Sunday, April 14, 2019

Orang yang Kelak Dibangkitkan bersama Malaikat

Hasil gambar untuk baca alquran
Saat dibangkitkan, manusia akan dikelompokkan menjadi berkelompok-kelompok dengan berbagai macam rupa dan bentuk yang berbeda-beda sesuai dengan amal ibadahnya. Hal ini tertera dalam  firman Allah SWT: “Yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok.” (QS. An-Naba ayat 18)
Pada hari itu, semua manusia hanya akan memikirkan dirinya sendiri. Bahkan, ketika orang tua, suami, dan anak disebelahnya diseret oleh malaikat, mereka tidak akan saling menolong karena lebih mementingkan nasibnya sendiri.

“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an, dia berada bersama para malaikat yang terhormat dan orang yang terbata-bata di dalam membaca Al-Qur’an serta mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala.” (Potongan Hadits yang dikeluarkan oleh Imam Muslim dari hadits Aisyah Radhiyallahu ‘anha no. 244-(898), kitab Al-Musafirin wa Qashruha, bab. 38).

Setan Paling Benci Hal Ini

Hasil gambar untuk sujud
Anda harus tahu siapa musuh yang nyata bagi manusia... Ya, dia adalah setan. Setan sangat membenci manusia. Dia tak ingin jika manusia berada dalam kebahagiaan. Dia tak senang, jika manusia berada di jalan kebenaran. Dia tidak akan biarkan manusia berpegang teguh pada penjagaan keimanannya.
 
Maka, kita harus waspada terhadap setan. Setan akan berusaha meluncurkan serangan demi serangan agar iman kita goyah. Mulai dari cara yang paling halus hingga kasar, ia lakukan. Dan serangannya telah banyak melumpuhkan manusia. Hingga, tak sedikit manusia berada dalam kesesatan. Lalu, apa yang harus kita lakukan?

Salah satu hal yang dapat kita lakukan ialah melakukan hal yang sangat dibenci oleh setan. Apa itu? Setan sangat benci pada orang yang bersujud. Mengapa? Sebab, karena perintah sujud ia diusir dari surga. Karena perintah sujud pula, ia menjadi makhluk hina, hingga memiliki dendam pada Adam dan keturunannya.
Sujud merupakan sarana yang lebih mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Dengan sujud, seseorang akan merasakan kenikmatan yang luar biasa. Di mana getaran hati begitu terasa. Sebab, komunikasi dengan Allah SWT terasa lebih khusyuk.

Sujud juga menunjukkan bahwa diri kita ialah makhluk yang lemah. Kita tak bisa hidup tanpa Allah SWT. Kita sangat membutuhkan-Nya. Allah bagaikan Raja di alam semesta, yang bisa memberikan apa saja yang kita pinta. Hanya dengan lebih dekat dengan-Nya, Dia akan merasa senang, dan mengabulkan apa yang kita pinta.

Itulah indahnya sujud. Hal yang sangat dibenci setan ini, sangat menguntungkan kita. Selain membuat setan menjadi marah, juga lebih mendekatkan diri kita kepada Allah SWT. Jadi, jangan pernah kita berhenti untuk bersujud kepada-Nya.

Perkara Sumber Segala Dosa

Hasil gambar untuk sombong
Setiap manusia di dunia ini, tidak ada yang luput dari dosa. Maka dari itu  manusia hendaknya selalu meminta ampunan kepada Allah Azza Wajalla salah satunya dengan cara beristighfar sebanyak banyaknya.

Ternyata, dosa yang kita lakukan tidak terlepas dari tiga sifat yang dimiliki manusia. Sifat apa sajakah itu? Berikut penjelasannya.

Pertama adalah kesombongan (al kibr).

Sifat inilah yang dimiliki oleh Iblis sehingga dia menyimpang ke jalan kesesatan. Sifat sombong inilah yang membuat iblis tetap dalam kekafirannya. Sifat sombong inilah yang membuat seseorang sulit masuk surga yang penuh kelezatan. Bahkan tidak akan masuk surga orang yang memiliki sifat sombong.

Tidak akan masuk surga yaitu orang yang dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar semut kecil.” (HR. Muslim).

Kedua adalah tamak (al hirsh).

Sifat inilah yang membuat Adam keluar dari surga karena tamak memakan buah yang sudah dilarang Allah Subhanallahu Wata’ala. Sifat tamak atau rakus membuat seseorang mudah terjerumus dalam maksiat.

Ketiga adalah sifat dengki (al hasad).

Sifat inilah yang akan membuat seseorang melampau batas dan berbuat zholim pada orang lain. Bahkan segala cara dilakukan untuk memuaskan rasa dengkinya. Wallahu A’lam.

Monday, April 8, 2019

Doa Minta Panjang Umur, Bolehkah?


Para ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Sebagian membolehkannya, sebagian lagi melarang.

Yang melarang berdalil dengan hadis riwayat Ummu Habibah, salah seorang istri Nabi. Ia pernah berdoa, “Ya Allah! Bahagiakanlah aku dengan menjadi istri Rasulullah, serta dengan Abu Syfan dan saudaraku Mu’awiyah.”

Mendengar itu Nabi SAW berkata, “Sungguh engkau telah meminta kepada Allah ajal yang telah ditentukan, hari-hari yang telah ditetapkan dan rizki yang telah terbagi. Sesuatu tak akan dipercepat sebelum waktunya. Seandainya engkau memohon kepada Allah agar engkau terhindar dari azab neraka atau azab kubur, niscaya itu lebih baik dan lebih utama,” (HR. Imam Ahmad).

Imam an-Nawawi mengomentari hadis tersebut bahwasanya hadis ini diketahui tidak bolehnya berdoa agar dipanjangkan umurnya. Namun jika ada yang bertanya apakah hikmah dari larangan berdoa panjang mur? Mengapa pula memohon terhindar dari azab kubur lebih disukai? Jawaban dari kedua pertanyaan tersebut adalah bahwa umur telah ditetapkan. Namun berdoa agar terhindar dari azab api neraka dan azab kubur adalah ibadah.

Ada lagi yang bertanya: Bukankah kita bertawakal pada segala ketentuan Allah? Jawabannya, berbuatlah! Karena segala sesuatu telah dimudahkan urusannya.
Berdoa panjang umur tidak termasuk ibadah. Seperti halnya, tidak baik meninggalkan shalat, puasa dan dzikir hanya karena bertwakal atas takdir Allah. Wallahu a’lam.

Saturday, March 23, 2019

Sujud dan Berdoa Ketika kita sedang punya Hajat agar Cepat Terkabul


Setiap manusia tentu memiliki kebutuhan dan keinginan untuk melengkapi perjalanan hidupnya di dunia. Untuk memenuhinya, tentu membutuhkan perjuangan. Dan perjuangan sebesar apapun tidak akan berhasil tanpa adanya ridha dari Allah SWT. Maka, berdoa menjadi salah satu cara yang paling ampuh untuk kita memohon segala apa yang kita butuhkan dan inginkan pada-Nya.

Meski begitu, terkadang kita merasa doa yang dipanjatkan belum saja dikabul. Nah, selain kita perbanyak istighfar kepada Allah, karena boleh jadi doa belum saa diijabah akibat dosa yang bertumpuk. Kita juga harus bisa mencari waktu yang pas untuk berdoa agar mudah diijabah. Kapankah itu?

Salah satu waktu yang pas bagi kita untuk berdoa ialah ketika sujud. Ya, ketika sujud kita memohon apa yang diinginkan dan dibutuhkan. Sujud terakhir dalam shalat itu paling utama. Mengapa ketika sujud? Sebab, sujud itu lebih mendekatkan kita kepada Allah SWT.
Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah ﷺ bersabda, “Keadaan yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika sujud, maka perbanyaklah doa (ketika sujud),” (HR. Muslim). k

Thursday, March 21, 2019

Orang Orang yang Didoakan Malaikat


Apakab anda tahu bahwa ada orang-orang tertentu yang didoakan oleh malaikat? Ya, orang-orang itulah yang termasuk orang-orang pilihan. Mereka termasuk ke dalam kriteria khusus yang mendapatkan do’a dari para malaikat. Siapa sajakah mereka?
1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci
Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga Malaikat berdoa ‘Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci’,” (Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37).
2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat
“Tidaklah salah seorang di antara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya: ‘Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia’,” (HR. Imam Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim 46
3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah
“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang-orang) yang berada pada shaf-shaf terdepan,” (Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra’ bin ‘Azib).
4. Orang-orang yang menyambung shaf (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf)
Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf,” (hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272).
5. Para malaikat mengucapkan ‘amin’ ketika seorang imam selesai membaca al-Fatihah
Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah radliyallaahu ‘anhu, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Jika seorang imam membaca ‘ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladh dhaalinn’, maka ucapkanlah oleh kalian ‘aamiin’, karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu,” (Shahih Bukhari no. 782).
6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat
“Para malaikat akan selalu bershalawat (berdoa) kepada salah satu di antara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat di mana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata: ‘Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia’,” (HR. Imam Ahmad dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106).

Sunday, March 17, 2019

Sifat Munafik

Gambar terkait
Suatu hari Hanzhalah Al Usayyidiy, salah satu juru tulis Rasulullah SAW bertemu dengan Abu Bakar Radhiyallahu Anhu. Dia kemudian ditanya sahabat nomor wahid Rasulullah. "Bagaimana keadaanmu wahai Hanzhalah?" Dia lantas menjawab, "Hanzhalah kini telah jadi munafik."
Abu Bakar lantas berkata, "Subhanallah, apa yang engkau katakan?" Dia pun menjawab, "Kami jika berada di sisi Rasulullah SAW, kami teringat kepada neraka dan surga sampai-sampai seperti melihatnya di hadapan mata. Saat keluar dari majelis Rasulullah dan bergaul dengan istri dan anak, sibuk dengan berbagai urusan, kami pun jadi banyak lupa". Menanggapi perkataan Hanzhalah, Abu Bakar lantas menjawab, "Kami pun begitu."
Dua sahabat ini kemudian menghadap Rasulullah SAW. Mereka mengadukan masalah yang berkecamuk di dada mereka. Rasulullah lantas menjawab, "Demi Rabb yang jiwaku berada di tangan-Nya. Seandainya kalian mau terus menerus dalam beramal sebagaimana keadaan kalian ketika berada di sisiku dan kalian terus mengingat-ingatnya, niscaya para malaikat akan menjabat tangan kalian di tempat tidur dan di jalan. Namun Hanzhalah, lakukanlah sesaat demi sesaat. "Rasulullah mengulangi sampai tiga kali.
Kisah yang dikutip dari HR Muslim No. 2750 ini mengisahkan betapa sahabat sangat berhati-hati pada sifat munafik. Padahal, boleh jadi apa yang mereka lakukan merupakan bentuk naik turunnya iman. Layaknya roller coaster, iman seorang manusia memang terkadang di atas, sedangkan lain waktu di bawah.
Meski kualitas keimanan para sahabat tidak diragukan, mereka masih takut terjerembap pada sifat kemunafikan. Mereka boleh jadi sadar rentannya sifat munafik karena orang-orang munafik bukanlah non-Islam. Kita bisa menukil dari QS An-Nisa ayat 142-143 yang secara eksplisit menyebutkan sifat orang munafik.
"Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan, apabila mereka berdiri dengan shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud ria (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. Mereka dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir); tidak masuk kepada golongan ini (orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang kafir). Barang siapa yang disesatkan Allah, kamu sekali-kali tidak akan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya."
Salah satu ciri orang munafik adalah malas saat melakukan shalat berjamaah. Ini sesuai dengan hadis Rasulullah yang mengisahkan, dua shalat yang paling berat bagi munafik adalah shalat Subuh dan shalat Isya. Padahal, kata Rasulullah, jika mereka mengetahui pahala yang ada pada keduanya niscaya mereka akan mendatanginya meski merangkak. Di dalam QS al-Maun, Allah SWT pun mengecam orang-orang yang melalaikan shalatnya. Allah pun tak segan-segan mencelakai orang yang lalai dalam shalatnya.
Bukan hanya melalaikan shalat, orang munafik pun memiliki empat ciri yang disebutkan salah satu hadis nabi. Dalam satu hadis Abdullah bin Umar Ra berkata, Nabi SAW bersabda, ''Ada empat dosa sifat yang jika seseorang memperlihatkan semua cirinya, dia sepenuhnya orang munafik. Jika dia punya salah satu ciri, dia dianggap memiliki unsur-unsur seorang munafik. Ciri-ciri itu adalah berkhianat, berdusta, ingkar janji, dan melampaui batas jika ada perbedaan pendapat.'' (HR Bukhari).
Pengkhianatan menjadi salah satu sifat jahat dalam diri manusia. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), khianat artinya perbuatan tidak setia, tipu daya, perbuatan ingkar janji. Jika merujuk pada definisi itu, banyak sekali sifat khianat dipertontonkan di negeri ini. Contoh sederhananya adalah khianat terhadap amanah yang diberikan rakyat.

https://khazanah.republika.co.id/berita/dunia-islam/islam-digest/pnxu6x313/mengenali-sifat-munafik?utm_source=dable 

Dukhon

Saat ini di dunia dan juga tentu saja termasuk indonesia, sedang perjadi pandemi yang berasal dari corona. Nama legkapnya virus corona. Ata...