Saturday, January 25, 2020

Ketika Nabi Zulkifli bikin Kecewa Iblis

Iblis punya tabiat untuk mengganggu dan menggoda manusia. Mulai dari Nabi Adam hingga seluruh keturunan nabi adam agar menjauh dari perintah Allah subhanahu wa ta’ala. Iblis tidak pernah senang kepada mereka yang taat kepada perintah Allah subhanahu wa ta’ala . Sehingga iblis senantiasa berusaha menjerumuskan manusia menuju jalan yang sesat.
Pada suatu ketika. Nabi Zulkifli pernah diganggu iblis. Iblis ini menyamar sebagai manusia. Pada malam hari ketika Nabi Zulkifli hendak tidur, iblis yang menjelma sebagai musafir itu bertamu ke istana Nabi Zulkifli.
Pada awalnya, penjaga istana meminta musafir itu kembali pada pagi hari. Namun, musafir tetap berkeinginan untuk bertemu Nabi Zulkifli. Dengan sabar, Nabi Zulkifli menemui musafir itu dan mendengar keluh kesahnya. Musafir itu mengatakan bahwa seseorang telah menganiaya dirinya. Nabi Zulkifli meminta musafir ini untuk datang pada malam hari berikutnya sehingga kedua belah pihak dapat menyelesaikan permasalahan itu.
Pada hari berikutnya, musafir itu justru datang pada pagi hari. Ia mengeluhkan hal yang sama. Kemudian, Nabi Zulkifli meminta musafir itu untuk datang hari berikutnya pada pagi hari.
Namun pada pagi hari berikutnya, musafir itu tidak datang. Ia justru datang pada malam hari. Pada saat itu Nabi Zulkifli masih terus bersabar dengan tingkah laku tamunya. Ia tetap menemui tamu tersebut dengan baik. Iblis merasa kecewa karena Nabi Zulkifli sama sekali tidak marah.

Saturday, December 21, 2019

Malaikat Maut

Diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas r.a, Rasulullah Salallohualaihi Wassalam Bersabda: “Bahwa malaikat maut meperhatikan wajah manusia di muka bumi ini 70 kali dalam sehari. Ketika Izrail datang menatap wajah seseorang, didapati orang itu ada yang gelak-ketawa. Maka berkata Izrail : Alangkah herannya aku melihat orang ini, sedangkan aku diutus oleh Allah Taala untuk mencabut nyawanya, tetapi dia masih berhura-hura dan bergelak-tawa.”
Jika kita hitung,1 hari ada 24 jam=1440 menit. 1440 menit/7O kali malaikat melihat kita=20.571 menit, itu berarti Malaikat Maut mendatangi manusia setiap 21 menit setiap hari!
Pertanyaannya; Betulkah Malaikat Maut mendatangi manusia setiap hari sebanyak 70 kali? Shahih kah hadits tersebut?
Jawabnya, untuk hadits yang serupa dengan redaksi yang sama persis, penulis belum menemukannya. Namun ada hadits lain dengan makna sejenis;
إِنَّ مَلَكَ الْمَوْتِ لَيَنْظُرُ فِي وُجُوهِ الْعِبَادِ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعِينَ نَظْرَةً، فَإِذَا ضَحِكَ الْعَبْدُ بَعَثَ إِلَيْهِ يَقُولُ: يَا عَجَبَاهُ بُعِثْتُ إِلَيْهِ لأَقْبِضَ رُوحَهُ وَهُوَ يَضْحَكُ
“Sesungguhnya malaikat maut benar-benar melihat pada wajah-wajah para hamba setiap hari 70 kali. 
Apabila seorang hamba tertawa, maka malaikat berkata,
"Betapa mengherankannya. Aku diutus kepadanya untuk mencabut nyawanya, sedangkan ia malah tertawa”.
Riwayat tersebut terdapat dalam kumpulan hadits-hadits palsu di kitab Tanzih asy-Syariah al-Marfu’ah ‘an al-Akhbar asy-Syani’ah al-Maudhu’ah (2/375) yang disusun oleh Ali bin Muhamad al-Kinani.
Jika Hadits tersebut tidak Shahih, maka kita tidak dibenarkan untuk menggunakannya atau percaya, kecuali menyampaikan dengan penjelasan ketidak-shahihan hadits tersebut. Dan para ulama kita sudah memberikan batasan dan syarat yang ketat jika kita ingin menggunakan Hadits yang Dhaif (lemah) sebagai landasan dalam beribadah.
Adapun tentang keutamaan mengingat kematian, adalah perbuatan yang sangat terpuji, karena akan menjadi motivasi buat pribadi Muslim agar bahu membahu mengumpulkan bekal akhirat, serta menjadi iktibar dari dosa dan kemaksiatan sehingga seorang Muslim bersegera dalam bertaubat.
Ada banyak Hadits yang menyebutkan keutamaan untuk memperbanyak mengingat kematian, bahkan diantara Hadits disebutkan bahwa orang yang paling cerdas adalah orang yang banyak mengingat kematian. Sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini;
Ibnu Umar radhiyallaahu ‘anhuma berkata, “Suatu hari aku duduk bersama Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang lelaki dari kalangan Anshar, kemudian ia mengucapkan salam kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, ‘Wahai Rasulullah, siapakah orang mukmin yang paling utama?’ Rasulullah menjawab, ‘Yang paling baik akhlaqnya’. Kemudian ia bertanya lagi, ‘Siapakah orang mukmin yang paling cerdas?’. Beliau menjawab, ‘Yang paling banyak mengingat mati, kemudian yang paling baik dalam mempersiapkan kematian tersebut, itulah orang yang paling cerdas.’ (HR. Ibnu Majah, Thabrani, dan Al Haitsamiy. Syaikh Al Albaniy dalam Shahih Ibnu Majah 2/419 berkata : hadits hasan)

Friday, December 6, 2019

Sunnah Menjawab Adzan dan Iqomah

Sunnah menjawab Adzan dan Iqomah


Pernah mendengar Adzan? Apa yang kamu lakukan saat mendengar Adzan? Bermain? Atau hal lain? Saya akan berbagi sedikit ilmu tentang Cara Menjawab dan Doa Setelah Adzan.

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu ’anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa yang membaca do’a ketika mendengar azan:

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺭَﺏَّ ﻫَﺬِﻩِ ﺍﻟﺪَّﻋْﻮَﺓِ ﺍﻟﺘَّﺎﻣَّﺔ ﻭَﺍﻟﺼَّﻼَﺓِ ﺍﻟْﻘَﺎﺋِﻤَﺔِ ﺁﺕِ ﻣُﺤَﻤَّﺪًﺍ ﺍﻟْﻮَﺳِﻴﻠَﺔَ ﻭَﺍﻟْﻔَﻀِﻴﻠَﺔَ ﻭَﺍﺑْﻌَﺜْﻪُ ﻣَﻘَﺎﻣًﺎ ﻣَﺤْﻤُﻮﺩًﺍ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﻭَﻋَﺪْﺗَ

Latin ;

“Allahumma Robba haadzihid da’watit taammati wash-sholaatill qooimah, Aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuuda-nillladzi wa’adtahu.”

Artinya ;
“Ya Allah, Pemilik seruan yang sempurna ini dan sholat yang ditegakkan, anugerahkanlah kepada Nabi Muhammad; wasilah (kedudukan yang tinggi di surga) dan keutamaan (melebihi seluruh makhluk), dan bangkitkanlah beliau dalam kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan.”


Maka ia (yang membacanya) berhak mendapatkan syafa’atku pada hari kiamat.” [HR. Al-Bukhari No.614]


Dan inilah cara menjawab Adzan dan Iqamah yang baik.
Cara menjawab adzan adalah dengan jawaban yang sama seperti apa yang tersebut dalam kalimat bacaan adzan kecuali pada bacaan adzan yang bunyinya
“ Hayya ‘alash shalaah ” dan “Hayya ‘alal falah”,
maka cara menjawabnya adalah dengan bacaan:
لاحول ولاقوّة الاّ بالله

Latin ;

“laa haula walaa quwwata illa billahi”

Artinya :
tidak ada daya upaya dan kekuatan, kecuali dengan pertolongan Allah”

Namun, ketika kita mendengat suara adzan subuh, maka cara menjawab adzan subuh pada saat muadzin mengucapkan bacaan kalimat :
الصّلاة خير من النّوم

Latin ;

“As shalaatu khairum minan naumi [dua kali]

Maka, kita yang mendengarnya, menjawab dengan bacaan :
صدقت وبررت وانا على ذلك من الشّاهدين

Latin ;

“Shadaqta wabararta wa anaa ‘alaa dzaalika minasy syaahidiina”

Artinya :
benar dan baguslah ucapanmu itu dan akupun atas yang demikian termasuk orang-orang yang menyaksikan.

Ketika dikumandangkan suara iqamah oleh muadzin, maka sunnah bagi kita menjawab iqamah dengan cara ; kalimat-kalimat yang terdengar dijawab sama persis seperti yang diucapkan oleh muadzin, kecuali pada kalimat : “Qad Qaamatish Shalaah”, maka di jawab dengan lafadz atau bacaan sebagai berikut :
أقامها الله وادامها وجعلني من صالحى أهلها

Latin ;

“Aqaamahallahu wa adaamahaa waja’alani min shaalihi ahliha”

Artinya :
Semoga Allah mendirikan shalat itu dengan kekalnya, dan semoga Allah menjadikan aku ini, dari golongan orang-orang yang sebaik-baiknya ahli shalat”

Dan setelah mendengar suara iqamah, kita menjawabnya dengan membaca doa setelah iqamah yaitu sebagai berikut :
الّلهمّ ربّ هذه الدّعوة التّامّة والصّلاة القائمة صلّ وسلّم على سيّدنا محمّد واته سؤله يوم القيامة

Latin ;

“Allaahumma rabba hadzihid da’watit taammati wash-shalaatil qaa-imati, shalli wasallim ‘alaa sayyidinaa muhammadin, wa aatihi su’lahu yaumal qiyaamati”

Artinya :
Ya allah Tuhan yang memiliki panggilan yang sempurna, dan memiliki shalat yang ditegakkan, curahkan rahmat dan salam atas junjungan kita Nabi Muhammad, dan berilah/kabulkan segala permohonannya pada hari kiamat.

Demikian Cara Menjawab Adzan dan Doa Setelah Adzan yang telah saya bagikan. Semoga Bermanfaat.

Saturday, November 30, 2019

Mimpi Seorang Wali Di Pekuburan

Hasil gambar untuk baca alquran
Kisah yang diceritakan oleh seorang Hamba ALLAH tentang mimpi Seorang Wali di Pekuburan. Di dalam mimpi, wali itu melihat roh ahli-ahli kubur sedang mengais-ngais rumput seperti mencari sesuatu. Tiba-tiba beliau terlihat ada seorang roh ahli kubur yg sudah berusia tua duduk istirahat di atas kuburnya sendiri. Beliau memutuskan untuk bertanya kepada roh orang tua tersebut.

Wali :
Paman, kenapa paman sedang duduk istirahat dengan tenang, sedangkan ramai ahli kubur yg lain sedang mengais-gais rumput di situ?

Roh Orang tua:
Jikalau kau mau tahu jawabannya,
esok kau pergi ke pasar dan cari penjual daging yg masih muda di situ. Penjual daging itu adalah anakku sendiri.

Setelah itu wali tersebut lalu beranjak dari situ dan terjaga dari mimpinya. Keesokan harinya,wali itu mencari penjual daging yang masih muda tersebut di pasar. Setelah ketemu beliau hanya memperhatikan dari jauh kelakuan penjual daging tersebut. Selepas penjual daging tersebut menjual dagingnya, dia sambung membaca Al Qur'an. Wali tadi terkejut lalu mengambil keputusan untuk menjumpai pemuda tersebut.

Wali:
Assalammualaikum anak muda, saya ada beberapa pertanyaan untuk anak muda.

Penjual daging:
Waalaikumsalam, ya boleh. Apakah pertanyaan itu?

Wali:
Adakah kamu mempunyai seorang ahli keluarga yang meninggal dunia yang di kubur di kampung ini?

Penjual daging:
Ya ada. Itu adalah Ayahku.

Wali:
Aku ada melihat Roh ayahmu dalam mimpiku. Beliau tenang disana. Apa yg kau lakukan untuk ayahmu wahai anak muda?

Penjual daging:
Aku membaca Al-Qur'an dan aku berdoa kepada Allah... Jika bacaanku itu terdapat pahalanya, aku sedekahkannya untuk ayahku.

* Iktibar dari Kisah ini
Kenapa Roh ahli kubur yang lain sedang mengais-gais rumput di situ?

*Jawabannya,
Mereka sedang mencari percikan-percikan doa yang didoakan oleh orang ramai dan lafaz "Ala kulli muslimin wal muslimat, wal mukminin wal mukminat".

Mengapa roh orang tua itu hanya duduk istirahat, adalah karena doa anaknya yang selalu dikhususkan untuknya.

Pesan:
Perbanyaklah berdoa untuk kedua orang tua dan saudara kita yang sudah tiada untuk kesenangan mereka di alam barzakh. Doa seorang anak akan terus sampai kepada ibu bapaknya, terutama anak laki-laki yang mana syurganya di bawah ridho ibunya....

Kemudian laksanakan 7 Sunnah Nabi Muhammad SAW :
Pertama:
Solat Tahajjud. Karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada sholat tahajjudnya. Doanya pasti akan mudah terkabul dan membuat kita semakin dekat dengan Allah SWT.

Kedua:
Membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari. Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, kita membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh penahaman. Paling tidak jika sesibuk manapun kita, bacalah ayat 3Qul, atau ayat Kursi.

Ketiga:
Pergilah ke masjid (Khususnya di waktu subuh). Sebelum melangkahkan kaki kemanapun, langkahkan kaki ke masjid dahulu, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah SWT.

Keempat:
Jaga sholat dhuha. Karena kunci rezeki terletak pada sholat dhuha. Yakinlah, kekuatan sholat dhuha sangat dasyat dalam mendatangkan rezeki.

Kelima:
Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah dan malaikat selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.
Percayalah, sedekah yang diberikan akan dibalas oleh Allah berlipat-lipat ganda.

Keenam:
Selalu Jaga wudhu. Karena Allah SWT menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhu, ia akan senantiasa merasa selalu dalam keadaan sholat walaupun ia belum sholat dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa yaitu "Ampuni dosanya dan sayangi dia ya Allah SWT"

Ketujuh:
Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah. YA ALLAH JAUHKANLAH KAMI SEMUA DARI SIKSA KUBUR, HARAMKANLAH NERAKA ATAS JASADKU, KEDUA ORANGTUAKU, DAN SEMUA ORANG YG MEMBACANYA.

Semoga bermanfaat. Aamiin...

Empat Nabi Ini Masih Hidup Sampai Sekarang

Setiap makhluk hidup pasti akan mati, termasuk para nabi dan utusan Allah. Mereka hidup seperti umumnya manusia biasa, makan, minum, nikah, tidur dan wafat. Bahkan umurnya pun seperti umur rata-rata kaumnya.
Namun demikian, ada empat nabi yang diberi umur panjang oleh Allah dan hidup hingga sekarang, dua nabi hidup di langit dan dua lainnya hidup di bumi. Dua nabi yang hidup di langit adalah Nabi Isa dan Idris, sementara yang hidup di bumi adalah Nabi Khidir dan Nabi Ilyas. Disebutkan bahwa Nabi Khidir dipercaya menjaga lautan, sementara Nabi Ilyas dipercaya untuk menjaga daratan.
Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Ishabah, dari Ibnu Syahin, dia berkata;
أربعة من الأنبياء أحياء: اثنان في السماء عيسى وإدريس واثنان في الأرض: الخضر وإلياس فأما الخضر فإنه في البحر وأما صاحبه فإنه في البر
Ada empat orang dari golongan para nabi yang masih hidup; dua hidup di langit, yaitu Nabi Isa dan Nabi Idris, dan dua hidup di bumi, yaitu Nabi Khidir dan Nabi Ilyas. Adapun Nabi Khidir hidup di lautan, sementara temannya hidup di daratan.
Hal ini juga disebutkan dalam kitab Al-Bidayah wa Al-Nihayah, sebagaimana berikut;
وقال مكحول عن كعب : أربعة أنبياء أحياء ، اثنان في الأرض : إلياس والخضر ، واثنان في السماء : إدريس وعيسى
Imam Makhul berkata dari Ka’ab: ‘Empat dari golongan para nabi masih hidup; dua di bumi, yaitu Ilyas dan Khidir, dan dua di langit, yaitu Nabi Idris dan Isa.
Keempat nabi di atas akan tetap hidup atas izin Allah sampai waktu yang telah ditentukan oleh Allah. Hanya Allah yang berhak menghidupkan hambanya dan Dia pula yang berhak mewafatkannya.

Wednesday, November 27, 2019

Kemarau Panjang, Tanda Akan Datangnya Dajjal

Sebelum Dajjal datang di akhir jaman, dunia Islam akan diuji dahulu oleh Allah dengan kemarau panjang selama 3 tahun berturut-turut. Allah akan menahan hujan tiga tahun sebelum kedatangan Dajjal.
Pada tahun pertama hujan akan kurang sepertiga dari biasa dan pada tahun kedua akan kurang 2/3 dari biasa dan tahun ketiga hujan tidak akan turun langsung.
Umat akan dilanda kelaparan dan kekeringan. Di saat itu Dajjal akan muncul membawa ujian. Maka daerah mana yang percaya Dajjal itu Tuhan, ia akan berkata pada awan: Hujanlah kamu di daerah ini! Lalu hujan pun turunlah dan bumi menjadi subur.
Manakala penduduk yang tidak mau bersekutu dengan Dajjal, mereka akan tetap berada dalam kekeringan dan kelaparan.
Diriwayatkan, penyokong Dajjal akan memiliki segunung roti (makanan) sedangkan orang yang tidak percaya dengannya berada dalam kelaparan dan kekeringan.
Dalam hal ini, para sahabat Rasullullah s.a.w. bertanya: ”Jadi apa yang dimakan oleh orang Islam yang beriman pada hari itu wahai Rasulullah? “Nabi menjawab: ”Mereka akan merasa kenyang dengan bertahlil, bertakbir, bertasbih dan bertaubat. Jadi zikir-zikir itu yang akan menggantikan makanan.” (H.R IbnuMajah)
Sebelum keluarnya Dajjal, akan didahului dengan musim kemarau yang berkepanjangan selama 3 tahun berturut-turut. Rasulullah SAW bersabda.
“Sesungguhnya sebelum keluarnya Dajjal adalah tempo waktu tiga tahun yang sangat sulit, di mana pada waktu itu manusia akan ditimpa kelaparan yang sangat.”
Allah SWT memerintahkan kepada langit pada tahun pertama darinya untuk menahan 1/3 dari hujan dan memerintahkan kepada bumi untuk menahan 1/3 dari tanaman.
Kemudian Allah SWT memerintahkan kepada langit pada tahun kedua darinya agar menahan 2/3 dari hujannya dan memerintahkan bumi untuk menahan 2/3 dari tanamannya.
Kemudian pada tahun ketiga darinya Allah SWT memerintahkan kepada langit untuk menahan semua air hujannya ,lalu ia tidak meneteskan setitik air pun dan memerintahkan bumi agar menahan seluruh tanamannya, maka setelah itu tidak tumbuh satu tanaman hijau pun dan semua binatang berkuku (hewan ternak) akan mati kecuali yang dikehendaki oleh Allah SWT.

https://www.google.com/amp/s/acehsatu.com/berdasarkan-hadits-3-tahun-kemarau-panjang-dilanda-kelaparan-tanda-akan-datangnya-dajjal/amp/

Wednesday, September 18, 2019

Muhasabah

Mengingat berapa lama kita ada di dunia ini tentu sudah banyak hal yang telah kita lalui dan semuanya berlandaskan tujuan atau keinginan yang akan kita capai. Namun tidak semuanya juga akan sesuai dengan harapan, kadang dibawah ekspektasi atau justru diatas ekspektasi kita sendiri. Karena semua itu merupakan bagian dari kehendak Allah Swt dan kita sebagai hamba-Nya sudah sepatutnya berusaha dan bertawakal.
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْحَيِّ الَّذِي لا يَمُوتُ وَسَبِّحْ بِحَمْدِهِ وَكَفَى بِهِ بِذُنُوبِ عِبَادِهِ خَبِيرًا
"Dan bertawakkal lah kepada Allah yang hidup (kekal) yang tidak mati, dan bertasbihlah dengan memuji-Nya, dan cukuplah Dia Maha mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya" Al-Furqan (25) : 58
Sebagai umat muslim yang baik hendaklah berupaya mengisi waktu dengan melaksanakan kewajiban dan menjauhi larangan-Nya untuk bekal meraih kehidupan yang tentram dunia dan akhirat. Maka dari itu agar aktivitas kita tetap di jalan yang istiqamah kita harus menyempatkan diri untuk senantiasa melakukan muhasabah atau dengan kata lain introspeksi diri, terhadap segala aktivitas yang telah dan akan kita laksanakan. Muhasabah sering diidentikan dengan proses pengamatan terhadap diri sendiri, wawas, ataupun mengevaluasi diri.
Muhasabah atau introspeksi diri juga berkaitan dengan dunia ilmu psikologi karena introspeksi diri merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan dalam kondisi psikis seseorang.
Kemudian, kenapa kita harus melakukan introspeksi diri ? Jawabannya karena sejatinya jiwa manusia senantiasa memperturut hawa nafsu dan tidak dapat dipungkiri mengarah kepada keburukan. Muhasabah akan memunculkan rasa takut kepada Allah Swt sehingga dapat menjauhkan kita dari perbuatan maksiat yang disebabkan oleh hawa nafsu tersebut. Maka dari itu sungguh sangat merugi seseorang yang mengabaikan muhasabah melainkan menuruti hawa nafsunya.
Dalam sebuah hadits dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah Saw bersabda : "Orang yang pandai adalah orang yang mengintrospeksi dirinya dan beramal untuk setelah kematian, sedang orang yang lemah adalah orang yang jiwanya selalu tunduk pada nafsunya dan mengharap kepada Allah dengan berbagai angan-angan." (H.R Ahmad dan Tirmidzi).
Sudah menjadi keharusan bagi kita untuk tidak lupa mengintrospeksi diri, menyempitkan ruang gerak nafsu dan menahan gejolaknya. Sehingga setiap hembusan nafas diibaratkan sesuatu yang bernilai tinggi dan dapat ditukar dengan kenikmatan yang tidak pernah sirna sepanjang masa. Karena dengan menyia-nyiakan nafas atau menjadikannya sebagai sesuatu yang mendatangkan keburukan adalah kerugian besar yang pada akhirnya hakikat kerugian tersebut baru benar-benar tampak nanti di hari kiamat kelak.
Seperti yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Umar bin Khaththab berkata "Hisablah dirimu sebelum dihisab ! Timbanglah diri kalian sebelum kalian ditimbang ! Sesungguhnya berintrospeksi bagi kalian pada hari ini lebih ringan daripada hisab di kemudian hari. Begitu juga dengan hari 'aradl (penampakan amal) yang agung".
Muhasabah terbagi menjadi dua jenis yaitu pertama muhasabah sebelum melakukan pekerjaan dan kedua setelah melaksanakan pekerjaan. Muhasabah yang pertama akan menjadikan pekerjaaan yang akan dilakukan bernilai positif di dunia maupun akhirat dan muhasabah yang kedua akan memudahkan untuk menutupi kekurangan pekerjaan yang telah dilaksanakan sehingga menjadikan pekerjaan selanjutnya lebih baik.
Kemudian sekarang kita kenali metode muhasabah menurut Ibnul Qayyim rahimahullah yang mengatakan bahwa "Muhasabah dapat dilakukan dengan menimbang antara kenikmatan yang Allah karuniakan dan keburukan yang telah dilakukan". Maksudnya kita dapat melihat berbagai anugerah yang telah Allah berikan kepada kita dan juga melihat apa yang telah diperbuat. Apakah kita telah bersyukur kepada-Nya atau justru mengingkari nikmat-nikmat tersebut dengan bermaksiat kepada-Nya.

Muhasabah merupakan sebuah upaya untuk mengingatkan diri agar senantiasa melakukan amal kebaikan dan menghindari segala sesuatu kepada keburukan. Banyak manfat yang dapat dirasakan diantaranya :
  • Menumbuhkan rasa takut kepada-Nya
Rasa takut akan kemaksiatan dan keburukan akan ada pada diri seseorang yang senantiasa bermuhasabah, karena ia sadar bahwa setiap langkah dan setiap perbuatannya selalu diawasi oleh Allah Swt setiap waktu.
  • Menyadari hak dan kewajiban sebagai hamba-Nya
Seseorang akan lebih memahami hakikat dari ibadah yang sebenarnya, bahwasanya segala apa yang dilakukan dan segala perbuatan amal ibadah semata-mata hanya karena Allah semata.
  • Mengetahui aib diri sendiri
Dengan bermuhasabah lah seseorang akan bisa mengenali kelemahan serta sadar akan aib dirinya sendiri, apakah itu dalam hal ibadah maupun aktivitas lain yang bersifat duniawi.
  • Menambah motivasi diri untuk kegiatan positif
Seseorang yang bermuhasabah, setiap aktivitasnya akan berjalan dengan baik dan produktif serta akan merasakan kedamaian karena melakukan sesuatu yang baik dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah.
Begitu banyak hikmah dan manfaat yang dapat kita ambil dari bermuhasabah, sehingga kita dapat memaknainya dan memanfaatkan umur kita di dunia kepada hal-hal yang baik dalam mencari ridho Allah Swt. Maka sesungguhnya jika seseorang senantiasa bermuhasabah, ia akan lebih dekat dengan kebenaran yang haq, yaitu menjadi hamba yang dicintai Allah Swt.

Dukhon

Saat ini di dunia dan juga tentu saja termasuk indonesia, sedang perjadi pandemi yang berasal dari corona. Nama legkapnya virus corona. Ata...