1. موسوعة المستشرقين للدكتور عبد الرحمن البدوي
2. الأعلام للزركلي
3. فتاوى ابن باز من نور على الدرب
Di bawah ini saya sertakan foto wensinck dan tulisannya berbahasa arab supaya Umat sadar dan semakin semangat belajar bahasa arab. Orang kafir bisa kenapa Muslim tidak?
WENSINCK1

WENSINCK
Ditulis dan di terjemahkan ke bahasa indonesia oleh ustadz Fauzi Rifaldi (Mahasiswa Jurusan Akidah dan dakwah, Islamic Univ. Of Madina KSA.)

http://kisahmuslim.com/pendeta-a-j-wensinck-belajar-islam-untuk-menghancurkan-islam/ 

Friday, December 19, 2014

Toleransi Hasan Bashri Bertetangga Nasrani



Kekaguman para sahabat dan murid-muridnya tak menggetarkan pribadi Hasan al-Bashri untuk tetap hidup penuh kesederhanaan. Di rumah susun yang tidak terlalu besar ia tinggal bersama istri tercinta. Di bagian atas adalah tempat tinggal seorang Nasrani. Kehidupan berumah tangga dan bertetangga mengalir tenang dan harmonis meski diliputi kekurangan menurut ukuran duniawi.

Di dalam kamar Hasan al-Bashri selalu terlihat ember kecil penampung tetesan air dari atap kamarnya. Istrinya memang sengaja memasangnya atas permintaan Hasan al-Bashri agar tetesan tak meluber. Hasan al-Bashri rutin mengganti ember itu tiap kali penuh dan sesekali mengelap sisa percikan yang sempat membasahi ubin.

Hasan al-Bashri tak pernah berniat memperbaiki atap itu. “Kita tak boleh mengusik tetangga,” dalihnya.

Jika dirunut, atap kamar Hasan al-Bashri tak lain merupakan ubin kamar mandi seorang Nasrani, tetangganya. Karena ada kerusakan, air kencing dan kotoran merembes ke dalam kamar Sang Imam  tanpa mengikuti saluran yang tersedia.

Tetangga Nasrani itu tak bereaksi apa-apa tentang kejadian ini karena Hasan al-Bashri sendiri belum pernah mengabarinya. Hingga suatu ketika si tetangga menjenguk Hasan al-Bashri yang tengah sakit dan menyaksikan sendiri cairan najis kamar mandinya menimpa ruangan Hasan Al-Bashri.

“Imam, sejak kapan engkau bersabar dengan semua ini,” tetangga Nasrani tampak menyesal.

Hasan al-Bashri hanya terdiam memandang, sambil melempar senyum pendek.

Merasa tak ada jawaban tetangga Nasrani pun setengah mendesak. “Tolong katakan dengan jujur, wahai Imam. Ini demi melegakan hati kami.”

Dengan suara berat Hasan al-Bashri pun menimpali, “Dua puluh tahun yang lalu.”

“Lantas mengapa engkau tidak memberitahuku?”

“Memuliakan tetangga adalah hal yang wajib. Nabi kami mengajaran, ‘Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka muliakanlah tetangga’. Anda adalah tetangga saya,” tukasnya lirih.

Tetangga Nasrani itu seketika mengucapkan dua kalimat syahadat.

Thursday, December 4, 2014

Perintah Berpegang Pada Ad-Diin-Nya



1. Sesungguhnya agama ini mudah dan tiada seorang yang mempersulit agama, kecuali pasti dikalahkannya. Bertindaklah tepat, lakukan pendekatan, sebarkan berita gembira, permudahlah dan gunakan siang dan malam hari serta sedikit waktu fajar sebagai penolongmu. (HR. Bukhari)

2. Tiada manusia mengabaikan sesuatu dari urusan agama untuk kepentingan keduniaan mereka, kecuali Allah menimbulkan bagi mereka perkara-perkara yang lebih membahayakan mereka. (HR. Ahmad)

3. Sesungguhnya Allah mengutus kepada umat ini pada penghujung tiap seratus tahun orang yang memperbaharui (ajaran) agama mereka. (HR. Abu Dawud dan Al Hakim)

4. Akan datang satu masa, hati seorang mukmin cair sebagaimana cairnya timah dalam api disebabkan melihat bala dan peristiwa yang merugikan agamanya tetapi dia tidak mampu merubahnya. (Aththusi)

5. Agama ini kokoh dan kuat. Masukilah dengan lunak dan jangan sampai timbul dalam dirimu kejenuhan beribadah kepada Robbmu. (HR. Al-Baihaqi)

6. Yang menyebabkan agama cacat ialah hawa nafsu. (HR Asysyihaab)

7. Umatku dibebaskan (dari tuntutan) disebabkan kesalahan (yang tidak disengaja), lupa dan terhadap apa yang dipaksakan kepada mereka. (HR. Ath Thobari)

8. Tidak ada alasan bagi seseorang untuk diampuni dan kembali kepada jalan Allah yang telah Allah tangguhkan ajalnya sehingga dia sudah mencapai usia enam puluh tahun. (HR. Bukhari)
 
Penjelasan:
Jadi bila sudah mencapai usia 60 tahun dan belum mau bertobat atas perbuatan dosanya maka tidak ada lagi alasan baginya pada saat menghadapi perhitungan Allah.
 
9. Allah menyukai akan rukhsah-rukhsah-Nya[1] diterima dan diamalkan sebagaimana seorang hamba menyukai pengampunan-Nya. (HR. Ath Thobari)

10. Sesungguhnya Allah akan mendukung (mengokohkan) agama ini (Islam) dengan perantaraan seorang yang durhaka. (Mutafaq'alaih)

Kajian Al-Qur'an



Bukti Historis Kegagalan Menandingi Al Qur’an

Al Qur’an secara tegas menantang semua sastrawan dan orator Arab untuk menandingi ketinggian Al Qur’an, namun tidak ada satu pun yang sanggup. Meskipun mereka menentang dan memusuhi Al Qur’an serta Nabi Muhammad SAW. tetapi sebenarnya mereka mengagumi ketinggian bahasa dan sastra yang ada pada Al Qur’an. Hal ini terbukti dari hal berikut.
1. Menurut riwayat, Al Walid bin al-Mughirah, tokoh Quraisy pernah berkunjung ke rumah Rasulullah dan beliau membacakan Al Qur’an dihadapannya. Ketika hal itu diketahui Abu Jahal kemudian berkata kepadanya
“hai paman, apakah engkau hendak menghimpun harta kekayaan untukmu karena engkau telah mendatangi Muhammad untuk memperoleh sesuatu dari padanya?” Ia menjawab, “sesungguhnya seluruh suku Quraisy sudah mengetahui bahwa akulah yang paling kaya di antara mereka.” Kata Abu Jahal, “kalau begitu ucapkanlah sesuatu untuk meyakinkan kaummu, bahwa engkau mengingkari bacaan Muhammad itu.” Jawab Walid,”aku bingung apa yang harus kukatakan, Demi Allah, tidak ada yang lebih mengerti dari aku di antara kalian tentang syi’ir baik rajaznya, qashidahnya maupun segala macam dan segala jenis syi’ir yang halus dan indah. Demi Allah aku belum pernah mendengar kata-kata yang seindah itu. Itu bukan syi’ir, bukan sihir dan bukan pula kata-kata tukang sihir atau tukang ramal seperti yang dikatakan orang selama ini. Sesungguhnya Al Qur’an itu ibarat sebuah pohon yang rindang, akarnya terhujam ke tanah, susunan kata-katanya amat manis dan sangat enak didengar. Itu bukanlah kata-kata manusia. Ia sangat tinggi dan tidak ada yang dapat menandinginya.”
2. Nadlar bin Harits, salah satu pembesar Quraisy yang sangat membenci Islam, pada suatu hari setelah ia mendengar ayat-ayat Al Qur’an yang dibacakan oleh Nabi SAW., ia berkata kepada kaumnya:
“Hai kaumku, sesungguhnya kalian telah mengetahui, bahwa aku belum pernah meninggalkan sesuatu, melainkan mesti aku mengetahui dan membacanya serta mengatakannya lebih dahulu kepada kalian. Demi Allah sungguh aku telah mendengar sendiri bacaan yang biasa diucapkan oleh Muhammad. Demi Allah, katanya, aku sama sekali belum pernah mendengar perkataan seperti itu. Itu bukan syi’ir, bukan sihir dan bukan pula ramal.”
Bagi mereka yang tidak mengerti dan mengetahui bahasa Arab, amat sulit bahkan tidak mungkin dapat menangkap di mana letak kemu’jizatan Al Qur’an, baik dari segi keindahan susunan maupun gaya bahasanya. Karena untuk mengetahui ketinggian dan mutu suatu bahasa adalah tidak mungkin tanpa mengetahui dan menghayati keindahan bahasa itu sendiri.
Di antara pendusta dan musyrik Arab saat itu yang mencoba berusaha menandingi Al Qur’an adalah Musailamah al Kadzdzab. Adapun tandingan yang dibuat adalah:
Hai katak anak dari dua ekor katak, bersihkanlah apa yang hendak engkau bersihkan, bagian atasmu ada di air dan bagian bawahmu ada di tanah.
Gajah, apakah gajah itu, tahukah kamu apa gajah itu, ekornya seperti tongkat dan belalainya panjang.
Sesungguhnya kami telah memberikanmu minman keras, maka shalatlah karena tuhanmu dan keraskanlah suaramu, sesungguhnya orang yang membencimu adalah orang-orang kafir.
Demi kambing dan aneka warnanya, alangkah mengagumkan hitamnya dan air susunya. Demi domba yang hitam dan air susunya yang putih, sungguh hal ini sangat mengagumkan, sesungguhnya diharamkan mencampurnya dengan kurma.
Demi penggilingan tepung yang digunakan menggiling, demi roti, demi hujan yang rintik-rintik, demi beberapa genggam bila digenggam, yang membuat menjadi gemuk.... Sesungguhnya kalian lebih diutamakan dari penduduk badwi, dan sekali-kali kalian tidak akan dilampaui oleh penduduk negeri. Jauhilah tempat yang banyak tanaman, jagalah dirimu dari penjahat, dan hadapilah orang yang berbuat jahat dan aniaya itu....
Al Jahiz, seorang sastrawan terkemuka dalam karyanya
“al-hayawan”, menanggapi gubahan Musailamah, sebagaimana yang dikuti oleh Usman: “saya tidak mengerti apa yang menggerakkan hati Musailamah al Kadzdzab mennyebut katak dan sebagainya itu. Alangkah kotor gubahan yang dikatakannya sebagai ungkapan yang sama dengan Al Qur’an, yang dikatakannya diturunkan kepadanya sebagai wahyu.”
Abu al Alla al Ma’ariy al Mutanabi juga berusaha menandingi AlQur’an tetapi ketika mereka akan memulai tiba-tiba dia gellisah dan bingung, kemudian dia merusak alat tulisnya dan merobek-robek kertasnnya.
Ibnu al Muqaffa, ketika hendak memulai membuat kalimat tandingan Al Qur’an, ia mendengar seorang anak membaca firman Allah QS. Hud ayat 44:
“Dan difirmankan; Hai bumi, telanlah airmu dan hai langit (hujan) berhentilah, dan air pun disurutkan, perintah pun diselesaikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi kemudian dikatakan, binasalah orang-orang yang zalim.”
Mendengar hal itu, ia lalu menyobek-nyobek kertasnya, mengurungkan niatnya dan berkata: Demi Allah, adalah tidak mungkin ada manusia yang dapat membuat seperti itu.
Hikmah Mempelajari I’jazil Qur’an
Manfaat mempelajari I’jazil Qur’an diantaranya adalah:
1.Jika orang-orang yang hidup semasa Rasulullah SAW. telah menyaksikan dengan mata kepala sendiri mukjizat-mukjizat yang banyak, maka sesungguhnya Allah memperlihatkan manusia masa kini mukjizat Rasulullah SAW., yang sesuai dengan zaman mereka dan terbuktilah bagi mereka bahwa Al Qur’an itu adalah haq. (benar)
Munculnya bukti-bukti ilmiah ini memberikan kepercayaan untuk kedua kalinya dalam hati orang-orang Islam yang diuji oleh orang-orang kafir tentang agama mereka dengan mengatas namakan ilmu pengetahuan dan apa yang telah dicapai oleh kemajuan dan kebudayaan..Para sahabat Rasulullah pasti akan menangis bercucuran air mata betapa mu'jizat ini sangat luar biasa dan keimanan meraka bertambah-tambah. Maha suci Allah dengan segala ciptaanya.
2.Koreksi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan di dunia. Dengan kemungkinan kaum muslimin untuk maju ke muka untuk mengoreksi perkembangan ilmu pengetahuan di dunia dan menempatkannya pada tempat yang benar itu adalah jalan untuk iman kepada Allah dan rasul-Nya, membenarkan apa yang ada pada Al Qur’an pedoman untuk Tunduk dan patuh (taqwa) saksi bagi penyelewengan agama-agama selainnya.
Menunjukkan kelemahan daya upaya dan rekayasa umat manusia yang tidak sebanding dengan keangkuhan dan kesombongannya. Mereka ingkar tidak mau beriman mempercayai kewahyuan Al-Qur’an dan sombong tidak mau menerima kitab itu. Mereka menuduh bahwa kitab itu hasil lamunan atau buatan Nabi Muhammad SAW sendiri,
QS Ali Imran 19
"Sesungguhnya agama (yang diridhai) disisi Allah hanyalah Islam. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka, karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya."
Semoga kita kembali mau menghidupkan Al-Qur'an didalam diri kita masing-masing, bukankah setiap diri di minta pertanggung jawaban oleh Allah SWT dan agar jalan kita tidak tersesat.
“Aku tinggalkan untuk kamu sekalian dua hal. Jika kalian mau berpegang teguh kepadanya niscaya kamu sekalian tidak akan sesat selama-lamanya, dua hal itu adalah kitab Allah (al-qur’an) dan sunnah Rasul-Nya (al-Hadits). (HR Imam Malik)
Dengan bekal ini mari kita hadapi tantangan masa depan (Akherat) dengan syair DR.Muhammad Iqbal pujangga islam.
Laa Takhaf Wa Laa Tahzan
Wahai kau yang dibelenggu rantai takut dan gelisah
Pelajarilah mutu kata Nabawi: "Laa Tahzan"
Jangan takut tak berketentuan
Jika adalah padamu Tuhan Yang Maha Kuasa
Lemparkanlah jauh-jauh segala takut dan bimbang
Lemparkan cita untung dan rugi
Kuatkan iman sekuat tenaga
Dan kesankanlah berkali-kali dalam jiwamu: "La Khaufun 'Alaihim"
Tiada resah dan gentar pada mereka bagi zaman 'kan datang
Bila Musa pergi kepada Fir'aun
Hatinya membaja oleh mutu kata:
"Laa Takhaf, janganlah takut dan bimbang"
Siapa yang telah mempunyai semangat al-Musthafa
Melihat syirik dalam setiap denyut dan luapan takut bimbang.
Cahaya Matahari sudah mulai terlihat Islam mulai bangkit dimana-mana.Barakallahu li walakum fil quranil azim.

Perihal Nabi-Nabi dan Rasul-Rasul



1. Tiada Allah mengutus seorang nabi kecuali pasti dia penggembala domba. (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Kami (para nabi) tidak diwarisi (meninggalkan warisan). Apa yang kami tinggalkan adalah sodaqoh (untuk umat). (HR. Bukhari)
3. Sesungguhnya Allah mengharamkan (mencegah) bumi makan jasad nabi-nabi. (HR. Al Hakim)
4. Sesungguhnya tidak layak bagi seorang nabi memasuki rumah yang mewah. (HR. Ibnu Hibban)
5. Isa bin Maryam melihat sendiri seorang yang mencuri, lalu Isa ‘Alaihissalam berkata kepada orang itu, “Kamu mencuri.” Tapi pencuri itu menjawab, “Tidak, demi Allah yang tiada Tuhan kecuali Dia.” Isa lalu berkata lagi, “Aku beriman kepada Allah dan mendustakan mataku sendiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Wednesday, December 3, 2014

10 Kunci Rezeki



Inilah rahasia kunci rezeki yang harus kita ketahui. Paling tidak terdapat 10 kunci pembuka rezeki yang perlu di lakukan secara serius oleh setiap individu Mu’min yang berdasarkan panduan Al-Qur’an dan al-hadits sebagaimana yang tersebut dalam buku ‘Pembuka Kunci-kunci Rezeki Berdasarkan kitab Al-Qur’an dan As-Sunnah’ oleh Doktor Fadhl llaahi, yaitu :

Kunci Rezeki Yang Pertama: Istighfar dan Taubat
i.     Hendaklah dia menahan diri dari melakukan maksiat (tidak mengulanginya lagi).
ii.    Hendaklah dia menyesal terhadap keterlanjurannya.
iii.   Hendaklah dia bercita-cita untuk tidak mengulanginya lagi.
iv.  Hendaklah dia melepaskan hak tuannya. Hendaklah memulangkan semula harta kepada tuannya atau meminta maaf atau meminta kemaafannya. Tanpa salah satu ciri-ciri ini, menurut para ulama, maka taubatnya adalah tidak sah.
Kunci Rezeki Yang Ke-2: Taqwa
Memelihara diri dari perkara yang menjerumuskan dosa; dan yang demikian di peroleh dengan meninggalkan perkara yang haram. Manakala ketaqwaan itu dapat disempurnakan dengan meninggalkan sebagian perkara yang harus (mubaah).
Kunci Rezeki Yang Ke-3: Berserah Diri (Tawakal) kepada Allah.
Berserah diri itu bukanlah meninggalkan usaha (bekerja keras); dan sungguhnya seseorang Islam perlu bekerja keras, bersungguh-sungguh dan berusaha mencari sumber pendapatan. Akan tetapi janganlah pula berpegang kepada kerja keras, kesungguhan dan usaha semata-mata (tanpa memohon kepada Allah); malah hendaklah beri’tiqad (mempercayai) bahawa semua perkara itu adalah kepunyaan Allah; dan sesungguhnya segala rezeki itu adalah dari Allah, Tuhan Yang Maha Esa.
Kunci Rezeki Yang Ke-4: Beribadah kepada Allah Sepenuhnya.
Maksudnya bukanlah dengan cara meninggalkan usaha kehidupan dan duduk dalam masjid malam dan siang, tetapi apa yang dimaksud adalah menghadirkan hati dan tubuh di kala beribadah, terasa kusyu’ dan tunduk kepada Allah Yang Maha Esa, merasakan Kebesaran Allah Ta’aala dan merasakan bahawa dirinya sedang bermunajat dengan Rabnya yang maha Agung lagi Maha Berkuasa.
Kunci Rezeki Yang Ke-5: Melanjutkan Haji Dengan Umrah Atau Sebaliknya
Maksudnya hendaklah menjadikan salah satu di antara keduanya bersambungan, yaitu apabila kamu telah berhaji, maka hendaklah diikuti dengan umrah; dan apabila kamu telah ber‘umrah, maka hendaklah kamu berhaji; kerana keduanya saling melanjutkan (jika mampu).
Kunci Rezeki Yang Ke-6: Menyambung Silaturrohim
Kata silaturrohim (menghubungi keluarga) adalah berlaku baik kepada keluarga atau kerabat yang mempunyai pertalian keturunan dan sebab hubungan perkawinan; juga  hendaknya bersifat lemah-lembut dan bersimpati kepada mereka dan mengawasi keadaan-keadaan mereka.
Kunci Rezeki Yang Ke-7: Berbelanja Di Jalan Allah
Maksud berbelanja (disini) ialah : Berbelanja yang dianjurkan dalam Agama seperti berbelanja kepada orang fakir dan berbelanja di jalan Allah untuk menolong Agama (Islam).
Kunci Rezeki Yang Ke-8: Berbelanja Kepada Penuntut Ilmu Islam.
Berbelanja kepada penuntut ilmu atau orang-orang yang menghabiskan waktunya untuk mencari ilmu Agama Islam (Syara’).
Kunci Rezeki Yang Ke-9: Membantu Orang Yang Lemah (Miskin).
Mencari keridhaan Allah dan Rasulnya dengan membantu dan menolong orang-orang fakir (yaitu sangat miskin atau orang yang memperoleh pendapatan yang serba tidak mencukupi). Allah akan menolong bagi siapa yang berbuat demikian bagi menentang musuh-musuhnya (di kalangan orang-orang Kaafir) dan juga merezekikannya (sehingga mereka menjadi kaya).
Kunci Rezeki Yang Ke-10: Berhijrah Dijalan Allah.
Maksud hijrah sebagaimana kata Al-Imaam ar-Raaghib Al-Ashfahaani Radhiyallohu'anhu ialah “jalan keluar dari Negara kufur (syirik) ke Negara beriman (tauhid), sebagaimana perlakuan penghijrah dari kota Mekah ke kota Madinah.’Hijrah itu wajib – sebagaimana kata as-sayyid Muhammad Rasyiid Ridha: “Dimana kewujudan berhijrah di jalan Allah Ta’aala bagi menegakkan AgamaNya sebagaimana yang diwajib dan dikasihi Allah Ta’aala, di mana orang-orang Mu’min hendaknya menolong orang-orang yang dizalimi orang-orang Kafir.”

Monday, December 1, 2014

Seruan dan Peringatan Allah Ta'ala



1. Rasulullah Saw bersabda bahwa Allah 'Azza wajalla berfirman, "Anak Adam mendustakan Aku padahal tidak seharusnya dia berbuat demikian. Dia mencaci Aku padahal tidak seharusnya demikian. Adapun mendustakan Aku adalah dengan ucapannya bahwa "Allah tidak akan menghidupkan aku kembali sebagaimana menciptakan aku pada permulaan". Ketahuilah bahwa tiada ciptaan (makhluk) pertama lebih mudah bagiku daripada mengulangi ciptaan. Adapun caci-makinya terhadap Aku ialah dengan berkata, "Allah mempunyai anak". Padahal Aku Maha Esa yang bergantung kepada-Ku segala sesuatu. Aku tiada beranak dan tiada pula diperanakkan dan tidak ada seorangpun setara dengan Aku." (HR. Bukhari)

2. Dalam hadits Qudsi dijelaskan bahwa Allah Ta'ala berfirman: "Hai anak Adam, kamu tidak adil terhadap-Ku. Aku mengasihimu dengan kenikmatan-kenikmatan tetapi kamu membenciKu dengan berbuat maksiat-maksiat. Kebajikan kuturunkan kepadamu dan kejahatan-kejahatanmu naik kepada-Ku. Selamanya malaikat yang mulia datang melapor tentang kamu tiap siang dan malam dengan amal-amalmu yang buruk. Tetapi hai anak Adam, jika kamu mendengar perilakumu dari orang lain dan kamu tidak tahu siapa yang disifatkan pasti kamu akan cepat membencinya." (Ar-Rafii dan Ar-Rabii').

3. Anak Adam mengganggu Aku, mencaci-maki jaman (masa), dan Akulah jaman. Aku yang menggilirkan malam dan siang. (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Allah Ta'ala berfirman (dalam hadits Qudsi) : "Kebesaran (kesombongan atau kecongkakan) pakaianKu dan keagungan adalah sarungKu. Barangsiapa merampas salah satu (dari keduanya) Aku lempar dia ke neraka (jahanam)." (HR. Abu Dawud)

5. Berbaik sangka terhadap Allah termasuk ibadah yang baik. (HR. Abu Dawud)

6. Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga. (Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu). ( HR. Bukhari)

7. Allah 'Azza wajalla berfirman (hadits Qudsi): "Hai anak Adam, Aku menyuruhmu tetapi kamu berpaling, dan Aku melarangmu tetapi kamu tidak mengindahkan, dan Aku menutup-nutupi (kesalahan-kesalahan)mu tetapi kamu tambah berani, dan Aku membiarkanmu dan kamu tidak mempedulikan Aku. Wahai orang yang esok hari bila diseru oleh manusia akan menyambutnya, dan bila diseru oleh Yang Maha Besar (Allah) dia berpaling dan mengesampingkan, ketahuilah, apabila kamu minta Aku memberimu, jika kamu berdoa kepada-Ku Aku kabulkan, dan apabila kamu sakit Aku sembuhkan, dan jika kamu berserah diri Aku memberimu rezeki, dan jika kamu mendatangiKu Aku menerimamu, dan bila kamu bertaubat Aku ampuni (dosa-dosa)mu, dan Aku Maha Penerima Taubat dan Maha Pengasih." (HR. Tirmidzi dan Al Hakim)

Dukhon

Saat ini di dunia dan juga tentu saja termasuk indonesia, sedang perjadi pandemi yang berasal dari corona. Nama legkapnya virus corona. Ata...